Keterangan :
At = Permintaan aktual pada periode t Ft = Peramalan permintaan pada periode t N = Jumlah periode peramalan yang terlibat
2. Rata-Rata Kuadrat Kesalahan ( Mean Square Error = MSE ) Dengan perhitungan rumusnya adalah :
3. Rata-Rata Kesalahan Peramalan (Mean Forecast Error = MFE ). Dengan perhitungan rumusnya adalah :
Setelah parameter-parameter forecast error dari masing-masing metode dihitung, maka diperbandingkan satu sama lainnya. Metode dengan nilai
n F A MAD t t
n F A MSE t t 2
n F A MFE t tUNIV. MERCUBUANA
TEKNIK INDSUTRI Page 37
MAD, MSE, dan MFE terkecil merupakan metode yang dipilih sebagai metode yang tepat (terbaik) untuk menggambarkan pola permintaan pada laporan ini karena memiliki kesalahan peramalan paling minim (kecil).
2.3.5 Karakteristik Peramalan yang Baik
Peramalan yang baik mempunyai beberapa kriteria yang penting, antara lain akurasi, biaya dan kemudahan. Penjelasan dari kriteria-kriteria tersebut adalah sebagai berikut :
AKURASI. Akurasi dari suatu hasil peramalan diukur dengan kebiasaan dan kekonsistensian peramalan tersebut. Hasil peramalan dikatakan bias bila peramalan tersebut terlalu tinggi atau terlalu rendah dibandingkan dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi. Hasil peramalan dikatakan konsisten bila besarnya permalan relatif kecil. Peramalan yang terlalu rendah akan mengakibatkan kekurangan persediaan, sehingga permintaan konsumen tidak dapat dipenuhi segera, akibatnya adalah perusahaan dimungkinkan kehilangan pelanggan dan kehilangan keuntungan penjualan. Peramalan yang terlalu tinggi akan mengakibatkan terjadinya penumpukan persediaan, sehingga banyak modal yang terserap sia-sia. Keakuratan dari hasil peramalan ini berperan penting dalam menyeimbangkan persesiaan yang ideal (meminimasi penumpukan persediaan dan memaksimasi tingkat pelayanan).
UNIV. MERCUBUANA
TEKNIK INDSUTRI Page 38
BIAYA. Biaya yang diperlukan dalam pembuatan suatu peramalan adalah tergantung dari jumlah item yang diramalkan, lamanya periode peramalan, dan metode peramalan yang dipakai. Ketiga faktor pemicu biaya tersebut akan mempengaruhi berapa banyak data yang dibutuhkan, bagaimana pengolahan datanya (manual atau komputerisasi), bagaimana penyimpanan datanya dan siapa tenaga ahli yang diperbantukan. Pemilihan metode peramalan harus disesuaikan dengan dana yang tersedia dan tingkat akurasi yang ingin di dapat, misalnya item-item yang penting akan diramalkan dengan metode yang canggih dan mahal, sedangkan item-item yang kurang penting bisa diramalkan dengan metode yang sederhana dan murah. Prinsip ini merupakan adopsi dari hukum pareto (analisa ABC).
KEMUDAHAN. Penggunaan metode peramalan yang sederhana, mudah dibuat dan mudah diaplikasikan akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Adalah percuma memakai metode yang canggih, tetapi tidak dapat diaplikasikan pada sistem perusahaan karena keterbatasan dana, sumberdaya manusia, maupun peralatan teknologi. Sekalipun peramalan hanyalah sebuah ”perkiraan”, tetapi karena perkembangan metodenya, ”perkiraan” ini dapat memberikan hasil yang baik. Walaupun demikian, masih mungkin terjadi adanya penyimpangan sebagaimana umumnya suatu metode ilmiah lainnya, paling tidak faktor ketidakpastian sulit untuk diantisipasi secara tepat.
UNIV. MERCUBUANA
TEKNIK INDSUTRI Page 39
Beberapa rekomendasi pemilihan metode peramalan yang sesuai dengan pola data adalah sebagai berikut :
Metode single exponential smoothing sesuai untuk pola data “horisontal”.
Metode moving average sesuai untuk pola data “horisontal berfluktuasi di awal”.
Metode double exponential smoothing sesuai untuk pola data “eksponensial”.
Metode regresi linear sesuai untuk pola data “trend”.
Metode trend kuadratic sesuai untuk pola data “trend eksponensial”. Metode Winter's sangat sesuai untuk pola data “musiman”.
2.3.6 Peta Moving Range
Peta Moving Range dirancang untuk membandingkan nilai permintaan actual dengan nilai peramalan. Dengan kata lain, kita melihat data permintaan actual dan membandingkannya dengan nilai peramal pada periode yang sama. Peta tersebut dikembangkan ke periode yang akan datang hingga kita dapat membandingkan data peramalan dengan permintaan aktual.
Selama periode dasar (periode pada saat menghitung peramalan), peta Moving Range digunakan untuk melakukan verifikasi teknik dan parameter peramalan. Setelah metode peramalan ditentukan, peta Moving Range digunakan untuk pengujian kestabilan sistem sebab-akibat yang mempegaruhi permintaan.
UNIV. MERCUBUANA
TEKNIK INDSUTRI Page 40
Moving Range dirumuskan sebagai berikut :
'
1 1
yt yt yt yt MRRata-rata Moving Range didefinisikan sebagai :
1 n MR MRGaris tengah peta Moving Range adalah pada titik nol. Batas kendali atas dan bawah pada peta Moving Range adalah :
MR BKB MR BKA 66 . 2 66 . 2
Perubahan atau perbedaan yang digambarkan pada Moving Range adalah :
1 '
1 y y
y t
Jika ditemukan satu titik yang berada diluar batas kendali pada saat peramalan diverifikasi maka harus ditentukan apakah data harus diabaikan atau mencari peramala baru. Jika ditemukan sebuah titik berada diluar batas kendali maka harus diselidiki penyebabnya. Jika semua titik berada di dalam batas kendali, diasumsikan bahwa peramalan permintaan yang dihasilkan telah cukup baik. Jika terdapat titik yang berada di luar batas kendali, jelas bahwa peramalan yang didapat kurang baik dan harus direvisi.
UNIV. MERCUBUANA
TEKNIK INDSUTRI Page 41
Gambar 2. 4 Contoh Grafik Moving Range
2.3.7 Peta Moving Range untuk Pengedalian Peramalan
Peta kendali dapat digunakan untuk mengetahui apakah terjadi perubahan sistem sebab-akibat yang melatarbelakangi permintaan sehingga dapat ditentukan persamaan peramalan yang lebih cocok atas sistem sebab-akibat saat ini. Telah disinggung sebelumnya bahwa peta Moving Range dapat digunakan sebagai alat untuk memperhatikan kestabilan sistem yang melatarbelakangi fungsi peramalan. Apabila terjadi kondisi diluar kendali, tindakan terhadap peramalan harus dilakukan. Dua tindakan yang dapat dilakukan adalah :
Merevisi peramalan dengan memasukan data dan sistem sebab-akibat baru, atau
Mengunggu bukti lebih lengkap.
Peta Moving Range
-3 -2 -1 0 1 2 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Periode y ' y y' - y BKA BKB
UNIV. MERCUBUANA
TEKNIK INDSUTRI Page 42
2.4 Material Requirement Planning (MRP)
Perkembangan teknologi computer telah banyak mengurangi peran manajemen tradisional dalam berbagai bidang, salah satunya adalah dalam kegiatan manufaktur, yaitu dalam hal perencanaan sumber daya material. Salah satu kesulitan yang dialami manajemen tradisional dalam perencanaan sumber daya material adalah menentukan tingkat persediaan optimal untuk komponen-komponen yang bersifat dependent (bergantung) dan banyak jenisnya. Metode perencanaan sumber daya material ini dikenal dengan istilah MRP atau Material Requirement Planning.
2.4.1 Definisi dan Tujuan MRP
MRP adalah prosedur logis, aturan keputusan dan teknik pencacatan terkomputerisasi yang dirancang untuk menterjemahkan jadwal induk produksi (MPS) menjadi kebutuhan bersih (Net Requirement) material untuk semua item komponen produk. MRP dikembangkan sebagai metode perencanaan dan pengendalian pesanan dan inventory untuk item-item dependent demand, dimana permintaan cenderung discontinues dan lumpy (tidak halus/ tidak rata).
Tujuan utama dari system MRP adalah merancang suatu system yang
mampu menghasilkan informasi untuk melakukan aksi yang tepat (pembatalan pesanan, pesan ulang, penjadwalan ulang)
Terdapat empat kemampuan yang menjadi ciri utama dari MRP yaiatu : 1. Mampu menentukan kebutuhan pada saat yang tepat
UNIV. MERCUBUANA
TEKNIK INDSUTRI Page 43
Menentukan secara tepat kapan suatu pekerjaan harus selesai (material harus tersedia) untuk memenuhi permintaan atas produk akhir yang sudah direncanakan dalam jadwal induk produksi.
2. Pembentukan kebutuhan minimal setaip item
Deengan diketahui kebutuhan akan produk akhir, MRP dapat menentukan secara tepat system penjadwalan (prioritas) untuk memenuhi semua kebutuhan minimal setiap item.
3. Menentukan pelaksanaan rencana pemesanan
Memberikan indikasi kapan pemesanan atau pembatalan pemesanan harus dilakukan. Pemesanan perlu dilakukan lewat pembelian atau dibuat di pabrik sendiri.
4. Menentukan penjadwalan ulang atau pembatalan atas suatu jadwal yang sudah direncanakan
Apabila kapasitas yang ada tidak mampu memenuhi pesanan yang dijadwalkan pada waktu yang diinginkan, maka MRP dapat memberikan indikasi untuk melakukan rencana penjadwalan ulang (jika mungkin) dengan menentukan prioritas pesanan yang realistic. Jika penjadwalan ulang ini masih tidak memungkinkan untuk memenuhi pesanan, maka pembatalan atas suatu pesanan harus dilakukan
Keberhasilan suatu system manufaktur sangat tergantung pada kemampuan untuk mengontrol aliran bahan yang tepat, di suatu tempat yang tepat, pada
UNIV. MERCUBUANA
TEKNIK INDSUTRI Page 44
saat yang tepat untuk memenuhi jadwal pengiriman kepada konsumen (dengan waktu ancang-ancang sebagai pembatas), menekan jumlah persediaan seminimum mungkin, memelihara tingkat pembebanan atas pekerjaan dan mesin, pada akhirnya untuk mencapai efisiensi produksi yang optimum.
2.4.2 Input Untuk Sistem MRP
Ada tiga input yang dibutuhkan oleh system MRP, yaitu :
1. Master Production Schedule/ Jadwal Induk Produksi (MPS)