III. METODE PENELITIAN
4.2 Karakteristik Responden
4.3.6 Korelasi Antar Peubah-peubah Faktor-faktor yang
Proses Keputusan Konsumen (Y)
1. Tahapan Keputusan Pembelian
Dalam perilaku konsumen proses keputusan dibagi menjadi lima tahapan, yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, serta evaluasi pasca pembelian. Pada Tabel 4 dapat dilihat hasil intrepretasi kanonik, dalam tiap tahapan proses keputusan konsumen, pebuah mana saja yang paling berhubungan.
Tabel 4. Tahapan Proses Keputusan dan Peubah yang Berhubungan
Tahapan Y
Y
(berhubungan) Pengenalan
Kebutuhan Y1 (kebutuhan gaya hidup)
0.040538
Y2 (kebutuhan citarasa produk) -0.178860
Y3 (kebutuhan menghilangkan
rasa lapar) -0.162581
Y4 (kebutuhan memperoleh
suasana restoran) 0.034918
Y5 (kebutuhan pelayanan yang
memuaskan) -0.245440
Y6 (kebutuhan manfaat
kesehatan) -0.082057
Pencarian
Informasi Y7 (informasi anggota keluarga)
-0.033194
Y8 (informasi teman dekat) -0.092214
Y9 (informasi papan nama
Lanjutan Tabel 4.
Tahapan Y
Y
(berhubungan)
Y10 (informasi media cetak)
-0.143592 Evaluasi
Alternatif Y11 (evaluasi citarasa produk)
0.244589
Y12 (evaluasi harga) 0.028407
Y13 (evaluasi lokasi) 0.518153
Y14 (evaluasi pelayanan) 0.035734
Y15 (evaluasi suasana restoran) 0.189692
Y16 (evaluasi prioritas) -0.134679
Keputusan
Pembelian Y17 (keputusan citarasa produk)
0.000891
Y18 (keputusan lokasi) -0.162313
Y19 (keputusan pelayanan) -0.015175
Y20 (keputusan suasana restoran) -0.303428
Y21 (keputusan saat makan
siang) -0.038416
Y22 (keputusan saat sore hari) -0.020097
Y23 (keputusan saat makan
malam) -0.384645
Y24 (keputusan bersama
keluarga) 0.238266
Y25 (keputusan bersama teman
deat) 0.117746
Evaluasi Pasca Pembelian
Y26 (kepuasan) 0.002682
Y27 (keunggulan citarasa produk) -0.424754
Y28 (keunggulan suasana restoran) -0.204326 Y29 (keunggulan pelayanan) 0.173705 Y30 (keunggulan lokasi) -0.002149
Y31 (menyarankan kepada orang
lain) -0.085441
Y32 (konsistensi harga) 0.330982
Y33 (loyalitas) -0.330016
Pada tahap pengenalan kebutuhan, peubah yang paling berhubungan dalam proses keputusan konsumen adalah peubah pengenalan kebutuhan pelayanan yang memuaskan (Y5) dengan
nilai koefisien kanonik sebesar -0.245440. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pelayanan Restoran Daiji Raamen telah sesuai dengan yang diharapkan konsumennya, karena konsumen akan sangat dihargai
dan diterima kehadirannya ketika pelayan restoran memberikan pelayanan dengan baik, sehingga dapat membuat konsumen yang berkunjung puas akan pelayanan dari restoran tersebut.
Pada tahap pencarian informasi, peubah yang paling berhubungan adalah informasi yang diperoleh dari papan nama restoran (Y9) dengan nilai kanonik sebesar -0.233161. Artinya
papan nama restoran sangat berperan dalam proses keputusan konsumen melakukan pembelian di Restoran Daiji Raamen dan dilihat dari kenyataannya papan nama Restoran Daiji Raamen dinilai konsumen sebagai sumber informasi yang cukup baik.
Selanjutnya pada tahap evaluasi alternatif yang paling berhubungan adalah evaluasi lokasi yang strategis (Y13) dengan
nilai koefisien kanonik sebesar 0.518153. Artinya adalah lokasi yang strategis dan mudah dijangkau sangat berperan dalam proses keputusan konsumen. Namun dilihat dari kenyataan, lokasi Restoran Daiji Raamen Jalan Pajajaran Bogorini kurang strategis dan mudah dijangkau, hal ini karena lokasinya tidak terdapat jalur utama Jalan Pajajaran Bogor.
Peubah yang paling berhubungan pada tahap keputusan pembelian adalah keputusan berkunjung saat sore hari (Y23)
dengan nilai koefisien kanonik sebesar -0.384645. Hal ini berarti sore hari merupakan alternatif waktu konsumen dalam berkunjung ke Restoran Daiji Raamen dibanding waktu malam hari karena sore hari merupakan waktunya sebagian besar konsumen restoran ini selesai melakukan aktivitasnya.
Pada tahap evaluasi pasca pembelian, peubah yang paling berhubungan dengan proses keputusan pembelian adalah keunggulan citarasa produk (Y27) dengan nilai koefisien kanonik
sebesar -0.424754. Artinya kepuasan konsumen setelah berkunjung dan melakukan pembelian di Restoran Daiji Raamen adalah citarasa makanan dan minuman yang disajikan oleh restoran.
Nilai koefisien yang diambil adalah nilai koefisien yang paling besar (tanpa memperhatikan tanda positif atau tanda negatif). Tanda negatif pada nilai koefisien peubah Y5, Y9, Y23, dan
Y27 berarti peubah tersebut paling berhubungan dengan proses
keputusan konsumen, namun dapat mengurangi proses keputusan itu sendiri. Dapat dilihat pada Tabel 4 untuk lebih jelasnya.
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Ada tiga faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen, yaitu pengaruh lingkungan, perbedaan individu, serta proses psikologis. Dapat dilihat dari masing-masing faktor tersebut peubah mana yang paling berhubungan dalam tiap faktor, seperti terlihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dan Peubah yang Berhubungan
Tahapan X X (Berhubungan)
Faktor Pengaruh
Lingkungan X1 (status pekerjaan)
-0.235479 X2 (teman dekat) -0.217615 X3 (keluarga) -0.063944 X4 (kondisi cuaca) -0.035797 X5 (pramusaji) 0.009384 Faktor Perbedaan
Individu X6 (besar pendapatan)
-0.321620 X7 (citarasa produk) -0.510426
X8 (penataan interior dan
eksterior) 0.239243 X9 (jumlah porsi) -0.227994 X10 (harga) 0.150042 X11 (pengetahuan atribut produk) -0.016599 X12 (pengetahuan tempat pembelian) 0.299966 X13 (kepercayaan) -0.486208 X14 (gaya hidup) 0.146897 Faktor Proses
Psikologis X15 (papan nama restoran)
-0.287722
X16 (iklan media cetak) 0.007836
X17 (pengalaman) 0.028815
Pada faktor pengaruh lingkungan, peubah yang paling berhubungan adalah status pekerjaan (X1) dengan nilai koefisien
kanonik yaitu sebesar -0.235479. Hal ini dapat dijelaskan bahwa status pekerjaan sangat berperan dalam mempengaruhi konsumen untuk berkunjung dan melakukan pembelian di Restoran Daiji Raamen karena status pekerjaan mempengaruhi besarnya sumber penghasilan konsumen untuk melakukan pembelian di Restoran Daiji Raamen. Selanjutnya pada faktor perbedaan individu, peubah yang paling berhubungan adalah citarasa produk (X7) dengan nilai
koefisien kanonik sebesar -0.510426. Artinya citarasa makanan dan minuman yang disajikan oleh Restoran Daiji Raamen menjadi faktor yang berperan dalam mempengaruhi konsumen untuk berkunjung dan melakukan pembelian di Restoran Daiji Raamen.
Pada faktor proses psikologis, peubah yang paling berhubungan adalah papan nama restoran (X15) dengan nilai
koefisien kanonik sebesar -0.287722. Artinya papan nama restoran sangat berperan dalam mempengaruhi keputusan konsumen untuk berkunjung ke Restoran Daiji Raamen, karena papan nama restoran merupakan salah satu sumber informasi untuk konsumen mengetahui Restoran Daiji Raamen.
Sama halnya dengan tahap keputusan pembelian, nilai koefisien yang diambil adalah nilai koefisien yang paling besar (tanpa memperhatikan tanda positif atau tanda negatif). Tanda negatif pada nilai koefisien peubah (X1), (X7), dan (X15) berarti
peubah tersebut yang paling berhubungan dengan masing-masing faktor yang mempengaruhi konsumen, namun dapat mengurangi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen itu sendiri. Dapat dilihat pada Tabel 5 untuk lebih jelasnya.
3. Hubungan antara Proses Keputusan Konsumen (X) dan Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen (Y)
Nilai korelasi antara faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dengan proses keputusan konsumen yang
didapatkan rata-rata menunjukkan nilai kurang dari 0,5 dapat dilihat pada Lampiran 4. Hal ini dapat dikatakan bahwa hubungan antara gugus peubah independen (X) dengan gugus peubah dependen (Y) secara umum adalah lemah.
a. Tahap Pengenalan Kebutuhan
Pada proses pengenalan kebutuhan konsumen, kebutuhan gaya hidup (Y1) memiliki hubungan yang paling dekat dengan
faktor kepercayaan (X13) dengan nilai korelasi 0,27450 dan
memiliki hubungan paling lemah dengan faktor iklan media cetak (X16) dengan nilai korelasi 0,00314. Pengenalan kebutuhan citarasa
produk (Y2) memiliki hubungan yang paling dekat dengan faktor
citarasa produk (X7) dengan nilai korelasi 0,586759 dan memiliki
hubungan paling lemah dengan faktor status pekerjaan dengan nilai korelasi 0,038002. Pengenalan kebutuhan menghilangkan rasa lapar (Y3) memiliki hubungan yang paling dekat dengan faktor
kepercayaan (X13) dengan nilai korelasi 0,370090 dan memiliki
hubungan paling lemah dengan faktor pengetahuan tempat pembelian (X12) dengan nilai korelasi 0,007235. Pengenalan
kebutuhan memeproleh suasana restoran (Y4) memiliki hubungan
paling dekat dengan faktor penataan interior dan eksterior restoran (X8) dengan nilai korelasi 0,323689 dan memiliki nilai paling
lemah dengan faktor iklan media cetak (X16) dengan nilai korelasi
sebesar 0,029861. Pengenalan kebutuhan pelayanan yang memuaskan (Y5) memiliki hubungan yang paling dekat dengan
faktor keterampilan pramusaji (X5) dengan nilai korelasi 0,486686
dan memiliki hubungan paling lemah dengan faktor status pekerjaan (X1) dengan nilai korelasi 0,047371. Selanjutnya
pengenalan kebutuhan kesehatan (Y6) memiliki hubungan paling
dekat dengan faktor pengalaman (X17) dengan nilai korelasi
0,359333 dan memiliki hubungan paling lemah dengan faktor pengetahuan tempat pembelian (X12) dengan nilai korelasi
b. Tahap Pencarian Informasi
Pada proses pencarian informasi, informasi dari anggota keluarga (Y7) memiliki hubungan yang paling dekat dengan faktor
keluarga (X3) dengan nilai korelasi 0,287708 dan memiliki
hubungan yang paling lemah dengan faktor papan nama restoran (X15) dengan nilai korelasi 0,008373. Selanjutnya informasi dari
teman dekat (Y8) memiliki hubungan paling dekat dengan faktor
teman dekat (X2) dengan nilai korelasi 0,542694 dan memiliki
hubungan yang paling lemah dengan faktor iklan media cetak (X16)
dengan nilai korelasi 0,04275. Pencarian informasi dari papan nama restoran (Y9) memiliki hubungan yang paling dekat dengan
faktor papan nama restoran (X15) dengan nilai korelasi 0,662790
dan memiliki hubungan paling lemah dengan faktor teman dekat (X2) dengan nilai korelasi -0,002934. Pencarian informasi dari
media cetak (Y10) memiliki hubungan paling dekat dengan faktor
iklan media cetak (X16) dengan nilai korelasi 0,482334 dan
memiliki hubungan paling lemah dengan faktor citarasa produk (X7) dengan nilai korelasi -0,05603.
c. Tahap Evaluasi Alternatif
Pada proses keputusan evaluasi alternatif, evaluasi citarasa produk (Y11) memiliki hubungan yang paling dekat dengan faktor
citarasa produk (X7) dengan nilai korelasi 0,538937 dan memiliki
hubungan paling lemah dengan faktor pengalaman konsumen (X17)
dengan nilai korelasi 0,000733. Pada keputusan evaluasi alternatif evaluasi harga (Y12) memiliki hubungan yang paling dekat dengan
faktor pengalaman konsumen (X17) dengan nilai korelasi 0,329459
dan memiliki hubungan paling lemah dengan faktor teman dekat (X2) dengan nilai korelasi -0,006474. Keputusan evaluasi alternatif
evaluasi lokasi restoran (Y13) memiliki hubungan paling dekat
dengan faktor papan nama restoran (X15) dengan nilai korelasi
0,382250 dan memiliki hubungan paling lemah dengan faktor kondisi cuaca (X4) dengan nilai korelasi 0,008477. Keputusan
evaluasi alternatif, evaluasi pelayanan (Y14) dan evaluasi suasana
restoran (Y15) memiliki hubungan yang paling dekat dengan faktor
keterampilan pramusaji (X5) dengan nilai korelasi berturut-turut
0,627351 dan 0,532876. Evaluasi pelayanan (Y14) memiliki
hubungan yang paling lemah dengan faktor besar pendapatan (X6)
dengan nilai korelasi -0,627351 sedangkan evaluasi suasana restoran (Y15) memiliki hubungan yang paling lemah dengan faktor
papan nama restoran (X15) dengan nilai korelasi 0,026394.
Selanjutnya keputusan evaluasi alternatif evaluasi prioritas (Y16)
memiliki hubungan paling dekat dengan faktor keluarga (X3)
dengan nilai korelasi 0,316113 dan memiliki hubungan paling lemah dengan faktor penataan interior dan eksterior restoran (X8)
dengan nilai korelasi 0,009175. d. Tahap Keputusan Pembelian
Pada proses keputusan pembelian, keputusan citasara produk (Y17) memiliki hubungan yang paling dekat dengan faktor
citarasa produk (X7) dengan nilai korelasi 0,370646 dan memiliki
hubungan paling lemah dengan faktor besar pendapatan (X6)
dengan nilai korelasi 0,001756. Keputusan lokasi (Y18) dan
keputusan saat sore hari (Y22) memiliki hubungan yang paling
dekat dengan faktor iklan media cetak (X16) dengan nilai korelasi
berturut-turut 0,367748 dan 0,352622. Keputusan lokasi (Y18)
memiliki hubungan paling lemah dengan faktor kondisi cuaca (X4)
dengan nilai korelasi 0,025107 sedangkan keputusan saat sore hari (Y22) memiliki hubungan yang paling lemah dengan faktor harga
(X10) dengan nilai korelasi -0,015747. Selanjutnya keputusan
pelayanan (Y19) memiliki hubungan paling dekat dengan faktor
keterampilan pramusaji (X5) dengan nilai korelasi 0,524096 dan
memiliki hubungan paling lemah dengan faktor status pekerjaan (X1) dengan nilai korelasi 0,000769. Keputusan suasana restoran
(Y20), keputusan saat makan siang (Y21), dan keputusan bersama
keluarga (X3) yaitu dengan nilai korelasi masing-masing sebesar
0,497393; 0,252789; dan 0,264142. Keputusan suasana restoran (Y20) memiliki hubungan paling lemah dengan faktor status
pekerjaan (X1) dengan nilai korelasi 0,059004, untuk keputusan
saat makan siang (Y21) memiliki hubungan yang paling lemah
dengan faktor kondisi cuaca (X4) dengan nilai korelasi sebesar -
0,013457, dan keputusan bersama keluarga (Y24) memiliki
hubungan paling lemah dengan faktor penataan interior dan eksterior (X8) dengan nilai korelasi 0,006426. Keputusan saat sore
hari (Y22) memiliki hubungan yang paling dekat dengan faktor
iklan media cetak (X16) dengan nilai korelasi 0,352622 dan
memiliki hubungan yang paling lemah dengan faktor harga (X10)
dengan nilai korelasi -0,015747. Keputusan saat makan malam (Y23) memiliki hubungan paling dekat dengan faktor penataan
interior dan ekterior (X8) dengan nilai korelasi sebesar 0,357383
dan memiliki hubungan paling lemah dengan faktor papan nama restoran (X15) dengan nilai korelasi 0,091350. Keputusan bersama
teman dekat (Y25) memiliki hubungan paling dekat dengan faktor
teman dekat (X2) dengan nilai korelasi sebesar 0,405091 dan
memiliki hubungan paling lemah dengan faktor pengalaman (X17)
dengan nilai korelasi -0,00962.
e. Tahap Evaluasi Pasca Pembelian
Pada proses evaluasi pasca pembelian, kepuasan (Y26),
keunggulan citarasa produk (Y27), menyarankan kepada orang lain
(Y31), dan loyalitas konsumen (Y33) memiliki hubungan paling
dekat dengan faktor citarasa produk (X7) dengan nilai korelasi
masing-masing sebesar 0,465628; 0,587563; 0,468670; dan 0,483236. Kepuasan (Y26) dan menyarankan kepada orang lain
(Y31) memiliki hubungan yang paling lemah dengan faktor gaya
hidup (X14) dengan nilai korelasi masing-masing sebesar 0,001012
dan 0,017236. Untuk keunggulan citarasa produk (Y27) memiliki
(X15) dengan nilai korelasi 0,007709 dan untuk loyalitas konsumen
(Y33) memiliki hubungan paling lemah dengan faktor pengetahuan
faktor tempat pembelian (X12) dengan nilai korelasi 0,002185.
Selanjutnya keunggulaan suasana restoran (Y28) memiliki
hubungan yang paling dekat dengan faktor keluarga (X3) dengan
nilai korelasi 0,478331 dan memiliki hubungan paling lemah dengan faktor harga (X10) dengan nilai korelasi 0,073674.
Konsistensi harga (Y32) memiliki hubungan yang paling dekat
dengan faktor status pekerjaan (X1) dengan nilai korelasi -
0,354229 dan memiliki hubungan paling lemah dengan faktor pengalaman (X17) dengan nilai korelasi 0,001121.
f. Faktor-faktor yang Paling Berhubungan dengan Proses Keputusan Konsumen
Apabila dianalisis secara keseluruhan gugus peubah dependen (Y) dan independen (X) pada proses keputusan konsumen dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen, maka faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen yang paling banyak memiliki hubungan dengan proses keputusan konsumen dalam pembelian di Restoran Daiji Raamen adalah faktor pembelian di Restoran Daiji Raamen karena citarasa makanan dan minuman yang disajikan (X7). Hal ini dapat
dijelaskan bahwa alasan utama konsumen tertarik melakukan pembelian di Restoran Daiji Raamen adalah citarasa makanan dan minuman yang disajikan Restoran Daiji Raamen. Untuk peubah dependen (Y) dan independen (X) yang memiliki hubunga paling kuat yaitu dengan nilai korelasi di atas 0,5 adalah kebutuhan citarasa produk (Y2) dengan faktor citarasa produk (X7) dengan
nilai korelasi 0,586759; informasi dari teman dekat (Y8) dengan
faktor teman dekat (X2) dengan nilai korelasi 0,542694; informasi
dari papan nama restoran (Y9) dengan faktor papan nama restoran
(X15) dengan nilai korelasi 0,662790; evaluasi citarasa produk
0,538937; evaluasi pelayanan (Y14) dan evaluasi suasana restoran
(Y15) dengan faktor keterampilan pramusaji (X5) dengan nilai
korelasi berturut-turut 0,627351 dan 0,532876; keputusan pelayanan (Y19) dengan faktor keterampilan pramusaji (X5)
dengan nilai korelasi 0,524096; dan yang terakhir adalah keunggulan citarasa produk (Y27) dengan faktor citarasa produk
(X7) dengan nilai korelasi 0,587563.