Lampiran 1 Perhitungan penambahan molase Mengacu pada Avnimelech 2012 :
Kadar protein dalam pakan = 29,35 % (Hasil uji proksimat pakan yang digunakan)
C dalam pakan 15%
Kadar nitrogen dalam protein 16%
Kadar nitrogen yang terbuang ke media budidaya 75% C : N rasio target 15
Kadar karbon dalam molase = 66,01 (Hasil uji proksimat molase yang digunakan) Misalkan = A C A x 0,15 = 0,15A protein pakan = 29,35 % x A = 0,2935 A Kg N 0,294 A x 0,16 = 0,04696 A N yang dibuang = 0,04696 A x 0,75 = 0,03522 A C yang dibuang = 0,03522 A x 15 = 0,5283 A dari molase = 0,5283-0,15 A = 0,3783 A
molase = 0,3783 A x = 0,574 A (dalam bentuk gram) Pemberian molase dalam bentuk cair :
molase = 0,574
bobot pakan 5% dari biomassa bobot ikan = 1,9 gr
Berat jenis molase = 1,12 gr/ml (Hasil uji
proksimat)
Perhitungan = =
= 0,974 mL = 1 mL
Lampiran 2 Cara kerja analisis proksimat flok a. Kadar protein
Pengujian kadar protein dilakukan melalui tiga tahap, yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Tahapan pengujian kadar protein adalah sebagai berikut :
1) Destruksi
Sampel ditimbang sebanyak 1-5 g kemudian dimasukkan ke dalam labu kjeldahl dan ditambah dengan kjeldahl tab selenium dan 10 ml H2SO4. Labu diletakkan pada alat pemanas dengan suhu 400 oC di dalam ruang asam. Destruksi dilakukan hingga larutan menjadi bening (1-1,5 jam). Hasil destruksi
kemudian didinginkan dan diencerkan dengan akuades secara perlahan hingga mencapai 100 mL.
2) Destilasi
Hasil dekstruksi dipipet 10 mL dan dimasukkan ke dalam labu destilasi. Erlenmeyer 125 mL berisi 25 mL larutan H3BO3 (asam borat) dan 2-4 tetes indikator (campuran 2 bagian metil red 0,1% dalam alkohol dan 1 bagian
browncresol green (BCG) 0,1% dalam alkohol) diletakkan sesaat sebelum destilasi dimulai. Ujung kondensor harus terendam di bawah larutan asam borat. Sampel hasil destruksi ditambahkan ke dalam larutan NaOH 8-10 mL kemudian dilakukan destilasi sampai berwarna hijau kebiruan.
3) Titrasi
Titrasi hasil destilasi menggunakan larutan HCl 0,01 N hingga larutanberwarna merah muda. Kadar protein dihitung dengan rumus :
Kadar nitrogen (%) = x100%
Kadar protein (%) = kadar N x 6,25 b. Kadar lemak
Labu lemak dikeringkan didalam oven (105 oC) kemudian ditimbang hingga berat konstan. Sampel sebanyak 2 g dibungkus dengan kertas saring bebas lemak kemudian dimasukkan ke dalam selongsong lemak. Selongsong tersebut dimasukkan ke dalam tabung soxhlet. Sebanyak 150 mL kloroform dimasukkan ke dalam labu lemak. Sampel direfluks selama delapan jam, apabila pelarut sudah terlihat jernih menandakan lemak telah terekstrak semua. Pelarut yang ada pada labu lemak kemudian dievaporasi untuk memisahkan pelarut dan lemak setelah itu dikeringkan dalam oven 105 oC selama 30 menit. Labu lemak kemudian ditimbang hingga didapatkan berat konstan. Penentuan kadar lemak menggunakan umus:
Kadar lemak (%) = x100%
c. Kadar air
Cawan porselen dikeringkan dalam oven selama satu jam dengan suhu 105oC lalu didinginkan didalam desikator selama 30 menit dan ditimbang hingga berat konstan. Sampel sebanyak 2 g ditimbang, kemudian dimasukkan ke dalam cawan porselin dan dikeringkan dalam oven 105 oC selama 5 jam. Cawan yang berisi sampel setelah dikeringkan kemudian didinginkan di dalam desikator selama 30 menit dan ditimbang hingga berat kostan. Apabila belum didapatkan berat konstan, cawan porselin dipanaskan lagi ke dalam oven (105 oC) selama 30 menit. Penentuan kadar air menggunakan rumus:
33
d. Kadar abu
Cawan porselen dikeringkan dalam oven selama satu jam dengan suhu 105oC, lalu didinginkan selama 30 menit dalam desikator dan ditimbang hingga beratkonstan. Sampel ditimbang sebanyak 2 g kemudian dimasukkan ke dalam cawanporselin dan dipijarkan di atas kompor listrik hingga menjadi arang. Cawanporselin berisi sampel yang telah menjadi arang dimasukkan ke dalam
muffledengan suhu 600 oC selama 6 jam sampai menjadi abu berwarna keputih-putihan,muffle dibiarkan sampai menunjukkan suhu kamar, kemudian baru dibuka tutupnya. Cawan porselen didinginkan dengan cara dimasukkan ke dalam ovensuhu 105 oC selama 1 jam kemudian dimasukkan ke dalam desikator hinggadingin. Cawan porselen yang telah dingin selanjutnya ditimbang. Kadar abudihitung dengan rumus:
Kadar abu (%) = x100%
Lampiran 3 Jumlah koloni kurva pertumbuhanB. megaterium
Jam Kepadatan 0 20000000 12 210000000 24 490000000 36 130000000 48 160000000 60 110000000 72 40000000
Lampiran 4 Hasil statistik TAN dan rata-rata konsentrasi TAN Uji statistik
R-Square Coeff Var Root MSE Respon Mean 0.820130 44.79808 1.341971 2.995600
Source DF Type I SS Mean Square F Value Pr >F Perlakuan 4 81.0672132 20.2668033 11.25 <.0001
Waktu 4 299.0172997 74.7543249 41.51 <.0001 Perlakuan*Waktu 16 30.4781904 1.9048869 1.06 0.4177
Uji lanjutduncan
Duncan Grouping Mean N Perlakuan
A 5.0698 15 K
B 2.5675 15 SP B 2.5403 15 DP B 2.4365 15 BM
B 2.3640 15 KJ
Rata-rata konsentrasi TAN selama penelitian
Hari K BM P 165 SP KJ 0 0.55 0.16 0.09 0.08 0.08 7 3.76 0.29 0.14 0.21 2.01 21 7.81 4.28 4.59 5.23 3.45 28 7.75 4.70 4.70 5.03 3.71 42 5.47 2.75 3.19 2.28 2.56
Lampiran 5 Uji statistik NH3 dan rata-rata konsentrasi amonia Uji statistik
R-Square Coeff Var Root MSE Respon Mean 0.534049 234.4335 0.007830 0.003340
Source DF Type I SS Mean Square F Value Pr >F Perlakuan 4 0.00032385 0.00008096 1.32 0.2753
Waktu 4 0.00066898 0.00016724 2.73 0.0394 Perlakuan*Waktu 16 0.00252103 0.00015756 2.57 0.0056 Rata-rata konsentarsi amonia selama penelitian
Hari K BM P165 SP KJ
0 3.661E-03 1.087E-04 6.188E-05 2.278E-04 2.316E-04 7 2.702E-02 4.621E-05 1.011E-05 1.516E-05 1.478E-04 21 5.369E-04 2.079E-03 1.760E-02 1.911E-02 1.212E-03 28 5.527E-04 3.328E-03 2.294E-03 1.442E-03 2.648E-03 42 3.973E-04 1.991E-04 2.331E-04 1.656E-04 1.853E-04
35
Lampiran 6 Uji statistik nitrit dan rata-rata konsentrasi nitrit Uji statistik
R-Square Coeff Var Root MSE Respon Mean 0.888769 66.59951 0.141759 0.212853
Source DF Type I SS Mean Square F Value Pr > F Perlakuan 4 1.16373179 0.29093295 14.48 <.0.001
Waktu 4 2.30713019 0.57678255 28.70 <.0.001 Perlakuan*Waktu 16 4.55765275 0.28485330 14.17 <.0.001
Uji lanjutduncan
Duncan Grouping Mean N Perlakuan
A 0.43713 15 KJ
B 0.25847 15 K C 0.13680 15 SP
C 0.13367 15 DP
C 0.09820 15 BM
Rata-rata konsentarsi nitrit selama penelitian
Hari K BM P165 SP KJ 0 0.002 0.034 0.048 0.035 0.037 7 0.135 0.053 0.078 0.132 0.115 21 0.644 0.108 0.324 0.278 0.158 28 0.389 0.230 0.134 0.147 0.167 42 0.124 0.055 0.084 0.092 0.205
Lampiran 7 Uji statistik nitrat dan rata-rata konsentrasi nitrat Uji Statistik
R-Square Coeff Var Root MSE Respon Mean 0.837869 27.22377 0.592208 2.175333
Source DF Type I SS Mean Square F Value Pr > F Perlakuan 4 14.13187907 3.53296977 10.07 <.0001
Waktu 4 33.13453653 8.28363413 23.62 <.0001 Perlakuan*Waktu 16 43.35451307 2.70965707 7.73 <.0001
Uji lanjutduncan
Duncan Grouping Mean N Perlakuan A 2.6371 15 DP A 2.5716 15 SP B A 2.2913 15 KJ
B C 1.8935 15 BM
C 1.4832 15 K Rata-rata konsentarsi nitrat selama penelitian
Hari K BM P165 SP KJ 0 0.571 3.325 3.692 4.188 3.934 7 0.590 1.274 1.499 1.459 1.575 21 1.479 1.772 1.844 1.858 1.809 28 1.339 1.893 4.573 3.466 2.187 42 3.437 1.203 1.578 1.886 1.952
Lampiran 8 Uji statistik COD dan rata-rata nilai COD Uji Statistik
R-Square Coeff Var Root MSE Respon Mean 0.944138 17.12829 101.8084 594.3873
Source DF Type III SS Mean Square F Value Pr > F Perlakuan 4 4387156.723 1096789.181 105.82 <.0001
Waktu 4 3217478.590 804369.647 77.60 <.0001 Perlakuan*Waktu 16 1154463.914 72153.995 6.96 <.0001 Uji lanjutduncan
Duncan Grouping Mean N Perlakuan A 739.23 15 BM A 724.68 15 SP A 698.16 15 DP A 698.16 15 KJ
B 111.70 15 K
Rata-rata nilai COD selama penelitian
Hari K BM P165 SP KJ
0 73.22 1184.457 1231.41 1162.36 1074.90
7 99.00 1077.660 1094.23 976.39 837.37
37
28 136.75 435.039 714.92 529.87 575.90
42 107.28 458.056 472.79 435.04 469.10
Lampiran 9 Data nilai suhu selama penelitian
Hari K BM P165 SP KJ H0 26.3 26.7 26.5 26.4 26.1 H7 27.5 27.7 27.8 27.7 27.7 H21 26.7 26.9 27.0 27.0 27.1 H28 27.3 27.2 27.4 27.2 27.3 H42 27.6 27.5 27.7 27.5 27.6
Lampiran 10 Data nilai pH selama penelitian
Hari K BM P165 SP KJ H0 7.0 6.0 6.0 6.3 6.3 H7 7.0 5.3 5.0 5.0 5.0 H21 5.0 5.7 6.3 6.3 5.3 H28 5.0 6.0 5.7 5.3 6.0 H42 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0
Lampiran 11 Data konsentrasi oksigen terlarut selama penelitian
Hari K BM P165 SP KJ H0 5.57 3.67 2.37 3.50 2.27 H7 7.57 2.73 3.50 3.67 3.23 H21 5.07 4.90 6.03 5.53 5.33 H28 5.83 5.63 5.97 5.77 5.93 H42 5.60 5.87 5.73 6.43 6.53
Lampiran 12 Total kepadatan bakteri selama penelitian
Hari K BM P165 SP KJ -4 130 750 370 1170 1560 -3 1100 2500 2100 58000 2500 -2 2200 180000 170000 1600000 150000 -1 14000 11100000 1100000 114000000 29000000 0 16000 78000000 24000000 280000000 13000000 7 800000 21000000 51000000 1160000000 110000000 14 110000 840000000 213000000 2100000000 1260000000 21 9400000 1700000000 130000000 84000000000 5100000000
28 215000000 1.16E+11 6100000000 50000000000 1.72E+11
35 710000000 2.71E+12 33000000000 9E+11 4.6E+12
42 114000000 1.33E+13 7.6E+11 2.81E+14 1.6E+13
Lampiran 13 Hasil statistik volume flok dan rata-rata volume flok R-Square Coeff Var Root MSE Respon Mean
0.787551 18.25025 10.72998 58.79362
Source DF Type I SS Mean Square F Value Pr > F Perlakuan 4 4823.27877 1205.81969 10.47 <.0001
Waktu 6 21745.48408 3624.24735 31.48 <.0001 Perlakuan*Waktu 24 3307.06218 137.79426 1.20 0.2755 Uji lanjutduncan
Duncan Grouping Mean N Perlakuan
A 67.938 21 SP
B A 61.587 21 BM B 60.317 21 KJ B 56.825 21 P C 47.301 21 K Rata-rata volume flok selama penelitian
Hari K BM P165 SP KJ 0 20.0 26.7 26.7 26.7 40.0 7 40.0 53.3 53.3 60.0 60.0 14 53.3 60.0 53.3 66.7 73.3 21 46.7 73.3 73.3 73.3 80.0 28 60.0 73.3 53.3 86.7 73.3 35 66.7 86.7 73.3 80.0 60.0 42 66.7 80.0 73.3 86.7 60.0 Total 353.3 453.3 406.7 480.0 446.7 3365.1 4317.5 3873.0 4571.4 4254.0
39
Lampiran 14 Perlakuan ikan sebelum dilakukan uji coba
1. Wadah uji coba (akuarium) dicuci bersih menggunakan sabun kemudian diamkan selama dua hari dengan posisi akuarium menghadap ke atas, agar aroma sabun hilang dengan proses penguapan.
2. Akuarium di isi air sebanyak 15 L kemudian aklimasi selama 2 hari dengan seperangkat gelembung udara.
3. Air di beri garam sebanyak 2 ppt kemudian aklimasi selama dua hari.
4. Setelah dua hari, wadah percobaan di inokulasi bakteri dan molase di tiap masing-masing perlakuan kemudian didiamkan selama 5 hari agar meningkatnya kepadatan bakteri dalam media pemeliharaan.
5. Benih ikan lele ukuran 4-5 cm di rendam terlebih dahulu dalam media air yang berisi cairan methylene blueselama 3 menit. Methylene bluemerupakan perwarna thiazine yang digunakan sebagai bekterisida dan fungisida pada akuarium. Perlakuan tersebut digunakan juga untuk mencegah serangan jamur atau white spot.Setelah itu benih lele siap dimasukkan ke dalam wadah uji coba.
Lampiran 15Wadah percoban
Lampiran 16 Perubahan bobot ikan lele
b. Lele ukuran 9-11 cm a. Benih lele ukuran 4-5cm
Lampiran 17 Pembentukan flok dalam tabung falcon
Lampiran 18 Performa flok skala mikroskop a. Flok usia 15 hari
d
b
e
c a
41
a b c
d e
b. Flok usia 30 hari