IKU L.2.1. Presentase Sarana dan Prasarana KJRI Kuching yang Dipenuhi sesuai dengan Rencana
Target : 100%
Realisasi : 100%
Jumlah pagu anggaran Belanja Modal KJRI Kuching TA 2021 yang bersumber dari Dana PNBP semula adalah sebesar Rp 800.000.000,00 direvisi menjadi Rp300.000.000,00 karena adanya kendala dalam pengajuan Maksimum Pencairan Dana PNBP.
Kinerja tahun 2020 Kinerja tahun 2021
Presentase 41 unit sarana dan prasarana dengan nilai pagu sebesar Rp 300.000.000,00.
24
9. L.3. Pengelolaan Anggaran KJRI Kuching yang Optimal IKU L3.1. Kinerja Anggaran KJRI Kuching
Kinerja tahun 2020 Kinerja tahun 2021
Kinerja
Kuching TA 2020 yang dicapai adalah atau sebesar 95,70 % dari pagu anggaran
Beberapa catatan yang dapat menjelaskan realisasi anggaran yang dicapai oleh KJRI Kuching pada TA 2021 adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan realisasi kinerja KJRI Kuching secara keseluruhan untuk TA 2021 mendorong naiknya nilai kinerja anggaran sebesar 5.67% walaupun realisasi anggaran yang dicapai pada tahun 2021 menurun. Menurunnya realisasi anggaran tahun 2021 antara lain disebabkan karena kondisi pandemi Covid-19.
2. Terdapat sisa anggaran Belanja Pegawai yang cukup besar dikarenakan adanya mutasi Kepala Perwakilan dan 2 (dua) orang Home Staf.
3. Terdapat sisa Anggaran Belanja Tambahan penanganan Covid-19 dari Dit. PWNI yang relatif besar, khususnya anggaran bantuan logistik, dikarenakan hal-hal sebagai berikut :
a) Dalam rangka melakukan optimalisasi anggaran Pewakilan tahun 2021, KJRI Kuching telah melakukan 7 kali revisi anggaran. Salah satunya adalah revisi tambahan anggaran Penanganan Covid-19 dari Dit. PWNI yang baru disetujui pada bulan Juni 2021.
b) Terjadinya perubahan status Perintah Kawalan Pergerakan di Kuching, Sarawak dari lockdown menjadi fase pemulihan pada bulan Juli 2021, dimana Pemerintah Sarawak memberikan kelonggaran bagi para pekerja untuk dapat kembali bekerja secara normal.
25 c) Perubahan kriteria penerima bantuan logistik Covid-19 yang tidak sesuai lagi
karena perubahan status lockdown tersebut.
d) Berkurangnya jumlah penerima bantuan logistik karena adanya pergerakan masive PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang kembali ke Indonesia.
KJRI Kuching dalam mendukung kinerja Perwakilan TA 2021 telah melakukan efisiensi penggunaan sumber daya anggaran melalui optimalisasi pengelolaan anggaran dengan melakukan 7 (tujuh) kali Revisi Anggaran sebagai berikut :
1. Revisi ke-1 tanggal 19 Februari 2021 merupakan revisi anggaran kewenangan DJA, dalam rangka penyesuaian refocusing dan realokasi anggaran TA 2021.
2. Revisi ke-2 tanggal 27 Maret 2021 merupakan revisi anggaran kewenangan Kanwil, dalam rangka revisi administrasi, perubahan Rencana Penarikan Dana (RPD) Halaman III DIPA.
3. Revisi ke-3 tanggal 3 Juni 2021 merupakan revisi anggaran kewenangan DJA, dalam hal pagu anggaran tetap dan revisi administrasi.
4. Revisi ke-4 tanggal 28 Juni 2021 merupakan revisi anggaran kewenangan DJA:
ABT Anggaran PWNI sebesar Rp4.200.000.000,- (Revisi pergeseran pagu anggaran antar Unit Eselon I dalam Program yang sama dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 Perwakilan RI di luar negeri; Pergeseran anggaran yang mengakibatkan perubahan volume RO; Perubahan Rencana Penarikan Dana pada halaman III DIPA).
5. Revisi ke-5 tanggal 4 November 2021 merupakan revisi anggaran kewenangan DJA, dalam hal pagu anggaran tetap dan revisi administrasi. Pergeseran Anggaran dalam Satu KRO antar Satker pada Eselon I yang sama pada Program Pelindungan WNI di Luar Negeri (Revisi pengurangan pagu anggaran dalam rangka bantuan jasa pengacara bagi WNI bermasalah di KJRI Kuching sebesar Rp599.829.000,-)
6. Revisi ke-6 tanggal 25 November 2021 merupakan revisi anggaran kewenangan DJA, revisi penyesuaian target PNBP, dan penghematan/pergeseran anggaran yang bersumber dari PNBP. Jumlah pagu anggaran Belanja Modal KJRI Kuching TA 2021 yang bersumber dari Dana PNBP semula adalah sebesar Rp800.000.000,00 direvisi menjadi Rp300.000.000,00 karena perhitungan SIAR dan adanya kendala dalam pengajuan Maksimum Pencairan Dana PNBP.
7. Revisi ke-7 tanggal 21 Desember 2021 merupakan revisi anggaran kewenangan Kanwil, revisi pemutakhiran data POK.
BAB IV
26 PENUTUP
Capaian Kinerja KJRI Kuching tahun 2021 secara triwulanan pada e-Kinerja mencapai 84,03%, secara tahunan 79.03% dan realisasi anggaran 91,96%. Tercatat SS pada kelompok costumer perspective (103,34%) telah melampaui target yang ditentukan.
Sementara SS pada kelompok learning and growth perspective mencapai target 97,32%
karena realisasi AKIP belum tercatat pada aplikasi. Sasaran Strategis (SS) pada kelompok stake holder perspective hanya mencapai 91,30% karena hanya realisasi SS peningkatan Indeks Citra Positif Indonesia yang dapat melampaui target sedangkan realisasi SS peningkatan nilai manfaat diplomasi ekonomi tidak terpenuhi secara maksimal karena realisasi jumlah wisatawan dari negara akreditasi tidak memenuhi target yang ditentukan.
Demikian pula SS pada Internal Business Process Perspective hanya memenuhi setengah dari target yang ditentukan.
Kendala atau hambatan utama yang dihadapi KJRI Kuching adalah masih merebaknya pandemik covid-19 dan penerapan kebijakan lockdown oleh pemerintah Sarawak sehingga outcome dari kegiatan-kegiatan yang direncanakan tidak dapat tercapai maksimal.
Hambatan Pelaksanaan Program Kegiatan
Beberapa program kegiatan yang direncanakan pada awal tahun 2021 khususnya pameran dan promosi hanya dapat terlaksana secara terbatas karena pemerintah Sarawak terus menerapkan kebijakan Movement Control Order (MCO)/lockdown. Kebijakan ini antara lain membatasi arus keluar masuk warga asing dan barang untuk masuk ke wilayah Sarawak.
Penerapan kebijakan dimaksud, menjadi faktor utama yang menghambat pelaksanaan dan tindak lanjut dari kegiatan pameran dan promosi produk-produk Indonesia, investasi dan pariwisata. Meskipun demikian, dengan dukungan pemberitaan di media sosial KJRI Kuching, citra Indonesia di wilayah akreditasi tetap terjaga dan masyarakat Sarawak semakin mengenal budaya dan keanekaragaman kuliner Indonesia
Seiring merebaknya pandemi COVID-19 sejak tahun 2020, terjadi peningkatan arus kepulangan WNI/PMI dari Sarawak, Malaysia ke Indonesia melalui ke tiga Pintu Lintas Batas Negara (PLBN). Tercatat pada tahun 2020 terdapat pemulangan sejumlah 45.067 orang WNI/PMI dan hingga 30 September 2021 terdapat 28.509 orang WNI/PMI yang pulang ke Indonesia. Dengan demikian diperkirakan WNI/PMI yang masih berada di Sarawak mencapai sekitar 65.000 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 23% atau sebanyak 23.000 orang WNI/PMI berstatus illegal.
Pemberian penampungan di shelter KJRI Kuching bagi istri dan anak-anak dari WNI/PMI bermasalah yang ditahan pihak imigrasi Sarawak, juga mengalami lonjakan. Pertengahan tahun 2021 pandemi Covid-19 terus meningkat, sesuai arahan pimpinan di Kemlu, KJRI Kuching telah menyalurkan bantuan alat kesehatan (masker dan hand sanitizer) dan bahan makanan (sembako) bagi para WNI/PMI yang terdampak pandemik virus covid-19. Pada kesempatan kegiatan pemberian bantuan, disertai pula kegiatan diseminasi mengenai protokol Kesehatan menghadapi virus covid-19, update informasi mengenai kebijakan pemerintah Sarawak mengenai ketenagakerjaan dan kebijakan KJRI Kuching dalam
27 membantu menangani masalah-masalah yang dihadapi WNI/PMI selama masa pandemik covid-19.
KJRI Kuching juga masih menerima beberapa laporan TKI yang lari dari suatu perusahaan ke perusahaan lainnya, baik yang masih dalam masa percobaan (3 bulan pertama dalam kontrak JO), maupun yang telah bekerja lama. Setidaknya dari satu perusahaan (contoh:
Sarawak Oil PalmBerhad/SOPB) yang mempekerjakan lebih dari 10.000 TKI, terdapat ± 200 TKI yang melarikan diri per tahunnya. Oleh karena itu. perlu suatu mekanisme untuk mengurangi angka TKI lari ini, beberapa solusi sederhana seperti adanya kesepakatan antar semua perusahaan pengguna untuk tidak lagi menerima para buruh PMI yang melarikan diri bekerja di perusahaan mereka, telah dibicarakan dengan perusahaan-perusahaan, namun pelaksanaannya tidak mudah.
Saat ini prosedur perekrutan TKI disektor pekerja formal/pekerja umum telah berjalan dengan baik, namun untuk sektor pekerja domestik/PLRT, KJRI Kuching belum melakukan kontrak Job Order (JO). Perekrutan TKI PLRT selama ini masih dilakukan perorangan.
Keterlibatan KJRI Kuching hanya ketika TKI PLRT melakukan perpanjangan paspor sehingga menyulitkan melakukan pendataan TKI/WNI. Penempatan TKI informal bertentangan dengan UU No. 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan TKI, yang menegaskan bahwa TKI yang direkrut perorangan tanpa sesuai aturan UU tersebut dikategorikan sebagai Tindak Pidana Perdaganqan Orang/TPPO.
Peluang Tahun 2022
Membandingkan data perdagangan luar negeri Sarawak dengan Indonesia tahun 2021 dan tahun 2020 yang menunjukkan angka penurunan pada awal terjadinya pandemik Covid-19 pada Malaysia External Trade Statistics Online (METS Online), terjadi peningkatan nilai impor pada beberapa produk Indonesia. Beberapa produk yang diimpor dari Indonesia antara lain: makan laut beku, kopi, makanan ringan (snacks), produk pasta/macaroni, pemanis buatan, semen dan lain-lain. Berdasarkan data tersebut, peluang peningkatan perdagangan di tahun 2022 sangat dimungkinkan.
Kondisi geografis, wilayah Sarawak dan Indonesia (provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur) memiliki kesamaan budaya dan obyek wisata. Wilayah Sarawak yang berada di Utara Kalimantan memiliki topografis lebih tinggi dan memiliki pegunungan dan dataran tinggi, sedangkan wilayah Indonesia di wilayah Barat, Timur dan Selatan cenderung topografi lebih rendah dan memiliki objek wisata pantai. Keistimewaan obyek wisata kedua wilayah ini, memiliki peluang besar untuk dikembangkan pada tahun 2022. Peluang kerja sama pariwisata kedua negara antara lain paket wisata Pantai Teluk Melano Sarawak dan Pantai Temajok Sambas, wisata Trans-Borneo Sarawak - Kalbar, wisata budaya bersama (Gawai Dayak, Festival Cap gomeh), yang masih tertunda realisasinya di tahun 2021, diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2022.
Sarawak sangat antusias dan berminat untuk mendalami lebih jauh peluang investasi di Indonesia, terutama di wilayah Ibu Kota baru Indonesia. Demikian pula investasi Sarawak yang sudah mendekati realisasi pada Proyek Pembangunan PLTA Mentarang Hilir di Kaltara, Sarawak melalui BUMN mereka SEB (Sarawak Energy Berhad) diharapkan berpeluang terealisasi pada tahun 2022. Demikian pula peluang kerjasama dibidang pendidikan dan wisata Kesehatan.
28 Upaya pemulihan kegiatan perekonomian di Sarawak juga akan menjadi peluang bagi tenaga kerja asing termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk kembali bekerja di sektor konstruksi, industri perkayuan, kelapa sawit dan rumah tangga. Dalam beberapa kesempatan, banyak pengusaha Sarawak telah menyampaikan permintaan kebutuhan PMI.
Menanggapi hal tersebut, KJRI Kuching terus melakukan penjajakan kepada pihak-pihak terkait untuk memantau penerapan kebijakan pemerintah Sarawak mengenai ketenagakerjaan pada tahun 2022. Di sisi lain, KJRI Kuching juga terus melakukan membenahan terhadap mekanisme pelayanan dan pelindungan bagi WNI/PMI untuk terus semakin prima sesuai dengan peraturan perundang-undangan baik yang berlaku di Indonesia maupun negara setempat.
Kuching, 10 Januari 2022