• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS

A. Kajian Teori

1. Belajar a. Pengertian

Belajar adalah kegiatan yang bertujuan untuk perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi (Djamarah dan Zain, 2006:11).

Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:295) Belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan belajar. Dalam belajar tersebut individu menggunakan ranah-ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Akibat dari belajar tersebut maka kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik makin bertambah baik. Cronbach dalam Sardiman (2005:20) memberikan definisi : “ Learning is shown by a

change in behavior as a result of experience”. (Belajar adalah memperlihatkan

perubahan dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman). Spears dalam Sardirman (2005:20) memberikan batasan : “ Learning is to observe, to read, to

initiate, to try something themselves, to listen, to follow direction”. Belajar adalah

mengamati, membaca, berinisiasi, mencoba sesuatu sendiri, mendengarkan, mengikuti penunjuk/arahan. Geoch dalam Sardiman (2005:20), mengatakan :

“Learning is achange in peformance as a result of practice”. Belajar adalah

commit to user

Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru, dan sebagainya. Juga belajar itu akan lebih baik kalau si subyek belajar itu mengalami atau melakukannya. Jadi tidak bersifat verbalistik. Belajar sebagai kegiatan individu sebenarnya merupakan rangsangan-rangsangan individu yang dikirim kepadanya oleh lingkungan. Dengan demikian terjadinya kegiatan belajar yang dilakukan oleh seorang individu dapat dijelaskan dengan rumus antara individu dan lingkungan.

Slameto (2003:2) mengungkapkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Hal ini berarti bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang diperlihatkan dalam bentuk bertambahnya kualitas dan kuantitas kemampuan seseorang dalam berbagai bidang. Dalam proses belajar, apabila seseorang tidak mendapatkan suatu peningkatan kualitas dan kuantitas kemampuan, maka orang tersebut sebenarnya belum mengalami proses belajar atau dengan kata lain ia mengalami kegagalan didalam proses belajar.

Belajar yang efektif dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan intruksional yang ingin dicapai. Untuk meningkatkan prestasi belajar yang baik perlu diperhatikan kondisi internal dan eksternal . Kondisi internal adalah kondisi atau situasi yang ada dalam diri siswa,seperti kesehatan, keterampilan, kemampuan dan sebagainya.

commit to user

Kondisi eksternal adalah kondisi yang ada di luar diri pribadi manusia, misalnya ruang belajar yang bersih, sarana dan prasarana belajar yang memadai.

b. Ciri belajar

Ciri belajar yang baik menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:8) adalah :

1) memperoleh hasil belajar dan pengalaman hidup

2) terjadi proses internal dalam diri pebelajaran 3) terjadi jika pebelajar memiliki motivasi yang kuat c. Peranan pelajar dalam belajar

Peranan pengajar sebagai pendidik profesional sesungguhnya sangat komplets, tidak terbatas pada Saat berlangsungnya interaksi edukatif dalam kelas, yang lazim disebut sebagai proses belajar mengajar.Menurut Jemes B Browm dalam Suryosubroto ( 2002:3 ) tugas dan peranan guru antara lain: Menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencanakan dan mempersiapkan pelajaran sehari - hari ,mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa.

Untuk dapat melaksanakan tugas mengajar dengan baik, guru harus memiliki kemampuan propesional yaitu terpenuhinya 10 kompentesi guru yang meliputi ( Suryosubroto, (202:4 )

a.) Menguasai bahan

1) Menguasai bidang studi dalam kurikulum sekolah

2) Menguasai bahan pengayaan / penunjang bidangh studi

b.) Mengelola program belajar mengajar 1.) Merumuskan tujuan instruksional

commit to user

3.) Melaksanakan program belajar mengajar

4.) Mengenal kemampuan anak didik

c.) Mengelola kelas

1.) Mengatur tata ruang kelas untuk pelajaran 2.) Menciptakan iklim belajar mengajar yang serasi

d.) Menggunakan media atau sumber

1.) Mengenal, memilih dan menggunakan alat media

2.) Membuat alat bantu pelajaran yang sederhana

3.) Menggunakan perpustakaan dalam proses belajar mengajar

4.) Menggunakan micro teaching untuk unit program pengenalan lapangan

e.) Menguasai landasan penididikan f.) Mengelola interaksi belajar mengajar

g.) Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pelajaran

h.) Mengenal fungsi layanan bimbingan dan penyuluhan

1) mengenal fungsi dan layanan program bimbingan dan penyuluhan

2) menyelenggarakan layanan bimbingan dan penyuluhan

i.) Mengenal dan menyelenggarakan administrasi pendidikan

j.) Memahami prinsip dan menafsirkan hasil penelitian penddikan guna

keperluan pengajaran

d. Teori belajar

Terdapat beberapa teori dalam belajar. Dimjati dan Mudjiono (1999:9-17) mngungkapkan teori-teori tersebut:

commit to user

1) Belajar Menurut Pandangan Skinner

Skinner dalam Dimjati dan Mudjiono (1999) berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar, maka responnya menjadi lebih baik, jika ia tidak belajar maka responnya menurun.

Dalam belajar ditemukan adanya hal berikut:

a) kesempatan terjadinya peristiwa yang menimbulkan respon pebelajar

b) respon pebelajar

c) konsekuensi yang bersifat menguatkan respon tersebut. Pemerkuat terjadinya stimulus yang menguatkan konsekwensi tersebut.

Menurut skinner,pengajar perlu memperhatikan dua hal penting yaitu: a) pemilihan stimulus yang bersifat diskriminatif

b) penggunaan penguatan

Adapun langkah pembelajaran berdasarkan teori kondisioning operan adalah sebagai berikut:

a) Pertama, mempelajari keadaan kelas. Pengajar mencari dan menemukan

perilaku siswa yang positif atau negatif. Perilaku posisitif akan diperkuat dan perilaku negatif akan diperlemah atau dikurangi.

b) Kedua,membuat daftar penguat positif. Pengajar mencari perilaku yang lebih disukai oleh siswa,perilaku yang kena hukuman dan kegiatan luar sekolah yang dapat dijadikan sebagai penguat.

c) Ketiga, memilih dan menentukan urutan tingkah laku yang dipelajari serta jenis penguatnya.

commit to user

urutan perilaku yang dikehendaki, penguatan, eaku mempelajari perilaku dan evaluasi. Dalam melaksanakan progaram pembeljaran, guru mencatat perilaku dan penguat yang berhasil dan tidak berhasil. Ketidak berhsilan itu menjadi catatan penting bagi medifikasi perilaku selanjutnya.

2) Belajar Menurut Gagne

Gagne dalam Dimyati dan Mudjiono (1999) mengungkapkan belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar orang memiliki keterampilan,pengetahuan,sikap dan nilai. Timbulnya kapbilitas tersebut adalah dari: (1) stimulasi yang berasal dari lingkungan dan (2) proses kognitif yang dilakukan oleh pebelajar. Dengan demikian beljar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimualasi lingkungan,melewati pengolahan informasi,menjadi kapabilitas baru.

Gagne juga mengungkapkan juga belajarterdiri dari tiga komponen penting,yaitu: kondisi internal,kondisi eksternal dan hasil belajar. Belajar adalah keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan .

Proses kognitif tersebut terdiri atas informasi verbal,keterampilan

intelektua,keterampilan motorik,sikap dan sisasat kognitif. 3) Belajar menurut pandangan Piaget

Piaget dalam Dimyati dan Mudjiono (1999) berpendapat bahwa pengetahuan dibentuk oleh individu sebab individu melakukan interaksi terus-menerus dengan lingkungan. Lingkungan tersebut mengalami perubahan. Dengan adanya interaksi dengan lingkungan maka fungsi intelektual semakin berkembang.

commit to user

Perkembangan intelaktual meliputi tahap-tahap berikut: 1) sensori motor (0-2 tahun)

2) praoperasional (2-7 tahun) 3) operasional konkret (7-11 tahun) 4) operasional formal (di atas 11 tahun)

Pada tahap sensori motor anak mengenal lingkungan dengan kemampuan sensorik dan motorik. Anak mengenal lingkungan dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan dan menggereak-gerakannya. Pada tahap pra operasional anak mengandalkan diri pada presepsi tentang realitas. Ia telah mampu menggunakan simbo, bahasa, konsep sederhana, berpartisipasi, membuat gambar dan menggolong-golongkan. Pada tahap operasional konkret anak dapat mengembangkan pikiran logis. Ia dapat mengembangkan penalaran logis walaupun kadang memecahkan masalah secara ”trial and error”. Pada tahap operasi formal anak dapat berfikir abstrak seperti pada orang dewasa.

Menurut Piaget, pembelajaran terdiri dari 4 langkah yaitu: a) Menentukan topik yang dapat dipelajari oleh anak sendiri

b) Memilih atau mengembangkan aktivitas kelas dengan topik tersebut

c) Mengetahui adanya kesempatan bagi guru untuk mengemukakan pertanyaan yang menunjang proses pemecahan masalah

d) Menilai pelaksanaan tiap kegiatan, memperhatikan keberhasilan, dan

melakukan revisi. 4) Belajar menurut Rogers

commit to user

peraktek pendidikan yang baik menekankan pada pada siswa yang belajar, bukan pada pengajaran. Praktek tersebut ditandai dengan guru yang dominan dan pelajar yang hanya menghafalkan pelajaran. Rogers mengungkapkan pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan yaitu:

a) Menjadi manusia berarti memiliki kekuatan wajar untuk belajar. Siswa harus belajar tentang hal-hal yang tidak ada artinya.

b) Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya.

c) Pengorganisasian bahan pelajarn berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru, sebagai bagian yang bermakna bagi siswa.

d) Belajar yang optimal akan terjadi, bila siswa berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam proses belajar

e) Belajar yang bermakana dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses-proses belajar,keterbukaan belajar mengalami sesuatu, bekerja sama dengan melakukan pengubahan diri scara terus-menerus

f) Belajar mengalami (experiental learning) dapat terjadi, bila siswa

mengevaluasi dirinya sendiri. Belajar mengalami dapat memberi peluang untuk belajar kreatif, self evaluation dan kritik diri. Hal ini berarti bahwa evaluasi dari instrukrur bersifat sekunder

g) Belajar mengalami menurut keterlibatan siswa secara penuh dan sungguh-sungguh.

h) Faktor yang mempengaruhi belajar/pembelajaran

Hasil belajar dipengaruhi oleh banyak faktor (Slameto: 2003). Faktor tersebut saling berkaitan dan bersinergi mempengaruhi hasil belajar. Secara umum

commit to user

faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah kondisi anak, bahan belajar, kegiatan belajar, metode belajar, alat dan sumber belajar serta evaluasi.

1) Kondisi siswa

Kondisi siswa meliputi derajat kesehatan, tingkat intelegensi, motif dan tujuan serta gaya belajar dan lingkungan pendukung (social support) dalam kelarga.

2) Bahan belajar

Menurut Sudirman dalam Djamarah dan Zain (2006) Bahan adalah salah satu sumber belajar bagi siswa. Bahan yang disebut sebagai sumber belajar (pengajaran) ini adalah sesuatu yang membawa pwesan untuk tujuan pengajaran. Bahan belajar merupakan unsur inti yang ada dalam kegiatan belajar mengajar, karena bahan pelajaran itu yang diupayakan untuk dikuasai anak pebelajar. Bahan belajar dapat dipengaruhi motivasi belajar. Biasanya aktifitas belajar dan motivasi akan berkurang jika bahan belajar kurang menarik perhatian.

3) Kegiatan belajar

Kegiatan belajar mengajar adalah inti kegiatan dalam pendidkan. Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar akan melibatkan semua komponenpengajaran, kegiatan belajar akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapakan dapat tecapai (Djamarah dan Zain (2006)). Dalam kegiatan belajar mengajar, guru dan pebelajar terlibat dalam duatu interaksi dangan bahan pelajaran sebagai mediumnya.

commit to user

4) Metode belajar

Metode adalah seatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pembelajarn berakhir ( Djamarah dan Zain (2006)).

5) Alat dan sumber belajar

Yang dimaksud dengan alat dan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang ( Djamarah dan Zain (2006)).

6) Evaluasi

Menurut Brown dalam Djamarah dan Zain (2006) evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Dengan evaluasi maka diharapkan dapat menentukan seberapa jauh taraf penguasaan dan kemajuan pebelajar dalam menguasai tujuan belajar.

2. Media Pembelajaran

a. Pengertian

Banyak sekali pengertian media pembelajaran, menurut pakar antara lain :

1) Media martin dan Briggs (1986) mengemukakan bahwa media pembelajaran

mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan si belajar, hal ini bisa berupa perangkat keras dan perangkat lunak. 2) Menurut Hamalik (2008) media pembelajaran adalah segala sesuatu yang

dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, sehingga dapat merangsng perhatian, minat, pikiran, dan perasaan si belajar dalam kegiatan belajar untuk

commit to user

mencapai pembelajaran tertentu. Media Pembelajaran

a. Pengertian asal kata media

Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dan medium yang berarti perantara atau pengantar. Adapun penjabaran tokoh-tokoh tentang pengertian media pembelajaran antara lain ( Herry Sondjaja dan Sobirun, 2008).

1) Menurut Berlach mengemukakan bahwa media dalam proses pembelajaran

cenderung diartikan alat-alat grafis, fotografis atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

2) Menurut Heinich, dkk media pembelajaran adalah media-media yang

membawa pesan – pesan atau informasi yang bertujuan pembelajaran atau mengadunng maksud-maksud pembelajaran.

3) Martin dan Briggs mengemukakan bahwa media pembelajaran mencakup

semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan si-belajar. Hal ini bisa merupakan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada perangkat keras.

4) Menurut H. Malik media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat do gunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan si-belajar dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

b. Fungsi

commit to user

1) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki

oleh pebelajar.

Pengalaman tiap pebelajar berbeda-beda, tergantung dari faktor – faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika pebelajar tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke pebelajar. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, mniatur, model, maupun bentuk gambar-gambar yang dapat disajikan secara nyata secara audio, visual dan kombinasinya.

2) Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas.

Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para pebelajar tentang suatu obyek, yang disebabkan karena: (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (g) obyek mengandung bahaya. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada pebelajar.

3) Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara

pebelajar dengan lingkungannya.

4) Media menghasilkan keseragaman pengamatan.

5) Media menghasilkan keseragaman pengamatan

6) Media membangkitkan keinginan dan minat baru.

7) Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.Media memberikan pengalaman yang integral / menyeluruh dari yang konkrit sampai

commit to user

dengan abstrak. c. Manfaat

Media sumber belajar adalah alat bantu yang tidak berguna dalam kegiatan belajar mengajar. Alat bantu dapat mewakili sesuatu yang tidak dapat disampaikan guru melalui kata-kata atau kalimat. Keaktifan daya serap pebelajar terhadap bahan pelajaran yang sulit dan rumit dapat terjadi dengan bantuan alat bantu. Kesulitan anak didik memahami konsep dan prinsip tertentu dapat diatasi dengan bantuan alat alat bantu. Bahkan diakui alat bantu dapat melahirkan umpan balik yang baik dari pebelajar. Dengan menggunakan alat bantu yang akspetabel, pebelajar akan lebih bergairah dalam belajar (Djamarah dan Aswan Zain, 2006:2-3)

Salah satu upaya untuk mengembangkan variasi belajar adalah dengan memanfaatkan variasi alat bantu, baik dalam hal variasi media pandang, variasi media dengar, maupun variasi media taktil. Penggunaan media yang tepat dapat meningkatkan dan memelihara perhatian pebelajar terhadap relevansi proses belajar, memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi, memberi kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individual dan mendorong pebelajar untuk belajar ( Djamarah dan Zain, 2006: 2-3). Dalle dalam Notoatmodjo (1997:109) mengemukakan tentang Kerucut Pengalaman (cone of experience).

Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau keterampilan yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetisi pebelajar bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau keterampilan

commit to user

yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Disamping itu terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti : biaya, ketepatgunaan; keadaan pebelajar; ketersediaan; dan mutu teknis (Ahmad Sudrajat, 2008).

d. Macam-macam media belajar

Pada prinsipnya terdapat tiga macam alat bantu pendidikan (Notoatmojo, 1997:111);

1) Terdiri atas alat yang diproyeksikan seperti slide, film, film strip dan sebagainya. Sedangkan alat yang tidak diproyeksikan dapat dibentuk dua dimensi seperti gambar, peta, bagan dan sebagainya, atau bentuk tiga dimensi seperti patung, boneka, bola dunia.

2) Alat bantu dengar (Audio Aids)

Ialah alat bantu yang menstinulasi indera pendengaran. Media ini dapat berupa radio, kaset pita, piringan hitam dan sebagainya.

3) Alat bantu lihat dengar (Audio Visual Aids)

Ialah alat bantu yang menstimulasi indera dan pendengaran secara bersama, terdiri atas televisi, video (VCD. DVD, VTR) dan komputer.

Secara umum media pengajaran dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :media pandang (visual aid), media dengar (audio aid), dan media dengar pandang (audio visual aid). Media pandang dapat berupa benda-benda alamiah, orang dan kejadian (Yamin, 2007 : 181).

commit to user

dengan menggunakan media audio visual. Kelebihan media audio visual memiliki kemampuan lebih dibandingkan media audio maupun media visual saja. Kemampuan dari media ini akan lebih meningkat lagi bila dilengkapi dengan karakteristik gerak. Media ini mampu menyampaikan pesan-pesan lebih lengkap, rumit dan realistis (Basuki dan Farida, 2001 : 12).

Jenis-jenis audio visual menurut Arsyad (2007 : 94 – 97) antara lain: 1) Televisi

Televisi adalah media yang menyampaikan pesan melalui gambar gerak yang dilengkapi suara. Sebagai media, televisi memang sungguh menarik, karena dapat menyampaikan informasi secara simultan, menyajikan siaran secara langsung, serta vdapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.

2) Video

Media ini begitu populer di masyarakat. Media ini dapat menyampaikan pesan, audio visual, gerak seperti halnya film dan televisi, video tape/pita video, dapat menyajikan hal-hal yang nyata maupun yang fiktif. Pesan yang disampaikan dapat bersifat informatif, pendidikan, dan pengajaran meskipun pemakaiannya memerlukan pesawat televisi.

Kelebihan dari video adalah penyajiannya tidak memerlukan ruang gelap, program dapat diputar berulang-ulang, program sajian yang rumit dan berbahaya dapat direkam sebelumnya, sehingga waktu mengajar guru bisa memusatkan perhatiannya, dan mudah dikontrol oleh guru. Sedangkan kekurangannya yaitu jangkauannya terbatas, sifat komunikasinya satu arah dan perawatannya cukup mahal.

commit to user

e. Media dan Pembelajaran

Menurut Moreno dan Mayer (2000) manusia dapat mengintegrasikan informasi dari berbagai alat penerima sensorik (sensorik modalitas) yang berbeda menjadi satu pengalaman yang bermakna sehingga kualitas pendidikan dapat ditingkatkan dengan mengintegrasikan dan mengkombinasikan beberapa sumber untuk meningkatkan pembelajaran yang bermakna. Terdapat dua teori kognitif yang mendukung penggunaan media pembelajaran yaitu teori masukan kognitif (cognitive load theory) dan teori pembelajaran konstruktif (constructivistic learning theories). Kedua teori ini mengasumsikan bahwa (a) memori yang bekerja pada seseorang meliputi memori auditorik dan visual yang masing-masing bekerja sendiri-sendiri (b) setiap memori kerja memiliki kapasitas yang terbatas (c) manusia memiliki sistem yang terpisah untuk merepresentasikan informasi verbal dan non verbal (d) pembelajaran yang bermakna terjadi manakala pebelajar memilih informasi yang relevan dan mengelompokkan dalam suatu simpanan ingatan dalam bentuk koheren dan membuat hubungan antara ingatan yang tersimpan. Fantom bisa diartikan bentuk khayal tentang sesuatu terutama bentuk manusia.

Kata Kata Gambar Presentasi Multimedia Telingga Mata Memori Sensorik Pengetahuan Sebelumnya Memori Jangka Panjang Kata Berbasis suara Model Mental Verbal Gambar Visual Model Mental Gambar Memori Kerja Kata Terpilih Citra Terpilih Kata Terorganisir Kata Terorganisir Integrasi

commit to user

3. Kompetensi

Seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas di bidang tertentu (SK Mendiknas no 045/U/2002)

Kompetensi adalah kelengkapan dari perilaku dalam komponen pengetahuan, keterampilan, etika dan kompeten terhadap kemampuan (Poncorini, 2008)

Keterampilan adalah usaha untuk memperoleh kompetensi cekat, cepat dan tepat dalam menghadapi permasalahan belajar (Muttaqin, 2008)

Prestasi Ketrampilan Laboratorium

Prestasi belajar menurut Winkel (1996) adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang pebelajar dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai bobot yang dicapainya.prestasi belajar dapat menjadi indikator atas kuantitas dan kualitas pengetahuan pebelajar dalam memahami proses pembelajaran yang diterimanya. Hasil belajar yang dicapai oleh setiap pebelajar sendiri dapat dikelompokkan menjadi tiga ranah yaitu kogitif, afektif,dan psikomotorik.

Ketrampilan laboratorium ( lab skiils) secara umum didefinisikan sebagai ketrampilan dalam melakukan pemeriksaan d laboratorium. Reid dan Shah (2007) menyatakan bahwa pembelajaran di laboratorium merupakan bagian fundamental dalam sains,untuk itu, pembelajaran di laboratorium harus mampu memberi bekal berupa:

a. Kemampuan dan ketrampilan yang berhubungan dengan bagaimana

commit to user

mengaplikasikan ide teoritis ke dalam percobaan empiris. b. Ketrampilan psikomotorik (praktik)

c. Kemampuan ilmiah, seperti menyimpulkan dan menginterpretasikan hasil

d. Ketrampilan umum,yang meliputi kemampuan bekerja sama, membuat

laporan dan berdiskusi.

e. Dalam rangka mengoptimalkan hasil pembelajaran ketrampilan laboratorium,

Reid dan Shah (2007)juga menyarankan untuk melakukan prelabs instruction, di mana pebelajar diminta untuk melakukan latihan singkat selama 15-30 menit sebelum pembelajaran dimulai.Hal tersebut berfungsi untuk menyiapkan kerangka berpikir pebelajar sebelum melakukan pembelajaran pemeriksaan laboratorium yang sebenarnya.dengan kata lain, pebelajar diminta untuk menyiapkan pengetahuan sebelumnya ( prior knowledge) yang telah dimiliki.

4. Konsep Pengetahuan

a. Pengertian

Pengetahuan adalah merupakan hasil tahu dan terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman dan raba, sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmojo, 1997: 127-128).

Pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu dari manusia. Pengetahuan pada

Dokumen terkait