• Tidak ada hasil yang ditemukan

Koordinasi dan Pengumpulan Data A. Koordinasi

Dalam dokumen 6. Andalalin RSUD Kabupaten Tapin (Halaman 90-95)

Pada tahapan awal koordinasi dilakukan dengan Pemberi kerja sebagai sumber informasi yang pertama. Koordinasi ini untuk mendapatkan masukan mengenai keterkaitan instansi lain bila diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.

Setelah melakukan koordinasi dengan pemberi kerja maka selanjutnya adalah tahap koordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti yang diarahkan oleh pemberi kerja. Maksud dari koordinasi lanjutan adalah untuk mendapatkan berbagai masukan, pertimbangan, dan kerjasama dari berbagai pihak terkait.

B. Pengumpulan Data

Pengumpulan data atau survei terbagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu :

Survei instansional (Data Sekunder)

Data sekunder ini perlu dikumpulkan untuk mendukung pengumpulan data primer dan digunakan untuk proses analisis. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari instansi pemerintah. Data-data yang dibutuhkan dapat diperoleh dari:

80

a. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) 1) Peta Administrasi

2) Peta Tata Guna Lahan

3) Peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 4) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) b. Badan Pusat Statistik (BPS)

1) Demografi 2) Geografi

3) Sosial-Ekonomi

4) Product Domestic Regional Bruto (PDRB) c. Dinas Pekerja Umum (PU)

1) Peta Jaringan Jalan

2) Inventarisasi Jaringan Jalan d. Dinas Perhubungan (DISHUB)

1) Peta Jaringan Trayek

2) Inventarisasi Jaringan Trayek

Survei lapangan (Data Primer)

Untuk mendukung data-data sekunder yang telah diperoleh dan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi lalu lintas eksisting, maka pengumpulan data primer akan dilakukan secara langsung pada lokasi dengan tujuan memperoleh informasi penting berkaitan dengan kinerja dan kondisi lalu lintas dan jaringan jalan di sekitar lokasi studi penelitian.

Sebelum melaksanakan pengumpulan data primer, terlebih dahulu dilakukan tahap persiapan survei yang intinya mendayagunakan sumber daya yang diperoleh dari informasi sekunder untuk kematangan pelaksanaan pengumpulan data primer. Pada tahap ini segala informasi yang beraitan dengan masalah lapangan pada wilayah kajian ditambah dengan peta-peta serta teori idealisasi sasaran analisis dan diterjemahkan ke dalam bentuk-bentuk formulir survei, rencana kerja survei, organisasi lapangan, dan peta-peta detail.

Sebagaimana layaknya dalam proses kajian penataan, pengkajian dan analisis data lainnya, prinsip GIGO (Garbage In Garbage Out) juga diterapkan dalam kajian ini, dimana ketetapan dan keakuratan data dan informasi yang diperoleh merupakan kunci utama untuk memperoleh hasil analisis dan rekomendasi yang tepat dan akurat. Sebaliknya apabila data dan informasi

81

yang digunakan tidak memenuhi standar kriteria ketepatan dan keakuratan, maka analisis dan reomendasi yang dihasilkan juga berbeda jauh dari ketepatan dan keakuratan data.

Kekurangan data yang dibutuhkan dari data sekunder yang telah diperoleh, dilakukan pengamatan langsung atau survei di lapangan. Survei yang dilaksanakan untuk mendapatan data primer yang diinginkan antara lain :

a. Lokasi Pelaksanaan Survei

Lokasi pelaksanaan survei yaitu berada di sekitar wilayah rencana pembangunan yang akan dilakukan. Yaitu dengan menentukan cakupan wilayah yang akan dilakukan studi atau kajian. Cakupan tersebut berada di sekitar wilayah studi dengan cakupan wilayah yaitu simpang yang terdekat dan yang memiliki potensi dalam menentukan bangkitan dan tarikan. Lokasi tersebut adalah Jl. Terantang dan Jl. Jenderal Sudirman

b. Waktu Pelaksanaan Survei

Waktu pelaksanaan survei yaitu di bulan pertama terhitung sejak dikeluarkannya surat keputusan oleh pemberi tugas.

c. Jenis Survei, Cara Pengumpulan Data, serta data yang dihasilkan

1) Survei Pencacahan Volume Lalu Lintas Terklasifikasi (Traffic Count Classified Survey)

Survei ini dilakukan untuk mendapatkan data volume lalu lintas setiap ruas jalan. Data volume lalu lintas ini bersifat sangat vital untuk mengukur kinerja ruas jalan, karena arus lalu lintas adalah sisi permintaan yang selanjutnya akan menjadi pasar kebijakan manajemen lalu lintas yang akan diambil. Teknik pelaksanaan survei ini adalah dengan cara menghitung kendaraan yang lewat pada ruas jalan. Kendaraan dapat dikategorikan dalam jenis angkutan umum, kendaraan pribadi, angkutan barang, sepeda motor, dan kendaraan tidak bermotor. Survei pencacahan lalu lintas terklasifikasi pada ruas lainnya dilakukan dengan TC screenline, yang dilakukan dengan interval waktu 10 (sepuluh) menit dengan lama waktu setengah jam. Survei ini dilakukan untuk mengetahui volume lalu lintas yang terdapat pada setiap jalan yang ada. Dengan tujuan dan target data volume lalu lintas harian. Ruas jalan yang di survey antara lain Jl. Terantang.

82 2) Survei Inventarisasi (Inventory Survey)

a) Ruas Jalan

Survei ini dilakukan untuk mengetahui keadaan kondisi jalan yang sesungguhnya saat ini beserta keadaan dari prasarana jalannya. Survei ini dilakukan dengan cara pengamatan dan pengukuran langsung pada setiap bagian jalan.

Target Data

Target data yang didapat dari survei inventarisasi jalan yaitu:

• Panjang ruas

• Lebar jalur efektif

• Lebar bahu efektif

• Lebar trotoar

• Jenis perkerasan jalan

• Jumah lajur

• Tipe jalan

Peralatan dan Perlengkapan

Peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan survei inventarisasi jalan adalah :

• Pita ukur dan roda meteran

• Alat – alat tulis

• Formulir survei

Clip board

• Kamera

b) Fasilitas Perlengkapan Jalan

Survei ini dilakukan dengan cara melakukan pengamatan langsung dengan mengetahui titik lokasinya serta jenis dari prasarananya. Maksud dan tujuan dari survei inventarisasi prasarana yaitu untuk mengetahui tingkat ketersediaan prasarana jalan dan simpang bagi pengguna. Dari data survei ini dapat digunakan dalam indikator perangkingan jalan dan simpang secara statis.

Target Data

Target data yang diperlukan dari survei inventarisasi prasarana yaitu :

83

• Terminal

• Parkir

• Halte

• Rambu

• Marka

• Penerang Jalan Umum Peralatan dan Perlengkapan

Diperlukan peralatan dan perlengkapan dalam survei inventarisasi prasarana yaitu :

• Roll meter dan walking measure

• Clip board

• Formulir survei

• Alat – alat survei

• Kamera

3) Survei Bangkitan dan Tarikan (Generation and Attraction Survey) a) Berdasarkan Ketetapan Nasional atau Kajian Sebelumnya

Penentuan tingkat bangkitan dan tarikan ini berdasarkan data sekunder yang ditetapkan secara nasional atau dari kajian yang pernah di lakukan di daerah tersebut.

b) Pembanding dengan Bangunan yang Homogen

Penentuan tingkat bangkitan dan tarikan ini berdasarkan hasil survei atau data primer. Untuk memperoleh tingkat bangkitan dan tarikan maka dilakukan perbandingan karakteristik bangunan yang sama di sekitar wilayah studi.

Tahap pengumpulan data penting karena diharapkan perangkat (instrumen/format-format) pengumpulan data yang digunakan merupakan instrumen yang spesifik, terintegrasi di dalam kerangka kerja proyek. Dengan kata lain, pengembangan instrumen tersebut layak untuk mendukung pelaksanaan input data dan evaluasi akhir hasil kegiatan proyek dan berdampak pada sasaran penerima manfaat proyek. Perhatian peneliti akan difokuskan pada metodologi pengumpulan data yang sudah pernah digunakan atau cocok diterapkan untuk proyek/program yang mempunyai karakteristik sejenis.

84

Dalam dokumen 6. Andalalin RSUD Kabupaten Tapin (Halaman 90-95)

Dokumen terkait