• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Deskripsi Tentang Teori 1. Profesionalisme Guru PAI

2. Kreatifitas Belajar Siswa a.Definisi Kreatifitas

Secara bahasa creative berarti “memiliki daya cipta”. Sedangkan di dalam kamus umum bahasa Indonesia kreatif adalah “mempunyai kemampuan untuk mencipta atau bersifat mencipta”.26Misalnya suatu pekerjaan yang menghendaki selain kecerdasan juga imaginasi.

Menurut Amal Abdussalam Al-Khalili, kreatifitas adalah “segala pemikiran baru atau cara, atau pemahaman, atau model baru yang dapat disampaikan, kemudian digunakan dalam kehidupan”.27

Yeni Rachmawati, M.Pd mengatakan kreatif “merupakan suatu proses mental individu yang melahirkan gagasan, proses, metode ataupun produk baru yang efektif yang bersifat imajinatif, estesis,28 fleksibel, integrasi, suksesi, diskontinuitas, dan diferensisasi yang berdaya guna dalam berbagai bidang untuk pemecahan suatu masalah”.29

Sedangkan Torrence mendefinisakan kreatifitas adalah “proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyampaikan hasil-hasilnya”.30

Dengan demikian kreatifitas adalah sebuah proses dan usaha seseorang yang dilakukan terus menerus untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik dan digunakan dalam kehidupan manusia. Sehingga dalam kaitannya dengan

25

Kosasi, Op. cit.,h. 32 26

W. J. S. Poerwadarminta, Kamus umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1982), h. 526

27

Amal Abdusalam Al-Khalili, Mengembangkan Kreatifitas Anak, (Jakarta:Pustaka Al-Kausar, 2005), h.31

28

Estetis adalah mengenai keindahan; menyangkut apresiasi keindahan; atau mempunyai penilaian terhadap keindahan

29

Yeni Rachmawati dan Euis Kurniati, Strategi Pengembangan Kreativitas Pada Anak

UsiaTaman Kanak-kanak, (Jakarta: Kencana, 2010), h. 14

30

Utami Munandar, Pengembangan Kraetifitas anak Berbakat, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), h. 27

kreatifitas guru, maka seorang guru hendaknya selalu tergerak dan berproses membuat peserta didik bebas berekspresi sehingga daya kreatifitasnya terasah. b. Ciri-ciri Kreatifitas

Salah satu aspek penting dalam kreatifitas memahami ciri-cirinya.Upaya menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan kreatifitas hanya mungkin dilakukan jika kita memehami terlebih dahulu sifat-sifat kemampuan kreatif dan iklim lingkungan yang mengitarinya.

Menurut Supriadi mengatakan bahwa ciri-ciri kreatifitas dapat dikelompokkan dalam dua kategori, kognitif dan nonkognitif.Ciri kognitif diantaranya orisinalitas, fleksibilitas, kelencaran, dan elaborasi.Sedangkan cirri nonkognitif diantaranya motifasi sikap dan kepribadian kreatif. Kedua ciri ini sama pentingnya, kecerdasan yang tidak ditunjang dengan kepribadian kreatif tidak akan menghasilkan apa pun. Dan kecerdasan tanpa mental yang sehat sulit sekali dapat menghasilkan karya kreatif.

Penelitian pertama di Indonesia tentang ciri-ciri kepribadian yang kreatif dilakukann pada tahun 1977 oleh Utami Munandar dengan membandingkan pendapat tiga kelompok, yaitu kelompok psikolog, guru dan orang tua. Dari penelitian ini ditemukan perbedaan kelompok orang yang sangat kreatif dan kelompok orang yang kurang kreatif.

Ciri-ciri perilaku yang ditemukan pada orang-orang yang memberikan sumbangan kreatif yang menonjol digambarkan sabagai berikut: berani dalam pendirian/keyakinan, ingin tahu, mandiri dalam berpikir dan mempertimbangkan, bersibuk diri terus menerus dengan kerjanya, intuitif, ulet, tidak bersedia menerima pendapat otoritas dari siapa saja. Kenyataan menunjukkan, bahwa guru dan orang tua menginginkan perilaku sopan, rajin dan patuh dari anak, ciri ini tidak berkaitan dengan kreatifitas.

Pandangan di Indonesia tentang ciri-ciri pribadi yang kreatif yang berdasarkan penelitian tersebut tidak tampak banyak kesamaan antara ciri-ciri pribadi yang kreatif menurut pakar psikologi dengan ciri-ciri yang diinginkan guru. Hasilnya sebagai berikut:

Menurut psikolog ciri kreatif adalah: 1. Imajinatif

2. Mempunyai prakarsa 3. Mempunyai minat luas 4. Mandiri dalam berfikir 5. Rasa ingin tahu

6. Senang berpetualang 7. Penuh energi

8. Percaya diri

9. Bersedia mengambil resiko

10. Berani dalam pendirian dan keyakinan31 Ciri-ciri kreatif yang diinginkan guru adalah: 1. Penuh energi

2. Mempunyai prakarsa 3. Percaya diri

4. Sopan 5. Rajin

6. Melaksanakan pekerjaan pada waktunya 7. Sehat

8. Berani dalam berpendapat 9. Mempunyai ingatan baik 10. Ulet.32

c. Gaya belajar siswa

Gaya belajar merupakan cara atau kebiasaan siswa dalam belajar di sekolah yang baik perlu dipupuk serta kebiasaan siswa yang tidak baik harus segera dimodifikasi agar mereka dapat belajar secara baik dan kreatif. Guru dalam mengajar harus memperhatikan gaya belajar (learning style) siswa.Agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dengan keragaman gaya belajar siswa, guru harus melakukan modifikasi metode pembelajaran sehingga kegiatan belajar siswa tidak monoton.kegiatan seperti ini mampu menumbuhkan kreatifitas siswa di dalam belajar.

Gaya belajar atau Learning Style adalah cara atau kebiasaan siswa dalam belajar baik dalam hal memulai belajar, dalam menerima pelajaran, dalam menyerap pelajaran maupun dalam hal menjawab permasalahan. Gaya belajar yang dimaksud di sini adalah gaya belajar siswa di sekolah.

31

Ibid., h. 36 32

Menurut Taksonomi Bloom, yang dikutip Alisuf Sabri dalam bukunya Psikologi Pendidikan dijelaskan jenis-jenis belajar terdiri dari tiga aspek yaitu:

1. jenis belajar aspek kognitif, 2. afektif, dan

3. psikomotorik.

Adapun Gagne mengembangkannya menjadi lima kategori aspek belajar yaitu: jenis belajar:

1. informasi verbal 2. kemahiran intelektual

3. pengaturan kegiatan kognitif 4. belajar sikap

5. belajar keterampilan kognitif.33 d. Pembelajaran Dengan Kreatif

Proses pembelajaran pada hakikatnya untuk mengembangkan aktifitas dan kreatifitas peserta didik, melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Namun dalam pelaksanaannya sering kali kita tidak sadar, bahwa masih banyak kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan justru menghambat aktifitas dan kreatifitas peserta didik.

Apa yang tergambar di atas dapat dilihat dalam proses pembelajaran di kelas yang pada umumnya lebih menekankan pada aspek kognitif, sehingga kemampuan mental yang dipelajari sebagian besar berpusat pada pemahaman bahan pengetahuan, dan ingatan. Dalam situasi yang demikian, biasanya peserta didik dituntut untuk menerima apa-apa yang dianggap penting oleh guru dan disuruh untuk menghafalkannya. Guru pada umumnya kurang menyenangi suasana pembelajaran yang para peserta didiknya banyak bertanya mengenai hal-hal di luar konteks yang dibicarakan. Dengan kondisi yang demikian, maka aktifitas dan kreatifitas para peserta didik terhambat atau tidak dapat berkembang secara optimal.

33

Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan Berdasarkan Kurikulum Nasional IAIN Fakultas

Gibbs dengan melalui beberapa penelitiannya menyimpulkan bahwa:kreatifitas dapat dikembangkan dengan memberi kepercayaan, komunikasi yang bebas, pengarahan diri, dan pengawasan yang tidak terlalu ketat, hasil penelitan tersebut dapat diterapkan atau ditransfer dalam proses pembelajaran. Kendatipun demikian, kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh aktifitas dan kreatifitas guru, di samping kompetensi-kompetensi profesionalnya.34

e. Pengembangan Kreatifitas Siswa

Berkenaan dengan pengembangan kreatifitas di sekolah, kurikulum berbasis kompetensi menegaskan bahwa siswa memiliki potensi untuk berbeda.Perbedaan siswa terlihat dari pola pikir, daya imajinasi, fantasi (pengandaian) dan hasil karyanya.Akibatnya kegiatan belajar mengajar perlu dipilih dan dirancang agar memberikan kesempatan dan kebebasan berkreasi secara berkesinambungan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kreatifitas siswa.

Mulyasa, mengemukakan bahwa kreatifitas peserta didik dalam belajar sangat bergantung pada kreatifitas guru dalam mengembangkan meteri standar, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Guru dapat menggunakan berbagai pendekatan dalam meningkatkan kreatifitas peserta didik35.

Berikut disajikan berbagai resep yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kreatifitas peserta didik.

1. Jangan terlalu banyak membatasi ruang gerak peserta didik dalam pembelajaran dan mengembangkan pengetahuan baru.

2. Bantulah peserta didik memikirkan sesuatu yang belum lengkap, mengeksplorasi pertanyaan, dan mengemukakan gagasan yang original. 3. Bantulah peserta didik mengembangkan prinsip-prinsip tertentu ke

dalam situasi baru.

4. Berikan tugas-tugas secara independent.

5. Kurangi kekangan dan ciptakan kegiatan yang dapat merangsang otak. 6. Berikan kesempatan kepada peserta didik untuk berfikir reflektif

terhadap setiap masalah yag dihadapi.

7. Hargai perbedaan individu peserta didik, dengan melonggarkan aturan dan norma kelas.

8. Jangan memaksakan kehendak pada peserta didik.

34

Mulyasa, op. cit., h. 165 35

9. Tunjukkan perilaku-perilaku baru dalam pembelajaran.

10. Kembangkan tugas-tugas yang dapat merangsang tumbuhnya kreatifitas.

11. Kembangkan rasa percaya diri peserta didik, dengan membantu mereka mengembangkan kesadaran dirinya secara pisitif, tanpa menggurui dan mendekte mereka.

12. Kembangkan kegiatan-kegiatan yang menarik seperti kuis dan teka-teki serta nyanyian yang dapat memacu potensi secara optimal.

13. Libatkan peserta didik secara optimal dalam proses pembelajaran, sehingga proses mentalnya bisa lebih dewasa dalam menemukan konsep dan prinsip-prinsip ilmiah.36

Dokumen terkait