Laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk tujuan perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2012 30 Juni 2011
Rp Rp
Laba bersih untuk perhitungan
laba bersih per saham dasar 16,917,705,936 11,857,022,999
Jumlah Saham
Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa untuk perhitungan laba bersih per saham dasar.
Pada tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan tidak memiliki efek yang berpotensi saham biasa yang dilutif.
2012 dan 2011 Lembar Jumlah rata-rata tertimbang
dan 30 Juni 2011 (Tidak Diaudit)
34 31. Sifat dan Transaksi Pihak-Pihak Berelasi Sifat Pihak – Pihak Berelasi
a. Perusahaan yang sebagian pengurus atau manajemennya sama dengan Perusahaan: - PT Santa FE Supraco Indonesia
- PT Radiant Utama - PT Radiant Guna Persada - PT Guna Mandiri
b. PT Radiant Nusa Investama merupakan pemegang saham mayoritas Perusahaan.
Transaksi-transaksi Pihak – Pihak Berelasi
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi tertentu dengan pihak-pihak hubungan berelasi, yang meliputi antara lain:
a. Perusahaan dan Entitas Anak juga mempunyai transaksi piutang diluar usaha sebagai berikut:
30 Juni 2012 31 Desember 2011
Rp Rp
PT Radiant Utama (RU) 10,029,007,457 6,902,103,913
PT Radiant Nusa Investama (RNI) 2,444,064,325 2,403,656,394 PT Guna Mandiri Paripurna (GMP) 775,973,200 780,409,840
PT Radiant Guna Persada (RGP) 2,133,585,119 2,133,585,119
Lain-lain (masing-masing di
bawah Rp 500.000.000) 5,181,051,301 1,012,468,156
Jumlah 20,563,681,402 13,232,223,422
Piutang Perusahaan kepada RU terutama merupakan pemberian pinjaman. Berdasarkan perjanjian tanggal 1 Juni 2006, jangka waktu pinjaman adalah 5 (lima) tahun dan dikenakan bunga 12% per tahun dengan jaminan perusahaan dari RNI.Berdasarkan addendum perjanjian hutang piutang No: 066/CL/-RUI/VI/II tanggal 6 Juni 2011, Bahwa jangka waktu pinjaman diperpanjang selama 5 tahun.
Piutang Perusahaan kepada RNI, GM, RGP dan pihak-pihak berelasi lainnya terutama timbul dari biaya yang dibayarkan terlebih dahulu oleh Perusahaan dan entitas anak. Sejak tanggal 30 Desember 2010, utang tersebut dikenakan suku bunga mengambang dan jangka waktu masing-masing pinjaman 5 tahun.
Berdasarkan addendum perjanjian pada tanggal 1 Juni 2011, perjanjian ini diperpanjang lagi sampai dengan 31 Mei 2011. b. Perusahaan dan Entitas Anak juga mempunyai transaksi utang diluar usaha sebagai berikut:
30 Juni 2012 31 Desember 2011
Rp Rp
PT Radiant Guna Persada (RGP) 29,324,468,631 10,183,926,216 Lain-lain 9,252,640,000 -Jumlah 38,577,108,631 10,183,926,216 Utang Perusahaan kepada RGP merupakan utang atas sewa gedung untuk operasional kantor, biaya servis gedung dan sisa hutang pembelian gedung.
35 32. Informasi Segmen
Segmen Operasi
Perusahaan dan Entitas Anak pada saat ini melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:
1. Jasa pendukung operasi meliputi: jasa penyediaan sumber daya manusia, pemeliharaan dan perbaikan, sewa kendaraan serta penyediaan dan pengelolaan terintegrasi untuk basis lapangan migas.
2. Jasa inspeksi meliputi: jasa voluntary inspection, statutory inspection, non destructive testing services dan oil country tubular goods.
3. Jasa kegiatan lepas pantai meliputi: agen dan mobile offshare production unit.
4. Jasa pelayaran dalam negeri.
5. Jasa lain-lain meliputi: pelatihan, analisa dampak lingkungan dan lainnya. Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
Jasa kegiatan
Jasa Pendukung Jasa kegiatan pengerukan dan
Operasi Jasa Inspeksi lepas pantai pelayaran Lain-lain Konsolidasi
Laporan Laba Rugi
Pendapatan ekstern 484,065,669,589 65,828,032,554 116,632,864,458 9,012,681,517 4,806,141,793 680,345,389,910
Pendapatan antar segmen
Total Pendapatan Segmen 484,065,669,589 65,828,032,554 116,632,864,458 9,012,681,517 4,806,141,793 680,345,389,910
Laba Usaha 62,562,919,809
Laba Usaha Sebelum Pajak 24,599,775,602
Informasi Lainnya Aset Segmen yang tidak
dapat dialokasikan 1,055,440,455,648
Kewajiban Segmen yang
dan 30 Juni 2011 (Tidak Diaudit)
36
Jasa kegiatan
Jasa Pendukung Jasa kegiatan pengerukan dan
Operasi Jasa Inspeksi lepas pantai pelayaran Lain-lain Konsolidasi
Laporan Laba Rugi
Pendapatan ekstern 361,457,902,766 50,628,125,344 101,181,471,260 7,425,824,295 29,872,727,113 550,566,050,777
Pendapatan antar segmen
Total Pendapatan Segmen 361,457,902,766 50,628,125,344 101,181,471,260 7,425,824,295 29,872,727,113 550,566,050,777
Laba Usaha 25,813,416,912
Laba Usaha Sebelum Pajak 15,387,364,769
Informasi Lainnya Aset Segmen yang tidak
dapat dialokasikan 685,221,803,548
Kewajiban Segmen yang
tidak dapat dialokasikan 465,502,698,952
30 Juni 2011
Segmen Geografis
Operasi Perusahaan dan Entitas Anak berlokasi di wilayah Indonesia yang memiliki risiko dan imbalan relatif sama.
30 Juni 2012 30 Juni 2011 Rp Rp Jawa 394,523,969,151 268,977,130,787 Sumatera 97,986,943,781 160,130,441,957 Kalimantan 187,834,476,977 121,458,478,033 Jumlah 680,345,389,910 550,566,050,777 33. Ikatan
a. Pada tanggal 27 April 2006, Perusahaan menandatangani perjanjian Maleo Development dengan Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd., yang tertuang dalam perjanjian No. 900252 mengenai Mobile Offshore Project Unit (MOPU) Operating Services yang berlaku sampai 28 September 2010 dengan nilai kontrak sebesar USD 110.081.000.
Pada tanggal 8 Maret 2010, Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd., mengadakan addendum dengan Perusahaan atas perjanjian di atas dengan Ref
No. 013/MDO/LEG/III/10 diperpanjang dengan jangka waktu perjanjian untuk periode 5 tahun.
b. Pada tanggal 27 April 2006, Perusahaan menandatangani perjanjian Bareboat Charter of MOPU dengan Global Process System, LLC (GPS) untuk mendukung proyek Santos Maleo Development dengan tarif sewa per hari yang akan ditagih secara bulanan. Perjanjian ini berjangka waktu minimal 4 tahun, untuk tahap pengoperasian awal dan berlanjut ke tahap berikutnya mengacu pada addendum dari Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd dengan Ref No. 013/MDO/LEG/III/10 dimana kontrak GPS merupakan suatu perjanjian yang tidak terpisahkan dengan kontrak Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd.
Pada tanggal 20 September 2006, GPS mengadakan addendum dengan Perusahaan atas perjanjian di atas, dimana piutang usaha Perusahaan kepada Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd. harus dijaminkan kepada GPS dan diatur berdasarkan hukumInggris (Catatan 6)dan pada tanggal 27 Juli 2011 piutang usaha tesebut dijadikan jaminan atas utang kepada Bank DBS Indonesia ( Catatan 18).
37
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham No. 13 tanggal 14 Nopember 2006 dari P. Sutrisno A. Tampubolon, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui antara lain:
Pengalihan hak secara fidusia (jaminan fidusia) atas tagihan kepada Santos (Madura Offshare) Pty. Ltd., dengan nilai penjaminan sampai dengan USD 80.000.000 untuk kepentingan GPS.
General assignment berdasarkan hukum Inggris yang akan ditandatangani oleh Perusahaan untuk kepentingan GPS. c. Pada tanggal 30 Juli 2010, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan
PT Chevron Pacific Indonesia yang tertuang dalam kontak No.70/7233/DAT/2010 mengenai jasa-jasa pengoperasian enam (6) unit hoist yang berlaku selama 48 bulan dengan nilai kontrak sebesar Rp 46.521.300.500.
d. Pada 24 Maret 2010, Perusahaan menandatangani kontrak dengan PT. Antam Tbk yang tertuang dalam kontrak No. 70/7233/DAT/2010 mengenai jasa penyediaan tenaga kerja untuk ditempatkan di unit bisnis pertambangan emas Pongkor.
Kontrak ini berlaku sejak tanggal 25 Maret 2010 sampai dengan 24 Maret 2012 dengan nilai kontrak sebesar Rp 28.842.925.838.
e. SI mengadakan perjanjian sebagai berikut:
1) Pada tanggal 8 September 2010, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Santos (Sampang) Pty., Ltd. yang tertuang dalam kontrak mengenai Provision of Operations and Engineering Services yang berlaku sampai dengan 31 Agustus 2012 dengan nilai kontrak Rp 6.700.000.000.
2) Pada tanggal 18 April 2009, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Chevron Pacific Indonesia yang tertuang dalam kontak No. C674714 mengenai jasa-jasa pendukung operasi dan pemeliharaan fasilitas produksi di drilling yang berlaku sampai dengan tanggal 17 April 2013 dengan nilai kontrak Rp 160.462.241.300.
3) Pada tanggal 15 Juni 2009, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Chevron Geothermal Salak Ltd dan Chevron Geothermal Indonesia Ltd yang tertuang dalam kontrak No. C619355 mengenai jasa-jasa profesional, administrasi, inspector, dan inspeksi NDT di Salak, Darajat dan Jakarta yang berlaku sampai dengan tanggal 14 Juni 2012 dengan nilai kontrak Rp 89.477.416.699.
4) Pada tanggal 1 Agustus 2010, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Conoco Philips Indonesia Inc yang tertuang dalam kontrak No. CS.15126386 mengenai jasa penyedia tenaga kerja yang berlaku sampai dengan tanggal 31 Januari 2013 dengan nilai kontrak Rp 82.211.551.834.
5) Pada tanggal 1 Juni 2011, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Total E&P Indonesia yang tertuang dalam kontrak No.4500007994 mengenai jasa-jasa pendukung kegiatan perminyakan dan penyediaan 1 unit crane 150 tonase dan paket dredging dan lifting yang berlaku sampai dengan tanggal 31 mei 2014 dengan nilai kontrak USD 7,121,268.
f. SDW mengadakan perjanjian sebagai berikut:
1) Pada tanggal 15 Desember 2009, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan BUT Global Santa Fe Drilling Company mengenai jasa penyediaan tenaga kerja yang berlaku selama dua tahun.
2) Pada tanggal 22 Pebruari 2010, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan BUT Triton Industries Inc., mengenai jasa penyediaan tenaga kerja yang berlaku selama dua tahun.
3) Pada tanggal 1 Juni 2010, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT. Hitek Nusantara Offshore Drilling mengenai jasa penyediaan tenaga kerja yang berIaku selama dua tahun.
g. Pada tanggal 13 Nopember 2008, RBB menandatangani kesepakatan Kontrak Bagi Hasil (PSC) dengan Pemerintah Republik Indonesia (Pemerintah RI) dalam hal ini diwakili oleh BP Migas yang berjangka waktu 30 tahun. Berdasarkan PSC antara lain diatur hal-hal sebagai berikut:
RBB diwajibkan untuk membayar signature bonus kepada Pemerintah RI sejumlah USD 1,000,000 setelah penandatanganan kontrak tersebut.
RBB diwajibkan untuk membayar kepada Pemerintah RI sejumlah USD 200,000 untuk tujuan tertentu selama tahun pertama kontrak.
RBB diwajibkan untuk membayar bonus produksi kepada Pemerintah RI sejumlah USD 1,000,000 sampai dengan USD 4,000,000 setelah produksi kumulatif Petroleum dari area kontrak mencapai 25 sampai dengan 75 MBOE (Million Barrels of Oil Equivalent).
Pada saat kontrak berakhir atau diputuskan, pelepasan sebagian kontrak area, atau penutupan lapangan, RBB diharuskan untuk memindahkan semua peralatan dan instalasi dari kontrak area dan melakukan seluruh aktivitas restorasi sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum di kontrak atau peraturan pemerintah yang berlaku. Biaya untuk penutupan dan pekerjaan restorasi area dapat dipulihkan berdasarkan usulan dari masing-masing kontrak.
dan 30 Juni 2011 (Tidak Diaudit)
38
34. Instrumen Keuangan, Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan