• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Kontribusi Penagihan Pajak KPP Pratama Jember

Berdasarkan tabel 4.2 di atas, penerbitan surat paksa di KPP Pratama Jember tahun 2012 sebesar Rp. 657.293.758 dan berhasil dicairkan sebesar Rp. 518.937.020 atau berkisar 78,95 %. Tingkat efektivitas penagihan tunggakan pajak dengan dengan Surat Paksa di tahun ini tergolong dalam kategori Kurang Efektif karena berada d bawah 80%.

Berbeda dengan tahun 2012, tahun 2013 terjadi penurunan tajam efektifitas penagihan tunggakan pajak setelah penerbitan surat paksa. Penerbitan Surat Paksa dan realisasi pembayaran atas Surat Paksa pada tahun 2013 masing– masing sebesar Rp. 740.442.268 dan Rp. 203.611.809 atau hanya sekitar 27,49 %. Pada tahun ini, tingkat efektifitas penagihan pajak dengan surat paksa dapat dikategorikan Tidak Efektif karena masih terdapat begitu banyak tunggakan pajak yang belum terbayarkan.

Pada tahun 2014, efektifitas penagihan tunggakan pajak kembali menunjukkan peningkatan. Penerbitan Surat Paksa mengalami penurunan sebesar Rp. 254.680.484 dan jumlah yang terealisasi sebesar Rp. 204.172.059 atau sekitar 80,16%. Pada nilai ini maka tingkat efektifitas penagihan tunggakan pajak dengan Surat Paksa dapat dikategorikan sebagai Cukup Efektif.

Efektifitas penagihan tunggakan pajak dengan surat paksa antara tahun 2012 sampai tahun 2014 mengalami grafik naik dan turun yang begitu mencolok. Beberapa hal yang menjadi hambatan dalam pencairan tunggakan Pajak dengan Surat Paksa adalah :

a. Wajib Pajak Tidak lagi mampu melunasi hutang pajak,

b. Wajib Pajak tidak mengakui adanya hutang pajak yang menjadi kewajibannya,

c. Wajib Pajak mengajukan permohonan angsuran Pembayaran,

d. Wajib Pajak mengajukan keberatan atas jumlah utang pajak yang terjadi.

4.3 Kontribusi Penagihan Pajak KPP Pratama Jember 4.3.1 Dengan Surat Teguran

45

Kontribusi penagihan tunggakan pajak dengan menerbitkan Surat Teguran dapat dilihat pada Tabel 4.3. Tabel di bawah ini menunjukkan perbandingan antara pencairan tunggakan pajak dengan Surat Teguran terhadap penerimaan pajak di KPP Pratama Jember selama tahun 2012–2014.

Tabel 4.3 Perbandingan Pencairan Tunggakan Pajak dengan Surat Teguran terhadap Penerimaan Pajak di KPP Pratama Jember Tahun 2012–2014

Tahun Realisasi Pencairan Surat Teguran (Rupiah) Penerimaan Pajak (Rupiah) Tingkat Kontribusi 2012 Rp. 145.292.344 Rp. 411.778.942.778 0,035 % 2013 Rp. 348.809.884 Rp. 435.150.646.505 0,082 % 2014 Rp. 582.689.539 Rp. 490.869.104.127 0,118 %

Sumber: Data KPP Pratama Jember diolah

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa pencairan tunggakan pajak dengan penerbitan Surat Teguran di KPP Pratama Jember pada tahun 2012 adalah sebesar Rp. 145.292.344. Jika pencairan tersebut dibandingkan dengan total penerimaan pajak pada tahun yang sama sebesar Rp. 411.778.942.778, maka dapat dihitung nilai kontribusinya mencapai 0,035%. Nilai kontribusi ini dapat dikategorikan kedalam kategori Sangat Kurang.

Pada tahun 2013, nilai kontribusi penagihan tunggakan pajak mengalami sedikit peningkatan dibanding tahun sebelumnya, yaitu sebesar 0,082%. Nilai ini didapat atas perbandingan pencairan tunggakan pajak dengan penerbitan Surat Teguran sebesar Rp. 348.809.884 dengan total penerimaan pajak di KPP Pratama Jember yang juga mengalami peningkatan sebesar Rp. 435.150.646.505. Namun walaupun penerimaan KPP Pratama Jember mengalami peningkatan, nilai kontribusi penagihan tunggakan pajak tahun ini masih termasuk kategori Sangat Kurang.

Pada tahun 2014, total penerimaan pajak di KPP Pratama Jember sebesar Rp. 490.869.104.127 dengan jumlah pencairan tunggakan pajak setelah

46

diterbitkan surat teguran adalah hanya sebesar Rp. 582.689.539. Terjadi tren peningkatan terhadap nilai kontribusi penagihan tunggakan pajak selama tahun 2012 sampa 2014, dimana tahun ini nilai kontribusi setelah dihitung adalah sebesar 0,118%. Nilai ini tergolong dalam kategori Sangat Kurang.

Walaupun nilai kontribusi penagihan tunggakan pajak dengan penerbitan surat teguran termasuk dalam kategori Sangat Kurang, tapi hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran Wajib Pajak mengalami peningkatan yang baik karena dapat dilihat dari jumlah tunggakan pajak yang terus menurun dan diimbangi dengan realisasi pencairan yang baik.

4.3.2 Dengan Surat Paksa

Kontribusi pencairan tunggakan pajak dengan surat paksa terhadap penerimanaan pajak di KPP Pratama jember dapat dilihat pada tabel 4.4 di bawah ini.

Tabel 4.4 Perbandingan Pencairan Tunggakan Pajak dengan Surat Paksa terhadap Penerimaan Pajak di KPP Pratama Jember Tahun 2012–2014

Tahun Realisasi Pencairan Surat Paksa (Rupiah) Penerimaan Pajak (Rupiah) Tingkat Kontribusi 2012 Rp. 518.937.020 Rp. 411.778.942.778 0,13 % 2013 Rp. 203.611.809 Rp. 435.150.646.505 0,04 % 2014 Rp. 204.172.059 Rp. 490.869.104.127 0,04 %

Sumber: Data KPP Pratama Jember diolah

Berdasarkan Tabel 4.4, realisasi pencairan tunggakan pajak dengan surat paksa terhadap penerimaan pajak di KPP Pratama Jember di tahun 2012 mempunyai tingkat kontribusi sebesar 0,13%. Nilai tersebut didapat berdasarkan perhitungan pencairan tunggakan pajak dengan surat paksa sebesar Rp 518.937.020 dengan penerimaan pajak yang sebesar Rp 411.778.942.778. Nilai kontribusi di tahun ini tergolong kriteria Sangat Kurang dalam penerimaan pajak di KPP Pratama Jember.

Pada tahun 2013, realisasi pencairan tunggakan pajak menglami sedikit penurunan sebesar Rp. 203.611.809, namun terjadi sedikit peningkatan dalam

47

penerimaan pajak di KPP Pratama Jember sebesar Rp. 435.150.646.505. Dengan membandingkan antara realisasi pencairan tunggakan pajak dan penerimaan pajak, maka nilai kontribusi pencairan tunggakan pajak pada tahun 2013 mencapai 0,04%. Nilai kontribusi ini dapat dikategorikan dalam golongan Sangat Kurang.

Tidak jauh berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya. Pada tahun 2014 nilai kontribusi penagihan tunggakan pajak dengan surat paksa masih tergolong dalam kategori Sangat Kurang karena hanya berkisar 0,04% terhadap penerimaan pajak di KPP Pratama Jember. Penerimaan pajak tertinggi terjadi di tahun ini yatu sebesar Rp. 490.869.104.127. Sedangkan realisasi pencairan tunggakan pajak dengan surat paksa hanya mencapai Rp. 204.172.059.

Selama periode 2012 sampai 2014, nilai kontribusi penagihan tunggakan pajak dengan surat paksa terhadap penerimaan di KPP Pratama Jember tergolong sangat kurang. Namun hal ini menunjukkan bahwa jumlah tunggakan pajak yang terjadi selama periode tersebut sebagian besar dapat terbayarkan cukup dengan penerbitan surat teguran saja dan sisanya dengan penerbitan surat paksa. Dengan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat kesadaran Wajib Pajak semakin meningkat setiap tahunnya dan efektifitas penagihan tunggakan pajak baik dengan surat teguran maupun surat paksa juga mengalami peningkatan yang signifikan. Sedangkan nilai kontribusi penagihan pajak berbanding terbalik dengan tingkat efektifitas penagihan tunggakan pajak.

48

Dokumen terkait