• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Lampiran 1. Kuesioner Penelitian

Kuesioner Penelitian

KESESUAIAN PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN FARMASI DI RUMAH SAKIT BERDASARKAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN

REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1197/MENKES/SK/X/2004 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA I. Data Responden

Petunjuk :

Berilah tanda (x) pada pilihan jawaban yang menunjukkan data diri Anda dan tuliskan jawaban yang sesuai jika pilihan berupa titik-titik.

No. Pertanyaan Jawaban

1. Apakah jabatan Anda saat ini di Rumah Sakit? a. Kepala IFRS b. Sekretaris K/PFT c. Kepala IFRS sekaligus Sekretaris K/PFT d.Apoteker bagian... 2. Berapa lama pengalaman Anda dalam

mengemban jabatan tersebut?

a. <1 tahun b. 1-2 tahun c. 2-3 tahun d. >3 tahun 3. Berapa lama pengalaman Anda bekerja

sebagai Apoteker? a. <1 tahun b. 1-3 tahun c. 3-5 tahun d. >5 tahun Petunjuk :

ƒ Berilah tanda (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan yang dilaksanakan.

ƒ Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit berdasar Kepmenkes Nomor 1197/MENKES/SK/X/2004 disingkat dengan SPFRS

II. Kuesioner tentang Bagian Tujuan Penyelenggaraan Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit

III. Kuesioner tentang Bagian Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit

No Pertanyaan Pendapat

Ya Tidak 1. Apakah SPFRS digunakan sebagai pedoman

penyelenggaraan pelayanan farmasi di Rumah Sakit

2. Apakah SPFRS digunakan untuk memperluas fungsi dan peran apoteker farmasi di rumah sakit

3. Apakah SPFRS digunakan untuk melindungi masyarakat dari pelayanan yang tidak profesional

No Pertanyaan Pendapat

Ya Tidak 4. Apakah pernah dilaksanakan penelitian di

bidang farmasi dan peningkatan metoda sebagai tanggung jawab pelayanan farmasi 5. Apakah telah dilaksanakan Komunikasi,

Informasi, dan Edukasi (KIE) sebagai tanggung jawab pelayanan farmasi

6. Apakah farmasi rumah sakit memproduksi perbekalan farmasi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di rumah sakit 7. Apakah farmasi rumah sakit mendistribusikan

perbekalan farmasi ke unit-unit pelayanan di rumah sakit

8. Apakah apoteker mengkaji instruksi pengobatan/resep pasien

9. Apakah apoteker melakukan penyiapan nutrisi parenteral

No Pertanyaan

Ya Tidak 10. Apakah apoteker melakukan pencatatan dan

pelaporan setiap kegiatan

11. Apakah Instalansi farmasi melakukan penyebarluasan hasil pertemuan yang membahas masalah-masalah dalam peningkatan mutu pelayanan farmasi

12. Apakah tidak harus dilakukan evaluasi terhadap pelayanan farmasi tiap tiga tahun 13. Apakah semua apoteker harus terlibat

langsung dalam perumusan keputusan tentang pelayanan farmasi dan penggunaan obat

14. Apakah Instalasi Farmasi Rumah Sakit dipimpin oleh Apoteker

15. Apakah dalam pelayanan farmasi Apoteker dibantu oleh Tenaga Ahli Madya Farmasi (D- 3), Tenaga Menengah Farmasi (AA), dan tenaga administrasi

16. Apakah jumlah dan kualifikasi staf farmasi disesuaikan dengan masing-masing keadaan rumah sakit

17. Apakah di Farmasi Rumah Sakit tersedia fasilitas pemberian informasi dan edukasi 18. Apakah di Farmasi Rumah Sakit tersedia

fasilitas untuk penyimpanan arsip resep

19. Apakah di Farmasi Rumah Sakit tersedia fasilitas penyimpanan obat yang bersifat adiksi untuk menjamin keamanan setiap staf 20. Apakah setiap prosedur yang tertulis tidak

harus dibuat kepala instalasi, panitia/komite farmasi dan terapi serta apoteker

21. Apakah obat hanya dapat diberikan setelah mendapat pesanan dari dokter dan setelah apoteker menganalisa secara kefarmasian 22. Apakah bahan berkhasiat obat ditulis dengan

nama generic

23. Apakah adanya label obat termasuk dalam kebijakan dan prosedur obat yang tertulis

IV. Kuesioner Bagian Administrasi dan Pengelolaan 24. Apakah cara pembuatan obat yang baik termasuk dalam kebijakan dan prosedur obat yang tertulis

25. Apakah terdapat prosedur tertulis yang harus ditaati bila terjadi kontaminasi terhadap staf 26. Apakah ada sistem yang mendokumentasikan

penggunaan obat yang salah

27. Apakah apoteker melakukan penyusunan program pengembangan staf, seperti : pelatihan atau pendidikan berkelanjutan bagi staf yang membutuhkan

28. Apakah apoteker dilibatkan dalam kegiatan umpan balik dalam pengendalian mutu pelayanan farmasi

No Pertanyaan Pendapat

Ya Tidak 29. Apakah Panitia Farmasi dan Terapi di Rumah

Sakit sekurang-kurangnya terdiri dari 3(tiga) Dokter, Apoteker, dan Perawat

30. Apakah yang menjadi Sekretaris Panitia Farmasi dan Terapi adalah Apoteker instalasi farmasi atau apoteker yang ditunjuk

31. Apakah sedikitnya 2 (dua) bulan sekali Panitia Farmasi dan Terapi di Rumah Sakit mengadakan rapat secara teratur

32. Apakah Panitia Farmasi dan Terapi berfungsi mengembangkan formularium di Rumah Sakit dan merevisi formularium tersebut 33. Apakah Panitia Farmasi dan Terapi

melakukan tinjauan terhadap penggunaan obat dengan mengkaji medical record

dibanding dengan standar diagnosa dan terapi 34. Apakah Panitia Farmasi dan Terapi

mengumpulkan dan meninjau laporan mengenai efek samping obat

35. Apakah Apoteker membuat formularium rumah sakit berdasarkan hasil kesepakatan Panitia Farmasi dan Terapi

V. Kuesioner Bagian Staf dan Pimpinan

36. Apakah Dokter tidak dapat memilih obat paten tertentu berdasarkan pada pertimbangan farmakologi dan terapi

37. Apakah Apoteker bertanggung jawab terhadap kualitas, kuantitas, dan sumber obat yang digunakan mendiagnosis dan mengobati pasien

38. Apakah Panitia Pengendalian Infeksi Rumah Sakit melakukan pendidikan tentang pencegahan infeksi nosokomial di rumah sakit

39. Apakah Panitia Pengendalian Infeksi Rumah Sakit pernah melakukan penelitian (surveilans) infeksi nosokomial di rumah sakit

40. Apakah Apoteker tidak harus berperan dalam tim transplantasi

41. Apakah Pendataan dan Pelaporan kegiatan Farmasi dilakukan secara otomatisasi dengan menggunakan komputer ( soft ware)

No Pertanyaan Pendapat

Ya Tidak 42. Apakah Apoteker sebagai pimpinan harus

memiliki kemampuan untuk melihat masalah, menganalisa, dan memecahkan masalah 43. Apakah Apoteker sebagai tenaga fungsional

tidak harus memiliki kemampuan mengelola manajemen praktis farmasi

44. Apakah Farmasi Rumah Sakit dalam pelayanan kefarmasian 1 (satu) apoteker bertanggung jawab atas 30 tempat tidur

45. Apakah Farmasi Rumah Sakit pernah melakukan peningkatan ketrampilan bagi staf farmasi rumah sakit yang disesuaikan dengan tugas

46. Apakah produksi obat termasuk salah satu jenis pelayanan di Rumah Sakit

VI. Kuesioner Bagian Fasilitas dan Peralatan

VII. Kuesioner Bagian Kebijakan dan Prosedur

No Pertanyaan Pendapat

Ya Tidak 47. Apakah terdapat pemisahan antara jalur steril,

bersih dan daerah abu-abu

48. Apakah Farmasi Rumah Sakit memiliki ruang penyimpanan kondisi umum dan kondisi khusus

49. Apakah Farmasi Rumah Sakit bertanggung jawab atas pengelolaan sediaan farmasi

50. Apakah setiap ruang distribusi dilengkapi dengan kereta dorong trolley

51. Apakah Apoteker pada jam pelayanan selalu berada di ruang pelayanan informasi obat sehingga memudahkan pelayanan

52. Apakah Apoteker pada jam pelayanan selalu berada di ruang konsultasi sehingga memudahkan pelayanan konsultasi

53. Apakah terdapat incinerator untuk membakar limbah kemoterapi

54. Apakah terdapat ruang konsultasi dan ruang informasi obat

No Pertanyaan Pendapat

Ya Tidak 55. Apakah Apoteker tidak harus menentukan

metode perencanaan pengelolaan perbekalan farmasi

56. Apakah Apoteker tidak harus bertanggung jawab atas pengadaan kebutuhan perbekalan farmasi

57. Apakah perawat yang bertanggung jawab atas pendistribusian persediaan perbekalan farmasi di ruang rawat

VIII. Kuesioner bagian Pengembangan Staf dan Program Pendidikan 58. Apakah pada setiap resep yang masuk tertera

berat badan pasien

59. Apakah pada setiap resep yang masuk tertera kekuatan sediaan obat

60. Apakah Apoteker tidak harus melakukan pengkajian resep mengenai persyaratan klinis 61. Apakah Dokter, Apoteker, perawat, dan ahli

gizi adalah tim dari dispensing sediaan farmasi parenteral nutrisi

62. Apakah penanganan dispensing sediaan farmasi berbahaya dilakukan oleh tenaga farmasi yang terlatih

63. Apakah harus dilakukan pelaporan berkala kejadian efek samping obat di Rumah Sakit kepada Panitia Efek Samping Obat Nasional 64. Apakah salah satu tujuan pemantauan Kadar Obat dalam Darah adalah untuk memberikan rekomendasi pada dokter

65. Apakah Apoteker melakukan ronde/visite pasien

66. Apakah Apoteker melakukan pemantauan penggunaan obat

No Pertanyaan Pendapat

Ya Tidak 67. Apakah pernah dilakukan pendidikan dan

pelatihan untuk meningkatkan pemahaman tentang farmasi rumah sakit

68. Apakah Apoteker bertanggung jawab meneliti keuntungan cost-benefit pelayanan farmasi rumah sakit

69. Apakah Apoteker melakukan praktek farmasi klinik

IX. Kuesioner Bagian Evaluasi dan Pengendalian Mutu

No Pertanyaan Pendapat

Ya Tidak 70. Apakah dilakukan evaluasi pada peracikan

resep oleh asisten apoteker

71. Apakah pernah dilakukan survei kepuasan konsumen atas pelayanan farmasi di rumah sakit

72. Apakah terdapat tim audit (pengawas) dari kegiatan pelayanan farmasi

73. Apakah dilakukan reevaluasi dari mutu pelayanan secara berkala

74. Apakah terdapat indikator dan kriteria pelayanan yang dilaksanakan dan dipahami oleh setiap pelaksana

Dokumen terkait