10. Meningkatkan Ketajaman Fungsi Otak
2.3 Kopi Arabika (Coffea Arabica)
Arabika (Coffea arabica) diduga pertama kali diklasifikasikan oleh seorang imuwan Swedia bernama Carl Linnaeus (Carl von Linne) pada tahun 1753. Jenis kopi yang memiki kandungan kafein sebesar 0,8-1,4% ini awalnya berasal dari Brazil dan Etiopia. Arabica merupakan spesies kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayan hingga sekarang. kopi arabika tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 mdpl dengan suhu 16-200C, beriklim kering tiga bulan secara berturut-turut. Jenis kopi arabika sangat rentan terhadap serangan penyakit karat daun Hemileia vastatrix (HV), terutama bila ditanam di daerah dengan elevasi kurang dari 700 m, sehingga dari segi perawatan dan pembudayaan kopi arabika memang butuh perawatan lebih disbanding kopi jenis lainnya. Kopi arabika saat ini telah menguasai sebagian besar pasar kopi dunia dan harganya jauh lebih tinggi disbanding jenis kopi lainnya. Di Indonesia kita dapat menemukan sebagian besar perkebunan kopi arabika di daerah pegunungan Toraja, Sumatera Utara, Aceh dan beberapa daerah di pulau Jawa. Beberapa jenis kopi arabika memang sedang banyak dikembangkan di Indonesia antara lain kopi arabika jenis Abesinia, Pasumah, Marago, Typica dan Congensis.
Adapun klasifikasi ilmiah kopi arabika dapat dilihat dibawah ini : Kerajaan : Plantae
Filum : Angiospermae Kelas : Eudikotil Ordo : Gentianales Famili : Rubiaceae Upafamili : Ixoroideae Bangsa : Coffeae
Genus : Coffea
Spesies : C.arabica
Nama binomial : Coffea Arabica
Kopi merupakan tanaman yang menghasilkan sejenis minuman. Minuman tersebut diperoleh dari seduhan kopi dalam bentuk bubuk. Kopi bubuk adalah biji kopi yang telah disangrai, digiling atau ditumbuk hingga menyerupai serbuk halus (Ridwansyah, 2003).
a. Karakteristik Tanaman Kopi Arabika
Tanaman kopi arabika pendek menyerupai perdu dengan ketinggian 2-3 meter. Batang berdiri tegak dengan bentuk membulat. Pohonnya memiliki percabangan yang banyak. Warna daun kopi arabika hijau mengkilap seperti memiliki lapisan lilin. Daun yang telah tua berwarna hijau gelap. Bentuk daun memanjang atau lonjong dengan ujung daun meruncing. Pangkal daun tumpul dan memiliki tangkai yang pendek. Struktur tulang daun menyirip. Kopi arabika mulai berbunga setelah musim hujan. Bunga tumbuh pada ketiak daun. Bunga kopi berwarna putih dan bisa melakukan penyerbukan sendiri, tidak ada perbedaan bunga jantan dan betina. Dari bentuk kuncup hingga menjadi buah yang siap panen membutuhkan waktu 8-11 bulan. Buahnya bulat seperti telur, dengan warna buah hijau kemudian berubah menjadi merah terang saat matang. Apabila buah telah matang cenderung mudah rontok. Oleh karena itu harus dipanen dengan segera, untuk detailnya silahkan baca cara memanen buah kopi. Buah yang rontok ke tanah akan mengalami penurunan mutu, cenderung bau tanah. Pohon kopi arabika mempunyai perakaran tunjang yang dalam. Guna akar yang dalam ini untuk menopang pohon agar tidak mudah roboh dan bertahan pada kondisi kekeringan. Pertumbuhan akar ditentukan sejak pohon dipindahkan dari pembibitan. Pohon yang perakarannya tidak tumbuh dengan baik, akan mengganggu produktivitas.
Gambar 2.4. Coffea Flowers Gambar 2.5. Coffea Fruits
b. Verietas Kopi Arabika
Ada banyak varietas kopi arabika yang ditanam di Indonesia. Setiap varietas mempunyai daya tumbuh dan daya adaptasi yang berbeda-beda. Pemilihan varietas dalam budidaya hendaknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat budidaya.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal gunakan varietas unggul dari sumber terpercaya. Kementerian pertanian melalui Puslit Koka selalu mengeluarkan varietas unggul. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
S 795. Varietas ini memiliki produktivitas 1000-1500 kg/ha pada kepadatan tanam 1600-2000 pohon per hektar. Mulai berbunga pada umur 15-24 bulan. Agak tahan terhadap serangan karat daun bila ditanam diketinggian lebih dari 1000 meter dpl.
USDA 762. Produktivitas kopi jenis ini mencapai 800-12000 kg/ha. Mulai berbunga pada umur 32-34 bulan. Agak tahan terhadap penyakit karat daun.
Andung sari-1. Produktivitas sekitar 350 kg/ha. Mulai berbunga pada umur 15-24 bulan. Bila ditanam diketinggian kurang dari 900 meter, varietas ini rentan terhadap serangan karat daun namun cukup tahan ditanam di daerah yang kurang subur.
Sigarar Utang. Produktivitasnya mencapai 1500 kg per hektar. Varietas ini memilikikeistimewaan bisa berbuah terus menerus mengikuti pola sebaran hujan. Bijinya berukuran besar, rentan terhadap hama bubuk buah dan
nematoda, namun cukup tahan karat daun. Disarankan ditanam pada ketinggian di atas 1000 meter dpl.
c. Deskripsi Tanaman Kopi Arabika
Kopi arabika memiliki banyak kultivar, galur dan klon. Kebanyakan jenis yang ada saat ini bersumber dari kultivar Typica dan Bourbon yang dibawa dari Yaman.
Kultivar Typica memiliki buah lebih besar, namun produktivitasnya lebih rendah.
Sedangkan kultivar Bourbon memiliki daun yang lebih lebar, buah lebih membulat dan batang yang tegak. Adapun deskripsi dari tanaman kopi arabika yaitu sebagai berikut:
1. Batang
Pohon kopi arabika memiliki perakaran yang dangkal, sekitar 30 cm dari permukaan tanah. Dalam keadaan terawatt pohon ini tumbuh seperti perdu, tingginya sekitar 2-3 meter. Namun bila tidak di pangkas bisa tumbuh hingga 5 meter. Terdapat dua tipe cabang pada tanaman kopi arabika, yaiu cabang yang tumbuh vertical dan cabang yang tumbuh horizontal.
2. Daun
Tanaman kopi arabika memiliki daun yang kecil, panjangnya 12-15 cm. Warna daun hijau mengkilap seperti dilapisi lilin. Pada ketiak daun tumbuh mata tunas. Mata tunas ini bisa menjadi cabang tergantung kondisi.
3. Bunga
Bunga tumbuh dari mata tunas yang terletak di ketiak daun. Bunga menyerbuk sendiri, penyerbukan biasanya terjadi di pagi hari dengan batuan angina dan serangga.
Hujan yang mengguyur mulai dari penyerbukan hingga buah siap di panen sekitar 6-9 bulan.
4. Buah
Buah kopi arabika lebuh besar dibanding robusta. Buah tersebut akan rontok dari tangkainya saat jadi matang. Jadi perlu pemanenan yang hati-hati sebelum buah rontok.
Gambar 2.6. Buah kopi arabika yang telah matang
d. Komposisi Kimia Kopi Arabika
Biji kopi memiliki kandungan yang berbeda baik dari jenis dan proses pengolahan kopi. Perubahan ini disebabkan karena adanya oksidasi pada saat proses penyangraian. Komposisi kimia dari kopi arabika dapat di lihat pada tabel berikut :
Tabel 2.3. Komposisi Kimia Kopi Arabika
No Komponen Arabika Green Arabika Roasted
1 Mineral 3.0 - 4.2 3.5 – 4.5
2 Kafein 0.9 – 1.2 1.0
3 Trigonelline 1.0 – 1.2 0.5 – 1.0
4 Lemak 12.0 – 18.0 14.5 – 20.0
5 Asam Alifatis 1.5 – 2.0 1.0 – 1.5
6 Asam Amino 2.0 0
7 Protein 11.0 – 13.0 13.0 – 15.0
Sumber : Clarke dan Macrae (1987).
2.4 Pengolahan Kopi Dan Beras Hitam