BAB 3 PENUTUP
C. KUNCI JAWABAN
1. Apa fungsi agregat dalam campuran beton?
Jawab : Fungsi agregat dalam campuran beton adalah sebagai bahan pengisi, memberikan nilai ekonomis, memberikan kekuatan dan keawetan, serta memberikan stabilitas dan kekakuan terhadap beton keras.
2. Untuk mengetahui mutu dari agregat, pemeriksaan apa saja yang diperlukan terhadap sifat-sifat fisisnya?
Jawab : Berat isi lepas; Penyerapan air; Berat jenis; Keausan agregat dengan mesin Los Angeles; Bentuk partikel pipih dan lonjong; Bidang Pecah (2 atau lebih); Kekekalan bentuk agregat terhadap natrium sulfat atau magnesium sulfat; Gumpalan lempung dan partikel yang mudah pecah;
Bahan yang lolos saringan no. 200; Gradasi agregat.
3. Sebutkan metode untuk penyiapan benda uji dari contoh agregat !
Jawab: Penyiapan benda uji dari contoh agregat yang telah diambil dari lapangan dapat dilakukan dengan salah satu dari 3 metode, yaitu :
a. Metode pembagi contoh dengan menggunakan alat spliter b. Metode perempatan (quatering),
c. Metode pembentukan gundukan mini
4. Sebutkan jenis-jenis semen beserta kegunaannya yang anda ketahui untuk campuran beton pada perkerasan kaku?
Jawab: Jenis semen yang digunakan untuk campuran beton yang disyaratkan dalam Spesifikasi Umum 2010 untuk perkerasan jalan beton semen, harus jenis semen Portland (tipe I, II, III, IV dan V), dan yang paling umum digunakan dalam konstruksi perkerasan jalan adalah semen tipe I atau Ordinary Portland Cement (OPC), yang memenuhi SNI 15-2049-2004 tentang semen Portland.
Semen Tipe I (ordinary Portland cement) adalah semen yang paling umum digunakan untuk konstruksi beton, tidak terekspos terhadap sulfat dalam tanah atau dalam air. Penggunaan semen tipe ini tidak memerlukan persyaratan khusus seperti tipe-tipe semen lainnya.
Semen Tipe II (Modified cement) adalah semen yang dalam penggunaannya adalah untuk beton yang memerlukan ketahanan terhadap sulfat kadar sedang. Panas hidrasi yang terjadi adalah sedang.
Semen Tipe III (Rapid-hardening Portland cement) adalah semen yang dalam penggunaannya adalah untuk beton yang memerlukan kekuatan awal yang lebih tinggi, sehingga cocok dipakai bilamana pembukaan acuan/cetakan beton dikehendaki dapat dilakukan lebih awal. Sedangkan untuk pekerjaan beton massa atau beton dengan penampang struktural besar, tipe semen ini tidak boleh digunakan karena akan terjadi laju perkembangan panas yang tinggi.
Semen Tipe IV (Low-heat Portland cement) adalah semen Portland yang dalam penggunaannya adalah untuk beton yang memerlukan panas hidrasi rendah, seperti pembetonan untuk dam gravitasi.
Semen Tipe V (Sulphate-resisting cement) adalah semen yang memiliki sifat ketahanan terhadap sulfat kadar tinggi.
5. Apa yang disebut waktu ikat (setting time) pada semen? Sebutkan ada berapa jenis waktu ikat pada semen dan jelaskan !
Jawab: Waktu ikat adalah waktu yang diperlukan semen untuk mengeras, terhitung dari mulai bereaksi dengan air hingga pasta semen cukup kaku untuk menahan tekanan.
Terdapat dua jenis waktu ikat, yaitu:
1) waktu ikat awal (initial setting time) dan 2) waktu ikat akhir (final setting time).
Waktu ikat awal terhitung dari mulai semen kontak dengan air hingga terjadi hidrasi, sedangkan waktu ikat akhir yaitu waktu antara terbentuknya pasta hingga pasta mengeras. Waktu ikat awal sangat penting untuk mengontrol pekerjaan beton.
6. Sebutkan fungsi air dalam campuran beton !
Jawab: Pada pembuatan beton, air diperlukan untuk beberapa fungsi, yaitu untuk berproses kimiawi dengan semen, untuk membasahi agregat, dan untuk memberikan kemudahan dalam pekerjaan beton
7. Jelaskan persyaratan air untuk campuran beton !
Konsep Dasar Konstruksi Perkerasan Kaku 94
Jawab: Air yang dapat diminum pada umumnya dapat digunakan untuk campuran beton. Air yang digunakan untuk campuran beton dapat berupa air tawar (dari sungai, danau, kolam, dan lainnya), asalkan memenuhi syarat mutu yang telah ditetapkan. Air yang mengandung senyawa-senyawa yang berbahaya, yang tercemar garam, minyak, gula atau bahan kimia lainnya, bila digunakan dalam campuran beton akan menurunkan kualitas beton, bahkan dapat mengubah sifat-sifat beton yang dihasilkan.
8. Kenapa dalam campuran beton perlu digunakan bahan tambah (admixture) ? Jawab: Dalam praktek sering dikehendaki beton yang dikerjakan mempunyai
sifat tertentu sesuai dengan kebutuhan. Adanya keperluan membongkar/melepas cetakan lebih awal akan membutuhkan beton yang mempunyai sifat lebih cepat mengeras dan mencapai kekuatan awal lebih tinggi. Temperatur yang tinggi, atau waktu pengangkutan adukan beton yang cukup lama harus didukung oleh adukan beton yang waktu pengikatannya bisa diperlambat. Untuk memperoleh beton dengan sifat-sifat tertentu diperlukan bahan yang dapat mengubah sifat alami beton, sehingga diperlukan bahan tambah untuk mengubah sifat-sifat beton agar menjadi lebih cocok untuk kondisi atau pekerjaan tertentu.
9. Apa tujuan pemasangan tulangan dalam perkerasan kaku dan sebutkan bentuk tulangan yang digunakan dalam perkerasan kaku?
Jawab: Fungsi utama penulangan dalam perkerasan kaku adalah untuk,
- Membatasi lebar retakan, agar kekuatan pelat tetap dapat dipertahankan
- Memungkinkan penggunaan pelat yang lebih panjang agar dapat mengurangi jumlah sambungan melintang sehingga dapat meningkatkan kenyamanan
- Mengurangi biaya pemeliharaan
Jumlah tulangan yang diperlukan dipengaruhi oleh jarak sambungan susut, sedangkan dalam hal beton bertulang menerus, diperlukan jumlah tulangan yang cukup untuk mengurangi sambungan susut.
Berdasarkan bentuknya, baja tulangan beton dibedakan menjadi 2 (dua) jenis yaitu baja tulangan beton polos untuk sambungan melintang dan baja tulangan beton sirip untuk sambungan memanjang.
10. Apa fungsi bahan sealant pada perkerasan kaku?
Jawab: Fungsi bahan penutup sambungan adalah untuk menutup celah sambungan antara dua bagian pelat beton dan mencegah masuknya air dan atau benda lain ke dalam sambungan perkerasan, karena benda-benda lain yang masuk ke dalam sambungan dapat menyebabkan kerusakan berupa gompal dan atau pelat beton yang saling menekan ke atas (blow up).
Konsep Dasar Konstruksi Perkerasan Kaku 96
DAFTAR PUSTAKA
ASTM D-4791, “Standard Test Method for Flat Particles, Elongated Particles, or Flat and Elongated Particles in Coarse Aggregate”
Folliard, K.J., and K.D. Smith, NCHRP Research Resultd Digest 281: “Aggregate Test for Portland Cement Concrete Pavement: Review and Recommendation”, National Cooperative Highway Research Program, Transportation research board, Washington D.C, September 2003.
Murdock, L.J., & Brook K.M. (1986). “Bahan dan Praktek Beton”, Erlangga, Jakarta.
SNI 03-1968-1990, “Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar, Badan Standar Nasional”, 1990
SNI 03-2495-1991, “Spesifikasi bahan tambahan untuk beton”, Badan Standar Nasional, 1991
SNI 03-4141-1996, “Metode pengujian gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat”, Badan Standar Nasional, 1996
SNI 03-4142-1996, “Metode pengujian jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan No.200 (0,075 mm”), Badan Standar Nasional, 1996 SNI 03-4804-1998, “Metode Pengujian Berat Isi dan Rongga Udara Dalam
Agregat”, Badan Standar Nasional, 1998
SNI 03-6717-2002, “Tata cara penyiapan benda uji dari contoh agregat”, Badan Standar Nasional, 2002
SNI 03-6817-2002, “Metode pengujian mutu air untuk digunakan dalam beton”, Badan Standar Nasional, 2002
SNI 03-6826-2002, ”Metode Pengujian Konsistensi Normal Semen Portland dengan Alat Vicat untuk Pekerjaan Sipil”, Badan Standar Nasional, 2002 SNI 03-6827-2002, ”Metode pengujian waktu ikat awal semen portland dengan menggunakan alat vicat untuk pekerjaan sipil”, Badan Standar Nasional, 2002
SNI 03-6889-2002, “Tata cara pengambilan contoh agregat”, Badan Standar Nasional, 2002
SNI 06-2456-1991, “Metode pengujian penetrasi bahan-bahan bitumen”, Badan Standar Nasional, 1991
SNI 07-2052-2002, “Baja tulang beton”, Badan Standar Nasional, 2002 SNI 15-0302-2004, “Semen Portland Pozolan”, Badan Standar Nasional, 2004
SNI 15-2530-1991, ”Metode Pengujian Kehalusan Semen Portland”, Badan Standar Nasional, 1991
SNI 15-2531-1991, ”Metode Pengujian Berat Jenis Semen Portland”, Badan Standar Nasional, 1991
SNI 15-7064-2004, “Semen Portland Komposit”, Badan Standar Nasional, 2004 SNI 1970 : 2008, “Metode pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat
kasar”, Badan Standar Nasional, 2008
SNI 1970 : 2008, “Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus”, Badan Standar Nasional, 2008
SNI 2417:2008, “Metode pengujian keausan agregat dengan mesin Los Angeles”, Badan Standar Nasional, 2008
SNI 3407:2008, “Metode pengujian sifat kekekalan bentuk agregat terhadap larutan natrium sulfat dan magnesium sulfat”, Badan Standar Nasional, 2008 SNI 7619 : 2012, “Metode Uji Penentuan Persentase Butir Pecah pada Agregat Kasar”,
Badan Standar Nasional, 2012 Spesifikasi Umum Bina Marga , 2012
Tjokrodimuljo, Kardiyono. (1998). Teknologi Beton. Yogyakarta. Nafiri.
Young, J., Mindess, S., “Concrete”, Prentice-Hall, Inc., 1981
Konsep Dasar Konstruksi Perkerasan Kaku 98
GLOSARIUM
agregat halus
pasir alam sebagai hasil disintegrasi ’alami’ batuan atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 4,75 mm (No.4) agregat kasar
kerikil sebagai hasil disintegrasi ‘alami’ dari batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 4,75 mm (No.4) sampai 40 mm (No. 1½ inci)
Analisis saringan agregat
ialah penentuan persentase berat butiran agtegat yang lolos dari satu set saringan kemudian angka-angka persentase digambarkan pada grafik pembagian butir berat jenis
perbandingan antara berat dari satuan volume dari suatu material terhadap berat air dengan volume yang sama pada temperatur yang ditentukan. Nilai-nilainya adalah tanpa dimensi
berat jenis curah kering
perbandingan antara berat dari satuan volume agregat (termasuk rongga yang impermeabel dan permeabel di dalam butir partikel, tetapi tidak termasuk rongga antara butiran partikel) pada suatu temperatur tertentu terhadap berat di udara dari air suling bebas gelembung dalam volume yang sama pada suatu temperatur tertentu
berat jenis curah (jenuh kering permukaan)
perbandingan antara berat dari satuan volume agregat (termasuk berat air yang terdapat di dalam rongga akibat perendaman selama (24±4) jam, tetapi tidak termasuk rongga antara butiran partikel) pada suatu temperatur tertentu terhadap berat di udara dari air suling bebas gelembung dalam volume yang sama pada suatu temperatur tertentu berat jenis semu (apparent) perbandingan antara berat dari satuan volume suatu bagian agregat yang impermiabel pada suatu temperatur tertentu terhadap berat di udara dari air suling bebas gelembung dalam volume yang sama pada suatu temperatur tertentu
Diklat Perkerasan Kaku - 2017 99
berat isi agregat
berat agregat persatuan isi;
bahan tambahan
adalah suatu bahan berupa bubukan atau cairan, yang dibubuhkan kedalam campuran beton selama pengadukan dalam jumlah tertentu untuk merubah beberapa sifatnya;
bahan tambahan tipe A
bahan tambahan yang digunakan untuk mengurangi jumlah air campuran untuk menghasilkan beton sesuai dengan konsistensi yang ditetapkan;
bahan tambahan tipe B
bahan tambahan yang digunakan untuk memperlambat waktu pengikatan beton;
bahan tambahan tipe C
bahan tambahan yang digunakan untuk mempercepat waktu pengikatan dan menambah kekuatan awal beton;
bahan tambahan tipe D
bahan tambahan yang digunakan untuk mengurangi campuran untuk menghasilkan beton sesuai dengan konsistensi yang ditetapkan dan juga untuk memperlambat waktu pengikatan beton;
bahan tambahan tipe E
bahan tambahan yang digunakan untuk mengurangi jumlah air campuran untuk menghasilkan beton sesuai dengan konsistensi yang telah diterapkan dan juga untuk mempercepat waktu pengikatan serta menambah kekuatan awal beton;
bahan tambahan tipe F
bahan tambahan yang digunakan untuk mengurangi jumlah air campuran sebesar 12% atau lebih, untuk menghasilkan beton sesuai dengan konsistensi yang telah diterapkan;
bahan tambahan tipe G
bahan tambahan yang digunakan untuk mengurangi jumlah air campuran sebesar 12% atau lebih, untuk menghasilkan beton sesuai dengan konsistensi yang telah ditetapkan dan juga untuk memperlambat waktu pengikatan beton;
beton pembanding
Konsep Dasar Konstruksi Perkerasan Kaku 100
beton dengan proporsi campuran yang sama tanpa menggunakan bahan tambahan.
Baja tulangan beton polos
Baja tulangan beton polos adalah baja tulangan beton berpenampang bundar dengan permukaan rata tapi tidak bersirip, disingkat BjTP.
Baja tulangan beton sirip
Baja tulangan beton sirip adalah baja tulangan beton dengan bentuk khusus yang permukaannya memiliki sirip melintang dan rusuk memanjang yang dimaksudkan untuk menigkatkan daya lekat dan guna menahan gerakan membujur dari batang secara relatif terhadap beton, disingkat BjTS
Jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan Nomor 200 (0,075 mm)
banyaknya bahan yang lolos saringan Nomor 200 (0,075 mm) sesudah agregat dicuci sampai air cucian menjadi jernih
mortar
suatu campuran yang terdiri dari semen, agregat halus dan air baik dalam keadaandikeraskan ataupun tidak dikeraskan
pasta semen
campuran semen dan air baik yang dikeraskan atau tidak dikeraskan penyerapan air
penambahan berat dari suatu agregat akibat air yang meresap ke dalam pori-pori, tetapi belum termasuk air yang tertahan pada permukaan luar partikel, dinyatakan sebagai persentase dari berat keringnya. Agregat dikatakan “kering” ketika telah dijaga pada suatu seluruh temperatur (110±5)o C dalam rentang waktu yang cukup untuk menghilangkan kandungan air yang ada (sampai beratnya tetap)
Rongga udara dalam satuan volume agregat
ruang diantara butir-butir agregat yang tidak diisi oleh partikel yang padat.
Semen porland
semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara menggiling terak semen portland terutama yang terdiri atas kalsium silikat yang bersifat hidrolis dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat dan boleh ditambah dengan bahan tambahan lain
Diklat Perkerasan Kaku - 2017 101
Suhu udara
suhu ruangan pada saat dilakukan pengujian waktu ikat awal
waktu yang diperlukan oleh pasta semen untuk mengubah sifatnya dari kondisi cair menjadi padat
Waktu ikat akhir
waktu diman penetrasi jarum vicat tidak terlihat secara visual