• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAMPIRAN G: TRANSKRIP WAWANCARA ROSTINAH

Dalam dokumen LAMPIRAN A: DATA ADMINISTRATIF (Halaman 30-36)

Narasumber : Rostinah S. Pd, M. Pd.

Jabatan : Kepala UPTD

Waktu : 19 September 2020 Wawancara Via : Whatsapp

Philip:

Selamat Siang Ibu Rostinah yang terhormat dan terima kasih untuk memberikan waktu ibu yang penting untuk Wawancara ini, nama saya adalah Tumbur S. Philip, Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, dan saya pada hari ini mewawancarai ibu untuk mengumpulkan data untuk Tugas Akhir yang sedang dirancang, jawaban dan opini yang ibu akan berikan kepada saya tidak akan dipublikasikan secara publik, dan hanya akan digunakan sebagai data sebatas kepentingan kampus. Jika ibu sudah siap mari kita mulai Wawancaranya

Ibu Rostinah: Oke

Philip:

Baik, untuk memulai Bisakah Ibu memperkenalkan diri ibu sendiri? Nama, umur, okupasi, pendidikan terakhir, dan pencapaian?

Ibu Rostinah:

Oke baik dia Nama saya Rostina M. Pd. umur sekarang itu 49 tahun karena saya lahir tahun 1971, pendidikan terakhir terakhir itu S2, pencapaian saya menjadi

xlix

guru itu sekitar 20 lebih tahun terus menjadi kepala sekolah dan menjadi kepala unit penunjang pendidikan Kecamatan donggo baru 4 tahun.

Philip:

Oke untuk untuk pertanyaan kedua sudah berapa lama ke ibu dalam posisi anda sekarang?.

Ibu Rostinah:

4 tahun lebih, menjadi kepala UPT 4 tahun lebih.

Philip:

Pertanyaan ketiga Apa yang mendorong ibu untuk mengambil karir ini?.

Ibu Rostinah:

Saya Sih memang backgroundnya di pendidikan kali ini mungkin iya sebuah hadiah, karena memang saya latar belakangnya guru, Kemudian tugas ini ia tidak jauh dari tugas saya, hanya untuk sebagai apa hadiah buat saya untuk unit pelaksanaan monitoring kegiatan belajar mengajar di seluruh tingkat pendidikan yang ada di kecamatan Donggo baik itu di lembaga PAUD TK SD SMP maupun SMA Bahkan jika ada perguruan tinggi itu juga menjadi kewenangan saya

Philip:

Baik, sebagai pertanyaan keempat saya, selama anda dengan posisi anda apakah topik-topik yang and sering dengar mengenai murid-murid tingkat Menengah Atas?

l

Ya topik-topik saya ya melihat sendiri bukan juga mendengar tapi bisa menyaksikan sendiri bagaimana proses pembelajaran di SMA karena sekali-sekali juga saya lakukan Monitor di SMA, ya kalau berbicara positifnya ya saya bisa bilang 60 40 begitu. Iya kalau memang saya sering melihat pembelajaran di SMA itu rata-rata gurunya itu kurang menggunakan, apa, menggunakan media pembelajaran yang efektif itu sehingga kadang-kadang kalau gurunya kurang kurang profesional maka. Output dari pada SMA atau siswa-siswanya itu kurang juga gitu baik.

Philip:

Apakah menurut anda yang menjadi permasalahan untuk pendidikan murid-murid SMA?

Ibu Rostinah:

Permasalahnya itu tadi rata-rata di SMA itu kurangnya para guru-guru itu memiliki berbagai multi metode terus media pembelajaran yang interaktif yang menyenangkan bagi siswa SMA sesuai dengan tingkat umur ataupun bidang studinya itu kurang dilaksanakan oleh guru-guru yang dimiliki nggak ada belum termotivasi untuk menggunakan media media pembelajaran

Philip:

Baik, apakah menurut anda media media yang dapat membantu pembelajaran murid secara murid-murid SMA secara efektif?.

Ibu Rostinah:

Ya banyak lah, banyak seperti peta-peta poster-poster, kemudian LCD, dan secara game secara teknologi boleh juga Permainan gamenya langsung dengan siswa-siswa itu.

li Philip:

Apakah menurut anda kepentingan mata pelajaran sejarah untuk murid-murid SMA

Ibu Rostinah:

Sangat penting sekali, karena kalau seseorang Melupakan sejarah berarti buta hidupnya itu, sejarah itu sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan, baik secara pribadi maupun secara umum, ya secara masyarakat

Philip:

Ya, ini pertanyaan selanjutnya, jikalau bilang murid-murid SMA tersebut tidak memperdulikan sejarah Apakah menurut Ibu konsekuensi yang bisa terjadi? Apakah konsekuensi yang bersifat fatal atau ringan?

Ibu Rostinah:

Fatal sekali kalau dia tidak mempelajari sejarah, jika saja bilang, kalau siswa SMA, bukan hanya siswa SMA, semua orang kalau tidak mempelajari sejarah ya akan mengalami kemunduran dalam hal intelektualitasnya, contoh saja jika dia tidak memahami sejarah sama saja seperti, kan dia memilih agama, mengetahui budaya, kemudian membahas tata negara, perlu dipelajari melalui sejarah, maka ilmu-ilmu lain datang dari sejarah

Philip:

Baik, dalam riset yang saya lakukan, saya menemukan sebuah fenomena berupa Murid-Murid SMA yang tidak menyukai mata pelajaran Sejarah, dan penyebab yang saya dapat kumpulkan adalah metode pengajaran yang kurang efektif, apakah masukan anda terhadap hal tersebut?

lii

Iya memang rata-rata pembelajaran di SMA itu, itu kan ceritanya di ibukota, apalagi di daerah terpencil seperti ini, rata-rata mereka tuh gak tertarik karena guru dalam mendidik mereka tidak menggunakan media-media yang menarik untuk mereka, seandainya bisa mengubah paradigmanya, mungkin pelajaran sejarah itu dapat menyenangkan untuk siswa, dalam artian, selayaknya guru-guru sejarah tersebut harus menggunakan media-media yang menarik untuk siswanya.

Philip:

Hmm, baik, ini pertanyaan kesepuluh, Sejarah Indonesia bisa dibagi menjadi beberapa Periode seperti; Pra-Sejarah, Kerajaan Hindu/Budha, Kerajaan Islam, Kolonialisme Belanda, Penjajahan Jepang, dan lain-lain, menurut Dinas Pendidikan periode manakah yang seharusnya lebih dipelajari, didalami, dan dieksplorasi oleh murid-murid SMA?

Ibu Rostinah:

Menurut saya sih semuanya baik, tapi yang terpenting, mungkin kita prioritaskan pada kolonialisme belanda, dan jepang.

Philip:

Mengapa menurut Ibu begitu?

Ibu Rostinah:

Ehmm, begini, kalo saya prioritaskan yang itu karena memang generasi muda sekarang sudah terdegradasi moralnya, mungkin dengan ini dapat membangun karakternya terhadap sistim perjuangan bangsa indonesia untuk mencapai kemerdekaa, tentu saja dipelajari dari masa penjajahan sampai dengan masa kemerdekaan, bahkan untuk mengisi kemerdekaan ini, walaupun dulu nenekmoyang kita memperjuangkan Indonesia, namun anak-anak sekarang tidak bisa berjuang seperti dulu, harusnya belajar belajar dan belajar gitu, supaya

liii

terbangkit motivasinya, semangat karena memang kita harus bisa memberikan ilmu yang baik bagi bangsa untuk kemajuan kedepannya.

Philip:

Apakah masukan anda mengenai penggunaan Media Interaktif Edukatif berupa Mobile Game untuk membantu lebih mengenal Sejarah Indonesia?

Ibu Rostinah:

Kalo menurut saya sih, bisa-bisa saja, tetapi mungkin kalau di beberapa daerah akan ada kendala, karena memang seperti disini kalo tingkat ekonomi Siswa di bawah 5 maka jarang siswa-siswa tersebut memiliki hape android untuk mengungguhnya, begitu. Iya tapi efektif sih, karena memang saya lihat juga anak-anak zamang sekarang memang suka game.

Philip:

Oke itu semua pertanyaan yang saya ingin tanyakan, Terimakasih ibu untuk jawaban dan waktunya, dengan ini Wawancara ini telah selesai, dan seperti yang saya bilang, semua yang dibicarakan di Wawancara ini tidak akan dipublikasikan secara Publik dan hanya akan digunakan sebagai data.

Sekali Lagi Terimakasih

Ibu Rostinah: Iya sama, sama.

liv

Dalam dokumen LAMPIRAN A: DATA ADMINISTRATIF (Halaman 30-36)

Dokumen terkait