Tanggal Pembuatan: 11 November 2020 Tanggal Rilis: 17 November 2020
Tautan: https://www.side.id/dn/cara-menjaga-kualitas-udara
Penyedia data polusi udara yang berbasis di Swiss, yaitu IQAir AirVisual telah merilis laporan kualitas udara di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Berdasarkan laporan tersebut, Tangsel menjadi salah satu Kota dengan
kualitas udara yang cukup buruk. Namun, masih berbeda jauh dengan Kota Jakarta yang kualitas udaranya sangat buruk.
Selama 2019 lalu, Tangerang Selatan masuk ke kategori 'Tidak Sehat' dengan tingkat PM2.5 81,3 mikrogram/m3. Saat ini, tingkat polusi udara di Tangsel berstatus 'Sedang' dengan tingkat PM2.5 28,2 mikrogram/m3. Laporan tersebut berfokus pada konsentrasi PM2.5, karena polutan udara yang luas dinilai sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. PM2.5 sendiri merupakan partikel udara yang ukurannya bisa mencapai 2,5 mikron. Artinya, ukuran tersebut memungkinkan partikel masuk ke aliran darah lewat sistem pernapasan dan menyebar ke tubuh.
Partikel yang masuk ke aliran darah dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan, seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan asma. Seperti yang diketahui, banyak kota yang terkena dampak dari kebakaran hutan, pembangunan infrastruktur hingga imbas dari penggunaan energi berbasis batubara.
Lalu, bagaimana cara menjaga kualitas udara agar tetap aman untuk kesehatan tubuh? Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan: Tips Menjaga Kualitas dan Kelestarian Udara
Apakah kamu menyadari, bahwa kondisi udara yang dihirup selalu berubah? Dalam beberapa tahun terakhir, kualitas udara di beberapa Kota mengalami perubahan yang cukup signifikan. Apalagi, pandemi COVID-19 di Indonesia masih belum menemukan titik terang.
1. Kurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi
Cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kualitas udara adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Jadi, kamu bisa menggunakan transportasi publik untuk bepergian. Dengan menggunakan transportasi publik, kamu juga ikut mengurangi kemacetan di kota-kota besar.
2. Menanam Tanaman di Rumah
Menanam tanaman di rumah juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi polusi udara. Hal itu dikarenakan tanaman dapat menyaring udara kotor dan menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Selain itu, tanaman juga bisa membuat kualitas udara menjadi lebih nyaman dan sejuk. Jenis tanaman yang bisa kamu pilih adalah palem bambu, pakis, sirih gading, hebras, atau lili paris. Jika gerakan ini dilakukan oleh banyak orang, maka akan membawa dampak yang sangat baik untuk lingkungan.
3. Menjaga dan Merawat Kendaraan
Jika kamu tidak menjaga dan merawat kendaraan, maka akan menghasilkan gas buang yang sangat kotor. Misalnya, knalpot kendaraan mengeluarkan banyak asap, berarti kendaraan kamu kondisinya tidak sehat dan harus diperbaiki.
Pastikan kamu tidak membiarkan kendaraanmu rusak begitu saja. Sebab, gas yang dihasilkan adalah karbon monoksida yang dapat mengganggu kesehatan, seperti pusing, mual hingga pingsan. Sebaiknya, cek emisi kendaraan agar tidak membahayakan banyak orang.
4. Jangan Membakar Sampah
Saat kamu membakar sampah, nantinya ada gas karbon dioksida yang dihasilkan. Selain mencemari udara, gas tersebut dapat meningkatkan pemanasan global. Selain itu, pembakaran sampah juga menghasilkan gas klorin yang dapat merusak atmosfer bumi.
5. Menghemat Energi
Menghemat energi juga menjadi solusi untuk mengurangi polusi udara. Seperti yang diketahui, Indonesia masih menggunakan batubara sebagai penghasil bahan bakar pembangkit listrik. Jika sudah selesai menggunakan peralatan elektronik, sebaiknya cabut saklar listriknya.
Jangan lupa juga untuk mematikan lampu jika masih terang atau setelah digunakan. Dengan menghemat energi, kamu sudah ikut membantu mengurangi polusi udara!
Supaya kualitas udara di tempat tinggalmu lebih baik, maka harus ikut mencegahnya dengan beberapa cara di atas. Kamu harus turut berperan dalam untuk menjaga serta mengurangi jumlah polusi udara yang semakin meningkat. Kalau bukan kita, siapa lagi? (Nathasya)
30. 5 Tips Menghadapi Persaingan Bisnis yang Semakin Ketat
Tanggal Pembuatan: 18 November 2020 Tanggal Rilis: 18 November 2020
Tautan: https://www.side.id/dn/menghadapi-persaingan-bisnis-yang-semakin-ketat
Setiap bisnis tentunya memiliki risiko tersendiri, salah satunya adalah persaingan dengan kompetitor. Pastinya, brand bisnis yang kamu miliki harus memiliki ciri khas atau engagement yang tinggi terhadap masyarakat. Maka dari itu, kamu harus mengetahui persaingan bisnis yang semakin ketat.
Meski terbilang sulit, bukan berarti kamu tidak bisa melakukannya. Saat ini, ada banyak bisnis atau perusahaan yang berhasil memecahkan permasalahan tersebut. Namun, mereka harus mengalami kerugian yang cukup besar sebelum diterima oleh khalayak luas.
Supaya brand bisnismu mudah diingat oleh banyak orang, maka kamu harus mengetahui cara menghadapi persaingan bisnis di era globalisasi!
Cara Menghadapi Persaingan Bisnis Online
Seperti yang diketahui, bisnis online telah menjamur di Indonesia. Hal itu dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Saat ini, sebagian besar orang lebih senang berbelanja secara online dibanding berkunjung langsung ke toko fisik. Berikut ini adalah cara menghadapi persaingan bisnis yang bisa kamu lakukan:
1. Menentukan Target Pasar
Bisnis online tidak akan bisa bertahan lama jika perencanaannya kurang matang. Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah melakukan riset dan menentukan target bisnisnya. Kamu juga bisa melakukan riset ini terhadap konsumen hingga kompetitor.
Riset terhadap konsumen sangat penting dilakukan, karena kamu dapat mengetahui perilaku, jenis bisnis yang dibutuhkan, dan jumlah peminatnya. Bagi kamu yang masih pemula, maka bisa melakukan survei online. Selain itu, kamu dapat menawarkan produk secara langsung kepada konsumen sekaligus meminta pendapatnya.
Demi menghadapi persaingan bisnis online, kamu juga harus melakukan riset terhadap kompetitor. Dengan begitu, kamu akan menemukan tantangan di bisnis online yang sedang dijalani. Lalu, manfaatkan berbagai data di internet untuk memperoleh informasi mengenai kompetitor terkait.
2. Produk yang Dijual Memiliki Keunikan
Menyikapi persaingan bisnis juga bisa dilakukan melalui produk dan layanan yang berbeda. Pastikan kamu memperhatikan hal yang belum pernah ditawarkan oleh kompetitor. Jadi, produk dan layanan tersebut bisa dijadikan sebagai komoditas utama dalam bisnismu.
Jika produk bisnismu sudah banyak dijual di pasaran, maka pastikan ada keunggulan yang bisa ditunjukkan. Misalnya, bahan yang kuat, desain produk cukup unik, dan harganya terjangkau.
3. Melakukan Branding
Brand menjadi salah satu dari banyaknya faktor yang menentukan
perkembangan bisnis di masa mendatang, terutama bidang digital. Dengan adanya branding, para konsumen jadi lebih mengenal bisnis yang sedang kamu jalani.
Jika banyak konsumen yang mengetahui produkmu, maka bisnis kamu akan dijadikan sebagai pilihan utama untuk berbelanja. Hal ini juga bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan yang kamu berikan. Kamu bisa melakukan branding melalui SEO, AdWords hingga media sosial.
4. Membuat Website yang User-friendly
Bagaimana menghadapi persaingan bisnis lainnya? Caranya, kamu bisa membuat website dengan tampilan yang menarik. Hal itu dilakukan agar para konsumen tertarik untuk berkunjung dan membeli produkmu melalui website.
Selain itu, kamu juga bisa menampilkan berbagai foto produk untuk menarik minat konsumen. Jika tidak bisa membuat website sendiri, maka kamu dapat menyewa jasa terpercaya. Pastikan website bisnismu
user-friendly, karena pengguna akan merasa dimudahkan.
5. Berikan Diskon atau Promo
Pemberian diskon atau promo tidak akan membuat bisnismu mengalami kerugian. Keuntungan yang kamu dapatkan mungkin terbilang sedikit, namun hal itu cukup berdampak besar untuk jangka panjang. Nantinya, konsumen akan tertarik dengan produk yang diberikan diskon atau promo. Selain itu, jangan pernah ragu untuk memberikan bonus kepada konsumen agar dapat menjaga dan meningkatkan loyalitasnya.
Menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat memang menjadi tantangan tersendiri. Jika bisa bersaing dengan kompetitor, maka bukan tidak mungkin bisnismu akan semakin berkembang. (Nathasya)