1. Kerangka acuan 2. Undangan
3. Materi presentasi :
a. Dekskripsi projek penelitian – PKMK FK UGM b. Hasil penelitian I
c. Hasil penelitian II d. Model PMTS
e. Tabel Skoring Delphi 1 & 2 dan Notulensi Diskusi
Lampiran 1
forBetter
1
KERANGKA ACUAN
Diseminasi Hasil Penelitian Kebijakan dan Program HIV & AIDS dalam
Sistem Kesehatan
dan
Uji Coba Model Integrasi Kebijakan dan Program Pencegahan Melalui
Transmisi Seksual (PMTS) dalam Sistem Kesehatan di Indonesia
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan
3
PENGANTAR
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran UGM atas pendanaan DFAT, Pemerintah Australia sejak bulan Agustus 2013 melaksanakan penelitian multi-centered yang melibatkan 9 universitas dari 8 provinsi. Penelitian kebijakan dan program HIV & AIDS dalam sistem kesehatan di Indonesia dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan dan pelaksanaan kebijakan HIV dan AIDS dalam sistem kesehatan di Indonesia saat ini dan sejauh mana sistem kesehatan ini adaptif dalam merespon dinamika epidemi HIV dan AIDS. Harapannya, rekomendasi dari penelitian ini akan membantu pemerintah Indonesia baik di tingkat pusat maupun daerah dalam mengembangkan strategi program penanggulangan HIV dan AIDS di masa mendatang, serta diharapkan dapat memberikan kontribusi pengembangan kebijakan dan program HIV dan AIDS dalam konteks desentralisasi.
Penelitian ini terdiri dari 3 tahapan penelitian yang saling terkait dan dilaksanakan di tingkat nasional dan daerah. Penelitian tahap 1 untuk melihat tingkat integrasi upaya penanggulangan HIV dan AIDS selama ini dalam sistem kesehatan. Penelitian tahap 2 merupakan studi kasus tentang intervensi spesifik (pencegahan dan perawatan, dukungan, dan pengobatan) guna menilai kontribusi berbagai tingkatan integrasi tersebut terhadap efektivitas intervensi serta faktor eksternal yang mempengaruhi integrasi tersebut. Sedangkan penelitian tahap 3 dimaksudkan untuk menyusun model kebijakan penanggulangan HIV dan AIDS yang mempertimbangkan integrasinya ke dalam sistem kesehatan sebagai strategi untuk memperkuat efektivitas dan keberlanjutan penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia. Penelitian tahap 1 dan 2 telah selesai dilaksanakan dan dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan Universitas Cendrawasih (Papua); Universitas Negeri Papua (Papua Barat); Universitas Nusa Cendana (Nusa Tenggara Timur); Universitas Udayana (Bali); Universitas Hasanuddin (Sulawesi Selatan); Universitas Airlangga (Jawa Timur); Universitas Indonesia dan Universitas Atma Jaya (DKI Jakarta); Universitas Sumatera Utara. Sebagai pertanggungjawaban publik dan untuk mendiseminasikan temuan-temuan pokok serta rekomendasi dari kedua penelitian tersebut, maka diselenggarakan pertemuan yang mengundang pihak-pihak yang terkait serta para informan kunci yang terlibat dalam penelitian tahap 1 dan 2.
4 Terkait dengan penelitian tahap 3 yaitu pengembangan model kebijakan, pada pertemuan ini sekaligus dipergunakan untuk mendiskusikan model kebijakan yang dikembangkan oleh Tim Kebijakan HIV dan AIDS PKMK FK UGM. Model kebijakan yang dikembangkan pada penelitian tahap 3 ini secara khusus berfokus pada model integrasi kebijakan dan program pencegahan melalui transmisi seksual (PMTS) ke dalam sistem kesehatan. Model ini dikembangkan sebagai model untuk mengembangkan program layanan terintegrasi yang bisa digunakan untuk menjamin keberlangsungan program pencegahan melalui transmisi seksual (PMTS) di pelayanan kesehatan dasar. Diskusi mengenai model ini dimaksudkan untuk mendapatkan input dan konsensus terhadap model kebijakan PMTS sebagai bentuk upaya untuk melihat kelayakan atau kemungkinan perlaksanaannya dan kemungkinakn adopsinya dalam pelaksanaan penanggulangan AIDS ditingkat daerah.
TUJUAN
1. Memaparkan temuan-temuan pokok dan rekomendasi penelitian.
2. Diskusi tentang kelayakan dan penerimaan model integrasi kebijakan dan program pencegahan melalui transmisi seksual (PMTS) ke dalam sistem kesehatan.
PESERTA
1. Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota 2. KPA Provinsi/Kabupaten/Kota
3. Informan kunci penelitian tahap 1 dan tahap 2
WAKTU
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal : Senin – Selasa, 11-12 April 2016 Waktu : 09.00 – 15.00 WIB
Tempat : Ruang Pertemuan, Hotel Megaria, Jalan Raya Mandala, Merauke
5
AGENDA KEGIATAN
No Waktu Materi Fasilitator
Hari I
09.00 – 09.20 Pembukaan Sekretaris KPA Provinsi 09.20 – 10.00 Pengantar projek penelitian kebijakan dan
program HIV dan AIDS dalam sistem kesehatan di Indonesia
Tim PKMK FK UGM
10.00 – 10.30 Pemaparan hasil penelitian dan rekomendasi Tim peneliti universitas 10.30 – 12.00 Diskusi
12.00 – 13.00 Istirahat
13.00 – 15.00 Diskusi model integrasi kebijakan dan program pencegahan melalui transmisi seksual (PMTS) ke dalam sistem Kesehatan
Tim PKMK FK UGM
15.00 – selesai Penutup
Hari II
09.00 – 12.00 Lanjutan diskusi model integrasi kebijakan dan program pencegahan melalui transmisi seksual (PMTS) ke dalam sistem kesehatan
Tim PKMK FK UGM
12.00 – selesai Penutup
PENDANAAN
Kegiatan ini terselenggara atas pendanaan dari projek penelitian kebijakan dan program HIV dan AIDS dalam sistem kesehatan di Indonesia, kerjasama antara PKMK FK UGM dan DFAT, Pemerintah Australia.
Lampiran 2
forBetter
Lampiran 3a
forBetter
PENELITIAN
Kebijaka da Progra HIV AIDS dala
Siste Kesehata di I do esia
Kerjasa a:
Pusat Ke ijaka da Ma aje e Kesehata PKMK FK UGM &
Depart e t of Foreig Affairs a d Trade DFAT , Pe eri tah Australia
Siste atika:
. Latar elaka g
. Lokasi pe elitia
. I ple e tasi pe elitia
a. Cluster : A alisis Ke ijaka HIV da AIDS
. Cluster : Model Ke ijaka HIV & AIDS
. Cluster : Pe ge a ga Si pul Pe getahua
. Me doro g Peru aha Age da Ke ijaka
. Pe ja i a kualitas pe elitia
Latar Belaka g Pe elitia
Do i asi I isiatif Kesehata Glo al elalui a tua
luar egeri ilateral da ultilateral dala
pe a ggula ga AIDS di I do esia
– Hasil Positif: e i gkatka akupa da efekti itas respo epide i
– Hasil Negatif: upaya kesehata ya g teri tegrasi dala siste kesehata tidak erjala kare a ada re‐
vertikalisasi dala pere a aa , pe ga ggara , o itori g da e aluasi progra
Tantangan: penanggulangan HIV & AIDS dapat lebih efektif dan berkelanjutan jika diintegrasikan secara sistematik ke dalam sistem
kesehatan yang ada
Tujua Pe elitia
• Me ga alisis progra da i ple e tasi ke ijaka
pe a ggula ga HIV da AIDS da keterkaita ya de ga siste kesehata di I do esia.
• Me ilai ti gkat i tegrasi ke ijaka da progra pe a ggula ga AIDS ke dala siste kesehata dala ko teks pe eri taha ya g terdese tralisasi
• Me yediaka reko e dasi kepada pe eri tah te ta g strategi u tuk e ge a gka ke ijaka da progra pe a ggula ga HIV da AIDS ya g teri tegrasi de ga siste kesehata agar le ih efektif da erkela juta
3
Proses pe elitia & kegiata
Cluster :A alisis Kebijaka HIV da AIDS•Desk Re ie : Kebijaka HIV & AIDS da Siste Kesehata di I do esia
•Pe elitia I: I tegrasi Upaya Pe a ggula ga HIV & AIDS Dala Siste Kesehata
Cluster : Model Kebijaka HIV & AIDS
•Pe elitia II: Studi Kasus I tegrasi Pe a ggula ga HIV da AIDS ke dala Siste Kesehata da Efekti itas Pe a ggula ga HIV & AIDS di Daerah
•Pe elitia III: Pe ge ba ga odel i tegrasi kebijaka da progra pe egaha elalui tra s isi seksual PMTS ke dala Siste Kesehata Nasio al da Daerah
Cluster : Pe ge ba ga Si pul Pe getahua
•Website .kebijaka aidsi do esia. et
•Ble ded Lear i g I ‐ III
•Diskusi Kultural
I ple e tasi kegiata
Cluster
Desk Re ie : Kebijaka HIV & AIDS da Siste
Kesehata di I do esia
Okto er – Septe er
Fokus: Kajia progra da ke ijaka pe a ggula ga HIV da AIDS di I do esia progra pe egaha , PDP, itigasi da pak de ga
e pergu aka perspektif sejarah, di le el asio al aupu daerah.
Pe elitia I: I tegrasi Upaya Pe a ggula ga HIV &
AIDS Dala Siste Kesehata
Ja uari – Dese ber
Me ga alisis ti gkat i tegrasi ke ijaka pe a ggula ga HIV da AIDS dala siste kesehata di I do esia, u tuk pe ge a ga reko e dasi agar ki erja
pe a ggula ga HIV da AIDS ya g le ih aik lagi.
http://www.ke ijaka aidsi do esia. et/id/hasil‐pe elitia
I ple e tasi kegiata
Cluster
Pe elitia II : Studi Kasus ‐ I tegrasi Pe a ggula ga HIV da AIDS dala Siste Kesehata da Efekti itas Pe a ggula ga HIV & AIDS di Daerah ‐ April – Februari
Respo AIDS PMTS WPS PMTS LSL Li k to Care ART LASS Fokus:
• e ggali ko tri usi i tegrasi pe a ggula ga HIV da AIDS ke dala siste kesehata terhadap efekti itas pe a ggula ga AIDS di ti gkat
ka upate /kota
• e gide tifikasi eka is e i tegrasi ya g a pu
e erika ko tri usi terhadap efekti itas pe a ggula ga AIDS.
Pe elitia III : Pe ge ba ga odel i tegrasi kebijaka da Progra Pe egaha Melalui Tra s isi Seksual PMTS ke dala siste kesehata asio al da daerah
Ja uari – April
Fokus:
– Model laya a ya g teri tegrasi seperti apakah ya g isa digu aka u tuk
e ja i ke erla gsu ga progra pe egaha elalui tra s isi seksual
PMTS di pelaya a kesehata dasar
pri ary health care?
– Model ke ijaka operasio al seperti apakah ya g di utuhka u tuk
e ja i terlaksa a ya i tegrasi progra PMTS di ti gkat laya a dasar?
Model
I tegrasi
Tahapa Pe elitia
•u tuk e yusu odel i tegrasi di ti gkat laya a delivery of health care progra PMTS Kajia Hasil Pe elitia Sebelu ya
•u tuk e dapatka ko se sus odel pelaya a kesehata progra PMTS da ke ijaka pe duku g ya ya g ideal da ko prehe sif Me ba gu Kesepakata
Delphi •Model pelaya akesehata dala
progra PMTS da ke ijaka pe duku g ya ya g teri tegrasi dala SKN
Model Kebijaka
I ple e tasi kegiata
Cluster
Si pul Pe getahua Kebijaka AIDS I do esia
Kno ledge Hub
Tujua :
a e i gkatka akses i for asi ke ijaka HIV da AIDS,
e agika da e erapka
pe getahua terkait ke ijaka HIV da AIDS,
e erje ahka pe getahua e jadi ke ijaka HIV da AIDS ya g le ih aik.
Pe ge ba ga si pul pe getahua
Me ge a g ka Jari ga Ke ijaka AIDS I do esia & Me a gu We site ke ijaka aidsi do esia. et Me ggali, e gide tifikasi da e gu pulka pe getahua Me perkuat kapasitas dala e aha i siste kesehata da ke ijaka HIV da AIDS Me erje ahka pe getahua e jadi ke ijaka HIV da AIDSWebsite :
.kebijaka aidsi do esia. et
Ku ju ga da Artikel
Ku ju gaHi gga Maret :
ora g pela gga ewsletter
artikel te atik
doku e ke ijaka regulasi, pedo a da data epide iologi
KEBIJAKAN AIDS DAN
SISTEM KESEHATAN
Maret – Maret
Tujua :
e ga alisis da e ge aluasi ko po e da fu gsi siste kesehata ya g diperluka u tuk pe guata respo HIV da AIDS,
e gide tifikasi, e ga alisis da e ggu aka kese pata u tuk elakuka pera ad okasi ya g le ih esar,
se ara kritis e ga alisis
kese ja ga laya a kesehata agi kelo pok ya g terda pak oleh HIV da AIDS da a pu e yediaka reko e dasi u tuk e per aiki akses terhadap laya a terse ut, serta
elakuka riset ke ijaka AIDS.
Modul Pe belajara
. Siste Kesehata da Dese tralisasi Politik
. Orga isasi Siste Kesehata da Pe iayaa Kesehata
. Perluasa Respo AIDS da Siste Kesehata , dala ko teks Jari ga Kesehata
. Siste Pe guata Masyarakat Sipil . Laya a HIV, aksesi ilitas da
Artikulasi Kepe ti ga kelo pok Populasi Ku i da Masyarakat . Pe elitia Ke ijaka AIDS da Pe ulisa Paper Ke ijaka AIDS
Peserta :
I. Gelo ba g : 8 ora g
U e , U ipa, U da a, U ud, U has, U air, UI, At a Jaya Jakarta, USU
II. Gelo ba g : ora g
KPA Kota Matara , Di as Kesehata Ka upate Ba jar aru, Puskes as, Ke e sos, Sekolah Ti ggi Sai t CarolusJakarta, Poltekes, Ke e kes da LSM
III. Gelo ba g : ora g
SKPD, LSM, Akade isi, dokter perusahaa
Diskusi Kultural
No e er – Maret
Tujua : u tuk e a gu da e perkuatka dialog dia tara pegiat AIDS di asi g‐ asi g daerah. Proses
• Sudah terlaksa a se a yak kali diskusi di Yogyakarta.
• Sudah tersele ggara kali diskusi di Jakarta, Meda , Sura aya, De pasar, Papua, Kupa g, Makassar.
Ti dak La jut: Reko e dasi Kebijaka
• KPAN
• Bappe as
• Ke e dagri
• Ke e kes P JK
Mendorong Agenda Perubahan Kebijakan
Dise i asi hasil pe elitia : KPAN, Ke kes, Ke e dagri, Bappe as, Se i ar, JKKI.
Se i ar ter uka : Close The Gap, Mo e Dala Fast Track, Outlook
Ke ijaka HIV & AIDS . Perte ua ti gkat asio al : JKKI
Kupa g, Ba du g, Pada g , Per as AIDS V Makassar.
Pe ulisa da dise i asi Policy Brief: Policy Brief.
Pe ja i a Kualitas
• Perte ua ruti de ga DFAT da ko sulta ya g ditu juk setiap
ula sekali atau jika diperluka • Dewa pe asehat pe elitia
asio al NAB
• Peli ata stakeholder da
i for a pada perte ua alidasi dala proses pe gu pula data • Peli ata i depe de t re iewer
u tuk se ua doku e ya g dihasilka dari pe elitia i i.
Lampiran 3b
forBetter
Kerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Menejemen Kesehatan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Departement of Foreing
Affair and Trade (DFAT)
2014
Di Indonesia, prevalensi HIV diperkirakan
0,2% dari jumlah penduduk dan terkonsentrasi
pada populasi kunci yang beresiko tinggi
Berdasarkan data surveilans kemenkes
tersebut, provinsi papua merupakan provinsi
dengan rata-rata komulatif kasus AIDS
tertinggi di Indonesia.
Secara nasional,, epidemi HIV merupakan
epidemic terkonsentrasi pada kelompok
kelompok kunci dengan resiko tinggi, namun
di provinsi papua diperkirakan meluas sampai
pada masyarakat umum.
Berdasarkan hasil STBP 2013 menemukan
tingkat prevalensi HIV mengalami penurunan
dari sebesar 2,4% (STHP 2006) pada
masyarakat umum di Tanah Papua menjadi
2,3%.
Perilaku adalah salah satu factor penentu
prevalensi HIV, berdasarkan STBP 2013,
proporsi populasi yang melakukan perilaku
seks beresiko paling banyak terjadi pada
perilaku meminum alcohol sebelum
hubungan sex (perempuan 13,0%
Proporsi penduduk yang memiliki
pengetahuan komprehensif HIV di Tanah
Papua masih rendah (9,2%),
Penggunaan kondom pada hubungan seks
berbayar terakhir pada tahun 2013 sudah
mengalami peningkatan dibandingkan dengan
tahun 2006,
tetapi penggunaan kondom secara konsisten
masih rendah pada hubungan seks di luar
nikah dalam 12 bulan terakhir.
Upaya penanggulangan HIV dan AIDS tidak bisa dilepaskan dari sistem kesehatan yang berlaku di sebuah negara. World Health Organization (WHO)
Sistem kesehatan yang kuat akan memungkinkan
respon penanggulangan HIV dan AIDS yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan upaya kesehatan yang lain.
Sebaliknya, jika sistem kesehatan masih lemah, maka seluruh upaya penanggulangan HIV dan AIDS seharusnya mampu mengintegrasikan diri ke dalam sistem yang ada sehingga memperkuat berbagai fungsi sistem kesehatan yang ada.
Masih terbatasnya studi tentang integrasi dan
belum tersedianya metodologi yang dinilai
memadai
Dengan demikian, permasalahan kebijakan
yang perlu memperoleh perhatian dalam
melihat keterkaitan antara upaya
penanggulangan HIV AIDS dan sistem
kesehatan di Indonesia adalah:
(1) bagaimana mengembangkan respon
kesehatan masyarakat agar bisa
mengakomodasi meningkatnya kompleksitas
penanggulangan HIV dan AIDS dalam jangka
panjang
(2) bagaimana mengintegrasikan upaya
penanggulangan HIV dan AIDS ke dalam
sistem kesehatan yang sudah ada
Tujuan Umum
Menganalisis tingkat integrasi kebijakan penanggula
ngan HIV dan AIDS dalam Sistem Kesehatan di Kota
Jayapura dan Kabupaten Merauke sehingga dapat di
kembangkan rekomendasi perbaikan kinerja penang
gulangan HIV dan AIDS dalam jangka menengah.
Tujuan Khusus
1) Menganalisis konteks, proses dan substansi kebijakan da n program penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Jayap ura dan Kabupaten Merauke dalam kerangka sistem kese hatan yang Berlaku;
2) Mengukur konsistensi antara regulasi dan kebijakan HIV dan AIDS baik di Kota Jayapura dan Kabupaten Merauk e, maupun antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ;
3) Mengidentifikasi dan mengukur sinergi fungsi dan peran Komisi Penaggulangan AIDS (KPA), Dinas Kesehatan (D inkes), lintas sektoral, dan LSM dalam penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Jayapuradan Kabupaten Merauke ;
4. ) Mengukur proporsi, kesesuaian, distribusi
dan keberlanjutan pendanaan yang ada (e.g.
Donor asing, APBN/D dan dana masyarakat)
terhadap penanggulangan HIV dan AIDS di
Kota Jayapura dan Kabupaten Merauke;
5) Mengidentifikasi hubungan kerja, ketenagaan
dan pengembangan kapasitas antara Sumber
Daya Manusia (SDM) khusus AIDS non
pemerintah dengan SDM kesehatan di Kota
Jayapura dan Kabupaten Merauke;
6) Mengukur integrasi sistem pelaporan HIV dan
AIDS dalam sistem informasi strategis di Kota J
ayapura dan Kabupaten Meraukedan pemanfat
an ‘evidence’ untuk pengembangan dan pelaksa
naan kebijakan dan program;
7) Mengukur pengadaan, rantai distribusi, dan po
rtabilitas material pencegahan, diagnostik dan t
erapi di Kota Jayapura dan Kabupaten Merauk
e dalam kontek kebijakan jaminan kesehatan n
asional;
8) Mengukur partisipasi aktif masyarakat yang te
rdampak dalam penanggulangan HIV dan AID
S di Kota Jayapura dan Kabupaten Merauke.
Pada dasarnya penelitian ini berupaya untuk
mengukur seberapa jauh integrasi upaya
penanggulangan HIV dan AIDS ke dalam
sistem kesehatan dengan memberikan fokus
pada eksplorasi kinerja dari fungsi-fungsi
sistem kesehatan dalam upaya
penanggulangan HIV dan AIDS secara
kontekstual.
Penelitian ini menggunakan model
konseptual dan kerangka analitik yang
dikembangkan oleh Atun et al (2010a)
dan Coker (2010)
metode kualitatif, dan pendekatan induksi
pendekatan induksi digunakan dari Creswell,
2003 untuk memahami sejauhmana HIV dan
AIDS terintegrasi dalam kerangka sistem
kesehatan nasional yang didasarkan pada pola
atau tema hasil penelitian yang ada.
Penentuan Provinsi Papua sebagai lokasi
penelitian berdasarkan pada kriteria ;
1, memiliki variasi tingkat epidemi HIV
dan AIDS.
2, Terdapat program penanggulangan
HIV dan AIDS yang telah berjalan.
Sedangkan untuk penentuan 2 kabupaten/ kota
berdasarkan purposive samplingdengan kriteria;
1) Kota Jayapura terpilih karena merupakan ibu
kota provinsi yang diharapkan akan
memberikan konstribusi besar terhadap
penanggulangan HIV dan AIDS; dan
2) Kabupaten Merauke terpilih karena
merupakan kabupaten pertama kali
diketemukan HIV dan AIDS serta salah satu
kabupaten yang cukup berhasil dalam
program penanggulangan HIV dan AIDS.
Informan dalam penelitian ini adalah
setiap orang yang bertindak sebagai
penentu dan pelaksana kebijakan
program di lembaga pemerintah dan
lembaga non pemerintah yang benar –
benar mengetahui tentang program
Pencegahan dan Penanggulangan HIV
AIDS.
Keseluruhan informan dalam penelitian
ini berjumlah 63 orang
Jumlahinformanprovinsiberjumlah 5 orang
yang dilakukandengancaraindeptinterveuw.
Terdiridarilembaga/ SKPD teknis 3 orang,
SKPD Terkait 1 orang dan LSM 1 orang.Berikut
table InformanProvinsi Papua terlampir
. Informan Kota Jayapura
Pengumpulan informasi penelitian dikota Jayapura dilakukan dengan cara indepth interviewdanFocus Group Discussion(FGD). Total Jumlah informan Kota Jayapuraadalah 29 orang. indepth interviewdilakukan terhadap 15 orang, yang terdiri dari: 1) 8 orang dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) teknis (e.g. Dinkes, Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR),
Puskesmas, Rumah Sakit); 2) 3 orang SKPD Non teknis berjumlah 3 orang; 3) 1 orang perwakilan LSM; dan 4) 3 orang perwakilan dari populasi kunciyaitu Wanita Pekerja Seks (WPS).Sedangkan untuk FGD, jumlah informan 15 orang yang dilakukan 2 kali. FGD pertama terdiri dari 6 orang SKPD terkait. FGD kedua terdiri dari 9 orang perwakilan populasi kunci dan LSM
PengumpulanInformasipenelitiandikabupaten
meraukedilakukandengancaraindeptinterveuw
. Yang menjadiinformanadalah orang yang ben
ar-benartahutentangpelaksanaan program HIV
AIDS di tempatkerjanya.JumlahinformanKabu
patenMeraukemelaluiIndepberjumlah 27 orang
, yang terdiridari SKPD teknis (Dinkes, PKR, P
uskesmas, RS) berjumlah 8, SKPD Non teknisb
erjumlah 11, LSM berjumlah 5 orang, Populasi
Kunci 3 orang.
Informa n Indep
Tempat Kerja Jabatan
1 Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke KepalaDinas
2 Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke Pengelolah/Penanggungjawab Program HIV/AIDS
3 Kementerian Agama Kabupaten Merauke Kepala Sub. Bagian Tata Usaha
4 Dinas Sosial Kabupaten Merauke KepalaDinas
5 Bappeda Kabupaten Merauke Kepala Bappeda
6 Bappeda Kabupaten Merauke Sekretaris Bappeda
7 Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Merauke Kepala Dinas
8 Dinas Pemuda dan olahraga Kabupaten Merauke Kepala Dinas
9 Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Merauke Kepala Seksi Pengawasan Ketenaga kerjaan
10 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kabupaten Merauke Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi
11 Yayasan Cenderawasih Bersatu Merauke Pimpinan
12 Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke Kepala Pusat Kesehatan Reproduksi Kabupaten Merauke
13 RSUD Kabupaten Merauke Kepala Pokja HIV (PjS)
14 Rumah Sakit Bunda Pengharapan Direktur
15 15 Rumah Sakit Bunda Pengharapan Kabupaten Merauke Konselor VCT 16 16 Rumah Sakit TNI AL Lantamal XI Kabupaten Merauke Konselor VCT 17 17 Puskesmas Rimba Jaya Kepala Puskesmas 18 18 KPA Kabupaten Merauke Kepala Pokja Pencegahan dan
Advokasi 19 19 Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Sekretaris 20 20 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Kepala Dinas
21 21 LSM Yasanto Kepala BPKM
22 22 Klasis GPI Papua Merauke Wakil Ketua III Bidang Ormas 23 23 Klasis GPI Papua Merauke Koordinator TU