• Tidak ada hasil yang ditemukan

.... .... .... .... .... 100

Lampiran 13. Blangko Laporan Bulanan Provinsi Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 101

Lampiran 14. Blangko Laporan Akhir Provinsi/Kabupaten Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 102 18 PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

melakukan uji adaptasi varietas unggul baru, demplot, dan supervisi penerapan teknologi.

35. Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh adalah

kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi kegiatan dalam rangka pemberdayaan kelompok tani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok tani dalam penerapan teknologi.

36. Pengawalan dan Pendampingan oleh POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) adalah kegiatan

pendampingan oleh Pengawas OPT dalam rangka pengendalian hama terpadu (PHT).

37. Pengawalan dan Pendampingan oleh PBT (Pengawas Benih Tanaman) adalah kegiatan pendampingan oleh

Pengawas Benih dalam rangka pengawasan mutu benih.

38. Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan

mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

39. Benih Bina adalah benih dari varietas unggul yang telah

dilepas produksi dan peredarannya diawasi.

vi

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

Lampiran 12. Blangko Laporan Bulanan Kabupaten

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 100

Lampiran 13. Blangko Laporan Bulanan Provinsi

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 101

Lampiran 14. Blangko Laporan Akhir Provinsi/Kabupaten

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 102

31

18

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

melakukan uji adaptasi varietas unggul baru, demplot, dan supervisi penerapan teknologi.

35. Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh adalah

kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi kegiatan dalam rangka pemberdayaan kelompok tani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok tani dalam penerapan teknologi.

36. Pengawalan dan Pendampingan oleh POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) adalah kegiatan

pendampingan oleh Pengawas OPT dalam rangka pengendalian hama terpadu (PHT).

37. Pengawalan dan Pendampingan oleh PBT (Pengawas Benih Tanaman) adalah kegiatan pendampingan oleh

Pengawas Benih dalam rangka pengawasan mutu benih.

38. Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan

mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

39. Benih Bina adalah benih dari varietas unggul yang telah

dilepas produksi dan peredarannya diawasi.

30

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2O16

IV. PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUN 2016

Upaya peningkatan produksi padi akan diarahkan pada kegiatan peningkatan produktivitas (intensifikasi) dan kegiatan perluasan areal tanam (ekstensifikasi). Seluruh kegiatan peningkatan produktivitas (intensifikasi) diwajibkan menerapkan teknologi tanam jajar legowo, sementara untuk kegiatan perluasan areal tanam (ekstensifikasi) diharapkan dapat menerapkan teknologi tanam jajar legowo atau disesuaikan dengan kondisi setempat.

A. Kriteria Calon Lokasi Budidaya Padi Provitas, Perluasan, Padi Teknologi, Hazton, Pengembangan Desa Pertanian Organik Padi

A.1. Kriteria Umum

a. Merupakan daerah yang berpeluang untuk ditingkatkan produktivitas dan/atau indeks pertanamannya.

b. Diprioritaskan bukan daerah endemis hama dan penyakit, bebas dari bencana kekeringan, kebanjiran dan sengketa.

c. Diusahakan berada dalam satu hamparan/kawasan yang strategis dan mudah dijangkau petani atau disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

d. Penetapan lokasi hendaknya memperhatikan

vi PET UN JU K T EKN IS TEKNOLOGI TAN AM JA JAR LEGO WO TAHUN 2016

Lampiran 12. Blangko Laporan Bulanan Kabupaten Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 100

Lampiran 13. Blangko Laporan Bulanan Provinsi Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 101

Lampiran 14. Blangko Laporan Akhir Provinsi/Kabupaten Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 102 32 18 PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

melakukan uji adaptasi varietas unggul baru, demplot, dan supervisi penerapan teknologi.

35. Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh adalah

kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi kegiatan dalam rangka pemberdayaan kelompok tani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok tani dalam penerapan teknologi.

36. Pengawalan dan Pendampingan oleh POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) adalah kegiatan

pendampingan oleh Pengawas OPT dalam rangka pengendalian hama terpadu (PHT).

37. Pengawalan dan Pendampingan oleh PBT (Pengawas Benih Tanaman) adalah kegiatan pendampingan oleh

Pengawas Benih dalam rangka pengawasan mutu benih.

38. Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan

mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

39. Benih Bina adalah benih dari varietas unggul yang telah

dilepas produksi dan peredarannya diawasi.

vi

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

Lampiran 12. Blangko Laporan Bulanan Kabupaten

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 100

Lampiran 13. Blangko Laporan Bulanan Provinsi

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 101

Lampiran 14. Blangko Laporan Akhir Provinsi/Kabupaten

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 102

18

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

melakukan uji adaptasi varietas unggul baru, demplot, dan supervisi penerapan teknologi.

35. Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh adalah

kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi kegiatan dalam rangka pemberdayaan kelompok tani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok tani dalam penerapan teknologi.

36. Pengawalan dan Pendampingan oleh POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) adalah kegiatan

pendampingan oleh Pengawas OPT dalam rangka pengendalian hama terpadu (PHT).

37. Pengawalan dan Pendampingan oleh PBT (Pengawas Benih Tanaman) adalah kegiatan pendampingan oleh

Pengawas Benih dalam rangka pengawasan mutu benih.

38. Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan

mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

39. Benih Bina adalah benih dari varietas unggul yang telah

dilepas produksi dan peredarannya diawasi.

31

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2O16

akan dihasilkan dan oleh karena itu Dinas Pertanian Kabupaten/Kota perlu melakukan identifikasi terhadap calon lokasi dengan cermat dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar prasyarat dimaksud dapat terpenuhi.

e. Lokasi kegiatan diberi papan nama sebagai tanda/identitas lokasi pelaksanaan kegiatan.

A.2. Kriteria Khusus

A.2.1. Lokasi Budidaya Padi Provitas (Intensifikasi) a. Lokasi dapat berupa persawahan yang

beririgasi, dan/atau sawah tadah hujan, dan/atau pasang surut dan/atau lebak yang produktivitasnya masih dapat ditingkatkan. b. Lokasi yang belum menerapkan teknologi

tanam jajar legowo 2:1 atau 4:1 secara sempurna, dengan tetap memperhatikan kondisi di lapangan.

A.2.2. Lokasi Budidaya Padi Perluasan (Ekstensifikasi)

a. Lokasi kegiatan dimaksudkan untuk

menambah luas areal tanam padi di lahan sawah (sawah irigasi setengah teknis, sawah

vi PET UN JU K T EKN IS TEKNOLOGI TAN AM JA JAR LEGO WO TAHUN 2016

Lampiran 12. Blangko Laporan Bulanan Kabupaten Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 100

Lampiran 13. Blangko Laporan Bulanan Provinsi Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 101

Lampiran 14. Blangko Laporan Akhir Provinsi/Kabupaten Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 102 18 PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

melakukan uji adaptasi varietas unggul baru, demplot, dan supervisi penerapan teknologi.

35. Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh adalah

kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi kegiatan dalam rangka pemberdayaan kelompok tani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok tani dalam penerapan teknologi.

36. Pengawalan dan Pendampingan oleh POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) adalah kegiatan

pendampingan oleh Pengawas OPT dalam rangka pengendalian hama terpadu (PHT).

37. Pengawalan dan Pendampingan oleh PBT (Pengawas Benih Tanaman) adalah kegiatan pendampingan oleh

Pengawas Benih dalam rangka pengawasan mutu benih.

38. Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan

mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

39. Benih Bina adalah benih dari varietas unggul yang telah

dilepas produksi dan peredarannya diawasi.

vi

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

Lampiran 12. Blangko Laporan Bulanan Kabupaten

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 100

Lampiran 13. Blangko Laporan Bulanan Provinsi

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 101

Lampiran 14. Blangko Laporan Akhir Provinsi/Kabupaten

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 102

33

18

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

melakukan uji adaptasi varietas unggul baru, demplot, dan supervisi penerapan teknologi.

35. Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh adalah

kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi kegiatan dalam rangka pemberdayaan kelompok tani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok tani dalam penerapan teknologi.

36. Pengawalan dan Pendampingan oleh POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) adalah kegiatan

pendampingan oleh Pengawas OPT dalam rangka pengendalian hama terpadu (PHT).

37. Pengawalan dan Pendampingan oleh PBT (Pengawas Benih Tanaman) adalah kegiatan pendampingan oleh

Pengawas Benih dalam rangka pengawasan mutu benih.

38. Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan

mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

39. Benih Bina adalah benih dari varietas unggul yang telah

dilepas produksi dan peredarannya diawasi.

32

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2O16

irigasi sederhana, sawah irigasi desa), lahan sawah non irigasi (lahan sawah tadah hujan, lahan sawah lebak, polder dan lahan sawah lainnya), lahan pertanian bukan sawah (tegal/kebun, ladang/huma, lahan perkebunan dan lahan HTI) dan lahan sementara tidak diusahakan (termasuk lahan sawah yang terkena bencana serta lahan yang belum diusahakan/ditinggalkan).

b. Lokasi yang mampu meningkatkan IP minimal 100%.

c. Status lahan tidak dalam sengketa.

d. Luas satu kawasan minimal 150 ha dan dapat terdiri dari beberapa lokasi hamparan yang mudah dijangkau alat mesin pertanian atau disesuaikan dengan kondisi di lapangan (spot

parsial namun terhubung dengan aksesbilitas

yang memadai).

e. Lokasi kegiatan memiliki potensi sumber air (sungai, waduk, sumur tanah dalam/dangkal dll) untuk dapat memenuhi kebutuhan air

vi PET UN JU K T EKN IS TEKNOLOGI TAN AM JA JAR LEGO WO TAHUN 2016

Lampiran 12. Blangko Laporan Bulanan Kabupaten Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 100

Lampiran 13. Blangko Laporan Bulanan Provinsi Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 101

Lampiran 14. Blangko Laporan Akhir Provinsi/Kabupaten Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 102 34 18 PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

melakukan uji adaptasi varietas unggul baru, demplot, dan supervisi penerapan teknologi.

35. Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh adalah

kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi kegiatan dalam rangka pemberdayaan kelompok tani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok tani dalam penerapan teknologi.

36. Pengawalan dan Pendampingan oleh POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) adalah kegiatan

pendampingan oleh Pengawas OPT dalam rangka pengendalian hama terpadu (PHT).

37. Pengawalan dan Pendampingan oleh PBT (Pengawas Benih Tanaman) adalah kegiatan pendampingan oleh

Pengawas Benih dalam rangka pengawasan mutu benih.

38. Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan

mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

39. Benih Bina adalah benih dari varietas unggul yang telah

dilepas produksi dan peredarannya diawasi.

vi

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

Lampiran 12. Blangko Laporan Bulanan Kabupaten

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 100

Lampiran 13. Blangko Laporan Bulanan Provinsi

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 101

Lampiran 14. Blangko Laporan Akhir Provinsi/Kabupaten

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 102

18

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

melakukan uji adaptasi varietas unggul baru, demplot, dan supervisi penerapan teknologi.

35. Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh adalah

kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi kegiatan dalam rangka pemberdayaan kelompok tani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok tani dalam penerapan teknologi.

36. Pengawalan dan Pendampingan oleh POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) adalah kegiatan

pendampingan oleh Pengawas OPT dalam rangka pengendalian hama terpadu (PHT).

37. Pengawalan dan Pendampingan oleh PBT (Pengawas Benih Tanaman) adalah kegiatan pendampingan oleh

Pengawas Benih dalam rangka pengawasan mutu benih.

38. Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan

mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

39. Benih Bina adalah benih dari varietas unggul yang telah

dilepas produksi dan peredarannya diawasi.

33

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2O16

selama pertanaman padi utamanya pada musim kemarau.

A.2.3. Lokasi Budidaya Padi Perluasan (Ekstensifikasi) Melalui Peningkatan IP.

a. Lokasi kegiatan dimaksudkan untuk menambah luas tanam padi melalui peningkatan indeks pertanaman di lahan sawah tadah hujan, dan/atau lahan kering, dan/atau pasang surut dan/atau lebak, yang masih berpeluang untuk dapat ditingkatkan indeks pertanamannya. b. Lokasi bukan lahan baru tetapi sebelumnya

tidak ditanami padi seperti: tegalan, kebun, ladang, huma, lahan sementara tidak diusahakan, lahan hutan tanaman industri, lahan perkebunan (replanting), dan lahan kritis.

c. Lokasi kegiatan dapat berupa pula lahan yang sebelumnya ditanami selain padi (penggantian komoditas).

vi PET UN JU K T EKN IS TEKNOLOGI TAN AM JA JAR LEGO WO TAHUN 2016

Lampiran 12. Blangko Laporan Bulanan Kabupaten Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 100

Lampiran 13. Blangko Laporan Bulanan Provinsi Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 101

Lampiran 14. Blangko Laporan Akhir Provinsi/Kabupaten Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 102 18 PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

melakukan uji adaptasi varietas unggul baru, demplot, dan supervisi penerapan teknologi.

35. Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh adalah

kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi kegiatan dalam rangka pemberdayaan kelompok tani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok tani dalam penerapan teknologi.

36. Pengawalan dan Pendampingan oleh POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) adalah kegiatan

pendampingan oleh Pengawas OPT dalam rangka pengendalian hama terpadu (PHT).

37. Pengawalan dan Pendampingan oleh PBT (Pengawas Benih Tanaman) adalah kegiatan pendampingan oleh

Pengawas Benih dalam rangka pengawasan mutu benih.

38. Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan

mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

39. Benih Bina adalah benih dari varietas unggul yang telah

dilepas produksi dan peredarannya diawasi.

vi

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

Lampiran 12. Blangko Laporan Bulanan Kabupaten

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 100

Lampiran 13. Blangko Laporan Bulanan Provinsi

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 101

Lampiran 14. Blangko Laporan Akhir Provinsi/Kabupaten

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 102

35

18

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

melakukan uji adaptasi varietas unggul baru, demplot, dan supervisi penerapan teknologi.

35. Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh adalah

kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi kegiatan dalam rangka pemberdayaan kelompok tani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok tani dalam penerapan teknologi.

36. Pengawalan dan Pendampingan oleh POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) adalah kegiatan

pendampingan oleh Pengawas OPT dalam rangka pengendalian hama terpadu (PHT).

37. Pengawalan dan Pendampingan oleh PBT (Pengawas Benih Tanaman) adalah kegiatan pendampingan oleh

Pengawas Benih dalam rangka pengawasan mutu benih.

38. Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan

mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

39. Benih Bina adalah benih dari varietas unggul yang telah

dilepas produksi dan peredarannya diawasi.

34

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2O16

A.2.4. Lokasi Budidaya Padi dengan Teknologi Hazton. a. Lokasi dapat pada lahan eksisting dan/atau

lokasi baru (Perluasan Areal Tanam/PAT) dan/atau Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP). b. Lokasi kegiatan dapat berupa persawahan yang beririgasi, sawah tadah hujan, lahan kering, pasang surut dan lebak yang produktivitas dan/atau indeks pertanamannya masih dapat ditingkatkan.

A.2.5. Lokasi Budidaya Padi Pengembangan Desa Pertanian Organik Padi.

a. Lokasi diutamakan pada daerah dimana pertanian organik padi sudah berkembang (Kelas Eksportir dan Domestik) dan/atau daerah pertumbuhan (Kelas Pemula).

b. Lokasi diprioritaskan berada pada lokasi ekspelaksanaan kegiatan SL-PHT dan/atau; lokasi eks pelaksanaan kegiatan SRI dan/atau lokasi eks pelaksanaan kegiatan UPPO.

Format daftar calon petani dan calon lokasi penerima bantuan

pemerintah Tahun 2016, disajikan pada Lampiran 4.

A.2.5. Lokasi Budidaya Pengembangan Desa Pertanian Organik Padi.

vi PET UN JU K T EKN IS TEKNOLOGI TAN AM JA JAR LEGO WO TAHUN 2016

Lampiran 12. Blangko Laporan Bulanan Kabupaten Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 100

Lampiran 13. Blangko Laporan Bulanan Provinsi Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 101

Lampiran 14. Blangko Laporan Akhir Provinsi/Kabupaten Realisasi Pelaksanaan Ke gia tan ... .... .... .... .... .... 102 36 18 PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

melakukan uji adaptasi varietas unggul baru, demplot, dan supervisi penerapan teknologi.

35. Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh adalah

kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi kegiatan dalam rangka pemberdayaan kelompok tani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok tani dalam penerapan teknologi.

36. Pengawalan dan Pendampingan oleh POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) adalah kegiatan

pendampingan oleh Pengawas OPT dalam rangka pengendalian hama terpadu (PHT).

37. Pengawalan dan Pendampingan oleh PBT (Pengawas Benih Tanaman) adalah kegiatan pendampingan oleh

Pengawas Benih dalam rangka pengawasan mutu benih.

38. Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan

mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

39. Benih Bina adalah benih dari varietas unggul yang telah

dilepas produksi dan peredarannya diawasi.

vi

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

Lampiran 12. Blangko Laporan Bulanan Kabupaten

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 100

Lampiran 13. Blangko Laporan Bulanan Provinsi

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 101

Lampiran 14. Blangko Laporan Akhir Provinsi/Kabupaten

Realisasi Pelaksanaan Kegiatan ... 102

18

PETUNJUK TEKNIS

TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO TAHUN 2016

melakukan uji adaptasi varietas unggul baru, demplot, dan supervisi penerapan teknologi.

35. Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh adalah

kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi kegiatan dalam rangka pemberdayaan kelompok tani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok tani dalam penerapan teknologi.

36. Pengawalan dan Pendampingan oleh POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) adalah kegiatan

pendampingan oleh Pengawas OPT dalam rangka pengendalian hama terpadu (PHT).

37. Pengawalan dan Pendampingan oleh PBT (Pengawas Benih Tanaman) adalah kegiatan pendampingan oleh

Pengawas Benih dalam rangka pengawasan mutu benih.

38. Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan

mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

39. Benih Bina adalah benih dari varietas unggul yang telah

Dokumen terkait