• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

4.2 Kopdit CU Mandiri Tabungan

4.2.1 Sejarah CU Mandiri

Pada tahun 1976 di Tebing Tinggi telah berdiri CU Hidup Baru yang beranggotakan umat Katolik yang berdomisili di Tebing Tinggi. Dalam rapat pengurus diusulkan agar CU Hidup Baru menerima anggota dari luar Tebing Tinggi, yaitu umat Katolik yang berada di stasi-stasi dalam paroki Tebing Tinggi. Akan tetapi pengurus tidak sependapat karena beresiko tinggi karena mereka tidak memiliki pendapatan bulanan yang tetap. Akibat adanya ketidaksepakatan maka direncanakan untuk mendirikan CU baru dimana anggota berasal dari stasi-stasi di Paroki Tebing Tinggi. Melalui sidang paripurna atau “sermon bolon” Paroki Tebing Tinggi tanggal 10 Maret 1987 disepakati membentuk CU Mandiri. Gagasan tersebut disampaikan oleh Pastor Arie van Diemen, OFM. Cap., Laguboti Harianja (Alm.), Daulat R. Nainggolan (Alm.), TDS. Simarmata ( Alm.) Nama CU Mandiri berasal dari Paroki Tebing Tinggi yang dikenal dengan Paroki Mandiri.

4.2.2 Profil Kopdit CU Mandiri

Koperasi Kredit CU Mandiri beralamat di Jalan Langsat No. 32 Tebing Tinggi Sumatera Utara berdiri pada 10 Maret 1987. CU Mandiri memiliki badan hukum No. 518.503/06/BH/II/PAD.KUK/2007 pada 8 Oktober 2007. Wilayah

kerja CU Mandiri adalah Propinsi Sumatera Utara dan sekitarnya. Slogan CU Mandiri adalah “Mengutamakan Kesejahteraan Anggota”. Pada saat ini CU Mandiri dipimpin oleh Valerius Aritonang, SH.

Visi CU Mandiri adalah :

1. Menjadi Kopdit yang termasuk 5 (lima) besar di Indonesia. Misi CU Mandiri adalah :

1. Mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari Pengurus, Manajemen dan Anggota.

2. Turut berperan aktif dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat umum.

3. Meningktkan efisiensi dalam rangka mewujudkan lembaga keuangan yang sehat, aman, mandiri, dan professional.

4. Menjadi Koperasi model bagi gerakan koperasi di seluruh Indonesia. 5. Menjadi lembaga keuangan alternatif terbaik di Indonesia.

4.2.3 Keanggotaan

Keanggotaan CU Mandiri terdiri dari 2 (dua) kelompok besar, yakni Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa.

1. Anggota Biasa adalah Warga Negara Indonesia yang mempunyai kemampuan penuh untuk melakukan tindakan hukum.

2. Anggota Luar Biasa adalah Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing perorangan yang belum atau tidak mempunyai kemampuan penuh untuk melakukan tindakan hukum dan lembaga lain yang didaftarkan oleh pengurus lembaganya menjadi anggota.

4.2.4 Perkembangan dan Pertumbuhan CU Mandiri

Disamping perkembangan keanggotaan CU Mandiri pada beberapa wilayah menuntut pelayanan yang lebih baik dan dekat kepada anggota. Banyaknya permintaan anggota masyarakat untuk bergabung menjadi anggota CU Mandiri pada daerah-daerah baru mengharuskan CU Mandiri membuka kantor pelayanannya. Berikut adalah Kantor Cabang CU Mandiri yang tertera dalam Tabel 4.1 di bawah ini.

Tabel 4.1

Kantor Cabang CU Mandiri

No Kantor Cabang Alamat Wilayah Pelayanan 1 Tebing Tinggi Jl. Mayjend Sutoyo No. 3 Tebing Tinggi Tebing Tinggi, Sumut 2 Penggalangan Desa Penggalangan Kec. Bandar Kalipa Kab. Sergai, Sumut 3 Sei Deras Jl. Propinsi Simp. Kebun Kopi Sei Suka Deras Kab. Batubara, Sumut 4 Sei Rampah Jl. Pangkalan Budiman Sei Rampah Kab. Sergai, Sumut 5 Dolok Masihul Jl. Pahlawan Dolok Masihul Kab Sergai, Sumut 6 Sambosar Raya Kec. Raya Kahean, Kab. Simalungun Kab. Simalungun, Sumut 7 Medan Jl. A.H. Nasution No. 98 Medan Medan, Sumut 8 Balam Jl. Lintas Propinsi Km. 22 Balam Kab. Rokan Hilir, Riau 9 Lubuk Pakam Jl. Siantar No. 40 Lubuk Pakam Kab. Deli Serdang, Sumut 10 Rantau Kasai Desa Rantau Kasai, Kec. Tanjung Medan, Riau Kab. Rokan Hulu, Riau 11 Sei Akar Jl. Lintas Timur Dsn Balam Jaya, Kec. Kemuning Kab. Indragiri Hulu, Riau 12 Kandis Jl. Lintas Kandis, Pasar Minggu Km 80 Kab.Siak, Riau

13 Manggal Junction Dusun Manggala Lima, Desa Manggala Sakti Kab. Rokan Hilir, Riau 14 Kota Garo Desa Kota Baru Simpang 4 Kec. Tapung Kab. Kampur, Riau 15 Bagan Batu Jl. Lintas Bagan Batu, Simp. Holder Kab. Rokan Hilir, Riau 16 Lima Puluh Jl. Perintis Kemerdekaan 116, Kec. Lima Puluh Kab. Batubara, Sumut 17 Simpang Empat Jl. Simpang Tiga Lemang Dusun Batu Sembilan Kisaran, Sumut 18 Negeri Dolok Pekan Negeri Dolok, Kec. Silau Kahean Kab. Simalungun, Sumut 19 Pematang Siantar Jl. Rakutta Sembiring No. 75, Kel. Nagapita Pematang Siantar, Sumut 20 Bukit Kesuma Desa Bukit Kesuma, Kec. Pangkalan Kuras Keb. Pelalawan, Riau 21 Suban Desa Suban, Kec. Batang Asam Kab. Tg. Jabung Barat, Jambi 22 Rantau Prapat Jl. By Pass Kayu Raja, R. Prapat Rantau Prapat, Sumut 23 Pekan Baru Jl. Kasa 33 Pekanbaru, Riau 24 Jambi Luar Kota Jl. Lintas Jambi Muaro Bulian Km. 14 Jambi

25 Pancur Batu Jl. Jamin Ginting Km. 17,6 P. Batu Kab. Deli Serdang, Sumut

Sumber : CU Mandiri, 2012

Perkembangan anggota, simpanan, pinjaman, dan asset CU Mandiri setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal tersebut tersaji dalam Tabel 4.1. gambar peningkatan anggota, simpanan, dan asset tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.1, Gambar 4.2, dan Gambar 4.3 berikut ini.

Sumber : CU Mandiri, 2012

Gambar 4.1

Pertumbuhan Anggota CU Mandiri

Sumber : CU Mandiri, 2012

Gambar 4.2

Pertumbuhan Simpanan CU Mandiri

0 20 40 60 80 100 120 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011

Dalam Satuan Milyar Simpanan

0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Anggota Anggota

Sumber : CU Mandiri, 2012

Gambar 4.3

Pertumbuhan Asset CU Mandiri

4.2.5 Kegiatan Usaha

Kegiatan Usaha CU Mandiri terdiri atas 2 (dua) bagian, yakni Simpanan dan Pinjaman.

Simpanan dibagi atas 2 (dua) bagian yaitu Simpanan Saham dan Simpanan Non Saham. Secara umum, seluruh jenis simpanan perlakuan dan pengembangannya dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut ini.

Tabel 4.2

Jenis-jenis Simapanan CU Mandiri

No Nama Produk Jenis Produk Perlakuan Pengembangan 1 Simpanan Saham Simpanan Saham Tidak dapat ditarik kecuali keluar Deviden 15% /tahun 2 Sibuhar Simpanan Non Saham Dapat ditarik setiap saat 0,9% /bulan 3 Sisuka Simpanan Non Saham Ditarik sesuai jangka waktu 1% /bulan 4 Tabema Simpanan Non Saham Ditarik setelah 15 tahun 15% /tahun 5 Tahta Simpanan Non Saham Ditarik setelah 15 tahun 15% /tahun 6 Siharana Simpanan Non Saham Ditarik 20 hari sebelum Natal 8% /tahun 7 Siharifi Simpanan Non Saham Ditarik 20 hari sebelum Idul Fitri 8% /tahun

Sumber : CU Mandiri, 2012

Simpanan saham merupakan bukti komitmen seorang anggota koperasi. Saat ini CU Mandiri mewajibkan setiap anggota untuk berkomitmen menabung

0 50 100 150 200 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011

dengan disiplin pada simpanan saham, minimal Rp. 35.000,- per bulan. Simpanan ini bertujuan untuk mengantisapasi adanya beberapa hal seperti PHK, gagal panen, bencana alam, dan lai-lain.

Simpanan Non Saham adalah simpanan khusus yang bertujuan untuk meningkatkan modal koperasi dalam rangka melayani pinjaman anggota. Tujuannya adalah untuk menambah modal kerja atau investasi. Disamping itu sebagai sarana pembelajaran dari koperasi ke anggota dalam rangka memperkokoh tingkat keswadayaan sebagaimana diisyaratkan dalam 3 (tiga) pilar utama Credit Union, yaitu pendidikan, swadaya, dan solidaritas. Simpanan non

saham terdiri atas Sibuhar (Simpanan Bunga Harian), Sisuka (Simpanan Sukarela Berjangka), Tabema (Tabungan Beasiswa Mandiri), Siharana (Simpanan Hari Raya Natal), dan Safiri (Simpanan Hari Raya Idul Fitri).

Pinjaman CU Mandiri hanya dapat diberikan kepada anggota yang memenuhi persyaratan sebagai berikut.

1. Telah mengikuti pendidikan dasar dan aktif sebagai anggota. 2. Menunjukkan mentalitas yang baik dalam hal menabung.

3. Menunjukkan kesungguhan, kemampuan mengangsur dan memiliki itikad yang baik selama mengangsur pinjaman sebelumnya (Jolong, 2012:35). Dengan demikian, mendapatkan pinjaman bukanlah merupakan hak setiap anggota, tetapi pemberian kepercayaan untuk anggota yang bersangkutan.

4.2.6 Keberhasilan Koperasi

Menurut Fogelstrom (Yulinda, 2003:19), bagi sebuah koperasi, untuk dapat berkembang memerlukan beberapa persyaratan agar dapat menciptakan

situasi yang kondusif bagi pertumbuhan koperasi yang sehat dan berkelanjutan. Persyaratan tersebut adalah kesadaran anggota, pengetahuan tentang prinsip koperasi, pimpinan dan staf yang jujur serta cakap, volume usaha dan akses pasar

Indikator yang digunakan mengukur keberhasilan koperasi dari kelembagaan adalah dengan melihat perkembangan jumlah anggota, simpanan, pinjaman, asset, dan peningkatan SHU, sedangkan dari anggota diukur adalah kepuasan anggota, peningkatan usaha, pendapatan, dan deviden. Keberhasilan koperasi tidak terlepas dari keterlibatan anggota ikut berperan aktif terhadap keberhasilan koperasi, tanpa kehadiran anggota koperasi tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Tingginya partisipasi anggota sangat besar pengaruhnya terhadap koperasi dalam menjalankan aktivitas untuk mencapai tujuan (Yulinda, 2003:20).

Dokumen terkait