HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Kualitas Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia adalah salah satu faktor penting ada didesa dan dikembangan. Pemberdayaan SDM dengan meningkatkan kualitas intelektual dan keahlian sangatlah mendukung untuk melaksanakan pemerataan pembangunan desa dan membantu upaya pengembangan untuk kemajuan desa.
Strategi sangatlah perlu dibangun untuk meningkatkan kualitas SDM pedesaan adalah dengan memberdayakan masyarakat desa. Pemberdayaan yang dilakukan dengan memotivasi individu untuk meningkatkan kemampuannya dan menetukan jalan hidupnya. Pemberdayaan ditujukan kepada warga desa dengan cara membangun mental dan spiritualnya agar memiliki kepercayaan yang tinggi.
Pemberdayaan pembangunan SDM yang dilaksanakan juga mampu untuk merawat insfrastruktur yang telah dibangun dengan memanfaatkan Dana Desa serta bisa mendorong meningkatkan perekonomian desa. Pengembangan pemberdayaan SDM bisa dilakukan dengan inovasi desa, seperti dibidang pendidikan, kesehatan dan memberikan pelatihan-pelatihan.
Dengan indikator kualitas SDM dari penjelasan diatas peneliti mewawancara Bapak Yohanis S.P selaku Kasi. Pembangunan Kawasan Pedesaan Dinas PMD Kampar melalui wawancara peneliti pada hari Selasa tanggal 21 Mei
2019 pukul 09.30 WIB di Kantor Dinas Pemeberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kampar. Untuk menanyakan upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam pemberdayaan SDM desa dalam kawasan yang berstatus sangat tertinggal. Dalam hal ini Bapak Yohanis mengatakan :
“Kami berikan berupa bentuk pelatihan pemanfaatan tenologi kepada masyarakat dan aparatur desa, berupa pelatihan Drone, itu kami lakukan dengan bekerjasama dengan pemerintah desa yang ada dalam kawasan, dan tahun 2019 ini kita juga akan membentuk pelatihan perbengkelan untuk mesin sampan”
Selanjutnya Peneliti memewancara Bang Suherman dikediamannya Desa Gajah Bertalut ia salah satu masyarakat Desa Gajah Bertalut dan juga sebagai Staf Desa bidang Admin Kantor Desa. Pada hari Senin tanggal 17 Juni 2019 pukul 13.18 WIB. Suherman juga adalah salah satu peserta yang mengikuti pelatihan tersebut. Dan peneliti menanyakan pelatihan apa saja yang telah diberikan oleh pemerintah desa bersama pemerintah daerah upaya untuk menigkatkan kualiatas Sumber Daya Manusia di desa, Suherman mengatakan :
“kemaren ada pelatihan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, itu pelatihan Droune, pelatihannya kemarin di Hotel Baru Bangkinang, selama 3 hari, saya salah satu yang ikut pelatihan itu, ada juga pelatihan Stanting, dilaksakan dikecamatan untuk anak-anak yang kurang gizi, itu dari pihak kesehatan, tahun 2019 ini akan direncanakan dibentuk pelatihan Bengkel Robin untuk mesin sampan, pelatihan ini sudah kita bicarakan bersama kepala desa, kepala desa sudah ajukan proposal dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah”
Dan perkembangan pelatiahan yang telah dikutinya, suherman mengatakan :
“kami sulit mau mengembagkan pelatihan Droune ini di daerah kami, alat-alat yang dibutuhkan itu mahal, kami tak bisa membelinya, butuh biaya yang banyak untuk bisa mengembangkan pelatihan-pelatihan Droune gitu”
Beberapa program-program yang telah dilakukan oleh pemerintah desa, hal ini suherman mengatakan :
“dari desa ada kegiatan rutinitas magrib mengaji untuk anak-anak didesa, kegiatan ini yang masih berjalan dan berkelanjutan sampai saat ini”
Kemudian peneliti mewanwancara masyarakat setempat yaitu Bapak Sahrial yang bekerja sehari-harinya sebagai Wiraswasta dikediamannya Desa Gajah Bertalut pada hari Senin tanggal 17 Juni 2019 16.30 WIB.
Menanyakan bagaimana tingkat SDM desa dan bentuk pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah desa dan juga pmerintah daerah telah dilaksanakan akan dirasakan oleh masyarakat desa. Bapak Sahril mengatakan :
“untuk pengembangan SDM disini saya nilai sangat lemah, tidak ada perhatian pemerintah secara khusus untuk melihat pendidikan disini, jam ngajar sekolah sini yang tidak disiplin banyak tenaga pengajar tamatan sekolah SMA, dan kepala sekolah jarang masuk, karna diakan orang gema, bagaimana mau baik SDM disini kalo sistem pengajar seperti itu, pengembangan SDM di pendidikan itukan penting, kami beharap pemerintah betul-betul melihat kondisi pendidikan disini, lihatlah bangunan sekolah kami yang tidak berpagar, kambing-kambing masuk keruangan kelas dan membuang kotoran dalam kelas, sebagian dari ruangan kelas sekolah tidak mempunyai pintu”
Ada bentuk harapan dari masyarakat dengan melihat kondisi SDM yang masih cukup lemah dan untuk dapat perhatian khusus dari pemerintah, wawancara
penliti dengan Bapak Sahril ia mengatakan :
“kami beharap pemerintah bisa meningkatkan pendidikan didaerah kami, dari bangunan sekolah, guru pengajar, pasilitas, banyak anak-anak sini berhenti sekolah yang seharusnya bersekolah, kami mau menyekolahkan anak-anak keluar sana tapi butuh biaya yang tinggi, sedangkan ekonomi kami disini lemah, mata pencarian masyarkat sini hanya karet, apalagi harga karet lagi murah”
Kemudian peneliti juga mewawancara ketua Pemuda Desa Gajah Bertalut Bang Natrol Amin ia seorang pekerja petani karet di Desa Gajah Bertalut, pada hari Senin Tanggal 17 Juni pukul 19.58 WIB. Dengan menanyakan hal yang sama bagaimana tikat SDM desa dan bentuk upaya pemerintah desa serta pemerintah daerah dalam pengembangan SDM di desa. Bang Natrol mengatakan :
“SDM daerah sini masih lemah, daerah kami belum ada MDA dan taman bermain anak-anak disini, anak-anak disini banyak jenuh dan tempat bermain mereka hanya kesungai, saya berharap MDA itu ada karna sangat membutuhkan untuk anak-anak disini, kalo bisa taman bermain anak-anak juga disediakan”
Dan peneliti juga mewawancara bersama Ibuk Saryanti masyarakat Desa Gajah Bertalut yang kerja sebagai Ibu Rumah Tangga dikediamannya pada hari Senin tanggal 17 Juni 2019 pukul 10.15 WIB. Menanyakan bentuk program apa saja yang telah dilakukan oleh pemrintah desa yang telah dirasakan oleh masyarakat desa setemapat, dan ibuk Saryanti mengatakan :
“program stanting itu saja yang kami rasakan berjalan, untuk anak-anak sini, diberikan obat untuk gizi anak-anak. program itu satu kali dalam sebulan, dan magrib anak-anak sini juga mengaji”
Bedasarkan wawancara diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Sumber Daya Manusia didesa gajah betalut masih dibilang lemah, dari hasil wawancara beberapa masyarakat mengeluhkan lemahnya pengembangan SDM di desa khusus pada pendidikan, dan pelatihan-pelatihan dilakukan tidak memberikan dampak yang senifikan terhadap kualitas intelektual kepada
masyarakat. Pelatihan-pelatihan dilakukan tidak berkembang di wilayah pedesaan hanya dapat secara individu namun tidak disebarluaskan kepada masyarakat.
Pengembangan SDM di wilayah pedesaan merupakan sebuah hal penting untuk dipemberdayakan dan disesuikan dengan kondisi suatu masyarakat desa.
Pengembangan SDM masyarakat desa harus dilakukan secara terus menerus dengan bebagai pelatihan dan juga program desa. Dan mampu melahirkan kualitas SDM masayarkat desa yang mendorong pada perekonomian dan pembangunan desa.