BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN
LAIN-LAIN PENDAPATAN
Berdasarkan analisis tersebut maka pendapatan daerah Kabupaten Batang Hari diestimasi naik dari Rp 1.119.600.072.723,- pada tahun 2017 menjadi Rp1.605.305.826.512,-,- di tahun 2021 atau naik sekitar 43,38 persen dengan rata-rata pertumbuhan 9,45 persen per tahun, sebagaimana tabel berikut :
Tabel 3.6
Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun Anggaran 2017-2021
TAHUN
ANGGARAN PAD DANA
PERIMBANGAN
LAIN-LAIN PENDAPATAN
YANG SAH JUMLAH
1 2 3 4 5
2017 87,188,800,949 895,349,269,063 137,062,002,711 1,119,600,072,723 2018 112,063,070,429 987,232,421,550 159,964,692,101 1,259,260,184,081 2019 141,877,161,206 1,058,093,747,026 179,700,484,882 1,379,671,393,114 2020 174,256,924,291 1,132,106,331,325 204,447,794,343 1,510,811,049,960 2021 205,558,131,824 1,190,559,680,085 209,188,014,602 1,605,305,826,512 Peningkatan
2016-2021 135.76% 32.97% 52.62% 43.38%
GR 23.98% 7.40% 11.28% 9.45%
Grafik 3.27
Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun 2017-2021
Tabel 3.7
Proyeksi Pendapatan Daerah Per Jenis Penadapatan Kabupaten Batang Hari Tahun Anggaran 2017-2021
URAIAN PENDAPATAN
PROYEKSI
2017 2018 2019 2020 2021
1 2 3 4 5 6
Pendapatan Daerah 1,119,600,072,723 1,259,260,184,080 1,379,671,393,114 1,510,811,049,959 1,605,305,826,511
I Pendapatan Asli Daerah 87,188,800,949 112,063,070,429 141,877,161,206 174,256,924,291 205,558,131,824 1 Pajak Daerah 17,273,670,851 30,684,015,825 39,455,865,838 49,965,193,195 58,353,626,286 2 Retribusi Daerah 6,914,016,650 10,079,037,219 12,984,073,333 15,767,858,888 17,245,858,888 3 Hasil Pengelolaan
Kekayaan Daerah yang
Dipisahkan 8,000,000,000 11,808,000,000 14,688,000,000 18,662,400,000 22,394,880,000 4 Lain- lain Pendapatan
yang Sah 55,001,113,448 59,492,017,386 74,749,222,035 89,861,472,208 107,563,766,650 II Dana Perimbangan 895,349,269,063 987,232,421,550 1,058,093,747,026 1,132,106,331,325 1,190,559,680,085 1 Dana Bagi Hasil Pajak 95,766,067,063 124,562,339,650 135,974,001,932 150,140,420,625 147,483,067,485 2 Dana Bagi Hasil Bukan
Pajak 37,980,964,000 40,906,539,000 39,245,500,294 37,980,964,000 37,980,964,000
3 Dana Alokasi Umum (DAU) 611,107,019,000 672,217,720,900 733,328,422,800 794,439,124,700 855,549,826,600
4 Dana Alokasi Khusu (DAK) 150,495,219,000 149,545,822,000 149,545,822,000 149,545,822,000 149,545,822,000
III Lain- lain Pendapatan
yang Sah 137,062,002,711 159,964,692,101 179,700,484,882 204,447,794,343 209,188,014,602
1 Dana Bagi Hasil Pajak Provinsi (PKB), BBNKB,
Pajak Bahan Bakar) 41,050,007,711 43,923,508,251 46,003,123,454 48,320,828,701 55,517,004,114
2 Dana Penyesuain Otonomi
Khusus 96,011,995,000 116,041,183,850 133,697,361,428 156,126,965,642 153,671,010,488
a). Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan Asli Daerah (PAD) meliputi pajak daerah, retribusi daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan lain-lain pendapatan yang sah. Lima tahun ke depan, tahun 2017-2021 PAD Kabupaten Batang Hari diestimasi tumbuh rata-rata 23,98 persen, sehingga pada tahun 2021 ditargetkan mencapai Rp 205.558.131.824,- atau meningkat sekitar 135,76 persen dari PAD Tahun 2017. Kontribusi PAD dalam struktur APBD dalam lima tahun ke depan ditargetkan rata-rata sebesar 10,26 persen.
500,000,000,000 1,000,000,000,000 1,500,000,000,000
2017 2018
2019 2020
2021 895,349,269,063
987,232,421,550
1,058,093,747,026
1,132,106,331,325
1,190,559,680,085
2017 2018 2019 2020 2021
Series1 895,349,269,06 987,232,421,55 1,058,093,747, 1,132,106,331, 1,190,559,680,
Grafik 3.28
Estimasi PAD Kabupaten Batang Hari Tahun 2017-2021
Pajak daerah diharapkan bisa tumbuh rata-rata 37,41 persen per tahun, restribusi daerah tumbuh 26,35 persen, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan tumbuh rata-rata 29,76 persen dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah ditarget lima tahun ke depan mampu tumbuh rata-rata 18,43 persen per tahun.
b). Dana Perimbangan
Dana Perimbangan meliputi Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak. Dana Perimbangan menempati porsi terbesar dalam struktur APBD Kabupaten Batang Hari, yaitu rata-rata sebesar 76,83 persen. Dalam tahun 2017-2021 Dana Perimbangan di Kabupaten Batang Hari diestimasi tumbuh rata-rata 7,40 persen per tahun, sehingga pada tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp 1.190.559.680.085,- atau meningkat sekitar 32,97 persen dari Dana Perimbangan Tahun 2017.
Grafik 3.29
Estimasi Dana Perimbangan Kabupaten Batang Hari Tahun 2017-2021
c). Lain-lain Pendapatan Yang Sah
Pada tahun 2017-2021 sumber penerimaan daerah dari Lain-lain pendapatan yang sah diharapkan berkontribusi rata-rata sebesar 12,61 persen dalam struktur ABPD Kabupaten Batang Hari, dengan pertumbuhan rata-rata 11,28 persen per tahun, sehingga pada tahun 2021 ditargetkan pendapatan daerah dari pos penerimaan ini sebesar Rp 209.188.014.602 atau meningkat 52,62 persen dari kondisi tahun 2017.
Dana Lain-lain Pendapatan yang Sah meliputi Dana Bagi Hasil Pajak Provinsi dan Dana Penyesuaian Otonomi Khusus. Dana bagi hasil pajak provinsi dalam lima tahun ke depan diharapkan dapat tumbuh rata-rata sebesar 7,92 persen per tahun dan dana penyesuaian otonomi khusus tumbuh rata-rata 12,82 persen per tahun.
Grafik 3.30
Estimasi Dana Lain-lain Pendapatan Yang Sah Kabupaten Batang Hari Tahun 2017-2021 B. Arah Pengelolaan Pendapatan
Kebijakan pengelolaan pendapatan daerah merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah.
Besaran pendapatan daerah sangat menentukan kemampuan keuangan daerah untuk membiayai pembangunan.
Artinya volume pembangunan sangat tergantung dari kapasitas pendapatan daerah. Oleh karena itu strategi pengelolaan pendapatan daerah adalah sangat penting dan merupakan bagian yang terpisahkan dari kebijakan pembangunan daerah itu sendiri.
Sesuai proporsi sumber pendapatan daerah dan ruang lingkup Keuangan Daerah Kabupaten Batang Hari, maka strategi kebijakan pemerintah tetap berorientasi pada mengupayakan sumber pendapatan desentralisasi fiskal dalam bentuk Dana Alokasi Umum yang menempati proporsi paling besar. Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekalipun kontribusinya kecil, namun terus ditingkatkan dengan tetap mempertimbangkan kemampuan warga masyarakat. Demikian juga dengan sumber pendapatan lainnya terus ditingkatkan yaitu Lain-lain Pendapatan yang sah, Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak sehingga
dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang, proporsi Dana Alokasi Umum secara bertahap dapat berkurang dan digantikan oleh sumber pendapatan lainnya.
Beberapa strategi yang akan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pendapatan dalam kurun waktu lima tahun mendatang, antara lain :
a. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur yang membidangi tugas pendapatan daerah.
b. Menggali dan mengoptimalkan sumber pendapatan daerah sesuai kewenangan daerah melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah.
c. Akselerasi pendataan dan akurasi potensi pajak daerah, terutama PBB-P2
d. Peningkatan koordinasi dan pengawasan internal dan eksternal dalam rangka pemungutan pendapatan daerah;
e. Meningkatkan efisiensi dan meminimalisir kebocoran dalam proses perolehan PAD.
f. Meningkatkan peran aktif aparatur dalam memperoleh dana perimbangan, dan sumber-sumber dana lainnya g. Peningkatan sarana dan prasarana yang mendukung pendapatan daerah;
h. Peningkatan kualitas pelayanan dan kemudahan terhadap masyarakat dalam menghasilkan pendapatan daerah.
i. Optimalisasi jasa elektronik dalam pengelolaan pendapatan daerah.
j. Memperkuat peran PAD dalam struktur pendapatan daerah.
k. Optimalisasi aset dan kekayaan daerah sebagai sumber pendapatan daerah;
l. Pemantapan kelembagaan dan sistem pemungutan pendapatan daerah;
3.3.2 Proyeksi dan Arah Pengelolaan Belanja Daerah A. Proyeksi Belanja
Besaran belanja daerah sangat tergantung kepada besaran pendapatan daerah. semakin besar pendapatan daerah maka semakin besar pula potensi belanja daerah. Secara makro belanja daerah sebagai komponen keuangan daerah diharapkan mampu memberi dorongan atau stimulan terhadap perkembangan ekonomi daerah melalui multiplier effect yang bermuara kepada peningkatan kesejahteraan rakyat yang lebih merata.
Besaran target capaian indikator sasaran program yang hendak dicapai sangat mempengaruhi proyeksi belanja. Hal ini dilakukan dengan cara memperhatikan perkiraan inflasi, serta trend perkembangan komposisi belanja langsung dan tidak langsung, belanja pegawai, belanja modal, belanja barang dan jasa dan lain-lain.
Peningkatan pendapatan asli daerah sebagai sumber belanja akan menghadapi tantangan yang relatif berat, namun perlu menjadi prioritas. Kondisi ketergantungan yang tinggi terhadap Dana Perimbangan merupakan
isu penting yang perlu dicermati bagi penyelenggara pemerintahan, karena porsinya sangat tergantung oleh kebijakan pemerintah pusat.
Sesuai dengan besaran pendapatan daerah, maka belanja daerah Kabupaten Batang Hari dalam lima tahun ke depan diharapkan bisa tumbuh rata-rata 9,42 persen per tahun. Total belanja daerah diestimasi naik dari Rp 1.136.063.909.352,- di tahun 2017 menjadi 1.627.411.943.041,- di tahun 2021 atau naik sekitar 43,25 persen.
Belanja Langsung pada akhir periode pemerintahan tahun 2021 diestimasi bisa naik 59,88 persen dibanding tahun 2017 dengan pertumbuhan rata-rata 12,46 persen per tahun. Sedangkan Belanja Tidak Langsung (BTL) diharapkan naik 30,38 persen dibandingkan tahun 2017 dengan pertumbuhan rata-rata 6,90 persen per tahun.
Rincian per tahun dan per jenis belanja dapat dilihat pada dua tabel berikut ini : Tabel 3.8
Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun Anggaran 2017-2021