• Tidak ada hasil yang ditemukan

JOB BREAKDOWN

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.2. Data Sekunder

5.2.5. Kontrol Tehadap Bahaya (Hazard Control)

Setelah semua bahaya diidentifikasi dari masing–masing tahap pekerjaan, pada tahap berikutnya yaitu solusi pengembangan terhadap desain untuk pemisahan atau sebaliknya pengawasan atau kontrol terhadap bahaya. Untuk mengetahui hubungan tiap bahaya dengan tahapan suatu pekerjaan dimana seharusnya suatu solusi untuk menutupi kerugian dari bahaya. Solusi yang biasa digunakan untuk mengontrol bahaya bisa digunakan dari satu atau empat kategori berikut :

1. Merubah lingkungan fisik pekerjaan

2. Mengurangi frekwensi pekerjaan pada pekerjaan yang berbahaya 3. Menggunakan pakaian pelindung/alat pelindung

4. Melakukan prosedur kerja yang baik

Dari keempat solusi ditawarkan tersebut, solusi yang akan dipilih yaitu : 1. Menggunakan alat pelindung diri

2. Melakukan prosedur kerja yang baik

Solusi–solusi dari kategori diatas diperoleh dari daftar Job Safety

Analysis (JSA) tetapi hanya rekomendasi yang melibatkan penggunaan pakaian

pelindung atau perubahan dari prosedur kerja yang menunjukkan hasil akhir dari solusi terhadap kontrol bahaya. Solusi yang dipilih terhadap kontrol bahaya sebagai berikut :

1. Menggunakan pakaian pelindung/alat pelindung

Bahaya yang mendasar yaitu seperti potensi dari sebuah kecelakaan yang tidak dapat dikontrol untuk sebuah tingkatan pekerjaan yang dapat diterima oleh pekerja melalui beberapa perubahan seperti adanya perubahan pada lingkungan kerja atau prosedur kerja.

Beberapa kasus yang terjadi pada lingkungan pekerjaan tindakan yang terbaik dilakukan untuk mengurangi atau menekan angka kecelakaan kerja yaitu dengan menggunakan alat pelindung diri atau pakaian pelindung pada kejadian yang tidak diinginkan atau pada daerah kerja yang rawan terjadi kecelakaan. Jenis solusi terhadap kontrol bahaya ini akan menciptakan jenis dari pakaian pelindung serta perlengkapan pelindung yang termasuk disini adalah pakaian khusus, sepatu pengaman, ikat pinggang pengaman, lampu sebagai penerangan, alat bantu pernafasan, kaca mata, sarung penutup mulut.

Pengadaan peralatan keselamatan kerja merupakan tindakan yang dapat meningkatkan tingkat keselamatan kerja yang terjadi, peralatan keselamatan kerja yang dibutuhkan adalah :

Alat pelindung kepala berupa Helmet disediakan oleh pihak perusahaan sebagai pelindung untuk para pekerjanya. Pihak perusahaan menyediakan Helmet bagi pekerja yang dalam melakukan pekerjaannya mengandung resiko terkena bahan – bahan bangunan dan benda – benda keras. Penggunaan helmet ini diterapkan dengan tujuan agar para pekerja dapat terlindungi benda – benda keras.

b. Sarung tangan

Perusahaan menyediakan sarung tangan sebagai alat pelindung bagi pekerja dalam melakukan pekerjaannya. Sarung tangan ini diberikan kepada sebagian pekerja yaitu, seluruh pekerja lantai kerja pengecoran, daerah mixing, pengecetan, pengelasan dan bagian lain yang mengharuskan menggunakan sarung tangan. Perusahaan menyediakan sarung tangan untuk pekerja dengan tujuan agar pada saat melakukan pekerjaan yang behubungan dengan benda – benda keras, panas dan tajam, tangan pekerja tidak kontak langsung dengan benda tersebut

c. Sepatu pengaman

Sepatu pengaman disediakan oleh perusahaan sebagai pelindung bagi para pekerja yang bekerja pada daerah kerja yang kaki sangat perlu terlindungi. Sepatu pengaman ini digunakan oleh pekerja yang bekerja pada daerah yang berhubungan langsung dengan benda–benda keras yang berbahaya apabila bersentuhan dengan kulit kaki. Daerah kerja yang licin seperti daerah mixing. Sepatu pengaman juga berfungsi melindungi kaki dari kejatuhan benda–benda berat sehingga mengurangi resiko kontak langsung dengan kaki. Sepatu

pengaman yang digunakan juga yang memiliki anti slip/anti licin agar tidak tergelincir pada saat menaiki tangga atau berada didaerah yang berair/licin. d. Ikat pinggang pengaman

Ikat pinggang pengaman merupakan perlengkapan yang harus disediakan oleh pihak perusahaan sebagai alat pelindung. Ikat pinggang pengaman ini digunakan oleh pekerja pada bagian pengecetan. Biasanya ikat pinggang ini digunakan oleh pekerja yang melakukan pekerjaannya di daerah yang tinggi, agar terhindar dari kecelakaan.

2. Melakukan prosedur kerja yang baik

Prosedur kerja yang baik biasanya digunakan sebagai kontrol bahaya yang utama. Jenis kontrol bahaya ini meliputi prosedur standart keamanan yang pekerja harus mengikutinya untuk melindungi dirinya sendiri selama melaksanakan langkah kerja. Memberitahukan secara tepat apa yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan oleh pekerja pada daftar analisa keselamatan kerja.

Sebuah prosedur kerja yang aman dapat tercipta secara wajar. Hal ini membutuhkan penjelasan bagaimana melakukan pekerjaan dalam waktu yang spesifik dan dapat menurunkan tingkat kecelakaan yang terjadi. Prosedur kerja yang aman seharusnya juga dikembangkan untuk situasi–situasi yang tidak biasa atau tidak diharapkan.

Rencana kerja yang tiba–tiba seharusnya termasuk dalam daftar analisa keselamatan kerja karena pada keadaan yang demikian sering terjadi kecelakaan karena kurang matangnya persiapan dalam melakukan pekerjaan tersebut. Kontrol

bahaya melalui prosedur kerja yang baik adalah cara yang spesifik untuk menghindari bahaya yang spesifik pula, yang tidak dapat dihindarkan dengan maksud–maksud lain. Solusi prosedur kerja yang baik dan perubahan lingkungan kerja digabungkan untuk membentuk sebuah solusi yang merubah seluruh cara kerja yang dilaksanakan, perubahan drastis seperti ini mungkin akan merubah sebahagian prosedur kerja yang salah bahkan kadang–kadang keseluruhan langkah kerja.

Analisa keselamatan kerja (JSA) biasanya dikembangkan dengan mengamati pekerja–pekerja yang berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan dan atau dengan mendiskusikan metode kerja mereka. Observasi dan diskusi ini digunakan untuk mengidentifikasi langkah–langkah dasar dari sebuah pekerjaan yang spesifik dan untuk mempersiapkan suatu daftar bahaya yang menghubungkan setiap langkah. Kontrol bahaya ini meliputi pelaksanaan prosedur keamanan kerja, penghilangan sumber–sumber tenaga kerja dan bahan– bahan yang berbahaya, penggunaan pakaian serta perlengkapan pengaman dan lain – lain.

Penggunaan metode observasi biasanya perlu untuk mengamati pekerjaan tersebut dari awal hingga akhir beberapa kali sebelum analisa terhadap keselamatan kerja dilengkapi. Biasanya cukup hanya mengamati lebih dari satu pekerja pekerja yang mengerjakan pekerjaan, sebagai tambahannya pekerja seharusnya dijaga dan aktif dilibatkan pada keseluruhan proses.

Penurunan tingkat bahaya dan solusi–solusi yang digunakan seharusnya dibicarakan bagi para pekerja yang melakukan pekerjaan tersebut. Semakin

pekerja dilibatkan dan diizinkan untuk memberikan kontribusi maka semakin sukses dan efektiflah JSA tersebut.

Metode pelaksanaan yang effisien pada analisa keselamatan kerja adalah melalui observasi langsung pada performa kerja. Dalam banyak hal bagaimanapun metode ini mungkin tidak praktis. Sebagai gantinya pekerjaan– pekerjaan baru dan hal lain yang sangat jarang dikerjakan yang tidak menjadikan observasi langsung. Hal ini jadi masalah JSA, namun dapat dibuat atau diselesaikan dengan diskusi perorangan yang akrab dengan pekerjaan tersebut.

BAB VI

Dokumen terkait