Kegiatan 6 : Kunjungan ke Sekolah; Pembentukan Kelompok Pencinta Hutan
Seperti disebutkan di atas, masyarakat petani lainnya adalah kelompok yang berbeda, sulit diakses dan tersebar di seluruh kawasan Hutan Batang Toru di Tapanuli Selatan. Namun, meskipun mereka tidak mungkin berkumpul, anak-anak mereka berkumpul - di sekolah! Anak-anak juga merupakan kelompok yang mungkin meminta atau mendukung ide "mari kita selamatkan hutan" yang diusulkan oleh orang tua mereka. Menginformasikan anak-anak tentang CA Dolok Sibualbuali dan SA Dolok Lubuk Raya dan mendorong mereka untuk berbicara kepada orang tua mereka adalah salah satu saluran untuk menyampaikan informasi penting. Selain itu, memperkenalkan anak-anak dengan isu-isu keanekaragaman hayati berkaitan dengan kurikulum sekolah nasional (sains dan ilmu sosial), memberikan alasan agar kunjungan semacam itu disetujui oleh Kepala Sekolah. Akhirnya, anak-anak dan keluarga juga dianggap sebagai "sumber yang terpercaya" oleh masyarakat petani, menurut survei pra-kampanye (50%, survey pra).
Dalam pelatihan Pride Universitas Rare (tahap Universitas ke 2) kami belajar mengenai pentingnya membuat presentasi yang mengesankan, khususnya yang melibatkan anak-anak. "Semua persuasi dimulai dengan menangkap perhatian. Tanpa perhatian, persuasi tidak mungkin"-.
Doug McKenzie-Mohr and William Smith, „Fostering Sustainable Behaviour. Kami juga belajar tentang penggunaan maskot dan kostum.
Kegiatan kunjugan sekolah yang kami lakukan lebih banyak melakukan kegiatan pemutaran film tentang orangutan sumatera, dan pengetahuan tentang manfaat dan fungsi hutan bagi keanekaragaman hayati dan manusia. Kegiatan ini juga memutar presentasi proyek kampanye bangga kepada pelajar SMP dan SMA yang lebih dewasa untuk memahaminya. Kami juga
melakukan kerjasama dengan guru disekolah untuk menerapkan kelompok pencinta orangutan sumatera, yang masuk didalam kegiatan Kelompok Pramuka di SMP Negeri 1 Marancar, SMA Al Wal’syiah
Marancar, dan SMP Negeri 1 Marancar. Kelompok pencinta orangutan sumatera ini merupakan bagian dari satuan kerja pramuka di masing-masing sekolah.
Terbentuknya Saka Belantara untuk Pramuka SMA Negeri 1 Marancar dan Satuan kerja Hutan Rimba untuk prmuka SMP Negeri 2 dan SMP A;’Walsyiah Marancar, mereka kami libatkan dalam acara “Ziarah Hutan” dan menjadi pioneer-pioner penanaman kembali kawasan hutan yang rusak. Kegiatan ini kalau diteruskan mampu memberikan nilai lebih bagi pengetahuan dan perilaku anak-anak terhadap hutan di sekitar desa mereka, yang selama ini dari mereka kami dapatkan informasi bahwa mereka kenal hutan dan berbagai ragam hewan di dalamnya, tetapi mereka tidak paham apa fungsi dan peran dari masing-masing pohon, tanaman di hutan, serta hewan-hewan yang ada di hutan, khususnya orangutan sumatera itu sendiri.
Lencana/Pin
Sementara berfungsi untuk membuat kunjungan sekolah lebih berkesan, mudah diingat, dan pin juga sebagai alat menandakan bahwa orang tersebut turut mendukung pelestarian hutan. Pin juga mengidentifikasikan mereka yang siap berkomitmen kepada kampanye bangga kami ini. Pin ini kami bagikan atau berikan kepada perorangan yang mengikuti aktivitas kampanye bangga kami di Hutan Batang Toru, terutama kepada kelompok-kelompok UBSP, Satuan Kerja Hutan Rimba (SMP) dan Satuan Kerja Ambalan (Saka) Rimbawan (SMA) yang secara bangga memakai lencana/pin ini. Pemakainan ini biasa mereka lakukan atau di pergunakan apabila ada pertemuan-pertemuan desa atau pertemuan-pertemuan resmi lainnya.
Sebenarnya pin ini sangat berpengaruh kepada anak-anak yang memakainya, sehingga menimbulkan rasa penasaran bagi anak lain yang belum memiliki pin tersebut. Sehingga menimbulkan rasa penasaran keiinginan tahu dan mendapatkan pin tersebut. Dari laporan para guru yang bekerjasama dengan kami menyatakan bahwa pin ini menjadi bukti kepada anak-anak bahwa dia telah menjadi seorang aktivitis konservasi.
Penggunaan lencana/pin ini juga diperuntukkan kepada petani yang menjadi anggota kelompok UBSP, dan kerap juga dipergunakan kepada peserta pelatihan atau workshop yang dilakukan oleh kami. Lencana ini senantiasa dipergunakan oleh anggota kelompok UBSP sebagai identitas keanggotaan kelompok.
Tabel 4.8 Jadwal kunjungan sekolah yang telah dilakukan selama periode Pride
Gambar 4.4 contoh 2 versi pin yang telah diproduksi, pin yang bergambar tangan merupakan pin yang dipergunakan oleh remaja/pemuda yang tergabung dalam pramuka, sedangkan pin gambar desa merupakan yang banyak dipergunakan oleh anggota kelompok UBSP.
Nama Sekolah Tanggal Kunjungan Pelajar (SD, SMP, SMA) Pelajar Yang Hadir (Jumlah) Kegiatan
SD Neg Poken Arba
16/9/2009 SD (6-9 thn) 80 orang Pemutaran Film, Mewarnai, dan Membuat Cerita; pembagian pin dan poster SMA Neg Marancar
5/10/2009 SMA (16-19 thn) 40 orang Pemutaran Film, Games, dan Diskusi Kelompok; pembagian pin, poster dan t.shirt/kaos SMP Neg Marancar
6/10/2009 SMP (13-16) 75 orang Pemutaran Film, Games, dan Diskusi Kelompok; pembagian pin, poster dan t.shirt/kaos SD Neg Aek Nabara
2/10/2009 SD (8-11 thn) 40 orang Pemutaran Film, Mewarnai, dan Membuat Cerita; pembagian pin dan poster SD Muhammadiyah Batang Toru
14/1/2010 SD (6-9 thn) 30 orang Pemutaran Film, Mewarnai, dan Membuat Cerita; pembagian pin dan poster SD Neg Batang Toru
25/1/2010 SD (8-11 thn) 60 orang Pemutaran Film, Mewarnai, dan Membuat Cerita; pembagian pin dan poster SMA Neg Marancar
6/2/2010 SMA (17-19 thn) 40 orang
Diskusi bersama kelompok Pramuka Pendega; Fungsi dan Peran Dasa Darma terhadap Lingkungan dan Konservasi; pembagian kaos/t.shirt
SMP Neg Marancar
20/2/2010 SMP (13-16) 40 orang
Diskusi bersama kelompok Pramuka Pendega; Fungsi dan Peran Dasa Darma terhadap Lingkungan dan Konservasi; pembagian kaos/t.shirt
SMP Neg Marancar
8/5/2010 SMP (13-16) 40 orang Pembentukkan Kelompok Kerja Hutan dan Rimba bagi Penggalang Rakit SMA Neg Marancar
29/5/2010 SMA (16-17 Thn) 40 orang Pembentukkan Ambalan Hutan; Dewan Kerja Ambalan (Kelompok Kerja Konservasi) Kegiatan 7: Kaos/T.Shirt
Untuk memperkenalkan mascot kepada pemandu desa, staff lapangan, masyarakat petani dan anak-anak sekolah, kaos/T.Shirt juga dipergunakan sebagai petunjuk untuk mengingatkan mereka akan pentingnya menyelamatkan hutan dan orangutan sumatera. Disamping itu pemakaian
mascot, nama lembaga merupakan pengingat bagi masyarakat petani lainnya akan gerakan konservasi di desa mereka, Pada dasarnya kami ingin: a. Menjadi bangga terhadap hutan dan satwa Orangutan Sumatera di sekitar mereka
b. Memupuk solidaritas untuk bersama-sama menyelamatkan hutan dan Orangutan Sumatera