BAB II : KAJIAN TEORI
B. Kinerja Kepala Sekolah
4. Kualifikasi dan Kompetensi Kepala Sekolah
Sebagai kepala sekolah yang propesional diharapkan mempunyai syarat khusus guna menjalankan roda organisasi yang ia pimpin kepala sekolah adalah ujung tombak pendidikan, baik buruknya lembaga pendidikan yang ia pimpin bergantung pada seberapa banyak sikap kepemimpinan yang ia miliki.
Sesuai dengan the personal qualities theory of leadership yang telah dibicarakan oleh para ahli yang sudah mengadakan penyelidikan dalam bidang ini. Ada yang mengemukakan empat, enam, delapan, sepuluh, dua belas, empat belas dan ada juga dua ratus sifat yang harus dimiliki oleh seorang pimpinan. Hasil penyelidikan tead yang dikutip oleh Soekarto Indrafachudi dalam bukunya yang berjudul Bagaimana Memimpin Sekolah yang Efektif, diantaranya sebagai berikut:
a. Memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang baik
30
Dodo Suwanda, Peranan dan Tugas Kepala Sekolah dan Guru, http://dossuwanda. wordpress.com. 7 April 2009
b. Berpegang teguh pada tujuan yang hendak dicapai c. Bersemangat
d. Jujur
e. Cakap dalam memberi bimbingan
f. Cepat serta bijaksanadalam mengambil keputusan g. Cerdas
h. Cakap dalam hal mengajar dan menaruh kepercayaan kepada yang baik dan berusaha mencapainya.31
Dari uraian di atas, maka seorang pemimpin pendidikan haruslah memiliki sifat-sifat yang telah ada agar lembaga yang ia pimpin berjalan sesuai yang diharapkan bersama. Ada dua kualifikasi kepala sekolah atau madrasa yaitu kualifikasi umum dan kualifikasi khusus yang terdapat didalam lampiran peraturan menteri pendidikan nasional no.13 tahun 2007 tanggal 17 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah atau madrasah antara lain:
1) Kualifikasi Umum Kepala Sekolah/Madrasah adalah sebagai berikut: a. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi;
b. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun;
c. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing, kecuali di Taman Kanak-kanak /Raudhatul Athfal (TK/RA) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA; dan
d. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang.
31
R.Suekarto Indrafachudi, BagaiMana Memimpin Sekolah Yang Efektif. (Bogor: Ghalia Indonesia 2006 ), edisi ke-2. h 22
2) Kualifikasi Khusus Kepala Sekolah/Madrasah meliputi:
a. Kepala Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru TK/RA;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru TK/RA; dan
3) Memiliki sertifikat kepala TK/RA yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.
b. Kepala Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru SD/MI;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SD/MI; dan
3) Memiliki sertifikat kepala SD/MI yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.
c. Kepala Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru SMP/MTs;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs; dan
3) Memiliki sertifikat kepala SMP/MTs yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.32
Selain kualifikasi umum untuk menjadi kepala sekolah sebagaimana ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas), pemerintah juga menetapkan kualifikasi khusus sebagai aturan tambahan untuk menjadi kepala sekolah. Kualifikasi khusus dimaksudkan pemerintah agar kepala sekolah yang menjalankan aktivitas kepemimpinan pendidikan di sekolah merupakan orang yang benar-benar mengerti kondisi satuan pendidikan dimana dia berada.
Kualifikasi khusus kepala sekolah dari mulai TK/RA, SD/MI, hingga SMP/MTs, yang tercantum dalam Permendiknas, semuanya mensyaratkan status guru masing-masing satuan pendidikan. Hal ini mengindikasikan bahwa modal
32
Bambang Sudibyo, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia.(Jakarta: Menteri pendidikan Nasional 2007), h. 3-4
sebagai guru pada masing-masing satuan pendidikan menjadi hal yang mutlak dimiliki oleh seorang calon kepala sekolah. Kepala sekolah satuan pendidikan yang sebelumnya telah menyandang status guru akan mudah menjalankan aktivitas kepemimpinan pendidikan karena kepala sekolah tersebut memiliki modal yang memadai selama ia menjadi guru. Selain menjadi guru, kepala sekolah juga harus memiliki sertifikat sebagai pendidik sebagai guru pada satuan pendidikan dimana ia mengajar. Dengan sertifikat tersebut, status ia sebagai guru telah mendapat pengakuan resmi.
Selain sertifikat pendidik sebagai guru, kualifikasi khusus yang harus dimiliki kepala sekolah yaitu memiliki sertifikat kepala dari lembaga yang ditetapkan pemerintah. Sertifikat tersebut menjadi pengakuan keberadaan dirinya sebagai kepala sekolah yang telah memenuhi syarat yang layak.
b. Kompetensi Kepala Sekolah
Untuk dapat melaksanakan tugas pokok tersebut, seorang kepala seko-lah dituntut memiliki sejumlah kompetensi. Dalam Peraturan Menteri Pendi-dikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Ma-drasah telah ditetapkan bahwa ada 5 (lima) dimensi kompetensi yaitu: (a) ke-pribadian, (b) manajerial, (c) kewirausahaan, (d) supervisi, dan (e) sosial.33
Menurut Soebagio Atmodiwiryo untuk menjadi kepala sekolah profisional, seorang kepala sekolah harus memenuhi beberapa kompetensi berikut ini:
a) Komitmen terhadap misi sekolah, dan berkepentingan untuk menjadikan gambaran bagi sekolahnya
b) Orientasi kepemimpinan proaktif c) Ketegasan
d) Sensitif terhadaphubungan yang bersifat interpersonal dan organisasi (mencari hubungan interpersonal)
e) Mengumpulkan informasi, menganalisis pembentukan konsep f) Fleksibilitas intelektual
g) Persuasif dan memanajemeni interaksi
33
h) Kemampuan beradaptasi secara taktis
i) Motivasi dan perhatian terhadap pengembangan j) Kontrol dan evaluasi
k) Kemampuan berorganisasi dan pendelegasian l) Komunikasi (mempunyai gagasan secara pribadi).34
Untuk dapat menjadi seorang kepala sekolah yang efektif diperlukan adanya lima keterampilan administrasi sebagai berikut:
a) Keterampilan Teknis
Keterampilan teknis ini meliputi pengetahuan khusus dan keahlian pada suatu kegiatan khusus yang barkaitan dengan fasilitas, yaitu dalam cara penggunaan alat, dan teknis pelaksanaan kegiatan.
b) Keterampilan Hubungan Manusia
Keterampilan ini berkaitan dengan kerja sama dengan orang lain. kemampuan untuk memberikan bantuan dan bekerja sama dengan orang lain, maupun kelompok untuk mencapai tujuan organisasi (sekolah yang lebih efektif dan efisien)
c) Keterampilan Membuat Konsep
Keterampilan ini meliputi kemampuan untuk merangkum menjadi satu dalam bentuk gagasan atau ide-ide melihat organisasi sebagai suatu keseluruhan situasi yang relevan dengan organisasi itu.
d) Keterampilan Pendidikan dan Pengajaran
Keterampilan ini meliputi penguasaan pengetahuan tentang belajar mengajar. Seorang kepala sekoalah harus memiliki pengalaman mengajar sebelum ia diangkat menjadi kepala sekolah. Hal ini diperlukan untuk membantu para guru yang menemukan kesulitan dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
e) Keterampilan Kognitif
Keterampilan ini meliputi kemampuan dan pengetahuan yang bersifat intelektual. Seorang kepala sekolah harus memiliki pengetahuan dasar tentang
34
Soebagio Atmodiwirio, Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta: Ardadizya jaya,2005).H.163-165
teori-teori mengajar. Hal ini diperlukan agar bantuan kepala sekolah terhadap guru-guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar menjadi lebih optimal.35
Dari beberapa uraian materi diatas mengenai persepsi kinerja kepala sekolah, maka dapatlah ditarik suatu kesimpulan diantaranya sebagai berikut;
Persepsi adalah, suatu pemahaman sekelompok orang yang terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama terhadap suatu yang ada di lingkungannya (masyarakat) dan dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni; sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan, pengetahuan hasil proses belajar sebelumnya dan aktifitas serta pendalaman terhadap sesuatu atau stimulus yang dihadapi kepadanya (masyarakat). Adapun faktor yang mempengaruhi persepsi diantaranya; 1) Perhatian yang selektif, 2) Ciri-ciri rangsangan, 3) Nilai dan kebutuhan individu, 4) Pengalaman Dahulu.
Sedangkan kinerja adalah pencapaian hasil kerja atau prestasi kerja dari seseorang yang memiliki kemauan, kemampuan dan prilaku yang baik dalam melakukan pekerjaannya dalam usaha penerapan konsep gagasan dengan efektif dan efesien. Adapun kinerja kepala sekolah adalah suatu prestasi, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, yang terukur dalam rangka untuk mencapai tujuan lembaga sekolah yang telah di tetapkan secara bersama-sama sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya, dan indikatornya adalah kemampuan kepala sekolah dalam memimpin dan memberikan motivasi atau semangat kepada bawahannya. Adapun peran dan fungsi kepala sekolah antara lain sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, innovator, motivator, dan pencipta iklim kerja.
Lalu keterampilan dan kompetensi apa yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah agar dianggap sebagai kepala sekolah yang propesional, keterampilan yang harus dimiliki oleh kepala sekolah yang propesional antara lain sebagai berikut; 1) Keterampilan teknis, 2) Keterampilan hubungan manusia, 3) keterampilan membuat konsep, 4) Keterampilan pendidikan dan pengajaran. Adapun kompetensinya antara lain sebagai berikut; 1) komitmen, 2) Kepemimpinan proaktif, 3) Ketegasan, 4) Hubungan Interpersonal, 5)
35
Mengumpulkan informasi, 6) Fleksibel, 7) Persuasif, 8) kemampuan Beradaptasi, 9) Motivasi, 10) kontrol dan Evaluasi, 11) Organisator, 12) Komunikasi.
Sebagai kepala sekolah mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar guna berjalan organisasi yang ia pimpin, begitu juga dalam hal berkomunikasi harus dapat menyampaikan suatu pesan, informasi dan tugas melalui media tertentu kepada bawahan sesui dengan tujuan tertentu. Kepala sekolah harus dapat mengarahkan dan mencurahkan segala kemampuannya untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar. Di samping itu, skepala sekolah harus dapat membangkitkan suasana yang menyenangkan, aman dan penuh semangat. Kepala sekolah juga harus mampu mengembangkan guru dan yang lainnya untuk tumbuh dalam kepemimpinannya. Kepala sekolah bukan hanya berfungsi sebagai kepala, tetapi juga sebagai seorang pemimpin.
Kemampuan kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor penentu utama pemberdayaan bawahan dan peningkatan mutu. Kepala sekolah adalah orang yang bertanggung jawab apakah guru dan staf sekolah dapat bekerja secara optimal. Kultur sekolah dan kultur pembelajaran juga dibangun oleh gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam berinteraksi dengan komunitasnya (Kepala sekolah, guru, dan staf).
Dari uraian teori tentang kinerja kepala sekolah, maka yang dimaksud dengan persepsi guru tentang kinerja kepala sekolah adalah pemahaman guru mengenai kinerja yang ditunjukkan kepala sekolah dalam rangka pencapaian tujuan sekolah. Kinerja seorang kepala sekolah dapat dilihat dari aktivitas yang ia tunjukkan melalui peran dan fungsinya sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, motivator, dan pencipta iklim kerja. Melalui peran dan fungsi yang dijalankan, kinerja kepala sekolah dapat diukur melalui berbagai indikator. Peran dan fungsi yang dijalankan kepala sekolah dapat dijalankan dengan baik jika kepala sekolah mampu menunjukkan kinerja yang baik.
Guru merupakan salah satu pihak yang selalu diajak bekerjasama dengan kepala sekolah dalam menjalankan aktivitas pendidikan di sekolah. Kinerja kepala sekolah dapat dipahami dengan baik, salah satunya, dari kacamata guru. Persepsi
guru terhadap kinerja kepala sekolah akan menunjukkan seberapa baik kinerja kepala sekolah di mata guru-guru.
Pemahaman guru tentang kinerja kepala sekolah akan berbeda antara satu guru dengan guru yang lain. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi pemahaman guru seperti faktor ekonomi, sosial, pendidikan, pengetahuan, hasil proses belajar sebelumnya, dan aktivitas serta pendalaman terhadap sesuatu atau stimulus yang dihadapi kepadanya (masyarakat). Adapun faktor yang mempengaruhi persepsi diantaranya; 1) Perhatian yang selektif, 2) Ciri-ciri rangsangan, 3) Nilai dan kebutuhan individu, 4) Pengalaman Dahulu.
Peran dan fungsi kepala sekolah dapat dijalankan dengan baik jika kepala sekolah mampu mengkomunikasikan peran dan fungsi yang dijalankannya kepada guru-guru di sekolah. Hal ini disebabkan karena peran dan fungsi kepala sekolah tersebut tidak dapat dijalankan sendiri oleh kepala sekolah. Dengan demikian pemahaman guru terhadap kinerja kepala sekolah yang ditunjukkan dalam menjalankan peran dan fungsinya dapat dilihat dan dipahami dari bagaimana kepala sekolah mengkomunikasikan peran dan fungsinya tersebut.
33