• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anggota Direksi BNI Syariah telah melalui mekanisme nominasi dan rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi BNI Syariah dan diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pengangkatan RUPS tersebut efektif setelah yang bersangkutan lulus uji kemampuan dan kepatutan dan/atau mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun persyaratan seorang anggota Direksi BNI Syariah adalah:

a. Mempunyai akhlak, moral, dan integritas yang baik.

b. Cakap melakukan perbuatan hukum.

c. Dalam 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan dan selama menjabat:

1.) Tidak pernah dinyatakan pailit.

2.) Tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu Perusahaan dinyatakan pailit.

3.) Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan/atau berkaitan dengan sektor keuangan.

4.) Tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/atau angota Dewan Komisaris yang selama menjabat: (i) pernah tidak menyelengarakan RUPS tahunan;

(ii) pertanggungjawabannya sebagai

anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris pernah tidak diterima oleh RUPS atau pernah tidak memberikan pertanggungjawaban sebagai anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris kepada RUPS; dan (iii) pernah menyebabkan Perusahaan yang memperoleh izin, persetujuan, atau pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan tidak memenuhi kewajiban menyampaikan laporan tahunan dan/

atau laporan keuangan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

d. Memiliki komitmen untuk mematuhi Peraturan Perundang-undangan.

e. Memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang dibutuhkan Perusahaan.

f. Memiliki komitmen terhadap pengembangan operasional Bank Syariah yang sehat.

g. 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan dan selama menjabat tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat dari suatu pekerjaan.

h. Memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang-bidang yang menunjang pelaksanaan tugas dan kewajiban Dewan Komisaris dan memiliki integritas dan reputasi yang tinggi, serta memiliki komitmen penyediaan waktu yang memadai.

i. Tidak pernah dihukum karena terbukti melakukan tindak pidana tertentu yang telah diputus oleh pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dalam waktu 20 (dua puluh) tahun terakhir.

j. Tidak pernah melakukan tindakan fraud

(penipuan, penggelapan, dan kecurangan) di bidang perbankan, keuangan dan usaha lainnya.

k. Tidak termasuk daftar orang tercela di bidang perbankan dan lulus penilaian kemampuan dan kepatutan (fit & proper test) yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.

l. Tidak terdaftar dalam Daftar Tidak Lulus (DTL).

Surat pernyataan demikian telah dibuat oleh setiap calon anggota Direksi dan Dewan Komisaris BNI Syariah sebagai salah satu dokumen persyaratan uji kemampuan dan kepatutan di OJK, serta telah didokumentasikan oleh Perusahaan.Komposisi Direksi

Komposisi Anggota Direksi

Berdasarkan Pasal 28 PBI No.11/3/PBI 2009 tentang Bank Umum Syariah dan Anggaran Dasar Perusahaan, bahwa jumlah angota Direksi paling kurang 3 (tiga) orang dan dipimpin oleh Direktur Utama.

Per tanggal 31 Desember 2016, BNI Syariah memiliki 4 (empat) orang anggota Direksi yang telah melalui proses nominasi oleh Komite Remunerasi dan Nominasi BNI Syariah dan diangkat berdasarkan persetujuan RUPS.

Seluruh anggota Direksi berdomisili di Indonesia.

Dari anggota Direksi diangkat seorang Direktur Utama dan seorang Direktur Risiko & Kepatuhan.

Rincian komposisi anggota Direksi adalah sebagai berikut:

Tabel Komposisi Direksi Periode Januari 2016 – 25 Februari 2016

No. Nama & Jabatan Domisili RUPS

Pengangkatan Persetujuan

OJK Pengangkatan

Kembali Masa Berlaku 1 Dinno Indiano

(Direktur Utama) Indonesia RUPS 24 Mei

2012 Tahun 2012 - RUPS-T

2016

2 Imam Teguh Saptono

(Direktur Bisnis) Indonesia Pendirian BNI Syariah 22 Maret 2010

Izin Prinsip BI No.12/2/

DPG/DPbS, 8 Februari 2010

RUPS-LB 12 Agustus 2015 jabatan diperpanjang

RUPS-T 2015

3 Acep Riana Jayaprawira (Direktur

Risiko & Kepatuhan) Indonesia RUPS-LB 4

Oktober 2012 Tahun 2012 - RUPS-T

2016

DIREKSI

DIREKSI

Tabel Komposisi Direksi Periode Januari 2016 – 25 Februari 2016

No. Nama & Jabatan Domisili RUPS

Pengangkatan Persetujuan

OJK Pengangkatan

Kembali Masa Berlaku

4 Junaidi Hisom (Direktur

Operasional) Indonesia RUPS-T 1 Mei 2013

Surat Bank Indonesia No.15/2073/

DPbS tanggal 9 Desember 2013

- RUPS-T

2018

Tabel Komposisi Direksi Periode 25 Februari 2016 – 31 Desember 2016

No. Nama &

Jabatan Domisili RUPS

Pengangkatan Persetujuan OJK Pengangkatan Kembali Masa Berlaku

1

Imam Teguh Saptono (Direktur Utama)

Indonesia RUPS Tahunan 25 Februari 2016

Keputusan Dewan Komisioner OJK No.KEP-27/D.03/2016, 11 Juli 2016

RUPS-T 25 Februari 2016 dari sebelumnya Direktur Bisnis

Operasional) Indonesia RUPS Tahunan 1 Mei 2013

Surat Bank Indonesia No.15/2073/DPbS tanggal 9 Desember 2013 (Direktur Bisnis

Konsumer) Indonesia RUPS Tahunan 25 Februari 2016

Keputusan Dewan Komisioner OJK No.KEP-61/D.03/2016, 27 Okt 2016

(Direktur Risiko

dan Kepatuhan) Indonesia RUPS Tahunan 25 Februari 2016 Non Efektif

-*non efektif

Tugas, Wewenang dan Kewajiban

Tugas utama Direksi adalah menjalankan segala tindakan yang berkaitan dengan pengurusan Perusahaan untuk kepentingan Perusahaan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan serta mewakili Perusahaan baik di dalam maupun di luar pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian dengan pembatasan-pembatasan sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundang-undangan, Anggaran Dasar dan/atau Keputusan RUPS.

Wewenang:

a. Menetapkan kebijakan kepengurusan perseroan;

b. Mengatur penyerahan kekuasaan Direksi untuk mewakili Perseroan di dalam dan di luar pengadilan kepada seorang atau beberapa orang anggota Direksi yang khusus ditunjuk untuk itu atau kepada seorang atau beberapa orang pegawai Perseroan baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama atau kepada orang atau badan lain;

c. Mengatur ketentuan-ketentuan tentang kepegawaian Perseroan termasuk penetapan gaji, pensiun atau jaminan hari tua, jasa produksi dan penghasilan lain bagi pegawai Perseroan berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku;

d. Mengangkat, memberi penghargaan atau sanksi dan memberhentikan pegawai

Perseroan berdasarkan peraturan kepegawaian Perseroan dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku;

e. Membentuk fungsi Sekretaris Perseroan (Corporate Secretary);

f. Menghapus bukukan piutang macet yang selanjutnya dilaporkan dan dipertanggungjawabkan dalam Laporan Tahunan;

g. Tidak menagih lagi sebagian atau seluruh piutang di luar pokok dalam rangka restrukturisasi dan/atau penyelesaian pembiayaan namun dengan kewajiban melaporkan kepada Dewan Komisaris yang ketentuan tata cara pelaporannya ditetapkan oleh Dewan Komisaris;

h. Melakukan segala tindakan dan perbuatan lainnya mengenai pengurusan maupun pemilikan kekayaan Perseroan, mengikat Perseroan dengan pihak lain dan/atau pihak lain dengan Perseroan, dengan pembatasan-pembatasan sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundang-undangan, Anggaran Dasar dan/atau Keutusan RUPS.

Kewajiban:

a. Mengusahakan dan menjamin terlaksananya usaha dan kegiatan Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usahanya;

b. Menyiapkan Rencana Jangka Panjang Perseroan, Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Perseroan dan rencana kerja lainnya, berikut perubahannya serta menyampaikannya paling lambat 60 (enam puluh) hari sebelum tahun buku baru dimulai kepada Dewan Komisaris untuk mendapatkan persetujuan;

c. Membuat Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus, Risalah RUPS, dan Risalah Rapat Direksi;

d. Membuat Laporan Tahunan sebagai wujud pertanggungjawaban pengurusan Perseroan, serta dokumen keuangan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang terntang Dokumen Perusahaan;

e. Menyusun Laporan Keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan dan menyerahkan kepada Akuntan Publik untuk diaudit;

f. Menyelenggarakan RUPS Tahunan dan RUPS lainnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundang-undangan dan anggaran dasar;

g. Menyampaikan Laporan Tahunan setelah ditelaah oleh Dewan Komisaris dalam jangka waktu paling lambat 5 (|lima) bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir kepada RUPS untuk disetujui dan disahkan;

h. Memberikan penjelasan kepada RUPS mengenai Laporan Tahunan;

i. Memelihara Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus, Risalah RUPS, Risalah Rapat Dewan Komisaris dan Risalah Rapat Direksi, Laporan Tahunan dan dokumen keuangan Perseroan dan dokumen Perusahaan lainnya;

j. Menyimpan di tempat kedudukan Perseroan:

Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus, Risalah RUPS, Risalah Rapat Dewan Komisaris dan Risalah Rapat Direksi, Laporan Tahunan dan dokumen keuangan Perseroan serta dokumen perseroan lainnya;

k. Menyusun sistem akuntansi sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dan berdasarkan prinsip-prinsip pengendalian intern terutama pemisahan fungsi pengurusan, pencatatan, penyimpanan, dan pengawasan;

l. Memberikan laporan berkala menurut cara dan waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta laporan lainnya seyiap kali diminta oleh Dewan Komisaris, dengan memperhatikan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku;

m. Menyiapkan susunan organisasi Perseroan lengkap dengan perincian dan tugasnya;

n. Memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan atau yang diminta anggota Dewan Komisaris dengan memperhatikan perundang-undangan yang berlaku;

o. Menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar ini dan yang ditetapkan oleh RUPS berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku;

p. Menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya sesuai dengan Pedoman Tata Kelola Terintegrasi Konglomerasi Keuangan BNI.

DIREKSI

Ruang Lingkup Pekerjaan