Wawancara 4
Subjek Wawancara : Siswa Attention Deficit Hiperactive Disorder Hari, Tanggal : Senin, 26 Januari 2015
Tempat : Ruang Serbaguna SD
Waktu : 08.30
Peneliti melakukan wawncara ketika CT sedang dihukum oleh Pak Guru karena belum mengerjakan tugasnya yang di ruang sebelah kantor Guru. Dia dihukum bersama satu temannya yaitu Fatah.
Peneliti : “Dek, kok kamu bisa si dikeluarin dari kelas? Enggak ngerjain PR
po?”
CT : “Eee...enggak, enggak tahu. Bukan PR ya tah (nanya kepada temannya)?”
Fatah : “Iya, enggak ada PR.”
Peneliti : “Oh...lah tapi ini tugas yang kemarin to?” CT : “Ho’oh...”
Peneliti : “Ooh..lah kok enggak dikerjakan?”
CT : “Udah kok.”(sambil ekspresi muka marah) Peneliti : “Iya...tapi kan belum selesai to?”
Fatah : “Iya si bu...”
Peneliti : “Tuh kan... lah kamu sering ga tur dikeluarkan dari kelas karena tidak mengerjakan tugas?
CT : (Catur tidak mau menjawab,berpura-pura untuk membuka-buka buku)
Peneliti : “Mmmm...kalau kamu Fatah?”
Fatah : “Hehe....seringan iki lho (menunjuk ke arah CT).” CT : “Hooooo...ya koe barang kok (kamu juga kali).” Fatah : “Aku ki ora sering loh ya...”
CT : “Ora wae, koe juga sering”. (nadanya mulai meninggi kepada temannya)
Fatah : “Huuu..seringan koe”.
Peneliti : “Hehe...sudah..sudah. Mmm.... biasanya mengerjakannya disini atau dimana?”
CT : “Kenapa si tanya-tanya terus daritadi.” (raut wajahnya sudah mulai marah).
Peneliti menunggu beberapa saat jawabaan dari CT sambil diselingi dengan bercanda untuk mengembalikan suasana CT yang tadi kurang nyaman.
CT : “Mmm...disini enak aja. Sepi...(sambil tersenyum-senyum)” Peneliti : “Oooh..berarti sengaja tidak dikerjakan karena disini sepi...” CT : “Ah...bukan. Ya enggak.”
Peneliti : “Terus..karena apa?”
CT : “Mmm...maksudnya enggak.maksudnya bukan ituuu. Cuma disini enak gitu, sepi...” (CT menunjukkan kembali raut muka yang sedikit marah)
Peneliti ingin bertanya lagi, tapi disuruh membantu memberikan jawaban. Sehingga peneliti menyelingi dengan membimbing CT dan Fatah untuk mengerjakan soalnya.
Peneliti : “Oh ya Tur, tadi pagi kamu sarapan atau tidak?” CT : “Sarapan dong ya Tah...”
Peneliti : “Ooh..sarapan pake apa kalian?”
CT : “Aku sarapan pake mie, kalau kamu Tah?”(bertanya kepada temannya)
Fatah : “Aku yo mie”
CT : “Huu..melu-melu (ikut-ikutan)” (sambil senyum-senyum dan meledek Fatah)
Peneliti : “Hehe...terus tadi kamu ke sekolah diantar atau naik sepeda ya Tur?” CT : “Naik sepeda...”
Peneliti : “Pak BD, pak HL dan pak KJ biasanya mengulang pelajaran yang kemarin tidak dek? Diulang juga untuk kamu tidak dek?”
CT : “Mmm..kayaknya iya, tapi buat semua siswa.”
Peneliti : “Apakah mereka juga biasanya memberikan apersepsi dengan mencontohkan di kehidupan nyata atau apa? Diulang juga untuk kamu tidak dek?”
CT : “Mmm..enggak tau ah. Pusing.”
Peneliti : “Pak guru biasanya menyampaikan tujuan pembelajaran tidak dek? Seperti menyampaikan juga hari ini akan belajar apa gitu?”
CT : “Yo nek pas (iya pada saat) di awal itu biasanya menyampaikan seperti itu.”
Peneliti : “Kamu pernah tidak diberi motivasi oleh Bapak-bapak guru? Ya semacam semangat gitu dek?”
CT : “Iya kadang-kadang yo Tah.” Fatah : “Biasanya diberi nasehat itu mbak.”
Peneliti : “Biasanya mereka kalau lagi berbicara kepada kamu sambil memandang kamu ga to?”
CT : “Enggak tahu”
Peneliti : “Terus respon kamu kepada beliau gimana?” CT : “Enggak tahu ah”
Peneliti : “Kamu pernah tidak kesulitan mengerjakan soal? Bapak-bapak guru membantu tidak?”
CT : “Enggak tahu”
Fatah : “Pernah mbak. Biasanya itu dia tidak mengerjakan soal terus dibantu sama pak guru.” (Fatah meledek CT)
Peneliti : “Oh..Pernah tidak beliau mungkin saat berbicara kepada kamu terus sambil mengusap-usap rambut kamu atau bahu kamu gitu ga?”
CT : “Ya kadang-kadang. Udah ah jangan tanya terus”
Peneliti menunggu beberapa saat jawabaan dari CT sambil diselingi dengan bercanda untuk mengembalikan suasana CT yang tadi kurang nyaman.
Peneliti : “Pernah tidak pak BD, pak HL dan pak KJ memberikan kesempatan bertanya kepada kalian?”
CT : “kayaknya si iya.”
Peneliti : “Terus kalau secara khusus kepada kamu pernah tidak guru mengulanginya?”
CT : “Semua ditanya sama....”
Peneliti : “Pernah tidak pak guru membawa media dan menggunakan media tersebut untuk menerangkan materi pelajaran?”
CT : “Dulu si pernah, tapi pas awal masuk udah enggak pernah.”
Peneliti : “Biasanya pak guru di akhir pembelajaran menyimpulkan materi yang telah dipelajari tidak dek?”
CT : “enggak tahu...”
Peneliti : “Apakah kamu pernah mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran. Menurut kamu pelajaran apa yang paling sulit?”
CT : “Pikiren dhewe (pikirkan sendiri)”
Peneliti : “Lahh...kok gitu....?” (peneliti mencoba membujuk berkali-kali sampai akhirnya dia mau menjawab)
CT : “Mmmm....Bahasa Jawa” Peneliti : “Kenapa Bahasa Jawa?”
CT : “Eh IPA, eh bukan ding tapi Bahasa Jawa.” Peneliti : “Oh..kenapa Bahasa jawa?”
Fatah : “Karena dia bukan orang jawa.” CT : “Haha..betul-betul”
Peneliti : “Oooh..terus apakah pak guru pernah memberikan bantuan khusus kepada kamu ketika kamu mengalami kesulitan pada saat pembelajaran Bahasa Jawa?”
CT : “Mmm....enggak pernah ya Tah...”
Peneliti : “Oh ya Tur, kamu pernah tidak dapat nilai yang kurang dari KKM, maksdnya dibawah standar nilai?”
CT : “Mmm...pernah, pernah.” Peneliti : “Terus remidi?”
CT : “Iya pernah remidi. Tapi jarang.”
Peneliti : “Kok tidak mau jawab?kalau soal yang kamu kerjakan pasti sama dengan yang lain atau ada yang khusus buat kamu ya Tur?”
CT : “Abis nanya terus si... Ya sama dong”
Peneliti : “Oh ya, pernah tidak kamu dikasih hadiah oleh pak guru baik itu pak BD, pak HL dan pak KJ?”
CT : “Pernah..pernah...(sambil mikir).” Peneliti : “Pernah? Pada saat apa?”
CT : “Hehe..eenggak ding kalau pak BD, kaalau pak HL pernah tapi lupa dulu.”
Peneliti : “Kalau diberikan peringatan atau hukuman pernah tidak?” Fatah : “Loh iki yo lagi dihukum kok mbak.”
CT : “Ho’oh...”
Peneliti : “Dek,apakah guru sering membentuk kelompok diskusi di kelas? CT : “Mmm....lupa aku. Kayaknya dulu pernah. Tapi sekarang sudah
tidak, mungkin pak guru sibuk, ngajar juga to di kelas empat?” Peneliti : “Oh iya deh, terimakasih ya. Sekarang sudah jadi to tugasnya.” CT : “Huuu mau tau aja.”