BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.4 Pembahasan Hasil Penelitian
4.4.1 Pengujian Pengaruh Likuiditas terhadap Opini Audit
menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya atau menganalisa dan menginterpretasikan posisi keuangan jangka pendek perusahaan (Munawir, 2002).
Tingkat likuiditas perusahaan dapat diukur melalui current ratio. Current ratio dihitung dengan cara aset lancar dibagi hutang lancar. Rasio ini menunjukkan sejauh mana aset lancar dengan hutang lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aset lancer dengan hutang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya.
Variabel Likuiditas yang diproksikan dengan Current Ratio (CL), menunjukkan nilai koefisien negatif sebesar 0,020 dengan signifikansi sebesar 0,122 dan lebih besar dari 0,05 (5%) artinya variabel ini memiliki arah hubungan yang berlawanan dan tidak berpengaruh signifikan terhadap opini audit going conce
4.4.2 Pengujian Pengaruh Profitabilitas terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern
Perusahaan yang beroperasi secara normal akan mendapatkan keuntungan yang nantinya akan digunakan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
Besarnya laba bersih yang diperoleh perusahaan dibandingkan dengan total aset perusahaan merupakan salah satu ukuran profitabilitas Dalam penelitian ini rasio profitabilitas diukur dengan menggunakan Return On Asset. Return on asset
(ROA) adalah ratio yang diperoleh dengan membagi laba/ rugi bersih dengan total aset. Ratio ini digunakan untuk menggambarkan kemampuan manajemen perusahaan dalam memperoleh laba dan manajerial efisiensi secara keseluruhan.
Semakin tinggi nilai ROA semakin efektif pula pengelolaan aktiva perusahaan.
Dengan demikian semakin besar rasio profitabilitas menunjukkan bahwa kinerja perusahaan semakin baik, sehingga auditor tidak memberikan opini going concern pada perusahaan yang memiliki laba tinggi.
Diketahui nilai probabilitas (Sig.) dari profitabilitas adalah 0,43 yakni lebih besar dari 0,05 maka profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Hasil penelitian ini bertentangan Kumalasari (2004) yang menunjukkan bahwa Profitabilitas berpengaruh terhadap penerimaan opini going concern.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar nilai rasio profitabilitas suatu perusahaan maka semakin besar kemampuan perusahaan tersebut untuk menghasilkan laba sehingga tidak menimbulkan keraguan auditor akan kemampuan perusahaan untuk melanjutkan usahanya.
4.4.3 . Pengujian Pengaruh Solvabilitas terhadap Opini Audit Going Concern Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya. Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh hutang yang ada dengan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya.
Solvabilitas dapat dihitung dengan total liabilities to total asset ratio. Total debt to total asset ratio adalah rasio yang digunakan untuk menghitung seberapa jauh
dana yang disediakan oleh kreditur. Semakin tinggi rasio ini menunjukkan perusahaan beresiko, hal ini menyebabkan kreditur meminta imbalan. Rasio solvabilitas yang tinggi dapat berdampak buruk bagi kondisi keuangan perusahaan. Semakin tinggi rasio solvabilitas ini, menunjukkan kinerja keuangan perusahaan yang semakin buruk dan dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai kelangsungan hidup perusahaan. Hal ini menyebabkan perusahaan lebih berpeluang mendapatkan opini audit going concern. Diketahui nilai probabilitas (Sig.) dari solvabilitas (X3) adalah 0,476 yakni lebih besar dari 0,05 maka solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap opini audit going concern.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai Debt to Total Asset Ratio (DAR) maka semakin besar kecenderungan auditor memberikan opini audit going concern. Perusahaan dengan nilai aset lebih kecil daripada hutangnya
mengindikasikan bahwa perusahaan tidak mampu untuk memenuhi kewajibannya.
Semakin tinggi total debt maka perusahaan dikatakan tidak solvabel karena perusahaan dinilai tidak mempunyai cukup kekayaan untuk membayar semua hutangnya yang memungkinkan dilakukannya restrukturisasi hutang yang
nantinya akan mengarah pada kebangkrutan sehingga auditor cenderung memberikan opini audit going concern.
4.4.4. Pengaruh Kualitas Audit terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern.
Variabel kualitas audit yang diproksikan dengan kantor akuntan publik berafiliasi dengan big four dan yang tidak berafiliasi dengan big four menunjukkan nilai koefisien negatif sebesar 0,020 dengan signifikansi sebesar 0,122 dan lebih besar dari 0,05 (5%) artinya variabel ini memiliki arah hubungan yang berlawanan dan tidak berpengaruh signifikan terhadap opini audit going concern.
Penggunaan auditor besar (KAP yang berafiliasi dengan big four) akan cenderung membutuhkan biaya besar, dan manajer yang rasional tidak akan memilih KAP yang berafiliasi dengan big four apabila karakteristik perusahaan tidak baik. Selain itu, penggunaan auditor kecil juga memungkinkan auditee atau perusahaan menekan auditor agar tidak mengikuti standar.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Tamba (2009) yang menemukan bukti bahwa kualitas audit yang diproksikan dengan KAP berafiliasi dengan big four tidak berpengaruh signifikan terhadap opini audit going concern.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Penelitian ini merupakan studi yang menganalisis tentang faktor keuangan dan non keuangan terhadap opini going concern. Dalam penelitian ini terdapat 1 variabel dependen yaitu opini audit going concern dan 4 variabel independen yaitu terdiri dari 1 variabel non keuangan (Opini Audit) dan 3 variabel keuangan ( Likuiditas, Profitabilitas dan Solvabilitas). Berdasarkan hasil uji analisis data serta pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan yaitu :
1. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial bahwa Likuiditas (CR), Profitabilitas (ROA) Solvabilitas (DAR dan Kualitas Aodit (KA) masing-masing adalah 0.122, 0,43 0,476 dan 0,147 yang mana lebih besar dari 0,05 sehingga pengaruh parsial dari variabel tersebut tidak signifikan terhadap opini audit going concern.
2. Berdasarkan hasil pengujian pengaruh simultan dengan uji Omnibus Tests of Model Coefficients, diketahui pengaruh simultan seluruh variabel
terhadap penerimaan opini audit going concern signifikan dengan nilai probabilitas (Sig.) 0,016 yakni lebih kecil dari 0,05.
5.2 Keterbatasan Penelitian
1. Penelitian ini hanya menggunakan empat variabel independen, yaitu variabel keuangan (Current Ratio, Return on Asset dan Debt to Equity Ratio) dan variabel non keuangan (kualitas audit).
2. Periode penelitian hanya tiga tahun yaitu 2011 sampai 2013, sehingga belum bisa melihat kecendrungan trend penerbitan opini audit going concern oleh auditor dalam jangka panjang.
5.3 Saran
Dari keterbatasan-keterbatasan penelitian ini, maka penelitian selanjutnya disarankan untuk:
1. Menggunakan variabel independen lain seperti rasio aktivitas, dan rasio keuangan lainnya sehingga hasil penelitian terus berkembang dan mampu memprediksi opini audit going concern lebih akurat dan lebih tepat.
2. Jumlah tahun pengamatan lebih diperpanjang (Lebih dari 3 tahun).
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Halim dan Bambang Supomo. 2005. Akuntansi Manajemen. Edisi Pertama.
Yogyakarta: BPFE.
Aulia Puspita . 2012. “Analisis Break Event Point terhadap perencanaan Laba PR Kreatifa Hasta Mandiri Yogyakarta”. Skripsi. UNY : Yogyakarta
Adi Saputro dan Gunawan. 2003. Anggaran Perusahaan. Yogyakarta: BPFE Bambang Riyanto. 2001. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta:
BPFE.
Brigham, Eugene F. and Joel F. Houston, 2001. Fundamentals of Financial Management, Ninth Edition, Horcourt College, United States of America Carter, William. K dan Milton F. Usry. 2006. Akuntansi Biaya. Edisi Ketigabelas.
Buku Satu. Jakarta: Salemba Empat.
Eri Oktavianti W. 2007. “Analisis Cost, Volume, Profit sebagai Alat Perencanaan Laba pada Perusahaan Tempe Murni Pedro di Yogyakarta.” Skripsi.
UNY: Yogyakarta
Garrison, Ray. H dan Eric W. Noreen. 2006. Akuntansi Manajerial. Edisi Kesebelas. Buku Satu. Jakarta: Salemba Empat.
Hansen, Don. R dan Maryanne M. Mowen. 2006. Akuntansi Biaya. Edisi Ketujuh.
Jilid 2. Jakarta: Salemba Empat.
Kuswadi. 2005. Meningkatkan Laba Melalui Pendekatan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Biaya, PT Elex Computindo, Jakarta
Mulyadi. 2007. Akuntansi Biaya. Edisi Kelima. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
S. Munawir,2007,Analisa Laporan Keuangan. Liberty, Yogyakarta.
Shim, Jae K. 2001. Budgeting Pedoman Lengkap Langkah-langkah Penganggaran. Jakarta: Erlangga.
Tati Uswatun K. 2007. “Analisis Break Even Untuk Merencanakan Labapada PT.
Tambi Wonosobo”. Skripsi. UNY: Yogyakarta
Lampiran 1
Perusahaan yang Menjadi Sampel Penelitian
No Nama Emiten Kode Kriteria sampel
1 2 3
1 Astra Internasional Tbk ASII √ √ √ 1
2 Astra Otoparts Tbk AUTO √ √ √ 2
3 Indo Kordsa Tbk BRAM √ √ √ 3
4 Gajah Tunggal Tbk GJTL √ √ √ 4
5 Indomobil Sukses
International Tbk IMAS
√ √ √ 5
6 Indospring Tbk INDS √ √ √ 6
7 Multi Prima Sejahtera Tbk LPIN √ √ √ 7
8 Multistrada Arah Sarana Tbk MASA √ √ √ 8
9 Nipress Tbk NIPS √ √ √ 9
10 Prima Alloy Steel Tbk PRAS √ √ √ 10
11 Selamat Sempurna Tbk SMSM √ √ √ 11
12 Goodyear Indonesia Tbk GDYR √ X X
Lampiran 2 Likuiditas
Kode Perusahaan
Tahun
2011 2012 2013
ASII 136.4 139.91 124.2
AUTO 135.48 116.49 188.99
BRAM 278.88 212.76 165.55
GJTL 174.93 171.99 259.72
IMAS 136.78 123.23 110.48
INDS 240.4 233.39 419.89
LPIN 293.56 290.31 320.91
MASA 48.18 139.33 145.59
NIPS 108.35 110.34 114.39
PRAS 113.78 111.32 100.89
SMSM 271.58 194.42 225.25
Profitabilitas
kualitas Audit