• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAME encoder merupakan back-end dari encoder yang digunakan pada software ini sehingga perlu diketahui aturan command line. Command line21 keseluruhan diawali dengan ‘lame’ diikuti oleh command line parameternya.

Setelah menuliskan command line dari parameternya, dilanjutkan dengan nama file WAV yang akan di-encode lengkap dengan path-nya kemudian nama file MP3 lengkap dengan path-nya. Berikut ini akan dijelaskan command line untuk setiap parameter-nya dalam LAME encoder.

20 ibid 13

21 Full command line switch reference (online) <http://lame.sourceforge.net/doc/html/

switchs.html>

• Bitrate

Untuk MPEG1 (sampling frequencies 32, 44.1 dan 48 kHz):

nilai_bitrate = 32,40,48,56,64,80,96,112,128,160,192,224,256,320.

Untuk MPEG2 (sampling frequencies 16, 22.05 dan 24 kHz):

nilai_bitrate = 8,16,24,32,40,48,56,64,80,96,112,128,144,160.

Default adalah 128 kbit untuk MPEG1 dan 64 kbit untuk MPEG2.

Jika digunakan VBR, -b berarti bitrate minimum yang digunakan.

Semakin besar bitrate yang digunakan, semakin bagus kualitas suara yang dihasilkan dan semakin besar pula ukuran file yang dihasilkan. Demikian pula sebaliknya.

Command line: -b nilai_bitrate Contoh: -b 128

• Mode

Mode digunakan untuk memilih jenis stereo atau mono encoding yang digunakan.

Tabel 2.13. Daftar Mode dan Nilainya

Mode Nilai_Mode

Stereo S

Joint Stereo J Forced Joint Stereo F

Mono M

Joint stereo merupakan mode default untuk file stereo dengan VBR jika –V (nilai VBR quality) lebih dari 4 atau fixed bitrates 160 kbit atau kurang. Pada fixed bitrates yang lebih tinggi atau VBR settings yang lebih tinggi, default-nya adalah stereo.

§ stereo

Pada mode ini, tidak ada penggunaan potentially existing correlations antara 2 input channels. Permintaan bit antara kedua channel bisa dinegosiasikan, contohnya dengan memberikan satu channel lebih banyak bit jika channel yang lain mengandung silence atau membutuhkan lebih sedikit bit disebabkan lower complexity.

§ joint stereo

Pada mode ini, digunakan sebuah korelasi antara kedua channel. Sinyal tersebut akan dimatrikskan menjadi sum ("mid"), dikomputasikan oleh L+R, dan perbedaan ("side") sinyal, dikomputasikan oleh L-R, dan lebih banyak bit yang dialokasikan ke mid channel.

Secara efektif, ini akan meningkatkan bandwidth jika sinyal tersebut tidak memiliki terlalu banyak stereo separation, sehingga memberikan keuntungan yang signifikan dalam kualitas encoding.

Penggunaan mid/side stereo yang tidak sesuai dapat menghasilkan audible compression artifacts. Terlalu banyak switching antara mid/side dan regular stereo dapat menyebabkan suara yang terdengar jelek. Untuk menentukan kapan harus meng-switch ke mid/side stereo, LAME menggunakan algoritma yang jauh lebih sophisticated daripada yang dijelaskan dalam dokumentasi ISO, dan aman digunakan dalam mode joint stereo.

§ forced joint stereo

Mode ini akan memaksa MS joint stereo pada semua frame. Ini agak lebih cepat daripada joint stereo, tetapi ini hanya bisa digunakan jika setiap frame dari input file memiliki sangat sedikit stereo separation.

§ mono

Inputan akan di-encode sebagai sebuah sinyal mono. Jika inputan berupa sinyal stereo, akan di-downsample menjadi mono. Downmix dikalkulasi dari penjumlahan channel kiri dan kanan.

Command line: -m nilai_mode Contoh: -m j

• Jika digunakan optimization

Optimization berfungsi untuk menentukan prioritas optimasi yang digunakan dalam encoding, yaitu berdasarkan speed atau quality.

§ Speed

Encoder dipaksa menggunakan mode encoding yang lebih cepat, tetapi dengan kualitas yang lebih rendah.

Noise shaping tidak diperbolehkan, tetapi psycho acoustics akan tetap dikomputasi untuk alokasi bit dan deteksi pre-echo.

§ Quality

Menggunakan beberapa perbaikan kualitas. Encoding akan lebih lambat, tetapi hasilnya memiliki kualitas yang lebih tinggi.

Command line untuk speed adalah -f sedangkan untuk quality adalah -h.

• Jika digunakan CRC error protection

Ini berarti akan ditambahkan sebuah kode cyclic redundancy check (CRC) pada setiap frame, mengijinkan untuk mendeteksi error transmisi yang dapat muncul pada stream MP3. Ini membutuhkan 16 bit per frame yang akan digunakan untuk encoding, dan kemudian agak mengurangi kualitas suara.

Command line: -p

• Jika digunakan MP3 flags

Flags digunakan untuk menentukan apakah file MP3 hasil encoding tersebut dinyatakan sebagai copy (non-original) atau memiliki copyright.

Command line untuk copy adalah -o sedangkan untuk copyright adalah -c.

• Jika digunakan VBR

§ Menggunakan ABR sebagai ganti VBR atau tidak

♦ Kalau digunakan ABR

Encoding dilakukan dengan menggunakan targeted average bitrate, mengijinkan penggunaan frame dengan ukuran yang berbeda-beda.

Range yang diijinkan adalah 8-310.

Command line: --abr nilai_ABRTargetBitrate

Nilai ini bisa dikombinasikan dengan -b and -B switches seperti:

lame --abr 123 -b 64 -B 192 a.wav a.mp3

yang akan membatasi ukuran frame yang diijinkan antara 64 dan 192 kbit.

♦ Kalau tidak digunakan ABR, harus ditentukan VBR quality

Quality terdiri dari nilai 0 sampai 9. Nilai 4 merupakan default quality sedangkan 0 merupakan highest quality.

Command line: -V nilai_quality Contoh: -V 0

§ VBR maximum bitrate

Untuk MPEG1 (sampling frequencies 32, 44.1 dan 48 kHz):

nilai_bitrate = 32,40,48,56,64,80,96,112,128,160,192,224,256,320.

Untuk MPEG2 (sampling frequencies 16, 22.05 dan 24 kHz):

nilai_bitrate = 8,16,24,32,40,48,56,64,80,96,112,128,144,160.

Nilai ini menjelaskan bitrate maksimum yang diijinkan jika digunakan VBR/ABR. Penggunaan ini sebenarnya tidak direkomendasikan.

Dikarenakan adanya bit reservoir, sebuah 128 kbit CBR bitstream, dapat memiliki frame-frame yang menggunakan bit sebanyak mungkin seperti frame 320 kbit. Mode VBR meminimalkan penggunaan bit reservoir, oleh karena itu frame-frame 320 kbits perlu diijinkan untuk memperoleh fleksibilitas yang sama seperti CBR streams.

Command line: -B nilai_MaxBitrate Contoh: -B 320

§ Strictly enforce minimum bitrate (usahakan memberlakukan bitrate minimum). Sifatnya optional.

Ini terutama ditujukan untuk penggunaan hardware players yang tidak mendukung low bitrate MP3. Tanpa option ini, bitrate minimum akan diabaikan untuk passages of analog silence, contohnya ketika level musik di bawah absolute threshold of human hearing (ATH).

Command line: -F

§ Disable writing VBR tag (tidak perlu VBR tag). Sifatnya optional.

Tag ini ditanamkan dalam frame 0 dari file MP3. Tag ini mengandung beberapa informasi mengenai encoding options dari file tersebut, dan dalam VBR, tag ini mengijinkan VBR aware players secara tepat seek dan compute playing times dari VBR files.

Command line: -t

• Jika digunakan resampling

Digunakan untuk mengatur frekuensi sampling yang digunakan dalam encoding, yang terdiri atas frekuensi 8, 11.025, 12, 16, 22.05, 24, 32, 44.1 dan 48 kHz. Jika nilainya tidak dispesifikasikan, LAME akan secara otomatis me-resample inputan ketika menggunakan high compression ratios.

Command line: -resample nilai_frekuensi Contoh: -resample 32

• Jika digunakan highpass filter

Highpass filter digunakan untuk mengatur highpass filtering frequency (frekuensi di bawah nilai ini akan di-cutoff).

Command line: --highpass nilai_HighFilterFrequency

Jika digunakan width of highpass filter (nilai default-nya 15% dari highpass frequency):

Command line: --highpass –width nilai_HighFilterWidth

• Jika digunakan lowpass filter

Lowpass filter digunakan untuk mengatur lowpass filtering frequency (frekuensi di atas nilai ini akan di-cutoff).

Command line: --lowpass nilai_LowFilterFrequency

Jika digunakan width of lowpass filter (nilai default-nya 15% dari lowpass frequency):

Command line: --lowpass –width nilai_LowFilterWidth

Contoh: Jika file ‘coba.wav’ di folder ‘C:\’ akan di-encode menjadi ‘coba.mp3’

pada lokasi yang sama dengan source file-nya, dengan menggunakan bitrate 128 kbit dan mode joint stereo, maka command line-nya adalah:

lame -b 128 -m j “C:\coba.wav” “C:\coba.mp3”

Dokumen terkait