KEGIATAN BELAJAR 2 KEGIATAN BELAJAR 2
SATUAN TUGAS BEA DAN CUKAI
B. Kunci Jawaban Test Sumatif
Bagian 1. Jawaban Benar / Salah.
1. S 6. B 2. B 7. B 3. S 8. S 4. B 9. S 5. B 10.S
DTSS Patroli dan Pemeriksaan Sakut Laut Page 82
Bagian 2. Multiple choices
1. c 6.c 11. b 16. c 21.d 2. a 7. d 12. c 17. c 22.c 3. d 8. a 13. b 18. d 23.b 4. a 9. c 14. b 19. c 24.d 5. a 10. d 15. c 20. a 25.c
Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Cocokkan hasil jawaban dengan kunci yang terdapat di bagian belakang modul ini. Hitung jawaban Anda dengan benar. Kemudian gunakan rumus untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi.
TP = Jumlah Jawaban Yang Benar X 100% Jumlah keseluruhan Soal
Apabila tingkat pemahaman Anda dalam memahami materi yang sudah dipelajari mencapai :
91% s.d. 100% : Amat baik 81% s.d. 90,99% : Baik 71% s.d. 80,99% : Cukup 61% s.d. 70,99% : Kurang
bila tingkat pemahaman belum mencapai 81% ke atas (kategori “baik”), maka disarankan mengulangi materi.
DTSS Patroli dan Pemeriksaan Sakut Laut Page 83 DAFTAR ISTILAH / PENGERTIAN
Batas Landas Kontinen (BLK) adalah dasar laut dan tanah dibawahnya diluar perairan wilayah Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 4 Prp. Tahun 1960 sampai kedalaman 200 meter atau lebih, yang masih mungkin diselenggarakan eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam.
Batas Laut Teritorial (BLT) adalah garis batas dasar laut dan tanah dibawahnya, dari daerah dibawah permukaan laut yang terletak maksimal 12 mil dari gurun pangkal teritorialnya sepanjang kelanjutan alamiah wilayah daratannya hingga pinggiran luar tepi kontinen (lihat UNCLOS 82)
Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah suatu daerah diluar dan berdampingan dengan laut teritoriaal. Lebar ZEE tidak boleh melebihi 200 mil laut dari garis pangkal.
Batas Zona Perikanan Khusus (Special Fissheries Zone/SFZ) adalah zona pemanfaatan perikanan yang ditentukan secara khusus oleh dua negara atau lebih berdasarkan perjanjian internasional.
Batas Zona Tambahan (BZT) adalah batas jalur laut terletak sebelah luar dari batas terluar laut teritorial yang lebar yang max 24 mil dari gurun pangkal suatu daerah didalam batas laut teritorial berjarak tidak melebihi 24 mil dari garis pangkal untuk mencegah pelanggaran peraturan perundangan bea cukai, fiskal, dan imigrasi.
Deliniasi adalah penarikan garis batas sementara suatu wilayah atau suatu negara di atas peta.
Demarkasi adalah pembatasan atau batas pemisah satu negara dengan negara lain yang bertetangga yang ditandai dengan pemasangan patok di lapangan.
Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalulintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean dan pemungutan bea masuk.
Kepulauan adalah suatu gugusan pulau, termasuk bagian pulau dan perairan diantara pulau-pulau tersebut, dan lain-lain wujud alamiah yang berhubungan satu sama lain demikian eratnya sehingga pulau-pulau,
DTSS Patroli dan Pemeriksaan Sakut Laut Page 84
perairan, dan wujud alamiah lainnya itu merupakan satu kesatuan geografi, ekonomi, pertahanan keamanan, dan politik yang hakiki, atau yang secara historis dianggap demikian.
Landas Kontinen (BLK) adalah daerah dibawah laut yang meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya dari daerah dibawah permukaan laut yang terletak di luar laut teritorial sepanjang kelanjutan alamiah wilayah daratan hingga pinggiran laut tepi kontinen, sehingga suatu jarak 200 mil laut dari garis pangkal, dalam hal pinggiran luar tepi kontinen tidak mencapai jarak tersebut. Garis batas luar kondisi kontinen pada dasar laut, tidak boleh melebihi 350 mil laut dari garis pangkal atau tidak melebihi 100 mil laut dari garis kedalaman (isobath) 2500 m, kecuali untuk elevasi dasar laut yang merupakan bagian alamiah tepian kontinen, seperti pelataran (plateau), tanjakan (rise), puncak (caps), ketinggian yang datar ( banks) dan puncak gunung yang bulat (spurs).
Pulau adalah suatu area daratan yang terbentuk secara alamiah, dikelilingi air dan selalu berada di atas air pada saat air pasang (UNCLOS, artikel 121.1).
Pulau terluar adalah pulau yang terletak paling luar pada perairan yurisdiksi Republik Indonesia, dimana pulau tersebut sebagai penetapan titik dasar (TD).
Titik Acuan adalah titik tetap di darat berupa pilar yang digunakan sebagai acuan penentuan titik awal.
Titik Awal adalah titik koordinat yang terletak pada garis pantai untuk menentukan garis dasar.
Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dari sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administrasi dan atau aspek fungsional.
Wilayah NKRI adalah wilayah negara yang meliputi daratan, wilayah perairan dasar laut dan tanah dibawahnya serta udara diatasnya termasuk termasuk sumber kekayaan yang terkandung didalamnya.
Wilayah perbatasan adalah wilayah geografis yang berhadapan dengan negara tetangga, dengan penduduk yang bermukim diwilayah tersebut disatukan melalui hubungan sosio-ekonomi, dan sosio-budaya dengan
DTSS Patroli dan Pemeriksaan Sakut Laut Page 85
cakupan wilayah administratif tertentu setelah ada kesepakatan antar negara yang berbatasan.
Wilayah pengembangan perbatasan adalah wilayah tempat dilaksanakannya pengembangan sektor-sektor tertentu mencakup wilayah administrasi kabupaten/kota.
Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah suatu daerah diluar dan berbatasan dengan laut teritoriaal. Lebar ZEE tidak boleh melebihi 200 mil laut dari garis pangkal.
DTSS Patroli dan Pemeriksaan Sakut Laut Page 86
DAFTAR PUSTAKA
Suyono, RP, Cap., Shipping-Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor Melalui Laut, Edisi Revisi, penerbit PPM-Jakarta Tahun 2003
Wibisono, Sonny et all, Terjemahan Buku Panduan–Customs Course, Ships Search, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai-Jakarta Tahun 2005 Pemeriksaan Kapal (Buku Panduan ini diperoleh dari hasil Shipsearch Training Course di National Enforcement Training Course– Australian Customs Service pada bulan Apri–Mei 2005.
Undang-Undang No. 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai.
Undang-undang No. 17 tahun 2006 Tanggal 15 Nopember 2006 tentang Perubahan Undang-undang No. 10 tahun 1995 Tanggal 30 Desember 1995 tentang Kepabeanan.
Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun 2010 tentang Penindakan di Bidang Kepabeanan.
Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 1996 tentang Senjata Api Dinas DJBC.
Keputusan Direktur Jendral Bea dan Cukai No. Kep-08/BC/1997 tentang Penghentian Pemeriksaan dan Penegahan Sarana Pengangkut dan Barang di Atasnya serta Penghentian dan Pembongkaran Penegahan Barang.
Keputusan Direktur Jendral Bea dan Cukai No. Kep-58/BC/1997 tentang Patroli Bea dan Cukai.
Territoriale Zee En Maritieme Kringen Ordonantie (TZEMKO) No. 442 Th 1939 Indische Scheepvaart-Wet (Staatablad 1936 No. 700) Tentang Pelabuhan
Keputusan Mahkamah Internasional tahun 1951 dalam Anglo-Norwegian Fisheries Case yang membenarkan penarikan garis-garis dasar lurus (straight base lines) dalam point to point theory dari Archipellagic State Principle, melalui Pengumuman Pemerintah Indonesia tanggal 13 Desember 1957 yang dikenal dengan nama ’Deklarasi Juanda’