• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skema 3.1 Kerangka Penelitian

8 Lama menjalani hemodialisa

5.2.2 Kualitas hidup Pasien di Unit Hemodialisis RSUP Haji Adam Malik

Medan

Menurut Brunner & Suddarth (2002), pasien yang menjalani terapi hemodialisa dihadapkan dengan berbagai masalah sehingga mempengaruhi kualitas hidup pasien. Hal ini akan menyebabkan ketidakpuasaan mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari seperti waktu mereka masih sehat. Menurut Smeltzer dan Bare, (2001) pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa dihadapkan kepada berbagai masalah finansial, kesulitan dalam

mempertahankan pekerjaan, depresi, dan ketakutan terhadap kematian. Hal ini akan menyebabkan ketidakpuasan mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Hasil analisa data kualitas hidup pada pasien hemodialisa di unit hemodialisis RSUP Haji Adam Malik Medan terhadap 60 orang responden, didapat bahwa 86,7% (52 orang) kualitas hidupnya pada kategori tinggi dan 13,3% (8 orang) kualitas hidupnya dalam kategori sedang. Hasil penelitian Ibrahim (2009) yang mengatakan sebagian besar pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa mempersepsikan kualitas hidupnya rendah tetapi hal ini dipertegas lagi yakni terdapat perbedaan yang bermakna pada kualitas hidup pasien menurut masalah kesehatan lain yang menyertai serta gaya hidup yang optimal, status kesehatan pasien atau meminimalisir masalah kesehatan lain yang menyertai, merupakan kunci penting dalam menumbuhkan persepsi positif terhadap kualitas hidup. Hasil penelitian tersebut dikuatkan oleh teori Smeltzer & Bare (2001) mengenai Gaya hidup terencana yang berhubungan dengan terapi dialisa dan pembatasan asupan makanan serta cairan sering menghilangkan semangat hidup pasien dan keluarganya sehingga akan mempengaruhi kualitas hidup pasien.

Berdasarkan hasil penelitian kualitas hidup pasien yang menjalani terapi hemodilisa di RSUP Haji Adam Malik Medan pada komponen kesehatan dapat dilihat dari komponen kesehatan fisik dalam kategori tinggi 91,7% (55 orang), kesehatan psikologis kategori tinggi 50% (30 orang), dan kesehatan spiritual sudah dalam kategori tinggi 95% (57 orang).

Hasil penelitian pada komponen kesehatan fisik terdapat 91,7% dalam kategori tinggi dan 8,3% dalam kategori sedang. Hasil penelitian Ibrahim (2009) kesehatan fisik dipengaruhi oleh penyakit yang dialami pasien akan mempengaruhi kualitas hidup pasien, dimana ada perbedaan yang bermakna pada kualitas hidup pasien dengan masalah kesehatan yang dialaminya.

Hasil penelitian kualitas hidup pasien yang menjalani terapi hemodialisa di RSUP Haji Adam Malik Medan dilihat dari komponen kesehatan psikologis dari 60 responden didapat 50% kesehatan psikologis tinggi, 46,7% kesehatan psikologis sedang dan 3,3% kesehatan psikologis rendah. Smeltzer dan Bare, (2001) pasien yang menjalani terapi hemodialisa merasa khawatir dengan kondisi sakitnya dan menghadapi masalah finansial, serta kesulitan dalam mempertahankan pekerjaan. Teori lain mengatakan bahwa kecemasan dan kegagalan yang terjadi disebabkan oleh adanya ancaman terhadap perubahan pada status kesehatan, sosial, ekonomi, fungsi peran dan hubungan dengan orang lain. (Doengoes, Moorhouse 2000). Hasil penelitian Wijaya (2005) juga mengatakan ada hubungan depresi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian peneliti dimana sebesar 58,3% pasien kadang-kadang mengalami depresi atau cemas.

Pasien yang mengalami stres, akan mencari dukungan dari keyakinan agamanya. Hasil penelitian ini dilihat dari komponen kesehatan spiritual sudah dalam kategori tinggi 95% dan kategori sedang hanya 5%. Dukungan dari keyakinan agamanya sangat diperlukan untuk menerima keadaan sakit yang

dialami karena proses penyembuhan yang lama dan hasil yang belum pasti. Hal ini juga dapat dilihat dari hasil kuesioner didapat 98,3% pasien beranggapan bahwa penyakit yang dideritanya adalah kehendak Tuhannya dan berserah kepada Tuhannya.

Stres yang timbul akibat pelaksanaan terapi hemodialisa juga dapat diminimalkan dengan adanya interaksi dengan lingkungan baik lingkungan kerja, kondisi di rumah maupun dengan lingkungan tempat tinggal. Menurut Rachmani (2008) menyatakan bahwa dengan berkumpul bersama orang seusia, diharapkan satu sama lain bisa menyemangati. Mereka bisa mencurahkan mengenai kondisi fisik atau masalah lainnya dengan teman satu komunitasnya. Aktivitas itu mungkin bisa meringankan beban pikiran orang tersebut. Berdasarkan hasil penelitian kualitas hidup pasien yang menjalani terapi hemodilisa di RSUP Haji Adam Malik Medan pada komponen kepemilikan sudah tergolong kategori tinggi yaitu sebanyak 96,7% dan kategori sedang 3,3%. Hasil penelitian yang dilihat dari hasil kuesioner didapat 96,7% pasien merasa diperhatikan oleh keluarga dan teman-teman. Hal ini menunjukkan kepemilikan secara sosial dari orang terdekat pasien menunjukkan hubungan individu dengan lingkungannya baik dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Berdasarkan hasil penelitian kualitas hidup pasien yang menjalani terapi hemodilisa di RSUP Haji Adam Malik Medan pada komponen harapan tergolong dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 60%, kategori sedang 31,7% dan kategori rendah 8,3%. Komponen harapan yang dimiliki pasien hemodialisa ini dapat dilihat dari hasil kuesioner yang diperoleh sebesar 46,7% pasien tidak merasa

gagal dalam menjalani hidup. Dukungan yang dimiliki pasien hemodialisa berasal dari dukungan sosial baik dari keluarga maupun tim kesehatan yang dapat mempengaruhi kualitas hidupnya.

5.2.3 Hubungan Kepatuhan Hemodialisa dengan Kualitas Hidup Pasien di

Unit Hemodialisis RSUP Haji Adam Malik Medan.

Hasil penelitian kepatuhan hemodialisa dengan kualitas hidup pasien yang menjalani terapi hemodialisa berhubungan secara positif dengan interpretasi nilai kekuatan hubungan sedang (r=0,404). Hasil analisa data memiliki nilai signifikan antara kedua variabel yaitu (p=0,001), dimana terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan hemodialisa dengan kualitas hidup pasien di unit hemodialisis RSUP Haji Adam Malik Medan. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesa penelitian ini diterima.

Menurut Smeltzer & Bare (2001) kepatuhan pasien CKD merupakan aspek yang sangat penting untuk kesuksesan terapi. Ketidakpatuhan memberikan dampak negatif yang luar biasa bagi pasien, seperti dapat mengalami banyak komplikasi penyakit yang mengganggu kualitas hidupnya, gangguan-gangguan secara fisik, psikis maupun sosial, fatique atau kelelahan yang luar biasa sehingga menimbulkan frustasi sehingga gaya hidup terencana yang berhubungan dengan terapi dialisa dan pembatasan asupan makanan serta cairan sering menghilangkan semangat hidup pasien dan keluarganya. Hal ini juga akan mempengaruhi kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa.

Teori tersebut juga didukung oleh penelitian Kim (2010), dimana kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisis dapat mempengaruhi

kualitas hidup, ketidakpatuhan dapat menyebabkan kegagalan terapi sehingga menurunkan kualitas hidup pasien, meningkatkan angka mortalitas dan morbiditas sehingga kepatuhan pasien merupakan aspek yang sangat penting untuk kesuksesan terapi. Untuk mengelola keberhasilan penyakit kronis, individu harus bertanggung jawab dalam banyak aspek pengobatan mereka sendiri secara teratur dan jangka panjang. Sehingga untuk mewujudkan kepatuhan, pasien perlu menggabungkan perubahan gaya hidup dan perubahan perilaku lainnya menjadi rutinitas mereka sehari-hari.

penelitian yang dilakukan oleh peneliti.

6.1 Kesimpulan

1. Kepatuhan hemodialisa pasien pada penelitian ini menunjukkan mayoritas memiliki kepatuhan hemodialisa yang patuh sebanyak 53 orang (88,3%) sedangkan pasien yang tidak patuh 7 orang (11,7%).

2. Kualitas hidup pasien mayoritas memiliki kualitas hidup yang tinggi sebanyak 52 orang (86,7%), sedangkan yang memiliki kualitas hidup yang sedang 8 orang (13,3%).

3. Terdapat hubungan yang positif antara kepatuhan hemodialisa dengan kualitas hidup pasien di unit hemodialisis RSUP Haji Adam Malik Medan dimana kekuatan hubungannya sedang yaitu (r) 0,404 dengan tingkat signifikan (p) 0,001 (<0,05).

6.2 Saran

Dokumen terkait