5.5 Teknik Analisis Data
5.5.2 Langkah-langkah analisis jalur
Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis jalur (path analysis) adalah sebagai berikut.
1) Merumuskan hipotesis dan persamaan struktural Hipotesis :
(1) Gaya kepemimpinan berorientasi tugas berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya organisasi PT. BPR Indra Candra.
(2) Budaya organisasi yang kuat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi PT. BPR Indra Candra.
(3) Gaya kepemimpinan berorientasi tugas, berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi PT. BPR Indra Candra.
(4) Gaya kepemimpinan berorientasi tugas, berpengaruh positif dan signifikan secara tidak langsung terhadap kinerja organisasi melaui budaya organisasi PT. BPR Indra Candra.
2) Menggambarkan diagram jalur lengkap dan menentukan sub strukturnya.
model analisis jalur yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 5.2.
Berorientasi Tugas Terhadap Budaya Organisasi dan Kinerja Organisasi
(1) Sub struktur 1
(a) Menguji sub struktur 1
Model analisis jalur pada sub struktur 1 dapat digambarkan dan dirumuskan dengan persamaan struktur seperti pada Gambar 5.3.
Gambar 5.3. Hubungan Sub struktur X terhadap Y1 Gaya
Hasil pengolahan data untuk sub struktur 1 diperoleh Tabel Annova, Tabel Coefficients dan Tabel Summary pengaruh variabel X (gaya kepemimpinan berorientasi tugas) terhadap Y1 (budaya).
(b) Memaknai analisis jalur sub struktur 1
Dari pengolahan data dengan program SPSS pada sub struktur 1 diperoleh hasil seperti terlihat pada lampiran 6. Pengujian jalur menggunakan uji t karena hanya ada satu variabel bebas yaitu X yang berpengaruh terhadap variabel Y1.
(c) Uji secara individual sub struktur 1
Uji secara individual ditunjukkan pada tabel coefficients sub struktur 1 Hipotesis penelitian yang akan diuji dirumuskan menjadi hipotesis statistik sebagai berikut.
Ho : (py1x) = 0 Ha : (py1x) > 0
Hipotesis bentuk kalimat
Ho : Gaya kepemimpinan berorientasi tugas tidak berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap budaya organisasi P.T. BPR Indra Candra di kota Singaraja dan kantor cabang di Mangupura
Ha : Gaya kepemimpinan berorientasi tugas berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap budaya organisasi yang kuat P.T. BPR Indra Candra di kota Singaraja dan kantor cabang di Mangupura
Secara individu uji statistik menggunakan uji t dengan rumus
tk = se k ;(dk n k 1)
k = − −
ρ ρ
Keterangan :
Statistik standar error (se ρy1) diperoleh dari hasil perhitungan pada program
SPSS dengan menggunakan analisis regresi dengan data interval. Rangkuman
hasil analisis seperti pada Tabel 5.14.
Tabel 5.14
Rangkuman Hasil Pengolahan Data Sub Struktur 1
Uraian Hasil Analisis
1. Summary
2. Anova
3. Coefficients
R = 0,668 R
2
= 0,446 Sig. = 0,000
Beta = 0,668 T = 8,267
Sumber : Lampiran 9
Tabel 5.14 dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut. Untuk mengetahui
signifikansi analisis jalur adalah dengan membandingkan antara nilai probabilitas
(0,05) dengan nilai probabilitas Sig hasil perhitungan yang digunakan sebagai
dasar pengambilan keputusan. Dapat dilihat bahwa kolom Sig (signifikan) pada
tabel coefficients sub struktur 1 didapat nilai sig 0.000 dimana nilainya lebih kecil
dari nilai probabilitas (0,05), jadi Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya
koefisien analisis jalur adalah signifikan. Jadi gaya kepemimpinan berorientasi
tugas berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap budaya
organisasi P.T. BPR Indra Candra di kota Singaraja dan kantor cabang di
Mangupura.
Besarnya koefisien jalur variabel gaya kepemimpinan situasional terhadap
budaya organisasi sesuai dengan nilai pada tabel coefficients yaitu pada
standardized coefficients beta sub struktur 1 yaitu sebesar 0,6680dan besar
pengaruhnya sesuai dengan nilai R square yaitu sebesar 44,6 persen. Hubungan
empiris sub struktur 1 yaitu pengaruh variabel X terhadap Y1 dapat dilihat seperti
pada Gambar 5.4.
Gambar 5.4. Hubungan empiris sub struktur 1, pengaruh variabel X terhadap Y1.
(2) Sub struktur 2
a). Menguji sub struktur 2
Model analisis jalur pada sub struktur 2 dapat digambarkan dan dirumuskan dengan persamaan struktur seperti pada Gambar 5.7.
Gambar 5.5. Hubungan Sub struktur 2 pengaruh variabel Y1 terhadap Y2 Hasil pengolahan data untuk sub struktur 2 akan diperoleh Tabel Annova, Table Coefficients dan Table Summary pengaruh variabel Y1 (budaya organisasi)
terhadap Y2 (kinerja organisasi).
c) Memaknai analisis jalur sub struktur 2.
Dari pengolahan data dengan program SPSS pada sub struktur 3 diperoleh hasil seperti terlihat pada lampiran 6. Pengujian jalur menggunakan uji t karena hanya ada satu variabel bebas yaitu Y1 yang berpengaruh terhadap variabel Y2.
(py1x) = 0,668 R2 = 44,6 Persen Gaya kepemimpina
berorientasi tugas (X1)
Budaya organisasi yang kuat (Y1)
(py2Y1)
Kinerja organisasi (Y2)
Budaya Organisasi (Y1)
Uji secara individual sub struktur 2
Uji secara individual ditunjukkan pada tabel coefficients sub struktur 3.
Hipotesis penelitian yang akan diuji dirumuskan menjadi hipotesis statistik sebagai berikut.
Ho : (py2y1) = 0 Ha : (py2y1) > 0
Hipotesis bentuk kalimat
Ho : Budaya organisasi tidak berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja organisasi P.T. BPR Indra Candra di kota Singaraja dan kantor cabang di Mangupura.
Ha : Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja organisasi P.T. BPR Indra Candra di kota Singaraja dan kantor cabang di Mangupura.
Secara individu uji statistik menggunakan uji t dengan rumus
tk = se k ;(dk n k 1)
k = − −
ρ ρ
Keterangan :
Statistik standar error (se ρy2) diperoleh dari hasil perhitungan pada program
SPSS dengan menggunakan analisis regresi dengan data interval. Rangkuman
hasil analisis seperti pada Tabel 5.15
Tabel 5.15
Rangkuman Hasil Pengolahan Data Sub Struktur 2
Uraian Hasil Analisis
1. Summary
2. Anova
3. Coefficients
R = 0,715 R
2
= 0,511 Sig. = 0,000
Beta = 0,715 T = 9,433 Sumber Lampiran 9
Tabel 5.15 dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut. Untuk mengetahui
signifikansi analisis jalur adalah dengan membandingkan antara nilai probabilitas
(0,05) dengan nilai probabilitas Sig hasil perhitungan yang digunakan sebagai
dasar pengambilan keputusan. Dapat dilihat bahwa kolom Sig (signifikan) pada
tabel coefficients sub struktur 3 didapat nilai sig 0.000 dimana nilainya lebih kecil
dari nilai probabilitas (0,05), jadi Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya
koefisien analisis jalur adalah signifikan. Jadi budaya organisasi berpengaruh
positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja organisasi P.T. BPR.
Indra Candra di Singaraja dan Mangupura. Koefisien jalur variabel budaya
organisasi terhadap kinerja organisasi sesuai dengan nilai pada tabel coefficients
yaitu pada standardized coefficients beta sub struktur 2 yaitu sebesar 0,715 dan
besar pengaruhnya sesuai dengan nilai R square yaitu sebesar 51,1 persen.
Hubungan empiris sub struktur 2 yaitu pengaruh variabel Y1 terhadap Y2 dapat
dilihat seperti pada Gambar 5.6
(py2y1) = 0,715
R2 = 51,1 Persen Budaya
Organisasi (Y1)
Kinerja organisasi (Y2)
Gambar 5.6. Hubungan empiris sub struktur 2, pengaruh variabel Y1 tehadap Y2.
(3) Sub struktur 3
(a) Menguji sub struktur 3
Model analisis jalur pada sub struktur 3 dapat digambarkan dan dirumuskan dengan persamaan struktur seperti pada Gambar 5.7
Gambar 5.7 Hubungan Sub struktur 3 pengaruh variabel X terhadap Y2 Hasil pengolahan data untuk sub struktur 3 akan diperoleh Tabel Annova, Table Coefficients dan Table Summary pengaruh variabel X (gaya kepemimpinan
orientasi tugas) terhadap Y2 (kinerja organisasi).
3) Memaknai analisis jalur sub struktur 3
Dari pengolahan data dengan program SPSS pada sub struktur 3 diperoleh hasil seperti terlihat pada lampiran 6. Pengujian jalur menggunakan uji t karena hanya ada satu variabel bebas yaitu X yang berpengaruh terhadap variabel Y2.
4) Uji secara individual sub struktur 3 (py2x2)
Kinerja organisasi (Y2)
Gaya kepemimpinan berorientasi tugas
(X)
Uji secara individual ditunjukkan pada tabel coefficients sub struktur 2.
Hipotesis penelitian yang akan diuji dirumuskan menjadi hipotesis statistik sebagai berikut.
Ho : (py2x) = 0 Ha : (py2x) > 0
Hipotesis bentuk kalimat
Ho : Gaya kepemimpinan berorientasi tugas tidak berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja organisasi P.T. BPR Indra Candra di kota Singaraja dan kantor cabang di Mangupura.
Ha : Gaya kepemimpinan berorientasi tugas berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja organisasi P.T. BPR Indra Candra di kota Singaraja dan kantor cabang di Mangupura.
Secara individu uji statistik menggunakan uji t dengan rumus
tk = se k ;(dk n k 1)
k = − −
ρ ρ
Keterangan :
Statistik standar error (se ρy2) diperoleh dari hasil perhitungan pada program
SPSS dengan menggunakan analisis regresi dengan data interval. Rangkuman
hasil analisis seperti pada Tabel 5.16
Tabel 5.16
Rangkuman Hasil Pengolahan Data Sub Struktur 3
Uraian Hasil Analisis
1. Summary
2. Anova
3. Coefficients
R = 0,831 R
2
= 0,691 Sig. = 0,000
Beta = 0,831 T = 13,780 Sumber Lampiran 9
Tabel 5.16 dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut. Untuk mengetahui
signifikansi analisis jalur adalah dengan membandingkan antara nilai probabilitas
(0,05) dengan nilai probabilitas Sig hasil perhitungan yang digunakan sebagai
dasar pengambilan keputusan. Dapat dilihat bahwa kolom Sig (signifikan) pada
tabel coefficients sub struktur 3 didapat nilai sig 0.000 dimana nilainya lebih kecil
dari nilai probabilitas (0,05), jadi Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya
koefisien analisis jalur adalah signifikan. Jadi gaya kepemimpinan berorientasi
tugas berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja
organisasi PT. BPR Indra Candra di Kota Singaraja dan kantor cabang di
Mangupura.
Besarnya koefisien jalur variabel kepemimpinan situasional terhadap
kinerja organisasi sesuai dengan nilai pada tabel coefficients yaitu pada
standardized coefficients beta sub struktur 3 yaitu sebesar 0,831 dan besar
pengaruhnya sesuai dengan nilai R square yaitu sebesar 69,1 persen. Hubungan
empiris sub struktur 2 yaitu pengaruh variabel X terhadap Y2 dapat dilihat seperti menggambarkan hubungan kausal empiris antara variabel X terhadap Y1 dan Y2. Gambar 5.9 menunjukkan hubungan kausal empiris variabel X terhadap Y1 dan Y2.
R
2
= 0,511
Gambar 5.9 Model Path Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Berorientasi Tugas Terhadap Budaya Organisasi dan Kinerja Organisasi
Dari hasil perhitungan pada lampiran 6 dapat dihitung nilai error yang pertama(e1) yaitu :
e1 = 1 – R²
= 1–0,446
= 0,554
= 0,774
Hasil sebesar 0,774 memiliki arti bahwa jumlah varian variabel gaya kepemimpinan berorientasi tugas yang tidak diteliti dalam model dan berpengaruh terhadap variabel budaya organisasi adalah sebesar 77,4 persen. Nilai error yang cukup tinggi ini memberi kesimpulan bahwa tidak hanya gaya kepemimpinan berorientasi tugas yang berpengaruh terhadap budaya organisasi, melainkan ada beberapa variabel lainnya yang berpengaruh terhadap budaya organisasi..
Untuk menghitung nilai error pada persamaan kedua (e2) maka digunakan data yang berasal dari nilai R square pada Lampiran 8.
e2 = 1 – R²
= 1–0,511
= 0,489
= 0,699
Hasil sebesar 0,699 memiliki arti bahwa jumlah varian variabel kinerja organisasi yang tidak diteliti dalam model adalah sebesar 69,9 persen.
Berdasarkan hasil perhitungan secara keseluruhan pengaruh gaya kepemimpinan berorientasi tugas terhadap budaya organisasi dan kinerja organisasi dapat dijelaskan sebagai berikut.
(1) Pengujian Hipotesis Pertama
Hipotesis pertama adalah hipotesis yang menyebutkan bahwa, gaya kepemimpinan berorientasi tugas berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap budaya organisasi P.T. BPR Indra Candra di kota Singaraja dan kantor cabang di Mangupura.
Berdasarkan hasil pengujian koefisien jalur struktur 1 diperoleh bahwa gaya kepemimpinan berorientasi tugas berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap budaya organisasi P.T. BPR Indra Candra di kota Singaraja dan kantor cabang di Mangupura. Ini ditunjukkan oleh koefisien variabel sebesar 0,668 yang signifikan pada p sebesar 0,000. Koefisien gaya kepemimpinan berorientasi tugas yang sudah distandarisasi ditunjukkan dengan nilai beta sebesar 0,668. Hal ini berarti pengaruh langsung gaya kepemimpinan berorientasi tugas terhadap budaya organisasi adalah 66,8 persen.
(2) Pengujian Hipotesis Kedua
Hipotesis kedua adalah hipotesis yang menyebutkan bahwa, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja
organisasi P.T. BPR Indra Candra di kota Singaraja dan kantor cabang di Mangupura.
Berdasarkan hasil hasil pengujian koefisien jalur struktur 2 diperoleh bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja organisasi. Ini ditunjukkan oleh koefisien variabel budaya organisasi sebesar 0,715 yang signifikan pada p sebesar 0,000. Koefisien budaya organisasi yang sudah distandarisasi ditunjukkan dengan nilai beta sebesar 0,715.
Hal ini berarti pengaruh langsung budaya organisasi pada kinerja organisasi adalah 71,5 persen.
(3) Pengujian hpotesis ketiga
Hipotesis ketiga adalah hipotesis yang menyebutkan bahwa, gaya kepemimpinan berorientasi tugas berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja organisasi P.T. BPR Indra Candra di kota Singaraja dan kantor cabang di Mangupura.
Berdasarkan hasil pengujian koefisien jalur pada sub struktur 3 diperoleh bahwa, gaya kepemimpinan berorientasi tugas berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja organisasi. Ini ditunjukkan oleh koefisien variabel berpengaruh positif dan signifikan secara langsung sebesar 0,831 yang signifikan pada p sebesar 0,000. Koefisien gaya kepemimpinan berorientasi tugas yang sudah distandarisasi ditunjukkan dengan nilai beta sebesar 0,831. Hal ini berarti pengaruh langsung gaya kepemimpinan berorientasi tugas gaya kepemimpinan berorientasi tugas adalah 83,1 persen.
(4) Pengujian hipotesis keempat
Hipotesis keempat adalah hipotesis yang menyebutkan bahwa, gaya kepemimpinan berorientasi tugas berpengaruh positif dan signifikan secara tidak langsung terhadap kinerja organisasi melaui budaya organisasi P.T. BPR Indra Candra di kota Singaraja dan kantor cabang di Mangupura.
Berdasarkan hasil pengujian koefisien jalur pada sub struktur 4 diperoleh bahwa, gaya kepemimpinan berorientasi tugas berpengaruh positif dan signifikan secara tidak langsung terhadap kinerja organisasi. Ini ditunjukkan oleh koefisien jalur variabel kepemimpinan yang berorientasi tugas (X) ke variabel kinerja organisasi (Y2) melalui budaya organisasi (Y1) didapat koefisien jalur total sebesar 1,309, sedangkan besarnya koefisien jalur dari variabel gaya kepemimpinan yang berorientasi tugas (X) secara langsung terhadap kinerja organisasi (Y2) adalah sebesar 0,831 dan variabel kinerja organisasiJadi dengan koefisien yang lebih besar (1,309 > 0,831) dapat dijelaskan bahwa variabel budaya organisasi adalah variabel yang memediasi variabel gaya kepemimpinan yang berorientasi tugas dan variabel kinerja organisasi P.T. BPR Indra Candra di kota Singaraja dan kantor cabang di Mangupura.
Rekapitulasi hasil perhitungan pengujian struktur gaya kepemimpinan berorientasi tugas (X) terhadap budaya organisasi (Y1) dan kinerja organisasi (Y2) dapat dilihat pada Tabele 5.17
Tabel 5.17
Koefisien Jalur Pengaruh Langsung Gaya Kepemimpinan Berorientasi Tugas Terhadap Budaya Organisasi dan Kinerja Organisasi PT. BPR Indra
Candra di Singaraja dan Mangupura
No Variabel Koefisien Jalur
Langsung Tidak
Hasil analisis data secara statistik membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel gaya kepemimpinan situasional terhadap