BAB III METODE PENELITIAN
J. Metode Analisis
2. Kriteria Penghargaan
Pemberikan penghargaan pada kelompok didasarkan pada perolehan nilai peningkatan hasil belajar dari nilai dasar (awal) ke nilai kuis/tes setelah siswa bekerja dalam kelompok.
a. Menentukan nilai dasar (awal) masing-masing siswa. Nilai dasar (awal) dapat berupa nilai tes/kuis awal atau menggunakan nilai ulangan sebelumnya.
b. Menentukan nilai tes/kuis yang telah dilaksanakan setelah siswa bekerja dalam kelompok, misal nilai kuis I, nilai kuis II, atau rata-rata nilai kuis I dan kuis II kepada setiap siswa, yang kita sebut dengan nilai kuis terkini.
c. Menentukan nilai peningkatan hasil belajar yang besarnya ditentukan berdasarkan selisih nilai kuis terkini dan nilai dasar (awal) masing-masing siswa.
Tabel 3.8 Tabel Penentuan Penghargaan Kelompok
Kelompok/ Nama Tes Nilai Kuis
Nilai Kuis
Rata-Rata Nilai Nilai No. Siswa Awal I II Kuis Peningkatan Penghargaan
Penghargaan kelompok diberikan berdasarkan rata-rata nilai peningkatan yang diperoleh masing-masing kelompok dengan memberikan predikat cukup, baik, sangat baik, dan sempurna.
Tabel 3.9 Kriteria Status Kelompok
Kriteria Status Kelompok Rata-rata nilai peningkatan kelompok < 15 CUKUP Rata-rata nilai peningkatan kelompok antara 15 dan
20 BAIK
Rata-rata nilai peningkatan kelompok antara 20 dan
25 SANGAT BAIK
Rata-rata nilai peningkatan kelompok lebih atau sama
dengan 25 SEMPURNA
3. Kriteria Hasil Belajar
Hasil belajar yang digunakan berupa skor yang berasal dari nilai post-test. Untuk melihat ketuntasan siswa maka nilai-nilai tersebut kemudian dibandingkan dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) dari sekolah yaitu sebesar 65%. Siswa dikatakan tuntas jika nilainya lebih besar sama dengan 65 dan pembelajaran dikatakan efektif jika siswa dalam kelas yang tuntas mencapai lebih dari sama dengan 65%.
K. Prosedur Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini merupakan bentuk penelitian campuran kuantitatif-deskriptif dimana peneliti meneliti keefektifan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Berikut rencana kegiatan selama penelitian berlangsung:
1. Perencanaan
Dalam perencanaan ini peneliti menyiapkan hal-hal yang diperlukan dalam penelitian, diantaranya adalah:
a. Menentukan materi yang akan diajarkan.
b. Menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran. c. Menyiapkan instrumen pengamatan.
d. Menyiapkan tes prestasi siswa e. Menguji tes prestasi siswa
2. Pelaksanaan dan Pengamatan
Pada tahap pelaksanaan dan pengamatan ini, peneliti melakukan kegiatan sebagai berikut:
a. Mengadakan pre-test.
b. Melakukan pengamatan dan mengambil data dalam proses pembelajaran dengan mengisi instrumen pengamatan yang telah dibuat.
c. Mengadakan pos-test. 3. Pengolahan Data
Dari data-data yang diperoleh, kemudian peneliti melakukan pengelolahan data hingga diperoleh suatu kesimpulan.
55
BAB IV
PELAKSANAAN PENELITIAN, DESKRIPSI DATA DAN
PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dibahas mengenai pelaksaan penelitian, deskripsi data, dan pembahasam tentang kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
A. Pelaksanaan Penelitian dan Deskripsi Data
Penelitian ini merupakan bentuk penelitian campuran kuantitatif-kualitatif dimana peneliti meneliti keefektifan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memperoleh data-data mengenai hasil observasi keaktifan menggunakan metode pembelajaran kooperatif-STAD, dan hasil prestasi belajar matematika sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
1. Sebelum Penelitian
Sebelum penelitian berlangsung, peneliti peneliti melakukan persiapan, agar proses penelitian dapat berjalan dengan lancar yaitu: a. Membuat instrumen untuk melakukan kegiatan pembelajaran dan
instrumen untuk pengumpulan data.
b. Meminta ijin penelitian di SMP Negeri 2 Yogyakarta c. Bertemu dengan guru bidang studi matematika kelas VII
d. Mempersiapkan observer yang akan membantu peneliti dalam pengambilan data.
e. Melakukan uji tes prestasi belajar terlebih dahulu sebelum tes tersebut digunakan dalam penelitian. Validasi yang digunakan adalah validasi tim ahli oleh guru mata pelajaran matematika.
f. Pre-test
Sebelum penelitian dilaksanakan, diberikanpre-test mengenai materi bilangan bulat yang sudah mereka pelajari di SD. Hasil dari pre-test ini akan digunakan untuk menentukan pembagian kelompok diskusi . Hasilpre-testyang diperoleh adalah sebagai berikut.
Tabel 4.1 Hasil Prestasi Belajar Siswa pada Pre-test
Kode Siswa Pre-Test Ketuntasan Belajar 1 92,5 Tuntas 2 80 Tuntas 3 87,5 Tuntas 4 97,5 Tuntas 5 97,5 Tuntas 6 62,5 Tidak Tuntas 7 75 Tuntas 8 92,5 Tuntas 9 87,5 Tuntas 10 92,5 Tuntas 11 92,5 Tuntas 12 75 Tuntas 13 92,5 Tuntas 14 90 Tuntas 15 90 Tuntas 16 87,5 Tuntas 17 75 Tuntas 18 97,5 Tuntas 19 90 Tuntas 20 92,5 Tuntas 21 82,5 Tuntas 22 90 Tuntas
23 85 Tuntas 24 87,5 Tuntas 25 97,5 Tuntas 26 90 Tuntas 27 95 Tuntas 28 90 Tuntas 29 90 Tuntas 30 87,5 Tuntas 31 85 Tuntas 32 90 Tuntas 33 90 Tuntas 34 87,5 Tuntas Keterangan :
Jumlah Skor Nilai = 2995
Rata – rata Nilai = 88,09
Siswa yang mencapai KKM 65 ada 91,7 %.
Tabel 4.2 Hasil Pre-tes Seluruh Siswa
Kriteria Prestasi Interval Nilai Jumlah Siswa Persentase
Sangat Baik 81 – 100 29 85,3 Baik 66 – 80 4 11,8 Cukup 56 – 65 1 2,9 Kurang 46 – 55 0 0 Sangat Kurang 0 – 45 0 0 2. Selama Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat 5 kali pertemuan. Pertemuan 1 dan 2 berlangsung selama dua jam pelajaran (2 x 40 menit), pertemuan 3, 4, dan 5 juga berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 30 menit) hanya saja setiap satu jam pelajaran dikurangi 10 menit dari waktu yang biasanya dikarenakan bulan puasa. Berikut kegiatan selama penelitian berlangsung.
a. Pertemuan 1 (Kamis, 28 Juli 2011)
Dalam pertemuan ini pertama-tama guru menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa kemudian menjelaskan tentang
pembelajaran kooperatif tipe STAD. Langkah-langkah dalam pertemuan ini adalah sebagai berikut:
1) Presentasi Kelas
Guru memberikan stimulus kepada siswa dan memberikan materi mengenai sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dalam masalah kehidupan sehari-hari.
2) Pembagian Kelompok
Guru membacakan daftar nama kelompok di depan kelas dan meminta siswa segera berkumpul dengan anggota kelompoknya masing-masing. Suasana kelas sangat gaduh saat siswa mulai mencari teman sekelompoknya. Guru dan peniliti membantu siswa untuk duduk di tempat yang sudah ditentukan. Siswa kembali gaduh saat ada beberapa siswa minta untuk pindah kelompok, tetapi guru menjelaskan bahwa penentuan kelompok berdasarkan hasil pre-test dan memperhatikan heterogenitas siswa, sehingga pembentukan kelompok ini sudah diperhitungkan dengan baik.
3) Diskusi Kelompok
Guru membagikan lembar kerja pada setiap kelompok, dan siswa diberikan waktu waktu 40 menit untuk menyelesaikannya. Keterlibatan siswa dalam kelompok diamati oleh observer dan sementara siswa berdiskusi dan guru berkeliling untuk memantau
jalannya diskusi dan melakukan pendampingan terhadap kelompok-kelompok.
4) Penutup
Guru meminta siswa untuk mengumpulkan semua hasil kerja masing-masing kelompok untuk dibahas pada pertemuan berikutnya. Guru juga mengingatkan siswa untuk mempelajari kembali materi yang telah diberikan karena akan ada kuis individu.
5) Hasil Observasi
Pada lampiran instrumen observasi keterlibatan dapat dilihat bahwa jumlah siswa yang hadir pada pertemuan 1 adalah 34 siswa atau 100% dan total frekuensi keterlibatan adalah 184. Berikut ini adalah hasil keterlibatan siswa pada pertemuan 1:
Tabel 4.3 Jumlah Siswa yang Terlibat dalam Setiap Jenis Kegiatan dan Frekuensi Keterlibatannya pada Pertemuan 1
Kode Jenis Keterlibatan Siswa yang Terlibat Frekuensi Jumlah %
A Bertanya 23 67,65 53
B Memberi Tanggapan 27 79,41 54 C Memberi Alternatif Penyelesaian 27 79,41 51 D Menarik Kesimpulan 16 47,06 26 Total Frekuensi 184
Dalam pertemuan 1 keterlibatan siswa dalam diskusi kelompok tampak dalam aspek:
a) Siswa mengajukan pertanyaan kepada teman satu kelompok dan teman yang lain memberikan tanggapan.
S2 : digambar dulu ajah biar gampang!
S3 : itu ada 3 lantai yang dibawah tanah juga lhoh
b) Siswa memberikan alternatif penyelesaian
S1 : yang no 1 langsung ajah, naik kan berarti kan ditambah kalau turun kan dikurangi toh?
S2 : no 5 thu dicariin dulu FPBnya, ayo dihitung.
c) Menarik Kesimpulan
S1 : berarti kan kalau mencari kenaikannya suhu ahir dikurangi suhu awal, 3–(-5) = 8
Berdasarkan lampiran kriteria keterlibatan siswa, maka dapat diperoleh kesimpulan berikut:
Tabel 4.4 Kriteria Keterlibatan Siswa Pada Pertemuan 1
Skala Kriteria Jumlah Siswa Persentase (%) Kriteria
≤20 5 14,71 Sangat Rendah (SR) 21 – 40 6 17,65 Rendah (R)
41 – 60 19 55,88 Cukup (C) 61 – 80 3 8,82 Tinggi (T)
81 – 100 1 2,94 Sangat Tinngi (ST) Tabel 4.5 Kriteria Keterlibatan Seluruh Siswa Pada Pertemuan 1
Jumlah yang Terlibat
Kriteria ST ST+T ST+T+C ST+T+C+R ST+T+C+R+SR
2,94 % 11,76 % 67,64 % Cukup (C)
6) Refleksi
Berdasarkan tabel 4.5 terlihat keaktifan seluruh siswa masuk dalam kriteria cukup. Terlihat bahwa siswa belum terbiasa dengan metode pembelajaran yang digunakan dan anggota kelompoknya, serta terlihat beberapa siswa yang masih kaku berinteraksi dengan siswa lain dalam satu kelompok, teteapi siswa tetap bersemangat dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.
Siswa tidak malu untuk bertanya kepada teman kelompoknya ataupun kepada guru ketika mengalami kesulitan.
Ketika dalam diskusi kelas, beberapa siswa tidak terlibat aktif, siswa masih enggan untuk mengutarakan pendapat maupun bertanya, bahkan ada beberapa siswa yang asik ngobrol sendiri dan tidak ikut aktif dalam menyelesaikan tugas.
b. Pertemuan 2 (Jumat, 29 Juli 2011)
Melanjutkan pertemuan yang sebelumnya dalam pertemuan kali ini diadakan presentasi kelas mengenai hasil diskusi dari masing-masing kelompok dan dilanjutkan dengan kuis individu. Berikut langkah-langkah dalam pertemuan ini:
1) Pembahasan Diskusi Kelompok
Setelah sebelumnya diadakan diskusi kelompok, pada kali ini siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka kepada kelompok yang lain di depan kelas. Guru memilih siswa yang kurang begitu aktif dalam kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Ada beberapa siswa yang masih terlihat enggan dalam mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, mereka hanya mau menuliskan hasil pekerjaannya di papantulis tanpa menjelaskannya.
2) Kuis
Guru dan peneliti membagikan soal kuis tentang materi penggunaan sifat-sifat bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari. Selama kuis ini siswa dilarang saling berdiskusi atau bekerjasama. Kuis berlangsung selama 30 menit.
3) Pembahasan Kuis
Guru dan siswa bersama-sama membahas kuis. Guru juga menanyakan kepada siswa langsung bagaimana mereka menyelesaikan soal kuis tersebut.
4) Presentasi Kelas
Guru melanjutkan dengan pelajaran dan memberikan materi selanjutnya tentang penggunaan sifat-sifat bilangan pecahan dalam kehidupan sehari-hari.
5) Penutup
Guru memberi arahan kepada siswa untuk mempelajari kembali materi yang telah diberikan.
6) Data Prestasi Belajar Siswa
Prestasi belajar yang diperoleh siswa adalah sebagai berikut:
Tabel 4.6 Prestasi Belajar Siswa Pada Kuis-1
Kode Siswa Kuis-1 Ketuntasan Belajar 1 75 Tuntas 2 75 Tuntas 3 90 Tuntas 4 100 Tuntas 5 100 Tuntas 6 65 Tuntas
7 100 Tuntas 8 100 Tuntas 9 90 Tuntas 10 Tidak hadir -11 75 Tuntas 12 100 Tuntas 13 100 Tuntas 14 100 Tuntas 15 75 Tuntas 16 100 Tuntas 17 25 Tidak Tuntas 18 100 Tuntas 19 65 Tuntas 20 100 Tuntas 21 50 Tidak Tuntas 22 100 Tuntas 23 100 Tuntas 24 50 Tidak Tuntas 25 100 Tuntas 26 100 Tuntas 27 100 Tuntas 28 90 Tuntas 29 50 Tidak Tuntas 30 100 Tuntas 31 100 Tuntas 32 65 Tuntas 33 100 Tuntas 34 90 Tuntas Keterangan :
Jumlah Skor Nilai = 2830 Rata – rata Nilai = 85,8
Siswa pada kuis 1 yang mencapai KKM 65 ada 87,9 %.
Tabel 4.7 Hasil Prestasi Belajar Kuis-1 Seluruh Siswa
Kriteria Prestasi Interval Nilai Jumlah Siswa Persentase
Sangat Baik 81 – 100 22 66,7
Baik 66 – 80 4 12,1
Cukup 56 – 65 3 9,1
Kurang 46 – 55 3 9,1
c. Pertemuan 3 (Kamis, 4 Agustus 2011)
Guru melanjutkan pertemuan yang sebelumnya dengan berdiskusi dalam kelompok. Pada pertemuan ini hanya melakukan diskusi kelompok saja dikarenakan waktu yang terbatas, yaitu karena di bulan puasa.
1) Diskusi Kelompok
Guru mengatur dan meminta siswa untuk kembali berkumpul dengan anggota kelompoknya dan memberikan soal-soal untuk dikerjakan dalam kelompok. Dalam diskusi kelompok ini siswa dinilai keterlibatannya dan guru berperan sebagai fasilitator dan memantau kegiatan siswa.
2) Penutup
Guru memberi arahan kepada siswa untuk mempelajari materi yang sudah diberikan karena akan diadakan kuis individu pada pertemuan berikutnya.
3) Hasil Observasi
Pada lampiran instrumen observasi keaktifan dapat dilihat bahwa jumlah yang hadir pada pertemuan 2 adalah 34 atau 100% dan frekuensi keaktifan adalah 188.
Tabel 4.8 Jumlah Siswa yang Terlibat dalam Setiap Jenis Keterlibatan dan Frekuensi Keterlibatannya pada Pertemuan 2
Kode Jenis Keterlibatan Siswa yang Terlibat Frekuensi Jumlah %
A Bertanya 30 88,24 65
B Memberi Tanggapan 27 79,41 47 C Memberi Alternatif Penyelesaian 29 85,29 52 D Menarik Kesimpulan 14 41,18 24 Total Frekuensi 188
Dalam pertemuan 3 keterlibatan siswa dalam diskusi kelompok tampak dalam aspek:
a) Siswa bertanya kepada teman dalam kelompoknya dan teman yang lain memberi tanggapan.
S1 : no 2 yang b iniଵ
ହ× 6000 kan?
S2 : salah, tapi dikalikan dengan 4500, kan siswa yang diterima 75% dari 6000 bukan yang 6000nya
S3 : 75% dari 6000 thu 4500 yah? Aq hitung lagi yah.
b) Siswa bertanya kepada guru
S1 : bu yang no 1a itu di hitung dulu berapa rupiah kebutuhannya yah?
G : yang 1a itu kan cuman ditanya berapa bagiannya, jadi kamu hitung berapa jumlah bagian yang sudah dipakai dulu, nanti baru yang 1b kamu cari berapa rupiah setiap bagiannya.
S2 : ohh berarti itu nanti tinggal dikurangin ajah to bu?
G : iyah, sekarang coba kerjakan dulu nanti ditanyakan lagi kalau masih ada yang kurang mengerti
c) Siswa memberi tanggapan
S1 : no 1 kita hitung satu-satu dulu banyak kebutuhannya
S2 : kelamaan, langsung ajah 1- jumlah kebutuhan, berarti kan 1−ଵଷ−ଵହ−ଵସ S1 : ohhhh
d) Menarik Kesimpulan
S1 : berarti yang no 4 itu nanti total modal yang dipinjam ditambah sama bunganya, baru dibagi 12.
Berdasarkan lampiran kriteria ketrlibatan siswa, maka dapat diperoleh kesimpulan berikut:
Tabel 4.9 Kriteria Keterlibatan Siswa Pada Pertemuan 2
Skala Kriteria Jumlah Siswa Prosentase (%) Kriteria
≤20 0 0 Sangat Rendah (SR) 21 – 40 8 23,53 Rendah (R)
41 – 60 16 47,06 Cukup (C) 61 – 80 9 26,47 Tinggi (T)
81 – 100 1 2,94 Sangat Tinngi (ST) Tabel 4.10 Kriteria Keterlibatan Seluruh Siswa Pada Pertemuan 2
Jumlah yang Aktif
Kriteria ST ST+T ST+T+C ST+T+C+R ST+T+C+R+SR
2,94 % 29,41 % 76,47 % Cukup (C)
4) Refleksi
Berdasarkan tabel 4.10 terlihat keaktifan seluruh siswa masih cukup. Tapi dalam diskusi kali ini siswa terlihat lebih aktif dibanding sebelumnya. Tapi ada beberapa siswa yang berpindah tempat duduk dan tidak mau bergabung dengan teman kelompoknya karena merasa tidak nyaman, ahirnya guru berusaha membunjuk agar siswa tersebut kembali kedalam kelompoknya dan ikut kembali berdiskusi bersama kelompoknya.
d. Pertemuan 4 (Jumat, 5 Agustus 2011)
Guru melanjutkan pertemuan sebelumnya dengan membahas hasil diskusi kelompok dan kuis individu. Langkah-langkahnya adalah:
1) Pembahasan Diskusi Kelompok
Guru menunjuk beberapa siswa yang kurang aktif dalam kelompoknya untuk mempresentasikan hasil kelompok mereka di depan kelas. Siswa sudah menampakkan usahanya dalam mempresentasikannya hasil kerja kelompoknya dengan menulis di papantulis dan menjelaskan langkah-langkah penyelesaian soal dengan mendapat bantuan dan teman kelompoknya.
2) Kuis Individu
Setelah kegiatan diskusi kelompok diberikan kuis individu untuk mengetahui pemahaman dengan materi yang diberikan. Dalam kuis ini siswa dilarang untuk saling bekerjasama.
Tabel 4.11 Hasil Prestasi Belajar Siswa pada Kuis-2
Kode Siswa Kuis-2 Ketuntasan Belajar 1 100 Tuntas 2 100 Tuntas 3 100 Tuntas 4 100 Tuntas 5 100 Tuntas 6 80 Tuntas 7 100 Tuntas 8 100 Tuntas 9 100 Tuntas 10 60 Tidak Tuntas 11 60 Tidak Tuntas 12 80 Tuntas 13 100 Tuntas 14 100 Tuntas 15 100 Tuntas 16 100 Tuntas 17 100 Tuntas 18 100 Tuntas 19 100 Tuntas 20 100 Tuntas
21 100 Tuntas 22 100 Tuntas 23 100 Tuntas 24 100 Tuntas 25 100 Tuntas 26 100 Tuntas 27 100 Tuntas 28 100 Tuntas 29 100 Tuntas 30 100 Tuntas 31 100 Tuntas 32 100 Tuntas 33 100 Tuntas 34 80 Tuntas Keterangan :
Jumlah Skor Nilai = 3260 Rata-rata Nilai = 95,9
Siswa pada kuis 2 yang mencapai KKM 65 ada 94,1 %
Tabel 4.12 Hasil Prestasi Belajar Kuis-2 Seluruh Siswa
No Kriteria Prestasi Interval Nilai Jumlah Siswa Persentase
1 Sangat Baik 81 – 100 29 85,3
2 Baik 66 – 80 3 8,8
3 Cukup 56 – 65 2 5,9
4 Kurang 46 – 55 0 0
5 Sangat Kurang 0 – 45 0 0
e. Pertemuan 5 (Sabtu, 6 Agustus 2011)
Setelah sebelumnya diadakan kuis individu, pada pertemuan ini guru bersama-sama dengan siswa membahas hasil kuis. Kemudian guru melanjutkan dengan kesimpulan dan pemberian penghargaan kepada kelompok. Langkah-langkahnya:
1) Pembahasan Kuis
Guru dan siswa bersama-sama membahas kuis. Guru juga menanyakan kepada siswa langsung bagaimana mereka menyelesaikan soal kuis tersebut
2) Kesimpulan
Guru membantu siswa untuk merangkum materi yang telah dipelajari. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan tentang beberapa materi yang mereka belum dapat menegrti dan guru menjelaskan kembali kepada siswa.
3) Penghargaan Kelompok
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang meraih point tertinggi. Dengan memberikan penghargaan ini dapat memberikan semangat bagi untuk terus belajar karena usahanya dihargai. Siswa tampak senang saat menerima penghargaan tersebut
.
Tabel 4.13 Skor Kemajuan Individu dan Penghargaan Kelompok
Kelompok Kode Siswa
Nilai
Awal Kuis-1 Kuis-2
Rata-rata kuis Nilai Peningkatan Rata-rata Skor Penghargaan Kelompok A 4 89 100 100 100 30 26 Sempurna 26 87 100 100 100 30 28 60 25 100 62,5 20 12 81 100 80 90 20 17 84 90 100 95 30 B 5 91 100 100 100 20 20 Sangat baik 22 86 65 100 82,5 10 6 78 100 80 90 30 7 80 100 100 100 30 29 83 50 100 75 10 C 18 84 75 100 87,5 20 17,5 Baik 19 83 65 100 82,5 10 32 69 100 100 100 30 2 87 65 100 82,5 10 D 25 95 75 100 87,5 10 17,5 Baik 15 83 50 100 75 10 33 87 100 100 100 30
21 90 100 100 100 20 E 1 91 75 100 87,5 10 17,5 Baik 14 90 90 100 95 20 3 93 100 100 100 20 31 94 100 100 100 20 F 27 89 90 100 95 20 27,5 Sempurna 20 80 100 100 100 30 9 85 100 100 100 30 23 86 100 100 100 30 G 8 93 100 100 100 20 22,5 Sangat Baik 13 95 100 100 100 20 16 78 100 100 100 30 34 92 90 80 85 20 H 10 82 tdk ikut 60 60 5 13,75 Cukup 11 75 75 60 67,5 10 24 80 50 100 75 10 30 80 100 100 100 30 3. Setelah Penelitian
Post-test.Hasil dari nilai post-testdigunakan untuk mengukur efektifitas penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan membandingkan nilai KKM yaitu 65.
Tabel 4.14 Hasil Prestasi Belajar Siswa padaPost-test Kode Siswa Skor Post Test Ketuntasan Belajar 1 90 Tuntas 2 75 Tuntas 3 80 Tuntas 4 80 Tuntas 5 57,5 Tidak Tuntas 6 82,5 Tuntas 7 87,5 Tuntas 8 77,5 Tuntas 9 77,5 Tuntas 10 77,5 Tuntas 11 57,5 Tidak Tuntas 12 50 Tidak Tuntas 13 87,5 Tuntas 14 77,5 Tuntas 15 67,5 Tuntas 16 62,5 Tidak Tuntas
17 72,5 Tuntas 18 90 Tuntas 19 75 Tuntas 20 82,5 Tuntas 21 80 Tuntas 22 82,5 Tuntas 23 75 Tuntas 24 62,5 Tidak Tuntas 25 80 Tuntas 26 80 Tuntas 27 82,5 Tuntas 28 75 Tuntas 29 55 Tidak Tuntas 30 62,5 Tidak Tuntas 31 77,5 Tuntas 32 57,5 Tidak Tuntas 33 72,5 Tuntas 34 80 Tuntas Keterangan :
Jumlah Skor Nilai = 2530 Rata – rata Nilai = 74,4
Siswa pada pos-tes yang mencapai KKM 65 ada 76,5 %
Tabel 4.15 Prestasi Belajar Siswa PadaPost-test
Kriteria Prestasi Interval Nilai Jumlah Siswa Persentase
Sangat Baik 81 – 100 8 23,5 Baik 66 – 80 18 52,9 Cukup 56 – 65 6 17,6 Kurang 46 – 55 2 5,9 Sangat Kurang 0 – 45 0 0 B. Pembahasan 1. Prestasi Belajar
Berdasarkan hasil prestasi belajar matematika siswa dari kuis dan hasil ahir (post-test), berikut tabel prestasi belajar secara keseluruhan.
Tabel 4.16 Rata-Rata Prestasi Belajar Secara Keseluruhan
Nilai Rata-Rata Belajar Matematika Siswa Rata-rata Keseluruhan Kuis 1 Kuis 2 Pos-tes
Tabel 4.17 Persentase Ketuntasan Belajar Secara Keseluruhan
Ketuntasan Belajar Matematika Siswa (%) Rata-rata Keseluruhan (%) Kuis 1 Kuis 2 Pos-tes
87,9 94,1 76,5 86,17
Dari data tersebut dapat dilihat bahwa pada kuis pertama nilai rata-rata prestasi belajar siswa 85,8, pada kuis berikutnya terjadi peningkatan menjadi 95,9 dan pada post test mengalami penurunan menjadi 74,4. Nilai tertinggi yang diperolah siswa pada kuis 1, kuis 2, dan post test bertutur-turut 100, 100 dan 90, sedangkan nilai terendah berbertutur-turut-bertutur-turut adalah 0, 60 dan 50. Siswa memperoleh nilai 0 dikarenakan siswa tidak mengikuti kuis tersebut. Rata-rata keseluruhan prestasi belajar siswa adalah 85,37 sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa secara keseluruhan adalah sangat baik. Dalam penelitian ini berarti metode pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif diterapkan pada materi bilangan rasional.
2. Keterlibatan Siswa
Selama proses pembelajaran berlangsung, keterlibatan siswa dari pertemuan ke pertemuan tergolong cukup. Berdasarkan hasil observasi keterlibatan siswa selama proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.18 Keterlibatan Siswa Selama Proses Pembelajaran
Kode Jenis Keterlibatan Keterlibatan Siswa
A Bertanya Siswa bertanya kepada teman satu kelompok tentang kesulitannya, kemudian teman yang lain memberikan jawaban dan menjelaskannya. Siswa bertanya kepada guru ketika sudah tidak
ada solusi dari teman sekelompoknya dan ketika siswa kurang begitu paham dengan materinya.
B Memberi Tanggapan Saat dalam diskusi kelompok siswa mau memberi tanggapan dan penjelasan kepada teman lain yang mengalami kesulitan
C Memberi Alternatif Penyelesaian
Siswa memberikan penyelesaian pada masalah yang mereka kerjakan di dalam kelompok D Menarik Kesimpulan Siswa menjelaskan apa yang telah dikerjakan
Keterlibatan siswa sangat terlihat dalam diskusi kelompok dibandingkan saat pembahasan atau diskusi kelas. Pada Awalnya siswa terlihat belum terbiasa dengan metode pembelajaran yang digunakan dan kelompoknya. Beberapa siswa yang masih kaku berinteraksi dengan siswa lain dalam satu kelompok dan mengerjakan sendiri tugasnya tetapi tidak lama kemudian siswa dapat menyesuaikan dengan kelompoknya dan interaksi siswa dalam kelompok mulai terlihat. Hasil ketrlibatan siswa pada penelitian dapat dirangkum sebagai berikut:
Tabel 4.19 Keterlibatan Siswa Pada Setiap Pertemuan
Kriteria Ketrlibatan
Jumlah Yang Aktif Setiap Pertemuan (%) Rata-rata Setiap Pertemuan (%) 1 3 Sangat Rendah (SR) 14,71 0 7,36 Rendah (R) 17,65 23,53 20,59 Cukup (C) 55,88 47,06 51,47 Tinggi (T) 8,82 26,47 17,65 Sangat Tinggi (ST) 2,94 2.94 2,94 Tabel 4.20 Persentase Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Keseluruhan
Pertemuan Jumlah yang Aktif Keaktifan ST ST+T ST+T+C ST+T+C+R ST+T+C+R+SR
1 2,94 % 11,76 % 67,64 % Cukup (C) 3 2,94 % 29,41 % 76,47 % Cukup (C) Rata-Rata 2,94 % 20,59 % 72,06 % Cukup (C)
Berdasarkan tabel tersebut keterlibatan siswa pada pertemuan 1, 3 dan rata-rata kedua pertemuan adalah cukup. Siswa cukup aktif dalam kelompok tetapi masih ada beberapa siswa yang terlihat diam saja. Siswa tidak malu untuk bertanya kepada guru jika mereka mengalami kesulitan, bahkan ada siswa yang meminta kepada guru untuk menjelaskan kembali tentang materi yang belum mereka pahami. Dalam diskusi siswa juga sudah mau mengutarakan pendapatnya dan memebrikan penyelesaian pada masalah yang mereka kerjakan. Siswa tidak malu untuk berpendapat walaupun ada beberapa pendapat mereka yang salah dan teman lain mau memberikan solusinya.
Meskipun keterlibatan siswa masih cukup terjadi perubahan pada total frekuensi siswa yang terlibat yang tertera pada tabel 4.3 dan 4.8. Pada pertemuan 1, total frekuensi siswa yang terlibat adalah 184, sedangkan pada pertemuan 3 meningkat menjadi 188. Berarti dalam penelitian ini model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterlibatan siswa.
75
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hasil penelitian yang dilaksanakan dikelas VII A SMP Negeri 2 Yogyakarta dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Prestasi belajar matematika siswa pada materi bilangan rasional dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tergolong sangat baik dengan nilai rata-rata prestasi belajar secara keseluruhan yang didapat dari kuis 1, kuis 2 dan post-test adalah 85,37 dan rata-rata ketuntasan belajar secara keseluruhan adalah 86,17 %. Ini berarti metode pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif diterapkan pada materi bilangan rasional.
2. Tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika pada materi bilangan rasional dengan menggunakan metode kooperatif tipe STAD tergolong cukup dan terjadi peningkatan pada total frekuensi keterlibatan siswa. Ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterlibatan siswa.
B. Saran
Saran yang dapat diberikan oleh peneliti agar penelitian mendatang lebih baik, adalah sebagai berikut:
1. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD membutuhkan keterampilan guru dalam pengaturan waktu yang baik, mengendalikan keterlibatan siswa dan membuat siswa untuk ikut aktif terlibat saat pembelajaran. 2. Saat diskusi kelompok atur jarak tempat duduk agar tidak terlalu sempit
sehingga siswa dapat berdiskusi dengan nyaman dan tidak memungkinkan kelompok satu dapat menyontek pekerjaan kelompok lain.
3. Penelitian ini tidak meneliti tentang faktor-faktor lain misalnya kepercayaan diri, bakat, penguasaan materi, teknik-teknik belajar saat di sekolah maupun di luar sekolah, dan peran guru, sehingga diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat lebih menekankan pada faktor-faktor tersebut.
77
DAFTAR PUSTAKA
Adinawan,C.M, Sugijono. 2007. Matematika untuk SMP Kelas VII Semester 1. Jakarta: Erlangga.
Arikunto, Suharsimi. 1990. Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: PT Bumi