HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Korelasi antara BMI, RLPP dan tebal lipat kulit terhadap tekanan darah
Tabel VI. Tabel korelasi pengukuran antropometri dengan tekanan darah Variabel
tergantung Variabel Bebas p
Korelasi Spearman
Sistolik BMI 0,000 0,547
RLPP 0,020 0,279
Tebal Lipat Kulit 0,095 0,201
Diastolik BMI 0,000 0,487
RLPP 0,052 0,234
Tebal Lipat Kulit 0,293 0,127
p< 0,05 signifikansi
Tabel diatas memperlihatkan korelasi antara pengukuran antropometri yang meliputi BMI. RLPP dan tebal lipat kulit terhadap Tekanan darah sistolik dan diastolik. Yang menjadi variabel tergantungnya adalah tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik, sedangkan yang menjadi variabel bebas nya adalah Body Mass Index, RLPP dan tebal lipat kulit/trisep. Data diolah menggunakan uji hipotesis korelatif
33
Spearman. Nilai p < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara 2 variabel.
Gambar 5. Gambar korelasi tekanan darah sistole vs usia
34
Rata-rata usia responden pada penelitian ini adalah 39 dengan starndar deviasi 5. Dari 70 responden yang menderita hipertensi adalah 8 orang. Dari gambar korelasi tekanan darah sistole vs usia didapatkan data 8 angka yang sama atau lebih dari 140. Sedangkan dari tabel diagram sebar tekanan darah diastole vs usia didapatkan data 6 angka yang sama atau lebih dari 100. Karena jumlah yang ada di diagram sebar sistole vs usia lebih besar yaitu 8.
Dari gambar 5 dan 6 juga dapat dilihat bahwa semakin tinggi usia responden maka risiko mengalami penyakit hipertensi juga semakin tinggi. Jumlah responden yang menderita hipertensi ada 6 orang yang masuk pada rentang usia 40-50 tahun atau sekitar 75% dari total responden yang menderita hipertensi. Maka dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi risiko seseorang terkena penyakit hipertensi adalah faktor usia. Hal ini dapat dipengaruhi oleh gaya hidup dari responden. Pada usia 40-50 tahun yang berada pada periode aktif manusia pada umumnya, maka responden cenderung tidak melakukan olahraga yang cukup sebagai konsekuensi dari kesibukan yang mereka lakukan setiap harinya.
35
1. Korelasi antara BMI dengan tekanan darah sistolik.
Gambar 7 . Grafik korelasi antara sistole dengan BMI
Gambar 7 menunjukkan hasil uji hipotesis korelatif menggunakan korelasi Spearman secara statistik terdapat korelasi positif yang bermakna antara BMI dengan tekanan darah sistolik dengan kekuatan korelasi sedang yaitu nilai r=0,547 dan p=0,000. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ghosh (2007) yang menunjukkan angka r=0,362 dan p=0,001 yang membuktikan bahwa terdapat korelasi bermakna antara BMI dengan tekanan darah sistolik.
36
2. Korelasi antara RLPP dengan tekanan darah sistolik.
Gambar 8. Grafik korelasi antara sistole dengan RLPP
Gambar 8 menunjukkan hasil uji hipotesis korelatif menggunakan korelasi Spearman secara statistik terdapat korelasi positif yang bermakna antara RLPP dengan tekanan darah sistolik dengan kekuatan korelasi lemah yaitu nilai r=0,279 dan p=0,020. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ghosh (2007) yang menunjukkan angka r=0,378 dan p=0,001 yang membuktikan bahwa terdapat korelasi bermakna antara RLPP dengan tekanan darah sistolik.
37
3. Korelasi antara Tebal Lipat Kulit/trisep dengan tekanan darah sistolik.
Gambar 9. Grafik korelasi antara sistole dengan Tebal lipat kulit
Gambar 9 menunjukkan hasil uji hipotesis korelatif menggunakan korelasi Spearman secara statistik terdapat korelasi positif yang tidak bermakna antara tebal lipat kulit / trisep dengan tekanan darah sistolik dengan kekuatan korelasi lemah yaitu nilai r=0,201 dan p=0,095. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sadhan et.al yang menunjukkan angka p=0,08 yang membuktikan bahwa terdapat korelasi yang tidak bermakna antara tebal lipat kulit/trisep dengan tekanan darah sistolik. Pada penelitian yang dilakukan oleh Meltem (2007) diketahui terdapat korelasi antara tekanan darah sistolik dengan tebal lipat kulit dengan nilai r=0,000 dan p=0,025.
38
4. Korelasi antara BMI dengan tekanan darah diastolik.
Gambar 10. Grafik korelasi antara diastole dengan BMI
Gambar 10 menunjukkan hasil uji hipotesis korelatif menggunakan korelasi Spearman secara statistik terdapat korelasi positif yang bermakna antara BMI dengan tekanan darah diastolik dengan kekuatan korelasi sedang yaitu nilai r=0,487 dan p=0,000. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ghosh (2007) yang menunjukkan angka r=0,297 dan p=0,001 yang membuktikan bahwa terdapat korelasi bermakna antara BMI dengan tekanan darah diastolik.
39
5. Korelasi antara RLPP dengan tekanan darah diastolik.
Gambar 11. Grafik korelasi antara diastole dengan RLPP
Gambar 11 menunjukkan hasil uji hipotesis korelatif menggunakan korelasi Spearman secara statistik terdapat korelasi positif yang tidak bermakna antara RLPP dengan tekanan darah diastolik dengan kekuatan korelasi lemah yaitu nilai r=0,234 dan p=0,052. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ghosh (2007) yang menunjukkan angka r=0,289 dan p=0,001 yang membuktikan bahwa terdapat korelasi bermakna antara RLPP dengan tekanan darah diastolik.
40
6. Korelasi antara Tebal Lipat Kulit/trisep dengan tekanan darah diastolik.
Gambar 12. Grafik korelasi antara diastole dengan Tebal Lipat Kulit
Gambar 12 menunjukkan hasil uji hipotesis korelatif menggunakan korelasi Spearman menunjukkan bahwa secara statistik terdapat korelasi positif yang tidak bermakna antara tebal lipat kulit/trisep dengan tekanan darah diastolik dengan kekuatan korelasi sangat lemah yaitu nilai r=0,127 dan p=0,293. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sadhan et.al
yang menunjukkan angka p=0,11 yang membuktikan bahwa terdapat korelasi yang tidak bermakna antara tebal lipat kulit/trisep dengan tekanan darah diastolik. Pada penelitian yang dilakukan oleh Meltem (2007) diketahui terdapat korelasi anatar tekanan darah diastolik dengan tebal lipat kulit dengan nilai r=0,005 dan p=0,045.
41
Dari data diatas dapat dilihat urutan besarnya korelasi antara pengukuran antropometri dengan tekanan darah. Pada pengukuran antropometri dengan sistolik urutan nya dari yang terbesar sampai terkecil adalah BMI > RLPP > tebal lipat kulit/trisep. Sedangkan pada pengukuran antropometri dengan diastolik urutannya adalah BMI > RLPP > tebal lipat kulit/trisep.
Berdasarkan penghitungan korelasi antara pengukuran antropemoteri dengan tekanan darah diatas dapat dilihat bahwa yang mempunyai korelasi paling besar adalah antara BMI dengan tekanan darah baik tekanan darah sistolik maupun diastolik yang ditunjukkan dengan angka 0.547 pada sistolik dan 0,487 pada diastolik. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ghosh (2007) yang menunjukkan bahwa BMI mempunyai korelasi yang paling besar dengan tekanan darah sistolik dan diastolik.
42