• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN BOGOR

4.2. Kontribusi UKM terhadap PDRB

Usaha Kecil Menengah (UKM ) memberikan kontribusi Rp 2.121,3 triliun atau 53,6 persen dari Total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2007 yang mencapai Rp 3.957,4 triliun. Jadi dibandingkan 2006, pertumbuhan PDB UKM hanya 5,7% dan PDB usaha besar hanya 5,2%. Sementara itu, pertumbuhan PDB UKM 2007 terjadi pada semua sektor ekonomi. Dari sisi ekspor, hasil ekspor produksi UKM selama 2007 mencapai Rp 142,8 triliun atau 20 persen terhadap ekspor non-migas nasional sebesar Rp 713,4 triliun. Nilai investasi fisik UKMB yang dinyatakan dengan angka Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada 2007 mencapai Rp 462,01 triliun atau 46,96 persen terhadap total PMTB Indonesia.

Terkait dengan Kabupaten Bogor, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor dapat dilihat pada Tabel 3 berikut.

Tabel 3. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2002-2005.

No Tahun Laju Pertumbuhan Ekonomi (%)

1 2002 4,48

2 2003 4,81

3 2004 5,56

4 2005 5,85

Sumber: Kabupaten Bogor Dalam Angka (2005)

Perekonomian Kabupaten Bogor pada tahun 2005 ditandai dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,85% meningkat bila dibandingkan tahun 2005 sebesar 5,56%. Pada tahun 200, sektor yang mengalami pertumbuhan paling

tinggi adalah sektor keuangan dan jasa (perusahaan) dengan pertumbuhan sebesar 9,69%, naik bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 6,08%. Sedangkan sektor yang mengalami pertumbuhan paling rendah adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan pertumbuhan sebesar minus 10,11%. Tabel 4 menunjukkan laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor berdasarkan lapangan usaha adalah sebagai berikut:

Tabel 4. Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor Berdasarkan Lapangan Usaha Tahun 2002-2005

No Lapangan Usaha Tahun

2002 2003 2004 2005 1 Pertanian -0,08 -5,41 0,15 2,95 2 Pertambangan -2,27 8,22 -7,50 -10,11 3 Industri 4,85 5,34 5,96 5,82 4 LGA 4,86 5,11 5,92 7,23 5 Bangunan 5,22 5,81 6,68 5,12 6 Perdagangan 5,26 6,20 6,69 8,01 7 Angkutan 5,62 6,46 7,34 7,30 8 Keuangan 5,22 5,68 6,08 9,69 9 Jasa-jasa 5,02 5,44 6,19 4,25 PDRB 4,48 4,81 5,56 5,85

Sumber: Kabupaten Bogor Dalam Angka (2005)

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor dapat dikelompokkan menurut sektor yaitu sektor primer, sektor sekunder, dan sektor tersier. Tabel 5 menunjukkan laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor menurut kelompok sektor selama 2002-2005. Dari Tabel 5 nampak bahwa sektor tersier mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pertumbuhan sektor tersier pada tahun 2005 sebesar 7,39% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 6,63%. Kelompok sektor sekunder tumbuh melambat pada tahun 2005 sebesar 5,87% bila

dibandingkan tahun 2004 sebesar 5,99%. Sektor primer dari tahun ke tahun cenderung mengalami pertumbuhan negatif, tetapi pada tahun 2005 terjadi pertumbuhan positif sebesar 0,47%. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 5 berikut:

Tabel 5. Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor Menurut Kelompok Sektor Tahun 2002-2005

No Kelompok Sektor Tahun

2002 2003 2004 2005

1 Primer -0,48 -2,94 -1,39 0,47

2 Sekunder 4,87 5,35 5,99 5,87

3 Tersier 5,26 6,06 6,63 7,39

PDRB 4,48 4,81 5,56 5,85

Sumber: Kabupaten Bogor Dalam Angka (2005)

Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan komponen pendapatan pemerintah daerah kabupaten yang sangat penting, terutama dengan otonomi di daerah kabupaten. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor yang tinggi tentunya merupakan potensi yang sangat menguntungkan bagi pemerintah daerah untuk menaikkan PAD-nya dari tahun ke tahun. Perbandingan PDRB dan PAD Kabupaten Bogor ditunjukkan pada Tabel 6 berikut..

Tabel 6. Perbandingan PDRB dan PAD Kabupaten Bogor Tahun 2002-2005

Tahun Nilai Absolut (juta Rp.) % terhadap

PDRB PAD PDRB 2002 122.394,33 22.566.874,32 0,54 2003 148.921,78 25.369.472,89 0,59 2004 166.260,11 28.832.435,46 0,58 2005 198.923,70 35.893.216,72 0,55

Pada tahun 2004, PAD Kabupaten Bogor tercatat sebesar Rp. 166.260,11 juta meningkat menjadi Rp. 198.923,70 juta pada tahun 2005 atau naik sebesar 19,65 %. Jika dihitung persentase PAD terhadap PDRB cenderung mengalami peningkatan, namun pada tahun 2005 persentase PAD terhadap PDRB sebesar 0,55%, turun bila dibandingkan dengan tahun 2004 yang sebesar 0,58%

Perkembangan unit usaha industri kecil di Kabupaten Bogor dapat dilihat pada Tabel 7 berikut.

Tabel 7. Perkembangan Unit Usaha Industri Kecil Kabupaten Bogor dari 2004-2008

Kelompok Komoditas

Jumlah Unit Usaha 200

4 2005 2006 2007 2008

Industri Logam 136 141 149 156 161

Industri mesin 60 61 65 68 68

Industri Alat Angkut 20 23 26 33 40

Industri Elektronika 3 4 5 6 6

Industri tekstil dan produk tekstil 333 333 339 347 352

Industri Aneka 17 17 7 9 10

Industri barang dari kulit 136 137 137 145 153

Industri kimia dan barang kimia 37 44 50 56 62

Industri plastik dan barang plastic 11 18 18 20 20

Industri karet dan barang karet 2 3 3 3 3

Industri kertas dan barang kertas 56 77 78 80 90

Industri bahan bangunan dan bahan galian

24 40 40 43 46

Industri agro 256 263 276 296 313

Industri hasil hutan 95 96 98 106 185

Jumlah 118

6

1257 1291 1368 1509

Persen (%) 5.65 2.63 5.63 9.34

Tabel 7 di atas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan julah unit usaha industri kecil di kabupaten selama periode 2004–2008. Jumlah industri pada tahun 2004 adalah 1.186 unit, meningkat 5.65% menjadi 1.257 unit pada tahun 2005. Terjadi peningkatan sebesar 2.63% menjadi 1.291 unit dari 2005 ke 2006,. Jumlah ini terus mengalami peningkatan sebesar 5.63% pada tahun 2007 dan meningkat kembali sebesar 9.34% pada tahun 2008. Hal ini menunjukkan bahwa industri kecil mengalami pertumbuhan signifikan di Kabupaten Bogor.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, industri kecil di Kabupaten Bogor mampu menyerap tenaga kerja cukup besar. Data mengenai perkembangan penyerapan tenaga kerja industri kecil di Kabupaten Bogor dari 2004 - 2008 ditunjukkan pada Tabel 8.

Tabel 8. Perkembangan Penyerapan tenaga kerja Industri Kecil Kabupaten Bogor dari 2004 - 2008

Kelompok Komoditas Penyerapan Tenaga Kerja ( orang )

2004 2005 2006 2007 2008

Industri Logam 1.625 1.690 1.723 1.788 1.815

Industri mesin 971 979 1.012 1.039 1.039

Industri Alat Angkut 236 267 280 359 417

Industri Elektronika 34 39 42 55 55

Industri tekstil dan produk

tekstil 7.775 7.775 7.828 7.940 8.045

Industri Aneka 172 78 92 110 114

Industri barang dari kulit 3.158 3.168 3.168 3.251 3.472

Industri kimia dan barang

kimia 115 119 163 88 135

Industri plastik dan barang

plastic 182 199 163 55 55

Industri karet dan barang

karet 3 4 10 10 10

Industri kertas dan barang

kertas 64 68 94 102 144

Industri bahan bangunan

dan galian 113 120 163 189 217

Industri agro 7.839 1.941 2.030 2.207 2.384

Industri hasil hutan 644 654 676 782 861

Jumlah 22.931 17.101 17.444 17.975 18.763

Persen (%) -34.09 1.97 2.95 4.20

Sumber : Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kab. Bogor (2009)

Pada tahun 2004, serapan industri kecil terhadap tenaga kerja di Kabupaten Bogor mencapai 22.931 orang, jumlah ini menurun sebesar -34.09 % menjadi 17.101 orang pada tahun 2005, meningkat kembali (1.97%) menjadi17.444 orang pada tahun 2006, meningkat menjadi 17.975 pada tahun 2007 dan meningkat kembali menjadi 18.763 pada tahun 2008. Hal ini menunjukkan bahwa industri kecil mampu menyerab tenaga kerja cukup besar sehingga turut menciptakan lapangan kerja dan menurunkan pengangguran.

Perkembangan nilai investasi industri kecil di Kabupaten Bogor ditunjukkan pada Tabel 9. Perkembang nilai investasi menunjukkan trend positif selama periode 2004–2008.

Tabel 9. Perkembangan Nilai Investasi Industri Kecil Kabupaten Bogor dari 2004-2008

Kelompok Komoditas Nilai Investasi ( dalam juta Rupiah ) 2004 2005 2006 2007 2008

Industri Logam 35285

42 3978 4331 4843 5251

Industri mesin 2923 2973 3360 3677 3677

Industri Alat Angkut 1174 1339 1440 1863 2362

Industri Elektronika 176 268 318 367 367

Industri tekstil dan produk

tekstil 13159 13159 13443 13955 14262

Industri Aneka 661 231 781 850 1

Industri barang dari kulit 5365 5465 5465 5808 6670

Industri kimia dan barang

kimia 767 1077 1265 1612 2092

Industri plastik dan barang

plastik 583 821 821 917 917309

Industri karet dan barang

karet 24 38 38 38 37834

Industri kertas dan barang

kertas 1283 1547 1552 1651 2048

Industri bahan bangunan

dan galian 339 659 659 829 1

Industri agro 10101 10463 19937 20926 0

Industri Hasil Hutan 6921 6964 7182 7855 8296

Jumlah 47004 48981 60591 65191 69973

Persen (%) 4,04 19,16 7,06 6,83

Sumber : Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kab. Bogor (2009)

Tabel 9 di atas menunjukkan terjadinya peningkatan nilai investasi sebesar 4.04% dari tahun 2004 ke 2005 yaitu dari 47.004 milyar menjadi 48.980 milyar. Dari tahun 2005 ke 2006, terjadi peningkatan nilai investasi yang cukup besar

yaitu 19.16%, menjadi 60.591 milyardan terus meningkat menjadi 65.191 milyar dan pada tahun 2008 menjadi 69.972 milyar.

Menurut jenis komoditi industri, terdapat delapan kelompok industri kecil di Kabupaten Bogor. Data mengenai jenis komoditi industri kecil Kabupaten Bogor sampai dengan tahun 2008 ditunjukkan pada Tabel 10.

Tabel 10. Data Jenis Komoditi Industri Kecil Kabupaten Bogor sampai dengan tahun 2008.

No Jenis Industri Jumlah (unit) Nilai Investasi (Juta) Tenaga Kerja (orang) 1 Industri Bata Merah 264 5.571 2.501

2 Industri Batako 38 942 285

3 Industri Meubeul & Kerajinan 637 647 1.439 4 Industri Pangan 493 2.173 1.961 5 Industri Kerajinan Umum 36 43 147 6 Industri Sandang dan Kulit 1001 11.556 6.255 7 Industri Logam 644 996 1.298 8 Industri Alat Angkut 20 100 50

Menurut jenis industrinya, industri sandang dan kulit memiliki jumlah tertinggi (1.001 unit) dibandingkan industri lainnya dengan nilai investasi 11.556 juta rupiah dan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 6.255 orang. Industri logam menempati posisi kedua dengan jumlah 644 unit dengan nilai investasi 996 juta dan serapan tenaga kerja mencapai 1.298 orang. Jenis industri yang terkecil dalam menyerap tenaga kerja adalah industri batako yang berjumlah 38 unit dengan nilai investasi 942 juta dan serapan tenaga kerja 285 orang.

BAB V

Dokumen terkait