• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.4. Langkah – langkah pemecahan masalah

Mulai

Survey Lapangan

Mengitung Peramalan : - Simple Average

- Moving Average

- Single Eksponential Smoothing - Double Eksponential Smoothing

Membuat Diagram Pencar

Total Cost dengan metode DRP (TC*)

Perencanaan dan Pengendalian Distribusi metode DRP Menghitung Safety Stock (SS) dan

Economic Order Quantity (EOQ)

Total Cost dengan metode perusahaan Perencanaan dan Pengendalian

distribusi Metode Perusahaan

Pengumpulan Data :

- Data Permintaan bulan Januari – Desember 2009 - Data Biaya Pemesanan

- Biaya Penyimpanan - Biaya Pengiriman - Lead Time - Harga produk Tujuan penelitian Perumusan Masalah Studi kepustakaan TC*<TC?

Memilih MSE terkecil Merangking MSE masing-masing model peramalan dari yang terkecil

Uji Verifikasi dengan Moving Range Chart ( MRC )

Kesimpulan dan Saran Hasil analisa dan Pembahasan Pembuatan Total Kebutuhan Produk

Metode DRP dipilih

Perencanaan Distribusi Metode DRP Menghitung Economic Order Quantity

(EOQ) dan Safety Stock (SS) Menentukan Peramalan Demand

Bulanan dan Mingguan Apakah Terkontrol ?

Selesai Memilih MSE terkecil Berikutnya

tidak

ya Ya Metode Perusahaan

(Kondisi sekarang) Metode DRP(Usulan)

Tidak

Penjelasan langkah - langkah Pemecahan Masalah 1. Mulai

:

2. Survey Lapangan

Survey Lapangan merupakan langkah paling awal dalam tahap identifikasi. Pada langkah ini dilakukan Survey terhadap kondisi riil sistem yang dikaji untuk memperoleh gambaran yang jelas dalam penyusunan permasalahan yang ingin diangkat nantinya.

3. Studi Kepustakaan

Pada langkah ini digali pemikiran teoritis yang kemudian dituangkan dalam kebutuhan riil sistem yang telah diidentifikasi pada survey lapangan. Literatur bersumber dari buku, jurnal penelitian, text book dan juga dari penelitian mahasiswa sebelumnya.

4. Perumusan Masalah

Perumusan masalah disusun berdasarkan latar belakang dari masalah yang ada. Kemudian ditentukan metode yang tepat dalam penyelesaian permasalahan tersebut.

5. Tujuan Penelitian

Setelah merumuskan permasalahan dan menentukan studi kasus yang diangkat dalam penelitian, maka langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan penelitian.

6. Pengumpulan Data

Aktivitas pengumpulan data meliputi data-data yang berkaitan dengan penelitian yang bersumber dari perusahaan yaitu data primer dan sekunder. 7. Membuat Diagram Pencar

Pada bagian ini membuat diagram pencar dari data historis permintaan bulan Januari – Desember 2009 yang nantinya akan digunakan untuk mengetahui pola data permintaan historis, dimana hasil pola tersebut digunakan untuk menentukan model atau metode peramalan.

8. Model Peramalan

Hal yang terpenting adalah menentukan metode mana yang harus digunakan untuk masing-masing keadaan dan seberapa banyak modifikasi yang diperlukan untuk memasukkan perkiraan pribadi sebelum pendugaan digunakan sebagai dasar untuk merencanakan kegiatan mendatang. Setiap metode peramalan akan memberikan hasil yang berbeda-beda untuk suatu keadaan yang sama. Metode peramalan yang baik adalah metode yang menghasilkan penyimpangan sekecil mungkin antara peramalan dengan data aktual. Adapun model-model peramalan permintaan yang dapat digunakan adalah Moving Average, Single Exponential Smoothing, Double Exponential Smoothing. Peramalan data permintaan menggunakan program WinQSB.

9. Memilih Mean Square Error (MSE)

Pada bagian ini dipilih Mean Square Error (MSE) terkecil dari tiap-tiap model peramalan.

Metode peramalan yang baik adalah metode peramalan yang mempunyai nilai kesalahan terkecil. Banyak metode peramalan menimbulkan permasalahan tentang bagaimana mengukur kesesuaian suatu metode terhadap suatu ukuran data yang diberikan. Keputusan menggunakan suatu metode peramalan tergantung dari pengukuran forecast error. Hasil peramalan memberikan forecast error terkecil, akan dipilih. Untuk menentukan nilai kesalahan dan peramalan, digunakan Mean Square Error. 10. Uji Verifikasi Dengan Moving Range Chart (MRC)

Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metode MRC (Moving Range Chart). Tujuannya adalah untuk memeriksa peramalan-peramalan yang telah dilakukan, apakah data hasil peramalan sudah dalam kondisi yang terkecil atau belum.

11. Perencanaan dan Pengendalian Distribusi Metode Perusahaan

Pada bagian ini berisi perencanaan dan pengendalian distribusi metode perusahaan pada bulan Januari – Desember 2009.

12. Realisasi Distribusi Dengan Metode Perusahaan

Bagian ini ditujukkan realisasi distribusi berdasarkan kondisi sekarang yang diterapkan oleh perusahaan.

13. Menghitung EconomicOrder Quantity (EOQ) Dan Safety Stock (SS)

Pada bagian ini menerapkan usulan dengan menggunakan metode DRP, dimana perhitungannya menggunakan data permintaan yang dikumpulkan yaitu pada bulan Januari – Desember 2009.

Pengolahan data dengan metode DRP dimulai dengan perhitungan Economic Order Quantity (EOQ) untuk mengetahui berapa jumlah barang yang harus disediakan baik oleh gudang penyangga maupun oleh distribution center. Kemudian dilakukan perhitungan Safety Stock (SS) untuk mengetahui batasan

inventory agar tidak terjadi stock out. EOQ ditentukan dengan melihat dengan melihat demand bulanan tiap item pada masing-masing agen.

14. Perencanaan dan Pengendalian Distribusi Metode DRP

Pada bagian ini merencanakan dan pengendalian distribusi dengan metode

DRP untuk mengetahui distribusi produk ke masing-masing depot. Struktur distribusi untuk masing-masing produk adalah sama. Struktur distribusi produk adalah sebagai berikut

Gambar 3. 2. Struktur Distribusi

Keterangan :

A = Agen Jombang B = Agen Kediri C = Agen Malang D = Agen Jember

Penyusunan DRP pada masing-masing depot diawali dengan input berupa permintaan historis, lot size, safety stock, lead time, dan persediaan akhir pada masing-masing depot. Setelah itu, DRP membangkitkan model

A B C D

berdasarkan pada waktu untuk mendukung strategi logistik dimana dengan adanya model tersebut dapat ditentukan kebutuhan bersih, ukuran pemesanan, dan waktu pemesanan.

X Distribution Center

On Hand Balance : Lead Time :

Safety Stock : Order Quantity :

Past Due Period 1 2 3 4 5 6 7 8 Gross Requirement Schedule Receipts Projected On Hand Net Requirements Planned Order Receipts

Planned Order Release

Gambar 3. 3. Form Distribution Requirement Planning (DRP)

Pembuatan DRP Pusat

DRP pusat memiliki gross requirement yang berasal dari DRP masing-masing agen, yaitu berupa total kapasitas pelepasan order di masing-masing agen. Hasil penentuan kapasitas produk pada DRP pusat dapat digunakan untuk membuat Jadwal Induk Distribusi dan penjadwalan kendaraan.

15. Total Cost Distribusi Dengan Metode DRP ( TC*)

Pada bagian ini Distribusi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan dengan metode DRP.

16. Pembuatan Total Kebutuhan Produk

Total kebutuhan semua item diperoleh dari melakukan penjumlahan total kebutuhan pada tiap-tiap bulannya. Pembuatan total kebutuhan semua item

berguna dalam pembuatan jadwal distribusi dengan menggunakan metode DRP.

17. Analisa Dan Pembahasan

Dilakukan analisa terhadap sistem distribusi dengan menggunakan DRP dan system distribusi yang ada sekarang di perusahaan. Apakah metode DRP lebih baik digunakan daripada kondisi riil perusahaan saat ini.

18. Kesimpulan Dan Saran

Tahapan terakhir yang dilakukan adalah penarikan kesimpulan dan saran dari keseluruhan tahap yang telah dilalui. Kesimpulan harus dapat mengungkapkan hal-hal pokok yang diperoleh dari intisari penelitian. Sedangkan saran ditujukan untuk memberikan petunjuk bagi pengembangan dari penelitian sejenis yang terkait yang mungkin akan dilakukan.

19. Selesai

Dokumen terkait