III. MATERI DAN METODE
3.6. Status Konservasi Menurut IUCN
4.1.5. Kualitas Perairan
Keseluruhan data kualitas perairan diukur secara in situ pada setiap stasiun, pengukuran kualitas perairan meliputi suhu, salinitas, kecerahan, derajat keasaman dan kecepatan arus. Hasil kualitas perairan ditampilkan pada Tabel 9.
Tabel 9. Data Kualitas Perairan di setiap Stasiun Penelitian
No. Lokasi pendataan Kecepatan arus (m/detik) Salinitas (‰) Kecerahan (meter) Suhu (oC) PH 1 Zona inti 0.15 33 5 29 8 2 Zona pemanfaatan bahari 0.09 33.3 5.30 29 8 3 Zona penangkapan tradisional 0.12 33.3 5.20 29 8 4.2. Pembahasan
4.2.1. Komposisi Ikan Karang
Ikan karang yang tercatat di perairan Pulau Kumbang dari 3 titik pengamatan terdapat 9.384 individu yang termasuk dalam 52 spesies ikan karang
yang berasal dari 13 famili. Komposisi spesies ikan yang banyak ditemukan adalah dari Famili Pomacenthridae, Caesionidae, dan Scaridae. Ikan yang ditemukan pada saat pengamatan adalah ikan diurnal atau ikan yang aktif pada siang hari. Berdasarkan fungsi pemanfaatan dan aspek ekologi, ikan karang dapat dikelompokkan menjadi tiga yakni ikan target, ikan indikator, dan ikan kelompok lain-lain (major groups) (Adrim et al., 2012).
Ikan target yang ditemukan di Perairan Pulau Kumbang adalah Famili Scaridae, Caesionidae, Serranidae, Lutjanidae, Acanthuridae dan Siganidae. Ikan dari Famili Scaridae yang dicatat pada lokasi penelitan adalah Chlorurus bleekeri, Chlororus sordidus, Scarus dimidiatus, Scarus frenatus. Genus Chlorurus dalam trofik makanan merupakan ikan herbivora dengan tipe excavator yaitu menghilangkan substrat oleh gigitannya dan memainkan kunci dalam bioerosi sedangkan genus Scarus merupakan tipe scraper yaitu membuang alga, sedimen, dan bahan lainnya dengan memotong substrat dengan cermat (Wibowo et al., 2016). Ikan herbivora dapat berperan sebagai bioindikator kesehatan terumbu karang karena kelompok ikan ini mengontrol pertumbuhan turf algae, makroalga yang menghambat perekrutan karang baru dan pertumbuhan karang dengan menyediakan substrat terbuka sebagai tempat melekat individu/koloni karang muda. Ikan dari Famili Caesionidae (fusiliers) yang ditemukan saat penelitian adalah spesies Caesio cuning. Caesio cuning ditemukan pada tepi atas lereng yang curam dan di sekitar patch reefs. Ikan ini berwarna keperakan dan memiliki forked tail berwarna kuning. Ikan Caesio cuning berenang berkelompok dalam jumlah yang banyak, menurut Allen et al (2003) ikan ini membentuk agregasi besar.
adalah Famili Serranidae, Lutjanidae, Acanthuridae dan Siganidae. Spesies dan jumlah ikan dari Famili ini ditemukan sedikit di perairan. Menurut tingkatan trofik, Famili Serranidae dan Lutjanidae merupakan ikan karnivora atau predator. Peranan kelompok ikan ini yaitu untuk menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengontrol kelompok ikan lain yang status trofiknya lebih rendah (Obura dan Grimsditch, 2009). Status trofik Famili Lutjanidae adalah Scavenger yaitu berperan sebagai predator level dua yang memakan ikan-ikan kecil, invertebrate dan biota-biota yang sudah mati. Famili Acanthuridae dan Siganidae merupakan Famili ikan yang memakan alga di ekosistem terumbu karang. Famili Acanthuridae yang dicatat adalah spesies Ctenochaetus striatus dan Famili Siganidae yang ditemukan adalah spesies Siganus virgatus. Menurut Wibowo et al (2016), Famili Acanthuridae menyingkirkan alga epilitik pada substrat karang tetapi tidak mengikis permukaan karang tersebut sehingga mencegah pertumbuhan berlebihan alga.
Kelompok ikan indikator adalah ikan yang hidupnya berasosiasi sangat erat dengan terumbu karang, seperti ikan kepe-kepe dari Famili Chaetodontidae. Famili Chaetodontidae yang ditemukan di Pulau Kumbang adalah Chaetodon octofasciatus, Chaetodon lunulatus, Chaetodon triangulum, Chelmon rostratus, Coradion chrysozonus dan Heniochus varius. Ikan Famili Chaetodontidae biasanya ditemukan dalam berpasangan. Ikan jenis Chaetodon lunulatus yang ditemukan di lokasi pengamatan merupakan ikan yang hanya memakan polip karang (obligate coral feeder). Kelimpahan ikan Chaetodontidae dapat memberikan gambaran mengenai kesehatan terumbu karang di lokasi tersebut. Chaetodontidae merupakan
pemakan polip karang, invertebrata bentik kecil, telur ikan, alga dan zooplankton sehingga distribusi, kelimpahan dan keanekaragaman jenis dari kelompok ikan ini merupakan bioindikator terhadap kesehatan ekosistem terumbu karang (Rondonuwu et al.,2017). Perbedaan jumlah individu Famili Chaetodontidae dipengaruhi oleh kondisi terumbu karang pada setiap lokasi pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan, jumlah individu dari Famili Chaetodontidae paling tinggi ditemukan pada zona inti, seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Mujiyanto dan Syam (2014) Pulau Kumbang bagian selatan memiliki kelimpahan ikan Chaetodontidae yang tinggi.
Kelompok ikan mayor yang ditemukan di perairan pulau Kumbang adalah Famili Pomacenthridae, Labridae, Pomacanthidae, Apogonidae, Synodontidae. Famili Pomacenthridae menjadi ikan yang paling banyak ditemukan di semua stasiun dengan total jumlah 5.506 individu. Tingginya kelimpahan dari Famili Pomacentridae disebabkan karena karakteristik jenis ikan-ikan tertentu dalam Famili ini memiliki sifat suka bergerombol sehingga setiap kali ditemukan biasanya dalam jumlah yang sangat banyak (Utomo, 2013). Hal ini terbukti ketika dilakukan sensus visual di setiap stasiun pengamatan, ikan-ikan dari Famili ini dijumpai dalam bentuk kelompok dan jumlah yang banyak. Famili Pomacentridae mempunyai kelimpahan terbesar karena Famili tersebut adalah ikan hias yang dilarang untuk ditangkap di Taman Nasional Karimunjawa, sehingga kelimpahannya terjaga dengan baik (Yuliana et al., 2017). Famili Pomacenthridae pada umumnya memiliki satu tempat tinggal tertentu dan jarang berenang jauh dari tempat berlindung dan sumber makanannya sehingga ikan tersebut sangat ketat dalam menjaga teritorialnya. Famili Pomacenthridae banyak ditemukan di karang
makanan yang luas seperti zoobenthos, algae, perifiton, zooplankton dan ikan kecil (Sorokin, 1993).
Ikan mayor lainnya yaitu Famili Labridae yang ditemukan pada semua stasiun adalah Cheilinus fasciatus, Halichoeres melanurus, Hemigymnus melapterus, Labroides dimidiatus dan Thalassoma lunare. Famili Labridae menurut deskripsi Randal et al. (1990), merupakan ikan ekonomis penting, memiliki bentuk, ukuran dan warna yang sangat berbeda. Kebanyakan spesies penggali pasir, karnivora bagi invertebrata dasar; sebagian juga merupakan pemakan plankton dan beberapa spesies kecil memindahkan ektoparasit dari ikan-ikan lain yang lebih besar. Cheilinus fasciatus ditemukan di daerah yang memiliki cukup banyak patahan karang seperti di stasiun zona tradisional perikanan, hal ini di dukung oleh Maduppa (2013), bahwa Cheilinus fasciatus hidup di daerah terumbu karang dengan dasar pasir dan patahan karang.
Ikan mayor yang jumlahnya sedikit ditemukan di Pulau Kumbang adalah Famili Pomacanthidae, Apogonidae, Synodontidae. Famili Pomacanthidae yang dicatat pada saat penelitian adalah spesies Chaetodontoplus mesoleucus dan Pygoplites diacanthus. Famili Pomacanthidae ditemukan berpasangan di kedalaman 10 meter. Menurut Setiawan (2010), ikan Chaetodontoplus mesoleucus dan Pygoplites diacanthus memangsa zoobenthos dan ditemukan pada daerah terumbu karang yang sehat. Famili Apogontidae yang ditemukan adalah spesies Apogon compressus. Apogon compressus saat siang hari berdiam diri dalam kelompok di antara karang bercabang dan aktif saat malam hari (ikan nocturnal) untuk mencari makanannya yaitu plankton. Ikan dari Famili Synodontidae yang
ditemukan hanya spesies Synodus variegatus. Synodus variegatus memangsa ikan lainnya yang lebih kecil dan biasa ditemukan di atas karang masif dan daerah berpasir.
4.2.2. Indeks Keanekaragaman, Dominansi, Keseragaman dan Kekayaan