• Tidak ada hasil yang ditemukan

KRITERIA DALAM MEMILIH RANCANGAN PENELITIAN

Dalam dokumen METODOLOGI PENELITIAN (Halaman 20-25)

BAB I PEMBAHASAN BUKU

C. KRITERIA DALAM MEMILIH RANCANGAN PENELITIAN

Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran memiliki kemungkinan yang sama untuk diterapkan. Lalu, faktor-faktor apa saja yang dapat memengaruhi seseorang untuk lebih memilih satu pendekatan tertentu ketimbang pendekaian lain untuk proposal penelitiannya? Selain ketiga komponen di atas (pandangan-dunia, strategi, dan metode), masalah penelitian, pengalaman-pengalaman pribadi, dan target pembaca juga perlu dipertimbangkan oleh peneliti dalam memilih rancangan penelitian yang tepat.

1. Masalah penelitian

Masalah penelitian, yang akan dijelaskan lebih rinci haruslah masalah yang benar-benar perlu dibahas (seperti, masalah diskriminasi ras). Masalah itu berasal dari kekosongan literature, dan konflik pada hasil penelitian dalam literatur, topik-topik yang telah diabaikan dalam literature, kebutuhan untuk mengangkat suara partisipan yang termarjinalisasi dan masalah “kehidupan nyata” yang dijumpai di tempat kerja, rumah, masyarakat dan sebagainya.

Masalah-masalah sosial tertentu terkadang turut menentukan pendekatan penelitian yang digunakan. Misalnya, jika masalah ini mengharuskan (a) identifikasi

18

faktor-faktor yang memengaruhi hasil, (b) fungsi keterlibatan, atau (c) pemahaman prediksi hasil, pendekatan kuantitatif menjadi pilihan terbaik. Pendekatanini juga layak diterapkan untuk menguji suatu teori atau pernyataan. Di sisi lain, jika ada suatu konsep atau fenomena yang perlu dipahami misalnya, karena sedikitnya penelitian yang membahas fenomena atau konsep tersebut berarti pendekatan kualitatif dapat dipilih sebagai jalan terbaik. Pendekatan kualitatif bersifat eksploratif,dan berguna bagi peneliti-peneliti yang tidak mengetahui bagaimana menguji variabel-variabel. Jenis pendekatan ini juga bisa berguna, misalnya, karena ada topik yang baru, dan topik baru ini tidak pernah dibahas dengan sampel atau sekelompok individu tertentu; atau karena teori-teori yang ada selama ini belum diterapkan sebagai landasan untuk meneliti sampel atau sekelompok individu yang diteliti (Morse, 1991).

Pendekatan metode campuran sangatlah berguna, terutama ketika pendekatan kuantitatif atau pendekatan kualitatif dirasa tidak memadai untuk memahami masalah yang diteliti. Alhasil, keduanya pun harus digabung agar mampu memahami masalah yang tengah diteliti. Misalnya, seorang peneliti mungkin saja ingin melakukan generalisasi terhadap penemuan-penemuannya atas populasi yang ada; atau ingin mengembangkan pandangan yang detail mengenai makna suatu fenomena atau konsep tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti tersebut terlebih dahulu harus mempelaiari variabel-variabel apa yang akan diteliti, kemudian menguji variabel-variabel ini berdasarkan sampel individu yang luas. Jika tidak, peneliti bisa melakukan survey terlebih dahulu pada sebagian besar individu, kemudian menindaklanjuti dengan sejumlah partisipan saja untuk memperoleh pandangan mereka tentang topik penelitian.

Dalam kondisi seperti inilah, pengumpulan data kuantitatif yang tertutup dan data kualitatif yang terbuka, benar-benar diperlukan.

2. Pengalaman pribadi

Pengalaman pribadi juga turut memengaruhi para peneliti dalam memilih pendekatan yang akan mereka terapkan. Seseorang yang terbiasa dilatih dalam program-program teknik, penulisan saintifik, statistik, dan komputer, serta terbiasa membaca jumal-jurnal kuantitatif di perpustakaan, ia cenderung akan memilih rancangan kuantitatif. Di sisi lain, seseorang yang sudah nyaman menulis buku atau melakukan

19

wawancara pribadi dan observasi, mungkin akan lebih tergerak untuk menggunakan pendekatan kualitatif. Namun, seseorang yang terbiasa dengan penelitian kuantitatif dan kualitatif sangat mungkin akan memilih metode campuran. Biasanya, dia memiliki waktu dan sumber yang memadai untuk mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif, serta memiliki outlet untuk menerapkan metode campuran yang jangkauannya cenderung luas.

Oleh karena penelitian kuantitatif menjadi gaya penelitian tradisional, banyak prosedur, dan aturan yang dibuat untuk penelitian tersebut. Sebagian orang mungkin saja lebih nyaman dengan prosedur-prosedur penelitian kuantitatif yang sangat sistematis ini.

Namun, bagi sebagian yang lain, hal ini justru kurang nyaman karena tidak dapat beradaptasi dengan keinginan sejumlah fakultas yang memang memiliki basis pendekatan kualitatif dan transformative dalam penelitian-penelitiannya. Apalagi, pendekatan-pendekatan kualitatif diyakini menyediakan ruang inovasi yang lebih besar bagi kerangka kerja penelitian. Penelitian semacam ini juga memungkinkan munculnya tulisan-tulisan yang lebih kreatif dan bergaya sastrawi: suatu gaya yang sebagian orang lebih menyukainya. Untuk para penulis transformatif, tidak dapat disangkal ada dorongan yang kuat untuk mengejar topik yang memang sesuai dengan minat pribadi isu-isu yang berhubungan dengan orang-orang marginal misalnya, atau keinginan untuk menciptakan kelompok masyarakat yang lebih baik bagi mereka dan yang lainnya.

Bagi para peneliti dengan metode campuran, proyek ini bisa saja menyita banyak waktu karena mereka dituntut untuk mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif sekaligus.Artinya, penelitian dengan metode campuran ini hanya sesuai bagi seorang peneliti yang merasa nyaman dengan struktur penelitian kuantitatif yang cenderung rigid dan fleksibilitas penelitian kualitatif yang cenderung adaptif.

3. Pembaca

Pada akhirnya, peneliti menulis laporan penelitian yang benar-benar bisa diterima oleh para pembaca. Pembaca-pernbaca ini bisajadi editor jurnal, pembaca jumal, dewan perguruan tinggi, peserta seminar, atau rekan-rekan satu bidang ilmu pengetahuan.

Mahasiswa seharusnya mempertimbangkan pendekatan-pendekatan yang sudah biasa direstui dan digunakan oleh para pembimbing mereka. Pembaca yang telah

20

berpengalaman dengan penelitian kuantitatif, kualitatif, atau metode campuran ini dapat membantu mahasiswa untuk menentukan pilihan mereka.

21 BAB II KESIMPULAN

Dalam merencanakan suatu proyek penelitian, peneliti perlu menentukan apakah mereka akan menggunakan rancangan kualitatif, kuantitatif, atau metode campuran.

Rancangan ini dipilih berdasarkan pandangan-dunia atau asumsi-asumsi filosofis tentang suatu penelitian,strategi-strategi penelitian,dan metode-metode penelitian.Pilihan atas suatu rancangan penelitian biasanya dipengaruhi oleh masalah penelitian yang akan diteliti, pengalaman-pengalaman pribadi dari si peneliti, dan target pembaca yang diharapkan akan membaca hasil penelitian tersebut.

22

DAFTAR PUSTAKA

Creswell, J.W. (2016). Research Design (Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dalam dokumen METODOLOGI PENELITIAN (Halaman 20-25)

Dokumen terkait