6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.
Membuka kegiatan pembelajaran. Menyampaikan tujuan pembelajaran. Memberikan materi pelajaran.
Memberikan contoh soal (merumuskan soal).
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang belum jelas.
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk merumuskan soal dari suatu situasi yang diberikan, serta mendiskusikan/mempresentasikan. Mempersilahkan siswa menyelesaikan soal yang telah dirumuskan. Sebagai latihan, memberikan situasi tugas yang lain dan siswa diberikan kesempatan untuk merumuskan soal sebanyak mungkin, serta berdiskusikan dengan teman.
Mempersilakan siswa untuk saling menukar hasil rumusan soalnya dan menyelesaikan soal temannya.
Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan.
Membuat rangkuman berdasar kesimpulan yang dibuat siswa. Menutup kegiatan belajar.
5. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
18
a. Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan
Tujuan satuan pendidikan harus berorientasi pada tujuan pendidikan dasar, visi, dan misi sekolah.
b. Struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan
Struktur kurikulum adalah pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.
Muatan kurikulum meliputi: mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, pengaturan beban belajar, kriteria ketuntasan belajar, ketentuan mengenai kenaikan kelas dan kelulusan, pendidikan kecakapan hidup, dan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
c. Kalender pendidikan
Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Sedangkan komponen kalender pendidikan adalah permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan waktu libur.
d. Silabus
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator,
penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
Tabel 2 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PLC
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Mengoperasikan mesin produksi dengan kendali PLC
Mempersiapkan operasi
Melaksanakan operasi
Mengamati dan menangani masalah operasi
Membuat laporan pengoperasian
6. Materi Pembelajaran PLC a. Definisi PLC
Menurut Iwan Setiawan (2006:1) PLC adalah sebuah komputer yang dirancang untuk mengontrol suatu proses atau mesin. Sedangkan menurut William Bolton (2003:3) mendefinisikan PLC sebagai suatu khusus pengontrol berbasis mikroprosesor yang memanfaatkan memori yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi-instruksi dan untuk mengimplementasikan fungsi-fungsi semisal logika (sequencing), pewaktuan (timing), pencacah (counting) dan aritmatika guna mengontrol mesin-mesin dan proses-proses dan di rancang untuk
20
dioperasikan oleh para insinyur yang hanya memiliki sedikit pengetahuan mengenai komputer dan bahasa perograman.
b. Sejarah PLC
Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1968. PLC dibuat untuk mengurangi beban ongkos perawatan dan penggantian sistem kontrol mesin yang menggunakan relai. Semakin banyaknya kebutuhan dalam proses produksi menyebabkan sistem harus diubah-ubah. Apabila sistem yang digunakan merupakan relai mekanik, tentu saja hal itu akan menjadi masalah yang besar. Selain masa penggunaanya terbatas, sistem juga membutuhkan perawatan yang cermat. Jika terjadi kerusakan maka akan sangat sulit untuk menemukannya. Oleh sebab itu dalam waktu singkat penggunaan PLC mulai menyebar ke industri-industri lain. Pada tahun 1971, PLC mulai digunakan untuk menggantikan relai pada industri-industri seperti: industri makanan dan minuman, industri pengolahan metal, industri manufaktur, dan industri pulp dan kertas.
Kemampuan PLC terus dikembangkan hingga sekarang. PLC saat ini mempunyai scan times yang lebih cepat karena menggunakan teknologi mikroprosesor yang lebih maju. Kemampuan input-output nya juga meningkat menjadi lebih hemat ruang dan berbiaya lebih rendah. Walaupun kemampuan PLC terus meningkat sehingga mempunyai scan times yang lebih cepat, tipe-tipe antarmuka yang lebih bervariasi, kemampuan memproses data yang lebih canggih, namun
spesifikasi PLC tetap mempertahankan tujuan awal penciptanya, yaitu mudah untuk digunakan dan dipelihara.
c. Prinsip Kerja PLC
Secara umum, PLC terdiri dari dua komponen penyusun utama yaitu Central Processing Unit (CPU) dan Sistem antarmuka input/output
Gambar 1 Blok diagram PLC
Pada dasarnya, operasi PLC sangat sederhana yaitu, peralatan dari luar dikoneksikan dengan modul input dan output PLC yang tersedia. Peralatan ini dapat berupa sensor-sensor analog, push button, limit switch,motor, solenoid, lampu dan sebagainya. Selama prosesnya CPU melakukan tiga operasi utama : (1) membaca data masukan dari perangkat luar via modulinput, (2) mengeksekusi program kontrol yang tersimpan di memori PLC, (3) meng-update atau memperbaharui data pada moduloutput(Iwan Setiawan 2006 : 7).
22
d. Koneksi Peralatan dengan ModulinputPLC
Peralatan input adalah yang memberikan sinyal kepada PLC dan selanjutnya PLC memproses sinyal tersebut untuk mengendalikan peralatanoutput. Peralataninputitu antara lain:
1. berbagai jenis saklar, misalnya tombol, saklar togel, saklar batas, saklar level, saklar tekan, saklar proximity,
2. berbagai jenis sensor, misalnya sensor cahaya, sensor suhu, sensor level.
e. Koneksi Peralatan dengan ModuloutputPLC
Sistem otomasi tidak lengkap tanpa ada peralatan output yang dikendalikan. Peralatan output itu misalnya:
1. kontaktor, 3. motor listrik, 4. lampu, 5. buzer
f. Keunggulan Sistem Kendali PLC
Sistem kendali PLC memiliki banyak keunggulan
dibandingkan dengan sistem kendali elektromagnetik sebagai berikut: 1. pengawatan sistem kendali PLC lebih sedikit,
2. modifikasi sistem kendali dapat dengan mudah dilakukan dengan cara mengganti progam kendali tanpa merubah pengawatan sejauh tidak ada tambahan peralatan input/output,
3. tidak diperlukan komponen kendali seperti timer dan hanya diperlukan sedikit kontaktor sebagai penghubung peralatan output ke sumber tenaga listrik,
4. kecepatan operasi sistem kendali PLC sangat cepat sehingga produktivitas meningkat,
6. biaya pembangunan sistem kendali PLC lebih murah dalam kasus fungsi kendalinya sangat rumit dan jumlah peralatan
input/outputnya sangat banyak, 7. sistem kendali PLC lebih andal,
8. program kendali PLC dapat dicetak dengan cepat. g. Bahasa Pemrograman PLC
Menurut IEC (International Electrical Commission) dalam (Iwan Setiawan 2006:9) terdapat lima bahasa pemrograman PLC
1. list instruksi (Instruction List) – Pemrograman dengan menggunakan instruksi-instruksi bahasa level rendah (Mnemonic), seperti LD/STR, NOT, AND dan lain sebagainya.
2. diagram ladder (Ladder Diagram) – pemrograman berbasis logika relai, cocok digunakan untuk persoalan-persoalan kontrol diskret yang input / output hanya memiliki dua kondisi ON atau OFF seperti pada sistem kontrol konveyor, lift, dan motor-motor industri.
3. diagram blok fungsional (functional Blok Diagram) – pemrograman berbasis aliran data secara grafis. Banyak digunakan
24
untuk tujuan kontrol proses yang melibatkan perhitungan-perhitungan kompleks dan akuisisi data analog.
4. diagram fungsi Sekuensial (Sequensial Fungtion Charts)– metode grafis untuk pemrograman terstruktur yang banyak melibatkan langkah-langkah rumit, seperti pada bidang robotika, perakitan kendaraan,Batch Control, dan lain sebagainya.
5. teks terstruktur (Structured Text) – tidak seperti keempat metode sebelumnya, pemrograman ini menggunakan statemen-statemen yang umum dijumpai pada bahasa level tinggi (high level programming) sepertiIf/Then, Do/While, Case, For/Next, dan lain sebagainya.
h. Perangkat Pemrograman
Pada dasarnya PLC dapat diprogram menggunakan dua perangkat pemrograman yang biasa digunakan:
- Miniprogrammer atau Console
Miniprogrammer adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk memasukkan instruksi-instruksi ke dalam PLC. Umumnya instruksi-instruksi yang biasa digunakan dalam miniprogrammer adalahmnemonic. Menggunkan miniprogrammer akan melelahkan saat program yang panjang dan rumit.
- Personal Computer
Untuk pemrograman yang lebih banyak dan rumit, komputer menjadi pilihan yang lebih mudah karena pada umumnya
vendor-vendor PLC menyertakan perangkat lunak PC yang dapat digunakan untuk memasukkan program, pengeditan, dokumentasi, dan memonitor PLC secarareal time.Banyak juga perangkat lunak PLC yang dilengkapi simulasi yang di simbolkan dalam bentuk gambar atau visual. Hal ini membuat pemrograman PLC menjadi lebih mudah dan menarik.