iang itu aku baru saja tokoh yang dimaksud oleh ayah. selesai keliling kota "Nama jalan yang ada di Manado. Saat aku duduk di cafe depan hotel kita ini, L.N. Palar," hotel sambil menikmati pisang
goreng dan secangkir teh, ayah bertanya padaku, "Bay .. . apakah kamu kenal dengan nama tokoh yang dicantumkan sebagai nama jalan tadi?" "Nama jalan yang mana, Yah, ada L. N. Palar dan B.W. Lapian di dekat hotel ini," kataku.
Rasanya aku belum begitu mengenal nama
jawab ayah.
"Siapa, Yah, L.N.
Palar itu?" tanyaku.
"la adalah seorang
diplomat yang lahir dari kota Manado ini," jelasnya. Nama lengkapnya Lambertus Nicodemus Palar atau biasa dikenal dengan L.N. Palar.
la juga berperan besar dalam tokoh-tokoh kemerdekaan
memperjuangkan kemerdekaan termasuk Sukarno.
Indonesia. Setelah beberapa waktu,
Ayah pun melanjutkan di tahun 1 924, Palar kuliah
kisahnya. kembali di Rechts Hoogeschool
"L.N. Palar dilahirkan di di Jakarta. Pada masa Rurukan, Tomohon, Sulawesi inilah ia bergabung dalam Utara, 5 Juni 1 900. Setamatnya organisasi pemuda daerah,
dari Sekolah Dasar, Palar Jong Minahasa. la mendapat melanjutkan sekolah di "Meer kesempatan belajar di
Uitgebreid Lager Onderwijs" Gemeentelijke Universiteit
Meer Uitgebreid Lager Amsterdam, Belanda tahun Onderwijs (MULO) yang setara 1 928. la menetap dan bekerja dengan Sekolah Menengah di sana. Detelah sepuluh tahun
Pertama di "Tondano" Tondano, Palar mencoba kembali ke
tahun 1 91 6 sampai 1 9 1 9. tanah air. Sejak itu ia sering Dengan semangat belajar yang mengunjungi berbagai
tinggi, ia kembali bersekolah di untuk menghimpun informasi. Algemene Middelbare School la menemukan bahwa gerakan (AMS) yang juga setara dengan kemerdekaan Indonesia sedang
Sekolah Menengah Atas di berkobar. Sekembalinya
Yogyakarta, dan lulus di tahun ke Belanda, ia menuliskan 1 920. Pada tahun 1 922, Palar pengalamannya di tanah air.
memulai pendidikannya di Aktivitas Palar yang menonjol
Technische Hogeschool di sebelum kemerdekaan justru
Bandung. tinggi terjadi di Belanda. la pernah
ini sekarang dikenal sebagai menjadi anggota organisasi
lnstitut Teknologi Bandung (ITB). Belanda yang berjuang Di sana ia bertemu dengan melawan NAZI Jerman pada
masa Perang Dunia kedua. lni terjadi tak lama setelah Jerman menduduki Belanda. Selain
itu, ia pernah menjadi kepala seksi Indonesia yang bernama Partai Buruh Sosial Demokrat (SOAP) di Belanda. Perannya
pandangannya, konflik tidak harus diselesaikan dengan kekerasan, tetapi bisa juga melalui perundingan. Karena pemerintah Belanda tidak menanggapinya, ia lalu pulang ke Indonesia.
dalam perlawanan bawah tanah Dalam kekecewaannya semasa pendudukan NAZI yang mendalam itu, setiba di tersebut menyebabkan banyak Indonesia, ia menemui Presiden orang Belanda menghormatinya. Soekarno. Setelah mendapat
la sangat dihargai para anggota ajakan Soekarno, Palar bertemu partai buruh. dengan tokoh-tokoh pergerakan
Tahun 1 945 Perang kemerdekaan Indonesia Dunia pun selesai. Jerman seperti Syahrir, Agus Salim, kalah perang. Atas jasa-jasa dan lainnya. Tanpa berpikir besarnya selama melawan
Jerman, Palar terpilih menjadi anggota parlemen Belanda (Tweede Kamer) mewakili Partai Buruh. Ketika Belanda menjalankan Agresi Militernya yang pertama terhadap
Indonesia pada 20 Juli 1 947, Palar berhenti dari parlemen.
panjang, Palar memilih berjuang bersama rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan. Di sinilah letak peran aktif Palar dalam diplomasi Indonesia. Memang setelah proklamasi 1 945, Belanda tidak pernah mengakui kemerdekaan Indonesia sambil berupaya Agresi itu mengecewakannya. sekuat tenaga merebut kembali la menginginkan konflik Belanda tanah Nusantara. Pemerintah dan Indonesia diselesaikan yang pada itu berpusat tanpa kekerasan. Menurut di Yogyakarta menunjuk Palar
menjadi juru bicara di
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). L.N. Palar berperan besar dalam perundingan-perundingan yang terjadi selama revolusi kemerdekaan. Bahkan ia berperan aktif dalam diplomasi
internasional di markas
PBB di New York, Amerika Serikat. Palar berjuang agar kemerdekaan Indonesia diakui dunia internasional.
Perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan memang panjang dan tak surut. Demikian juga dalam perjuangan diplomasi. Diplomasi Indonesia tidak berhenti meski Belanda merebut ibukota Yogyakarta pada 1 9 Desember 1 949. Untuk kedua kalinya, Belanda melancarkan agresinya.
Akibat Agresi Mi liter Belanda.
tersebut, Presiden dan Wakil Presiden beserta pejabat tinggi lainnya ditawan oleh Belanda. Namun, sesaat sebelum
ditawan, Menteri Luar Negeri yang pada waktu itu dijabat oleh Haji Agus Salim sempat mengirim perintah kepada L.N. Palar, Dr. Soedarsono, dan Mr. Maramis yang saat itu berada di India. Mereka ditugasi mendirikan pemerintah
Indonesia dalam pelarian (Government in Exile). Tugas itu akan dilaksanakan apabila Syafruddin Prawiranegara gagal membentuk Pemerintahan Darurat RI (PDRI) di Bukit Tinggi. Ternyata PDRI dapat dibentuk di Desa Halaban, Sumatera Barat, sehingga tugas membentuk pemerintah
Indonesia dalam pelarian tidak terlaksana.
Patriotisme Palar tampak pada tanggal 22 Desember
1 948. Ketika menggalang pengakuan dunia internasional terhadap kemerdekaan
Indonesia, tiga hari setelah Agresi Militer Belanda
yang kedua itu, di hadapan Sidang Majelis PBB di
New York, Palar berbicara tentang situasi di ibukota sementara RI, Yogyakarta. Palar memperdebatkan posisi kedaulatan Indonesia di PBB dan di Dewan Keamanan. la berkata:
"lngatkah Anda dengan penyerbuan Jepang ke Pearl Harbour? Agresi Militer Belanda di ibukota Indonesia beberapa hari silam adalah Pearl Harbour jilid 1 1 ."
Pidato itu mengubah
pandangan para diplomat dari negara-negara lain. Wakil lnggris, Sir Alexander Cadogan menyerang tindakan Belanda yang menurutnya berlebihan. Kemudian, reaksi juga datang dari wakil Amerika, Dr. Jessup.
untuk kembali berunding. L. N. Palar beserta kedua temannya, Dr. Soedarsono dan Mr. Maramis terus berdiplomasi di luar negeri. Ketiga diplomat inilah yang berjasa menyiarkan Serangan Umum 1 Maret
1 949 ke Birma, \Jew Delhi,
dan seluruh dunia, hingga ke Markas Besar PBB di New York. Dunia internasional mengecam tindakan Belanda yang menahan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia di Yogyakarta. Akibatnya, PBB mengusulkan perundingan Indonesia dengan Belanda. Perundingan lnclonesia-Belanda lalu terlaksana pada bulan
April 1 949. Delegasi Indonesia dipimpin Mohamad Roem. Atas la menuduh Belanda melanggar desakan PBB akhirnya Belanda piagam PBB dan perintah membebaskan Bung Karno Gencatan Senjata PBB pada dan Bung Hatta kembali ke bu Ian Agustus 1 94 7. Dukungan
internasional kepada Indonesia mulai meningkat. Belanda menjadi pihak yang dikecam dunia internasional dan dipaksa
Yogyakarta. Dari perundingan ini pula disepakati pengadaan Konferensi Meja Bundar (KMB) yang kita tahu akan mengakui kedaulatan Indonesia.
Palar adalah seorang diplomat yang handal. la dipercaya. la tidak pernah berhenti berjuang. Baginya, pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda di tahun 1 949 bukanlah titik akhir perjuangannya. Dalam mengisi kemerdekaan Indonesia, sejak tahun 1 950-1 965, ia berjuang
Pada tahun 1 953-1 956 Palar bertugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk India. Semasa di India ia turut mempersiapkan Konferensi Asia-Afrika di Bandung, April
1 955. la sendiri memimpin komisi tentang kolonialisme. Setelah pelaksanaan konferensi, pada tahun 1 956 Palar memulai sebagai diplomat yang membela kembali tugas diplomatiknya
kepentingan Indonesia di
luar negeri. Berkat usahanya, Indonesia menjadi anggota ke-60 PBB pada tahun 1 950.
melalui jabatan Duta Besar Indonesia untuk Jerman Timur dan Uni Soviet."
Sekarang aku paham arti Atas keberhasilannya itu, Palar penting nama L.N. Palar yang diangkat sebagai Wakil Tetap tercantum sebagai nama Indonesia yang pertama dengan jalan tadi. Satu cara untuk
pangkat Duta Besar untuk PBB mengenang dan menghormati
di New York, sejak 1 950-1 953.
Pada saat berpidato di muka Sidang Umum PBB sebagai Perwakilan Indonesia yang pertama di PBB, Palar berterima kasih kepada para pendukung Indonesia dan berjanji bahwa Indonesia akan melaksanakan kewajibannya sebagai anggota
PBB.
jasa seseorang.
"Ada apa Bay .. . , kamu termenung?" tanya ayah menghentikan kisahnya.
"Tidak Yah, aku hanya berpikir, apakah aku juga bisa suatu saat nanti menjadi seorang diplomat?" jawabku.
Semua yang kamu inginkan akan tercapai Bay, asalkan
kamu berusaha dengan sungguh," jawab ayah.
Kami pun melanjutkan perjalanan. Kami ke Bunaken, taman laut yang tersohor keindahannya di Sulawesi Utara.