BAB 5 HASIL PENELITIAN
5.14.6. Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan
Proporsi paritas berdasarkan penatalaksanaan medis penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar tahun 2004-2008 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 5.22. Distribusi Proporsi Paritas Berdasarkan Penatalaksanaan Medis Penderita Mioma Uteri yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Tahun 2004-2008
Paritas
Nullipara Primipara Multipara Grande
multipara Jumlah Penatalaksanaan Medis f % f % f % f % f % Konservatif 0 0 1 33,3 2 66,7 0 0 3 100 Operatif 14 10,3 12 8,8 91 66,9 19 14 136 100
Berdasarkan tabel 5.22. dapat dilihat bahwa proporsi penatalaksanaan medis penderita deangan tindakan konservatif tertinggi multipara 66,7%. Proporsi penderita yang mendapat penatalaksanaan medis operatif tertinggi multipara 66,9%.
Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji chi-square tidak dapat dilakukan karena terdapat 4 sel (50,0%) yang mempunyai expected count < 5.
5.14.6 Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang
Lama rawatan rata-rata berdasarkan keadaan sewaktu pulang penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Vita insani Pematangsiantar tahun 2004-2008 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 5.23. Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang Penderita Mioma Uteri yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Tahun 2004-2008
Lama Rawatan Rata-rata (hari) Keadaan Sewaktu Pulang
f Mean SD
Pulang sembuh/pulang berobat jalan 190 5,33 1,590
PAPS 6 3,00 1,265
t = 3,552 df = 194 p= 0,000
Berdasarkan tabel 5.23. dapat dilihat bahwa lama rawatan rata-rata dari seluruh penderita yang pulang sembuh/pulang berobat jalan adalah 5,33 hari ( 5 hari), sedangkan lama rawatan dari seluruh penderita yang pulang atas permintaan sendiri adalah 3 hari. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai p<0,05, ada perbedaan yang bermakna antara lama rawatan rata-rata penderita mioma uteri berdasarkan keadaan sewaktu pulang.
BAB 6 PEMBAHASAN
6.1. Distribusi dan Trend Kunjungan Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Data Tahun 2004-2008
Distrbusi penderita mioma uteri berdasarkan tahun yang dirawat inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Tahun 2004-2008 dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
55 72 41 11 17 y = -14.3x + 82.1 0 10 20 30 40 50 60 70 80 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun F reku en s i
Gambar 6.1. Diagram Bar Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Data Tahun 2004-2008 yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar
Berdasarkan gambar 6.1. dapat dilihat bahwa penderita mioma uteri pada tahun 2004-2008 tertinggi pada tahun 2005 sebanyak 72 kasus dan terendah pada tahun 2008 sebanyak 11 kasus. Kecendrungan penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar berdasarkan tahun 2004-2008 menunjukkan penurunan dengan persamaan garis y = -14,3x + 82,1, frekuensi kasus menurun sebanyak 44 kasus, dengan simpel rasio penurunan 5 kali, serta persentase penurunan sebesar 80 %.
6.2. Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Sosiodemografi 6.2.1. Umur
Proporsi penderita mioma uteri berdasarkan umur yang dirawat inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar tahun 2004-2008 dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 0.5 1.0 23.5 44.4 21.4 6.6 2.6 0 10 20 30 40 50 21-27 28-34 35-41 42-48 49-55 56-62 70-79 Umur (Tahun) P r op or si ( % )
Gambar 6.2. Diagram Bar Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Umur yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Berdasarkan gambar 6.2. dapat dilihat bahwa proporsi umur penderita mioma uteri yang tertinggi terdapat pada kelompok umur 42-48 tahun 44,4% dan terendah pada kelompok umur 70-79 tahun 0,5%.
Berdasarkan penelitian ini, umur terendah penderita mioma uteri 21 tahun dan umur tertinggi 75 tahun. Proporsi penderita mioma uteri mengalami peningkatan sampai dengan kelompok umur 42-48 tahun dan kemudian mengalami penurunan.
Mioma uteri jarang ditemukan pada wanita usia dibawah 20 tahun.4 Mioma uteri akan memberikan gejala klinis pada umur 40 tahun ke atas. Mioma tumbuh
selama masa reproduksi dibawah pengaruh estrogen dan akan mengecil pada saat menopause, ketika estrogen tidak lagi disekresi dalam jumlah yang banyak.29
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Muzakir di RSUd Arifin Achmad Provinsi Riau tahun 2006 bahwa proporsi penderita mioma uteri berdasarkan umur mengalami peningkatan pada umur > 40 tahun. Proporsi pada kelompok umur 35-39 tahun (8,12%) dan kemudian meningkat pada kelompok umur 40-44 tahun (27,02) dan kelompok umur 45-49 tahun (45,94%). Tidak ditemukan penderita mioma uteri pada umur < 20 tahun.20
6.2.2. Suku
Proporsi penderita mioma uteri berdasarkan suku yang dirawat inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar tahun 2004-2008 dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 58.7 34.7 4.1 1.0 1.0 0.5 0 10 20 30 40 50 60
Batak Jawa Cina Minang Melayu dll
Suku P r op or si ( % )
Gambar 6.3. Diagram Bar Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Suku yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar
Berdasarkan gambar 6.3. dapat dilihat bahwa proporsi suku penderita mioma uteri yang tertinggi adalah suku Batak sebesar 58,7% dan yang terendah adalah suku Melayu sebesar 0,5%. Pada penelitian ini suku Batak adalah penggabungan Batak Toba, karo, Simalungun dan Pakpak.
Hal ini bukan berarti ada keterkaitan suku dengan mioma uteri, namun hanya menunjukkan penderita mioma uteri yang datang berobat ke rumah sakit ini mayoritas suku Batak.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Purba CV (2009) di RSU Vita Insani Pematangsiantar tahun 2004-2008 dengan desain penelitian case series bahwa proporsi suku tertinggi penderita PJK adalah suku Batak 70,1%.39
6.2.3. Agama
Proporsi penderita mioma uteri berdasarkan agama yang dirawat inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar tahun 2004-2008.
3.1 3.6
46.4
46.9
Kristen Protestan Islam Budha Kristen Katolik
Gambar 6.4. Diagram Pie Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Agama yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Tahun 2004-2008
Berdasarkan gambar 6.4. dapat dilihat bahwa proporsi agama penderita mioma uteri yang tertinggi adalah agama Kristen Protestan 46,9% dan tidak ditemukan penderita mioma uteri yang beragama Hindu.
Hal ini bukan berarti ada keterkaitan agama Kristen Protestan dengan mioma uteri, namun hanya menunjukkan penderita mioma uteri yang datang berobat ke rumah sakit ini mayoritas beragama Kristen Protestan.
Hal ini sesuai dengan penelitian Purba CV (2009) di RSU Vita Insani Pematangsiantar tahun 2004-2008 dengan desain penelitian case series bahwa proporsi agama tertinggi penderita PJK beragama Kristen protestan 56,7%.39
6.2.4. Pekerjaan
Proporsi penderita mioma uteri berdasarkan pekerjaan yang dirawat inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar tahun 2004-2008 dapat dilihat pada gambar di bawah ini . 46.9 6.1 12.8 14.8 19.4
IRT dll Peg. Negeri (PNS/TNI/Polri) Wiraswasta Peg. Swasta
Gambar 6.5. Diagram Pie Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Pekerjaan yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Tahun 2004-2008
Berdasarkan gambar 6.5. dapat dilihat bahwa proporsi pekerjaan penderita mioma uteri yang tertinggi adalah ibu rumah tangga (IRT) 46,9% dan terendah adalah pegawai swasta 6,1%.
Hal ini sesuai dengan penelitian Purba L. (2006) di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2000-2004 dengan desain penelitian case series bahwa proporsi pekerjaan tertinggi penderita mioma uteri sebagai ibu rumah tangga 68,1%.30