G. Defenisi Operasional
4. Langkah-langkah Pendekatan Saintifik
Langkah-langkah nyata dari metode ilmiah kemudian disebut langkah ilmiah, yaitu tindakan nyata dalam sebuah kegiatan ilmiah yang disesuaikan dengan alur berfikir ilmiah. Secara lebih jelas, langkah-langkah ilmiah dipaparkan dalam gambar yang menjelaskan alur langkah-langkah ilmiah di bawah ini: masa
lah dan Sebuah pembelajaran juga dilihat dari pendekatan ilmiah.
Pendekatan ilmiah akan mengantarkan seseorang pada pencarian ilmu dengan langkah tertentu. Melalui pendekatan ilmiah, sebuah ilmu ditemukan. Peserta didik yang telah menerapkan langkah dan pendekatan ilmiah akan terbiasa berpikir ilmiah, yaitu berpikir secara skeptik, analitis, kritis, dan rasional (M. Musfiqon dan Nurdyansyah, 2012: 57).
Selain dari langkah-langkah diatas, menurut M. Hosnan ada beberapa langkah-langkah pendekatan saintifik adalah sebagai berikut:
a. Mengamati (Observing)
Kegiatan pertama pada pendekatan saintifik adalah mengamati.
Metode observasi mengedepankan pengamatan langsung pada objek yang akan dipelajari sehingga siswa mendapatkan fakta berbentuk data yang objektif yang kemudian dianalisis sesuai tingkat perkembangan siswa. Kegiatan belajarnya adalah membaca, menyimak, dan melihat.
Kompetensi yang dikembangkan adalah melatih kesungguhan, ketelitian, dan mencari informasi.
Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan hal penting dari suatu objek.
Observasi dalam pembelajaran akan efektif jika siswa dan guru melengkapi diri dengan alat-alat pencatatan dan alat-alat lain, seperti kamera, film atau video, gambar dan tape recorder.
b. Menanya (Questioning)
Menanya adalah mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati.
Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis.
Adapun criteria pertanyaan yang baik, yaitu singkat dan jelas, menginspirasi jawaban, memiliki fokus, bersifat probing atau divergen, bersifat validatif atau penguatan, memberi kesempatan peserta didik untuk berfikir ulang, meragsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif, dan merangsang proses interaksi.
c. Mengumpulkan Informasi (Experimenting)
Aktivitas mengumpulkan informasi dilakukan melalui eksperimen, membaca sumber lain selain buku, pengamatan, dan sebagainya. Adapun kompetensi yang diharapkan adalah mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar sepanjang hayat.
d. Menalar (Associating)
kegiatan ini diharapkan peserta didik dapat menganalisis hasil kerja yang telah dilakukan dan membandingkannya dengan hasil kerja rekannya yang lain. Kegiatan ini dilakukan dengan menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara e. Mengkomunikasikan (Communicating)
Kegiatan ini dapat dilakukan dengan menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasi dan menemukan pola. Hasil tersebut disampaikan
dikelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar peserta didik atau kelompok peserta didik tersebut.
Aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah menyediakan sumber belajar, mendorong siswa berinteraksi dengan sumber belajar (menugaskan), mengajukan pertanyaan agar siswa memikirkan hasil interaksinya, memantau persepsi dan proses berfikir siswa, mendorong siswa berdialog atau berbagi hasil pemikirannya, mengkonfirmasi pemahaman yang diperoleh, dan mendorong siswa merefleksikan pengalaman belajarnya (M. Hosnan, 2014: 39-73).
B. Media Video
1. Pengertian Media
Secara harfiah kata media memiliki arti “perantara” atau
“pengantar”.Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefenisikan media yaitu segala bentuk yang digunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Menurut Education Association (NEA) mendefenisikan sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program instructional (Asnawir dan Basyiruddin Usman, 2002:11). Rossi dan Breidle mengemukakan bahwa media adalah seluruh alat atau bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televise, buku, Koran, majalah, dan sebagainya.
Menurut Rossi, alat-alat yang digunakan semacam radio dan televisi kalau digunakan dan deprogram untuk pendidikan, maka merupakan media pembelajaran (Wina Sanjaya, 2008:204).
Gagne dan Briggs dalam buku Azhar Arsyad mengungkapkan tentang media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan
untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari buku, tape recorder, kaset video, kamera, video rekorder film, slide gambar, foto, gambar, grafik, televisi dan computer, dengan kata lain media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi intruksional dilingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar (Azhar Arsyad, 2000:4).
Berdasarkan defenisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa media merupakan suatu perantara atau pengantar yang digunakan untuk menyalurkan informasi yang dapat dipergunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar sehingga dapat merangsang siswa untuk belajar. Oleh sebab itu beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan antara lain : a. Media yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan. Masalah tujuan pembelajaran ini merupakan komponen yang utama yang harus diperhatikan dalam memilih media, dalam penetapan media harus jelas dan operasional, spesifik, dan benar-benar tergambar dalam bentuk perilaku
b. Aspek materi menjadi pertimbangan yang dianggap penting dalam memilih media, sesuai atau tidaknya antara materi dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajara siswa
c. Kondisi audien (siswa) dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak. Faktor umum, intelegensi, latar belakang pendidikan, budaya, dan lingkungan anak menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam memilih media pengajaran
d. Ketersediaan media disekolah atau memungkinkan bagi guru mendesain sendiri media yang akan digunakan merupakan hal yang perlu menjadi pertimbangan seorang guru
e. Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan disampaikan kepada audien (siswa) secara tepat dan berhasil guna, dengan kata lain tujuan yang ditetapkan dapat dicapai secara optimal f. Biaya yang akan dikeluarkan dalam pemanfaatan media harus
seimbang dengan hasil yang akan dicapai. Pemanfaatan media yang sederhana mungkin lebih menguntungkan dari pada menggunakan media yang canggih bilamana hasil yang dicapai tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan (Asnawir dan M. Basyiruddin Usman, 2002:15-16).
Berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah sebagai berikut :
a. Motivasi harus ada kebutuhan, minat, atau keinginan untuk belajar dari pihak siswa sebelum meminta perhatiannya untuk mengerjakan tugas dan latihan
b. Perbedaan individual, siswa belajar dengan cara dan tingkat kecepatan yang berbeda-beda, seperti kemampuan intelegensia, tingkat pendidikan, dan lain-lain
c. Tujuan Pembelajaran, tujuan ini akan menentukan bagian isi yang mana siswa harus mendapatkan perhatian pokok dalam media pembelajaran
d. Organisasi isi, pembelajaran akan lebih mudah jika isi dan prosedur atau keterampilan fisik yang akan dipelajari diatur dan diorganisasikan ke dalam urutan–urutan yang bermakna
e. Persiapan sebelum belajar, siswa sebaiknya telah menguasai secara baik pelajaran dasar atau memiliki pengalaman yang diperlukan secara memadai yang mungkin merupakan prasyarat untuk penggunaan media dengan sukses
f. Emosi, pembelajaran yang melibatkan emosi dan perasaan pribadi serta kecakapan amat berpengaruh dan bertahan
g. Partisipasi agar pembelajaran berlangsung dengan baik
h. Internalisasi informasi, tidak sekedar diberitahukan kepadanya
i. Umpan balik, hasil belajar dapat meningkat apabila secara berkala siswa diinformasikan kemajuan belajarnya
j. Penguatan, apabila siswa berhasil belajar, ia akan didorong untuk terus belajar
k. Latihan dan pengulangan, agar suatu pengetahuan atau keterampilan dapat menjadi bagian kompetensi atau kecakapan intelektual seseorang, haruslah pengetahuan atau keterampilan itu sering diulangi dan dilatih dalam berbagai konteks
l. Penerapan, hasil belajar yang diinginkan adalah meningkatkan kemampuan seseorang untuk menerapkan atau mentransfer hasil belajar masalah atau situasi baru.
Beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam memilih media : a. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, media dipilih berdasarkan
tujuan instruktional yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotor
b. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi, agar dapat membantu proses pembelajaran secara efektif, media harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran dan kemampuan mental siswa.
c. Praktis, luwes dan bertahan, jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber daya lainnya untuk memproduksi tidak perlu dipaksakan d. Guru terampil menggunakannya, apapun medianya guru harus mampu
menggunakannya dalam proses pembelajaran
e. Pengelompokan sasaran, media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan.
f. Mutu teknis, pengembangan visual baik gambar maupun fotografi harus memenuhi persyaratan teknis tertentu (Azhar Arsyad, 2000:4).
2. Pengertian Media Video
Istilah video berasal dari bahasa latin yaitu kata vidi atau visum yang artinya melihat atau mempunyai daya penglihatan. Menurut kamus bahasa Indonesia video adalah teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar bergerak. Video adalah teknologi perekan, pengelola, penyimpan, pemindahan dan perekonstruksian urutan gambar diam dengan menyajikan adegan-adegan dalam gerak secara elektronik video menyediakan sumber daya yang kaya dan hidup bagi aplikasi multimedia.
Menurut Sudirman dan Neliyarti dalam Epilisma (2011:32) menyatakan bahwa video merupakan media audio visual yang menampilkan gerak, video termasuk kedalam kategori audio visual yang yang mengkombinasikan dua materi visual dan materi auditif. Materi auditif ditunjukan untuk merangsang indera pendengaran sedangkan materi visual untuk merangsang indera penglihatan. Mengkombinasi dua materi ini, pendidik dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih berkualitas karena berlangsung secara efektif, siswa akan lebih mudah mengingat dan memahami suatu pelajaran jika mengunakan lebih dari satu indera.
Media video adalah seperangkat komponen atau media yang mampu menampilkan gambar sekaligus suara dalam waktu bersamaan (Sukiman, 2012:187-188). Menurut Daryanto media video adalah segala sesuatu yang memunginkan sinyal audio dapat dikombinasikan dengan gambar bergerak secara sekuensal (Daryanto, 2010:88).
Media video yang digunakan dalam proses belajar mengajar memiliki banyak manfaat dan keuntungan, diantaranya adalah video merupakan pengganti alam sekitar dan dapat menunjukkan objek yang secara normal tidak dapat dilihat siswa seperti materi proses pencernaan makanan dan pernafasan, video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat dan dapat dilihat secara langsung berulang-ulang, video juga mendorong dan meningkatkan motivasi siswa untuk tetap melihatnya (Azhar Arsyad, 2011:49). Media video juga merupakan bahan non cetak yang kaya informasi yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar hal ini karena karakteristik dari media video mampu menampilkan gambar sekaligus suara dalam waktu bersamaan.
3. Kelebihan Media Video
Menurut Rusman dan Riana dalam Epilisma (2011:74) kelebihan yang terdapat pada media video yaitu:
a. Memberikan pesan yang dapat diterima secara lebih merata oleh siswa b. Sangat bagus untuk menerangkan proses
c. Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu lebih reality dapat diulang dan dihentikan sesuai dengan kebutuhan
d. Memberikan kesan yang mendalam yang dapat membangkitkan minat belajar siswa.
Menurut Azhar Arsyad (2005:50-51) kelebihan media video adalah a. Media video dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari
siswa ketika mereka membaca, berdiskusi, berpraktik, dan lain lain b. Media video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat yang
dapat disaksikan secara berulang-ulang jika dipandang perlu c. Media video menanamkan sikap dan segi-segi afektif lainnya
d. Media video mengandung nilai-nilai positif dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok siswa. Seperti slogan yang sering didengar, dapat membawa dunia ke dalam kelas
e. Media video dapat menyajikan peristiwa yang berbahaya bila dilihat secara langsung seperti lahar gunung berapi atau prilaku binatang buas f. Media video dapat ditunjukkan kepada kelompok besar atau kelompok
kecil, kelompok yang heterogen, maupun perorangan (Azhar Arsyad, 2005:50-51).
Menurut Andriana Johari dan Syamsuri Hasan dkk (2014:10) kelebihan media video yaitu :
a. Media video pembelajaran dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, dengan cara mengaksesnya dimedia sosial YouTube
b. Media video dapat dipakai dalam jangka waktu yang panjang dan kapan pun jika materi yang terdapat dalam video ini masih relevan dengan materi yang ada
c. Media video pembelajaran yang simpel dan menyenangkan
d. Membantu siswa dalam memahami materi pelajaran dan membantu guru dalam proses.
Berdasarkan beberapa pendapat parah ahli tersebut kelebihan dari penggunaan media video dalam proses pembelajaran diantara lain :
a. Memahami materi pembelajaran lebih cepat b. Membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien
c. Dapat membangkitkan ketertarikan dan minat belajar siswa d. Membuat pembelajaran simple dan menyenangkan
e. Dapat digunakan dalam waktu yang panjang
4. Tujuan Media Video a. Tujuan Kognitif
Tujuan kognitif mempergunakan video, matra kognitif dapat dikembangkan, yakni yang menyangkut kemampuan mengenal kembali dan kemampuan memberikan rangsangan berupa gerak serasi.
Umpamanya, pengamatan terhadap kecepatan relative suatu objek atau benda yang bergerak, penyimpangan dalam gerak interaksi antara objek dan benda.
Video dapat pula dipertunjukkan serangkaian gambar diam, dengan atau tanpa suara, sebagaimana yang biasanya dapat dilakukan dengan foto, film bingkai atau film rangkai. Menggunakan video dapat pula diajarkan pengetahuan tentang hukum-hukum dan prinsip-prinsip tertentu. Selain itu, dapat juga dipakai untuk menunjukkan daftar kata yang dianggap penting walaupun dianggap kurang ekonomis.
Video dapat dipergunakan untuk menunjukkan contoh cara bersikap atau berbuat dalam suatu penampilan, khususnya yang menyangkut interaksi manusiawi. Menggunakan media video siswa dapat langsung mendapat atau koreksi terhadap penampilan yang belum memenuhi persyaratan, jika mereka mencobakan keterampilan atau kemampuan itu untuk menerapkan hukum dan prinsip tertentu.
b. Tujuan Psikomotor
Video merupakan media yang tepat untuk memperlihatkan contoh keterampilan yang menyangkut gerak. Alat ini dapat diperjelas, baik dengan cara diperlambat maupun dipercepat. Tujuannya adalah mengajarkan koordinasi antara alat tertentu seperti, memanjat, berenang, dan lain-lain. Menggunakan media video siswa dapat langsung mendapat umpan balik secara visual terhadap kemampuan mereka mencobakan keterampilan yang menyangkut gerakan.
c. Tujuan Afektif
Menggunakan berbagai teknik dan efek, video dapat menjadi media yang sangat ampuh untuk mempengaruhi sikap dan emosi.
Video merupakan media yang baik untuk menyampikan informasi dalam matra afektif (Anderson, 1994:102)
5. Fungsi Media Video
a. Menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi siswa kepada isi pelajaran
b. Dapat terlihat dari tingkat keterlibatan emosi dan sikap siswa pada saat menyimak tayangan materi pelajaran yang disertai dengan visualisasi.
c. Membantu pemahaman dan ingatan isi materi bagi siswa yang lemah dalam membaca (Wina Sanjaya, 2008:216).
6. Manfaat Penggunaan Media Video
Menurut Rudi Susilana (2007:9) manfaat penggunaan media video adalah :
a. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan indera
c. Menimbulkan gairah belajar, instruksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar
d. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetinya
e. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.
Selain itu kontribusi media video menurut Kemp dan Dayton dalam Rudi (2007:9) adalah:
a. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar b. Pembelajaran dapat lebih menarik
c. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar
d. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek e. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
f. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
g. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan
h. Peran guru berubah kearah positif.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa manfaat media video pembelajaran adalah :
a. Sangat membantu tenaga pengajar dalam mencapai efektifitas pembelajaran khususnya pada mata pelajaran yang mayoritas praktek b. Memaksimalkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam waktu yang
singkat, dapat merangsang minat belajar peserta didik untuk lebih mandiri
f. Peserta didik dapat berdiskusi atau minta penjelasan kepada teman sekelasnya
g. Peserta didik dapat belajar untuk lebih berkonsentrasi h. Daya nalar peserta didik lebih terfokus dan lebih kompeten
i. Peserta didik menjadi aktif dan termotivasi untuk mempraktekan latihan-latihan.
j. Peserta didik dapat menayangkannya dirumah karena materi sudah dalam format film atau VCD
k. Memenuhi tuntutan kemajuan zaman pendidikan, khususnya dalam penggunaan bidang media teknologi
l. Memberikan daya pemahaman keterampilan yang lebih terstruktural.
7. Langkah-langkah Penggunaan Media Video a. Langkah Persiapan
Langkah Persiapan guru, pertama-tama harus menyiapkan unit pelajaran terlebih dahulu, kemudian baru memilih video yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, tingkat rekomendasi video dan deskripsi video. Setelah itu video tersebut diintegrasikan dengan rencana pelajaran. Sebaiknya video diuji cobakan memuat rencana secara eksplisit, cara menghubungkan video tersebut dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran lainnya (Asnawir dan Basyiruddin Umar, 2002:97). Untuk lebih jelasnya pada tahap ini hendaknya guru melakukan hal-hal sebagai berikut:
1) Memeriksa kelengkapan peralatan termasuk menyesuaikan tegangan peralatan dengan tegangan listrik yang tersedia di sekolah 2) Mempelajari bahan penyerta
3) Mempelajari isi prigram sekaligus menandai bagian-bagian yang perlu atau tidak perlu disajikan dalam kegiatan pembelajaran
4) Memeriksa kesesuaian isi program video dengan judul yang tertera 5) Meminta siswa agar mempersiapkan buku, alat tulis dan peralatan
lain yang diperlukan b. Tahap Pelaksanaan
1) Langkah Pembukaan
Sebelum penggunaan media video dilakukan ada beberapa hal harus diperhatikan, diantaranya :
a) Aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas tayangan video didepan kelas melalui projector
b) Kemukakan tujuan yang harus dicapai oleh siswa
c) Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dalam penayangan video
2) Langkah Pelaksanaan Penggunaan Media Video
a) Mulailah pembelajran dengan meminta siswa untuk mengamati video yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
b) Aktivitas lanjutan dapat berupa tanya jawab guna untuk mengetahui sejauh mana pemahaman audien atau siswa terhadap materi yang disajikan
c) Siswa membaca buku tentang masalah yang ditayangkan
d) Siswa membuat karangan tetang apa yang ditayangkan (Asnawir dan Basyiruddin Umar, 2002:97-98)
e) Aktivitas lanjutan dapat berupa diskusi atau demonstrasi yang berkaitan dengan materi yang ditayangkan
f) Siswa mempresentasikan hasil diskusi atau mempraktekkan tata cara materi yang ditayangkan
3) Langkah Mengakhiri Media Video
Apabila penggunaan media video selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan menyimpulkan materi tentang video yang ditayangkan, dan selanjutnya memberikan tugas tertentu yang ada kaitannya dengan materi yang ditayangkan dalam video tersebut dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami media video C. Pembelajaran Fiqih
1. Pengertian Fiqih
Kata Fiqh (هقف), secara etimologis berarti “paham yang mendalam”.
Bila “paham” dapat digunakan untuk hal-hal yang bersifat lahiriyah, maka fiqih berarti paham yang menyampaikan ilmu lahir kepada ilmu
batin. Secara defenitif, Fiqh (هقف) berarti ilmu tentang hukum-hukum syar‟i yang bersifat amaliah yang digali dan ditemukan dan dalil-dalil tafsili (Amir Syarifudin, 2009:2-3). Ilmu fiqih merupakan salah satu bidang keilmuan dalam syariah islam yang secara khusus membahas persoalan hukum atau aturan yang terkait dengan berbagai aspek kehidupan manusia, baik menyangkut individu, masyarakat, maupun hubungan manusia dengan Penciptanya.
Beberapa defenisi fiqih yang dikemukakan oleh ulama Ushul Fiqih berikut:
a. Ilmu yang mempunyai tema pokok dengan kaidah dan prinsip tertentu, definisi ini muncul dikarenakan kajian fiqih yang dilakukan oleh fuqaha’ menggunakan metode-metode tertentu, seperti سايق (menyamakan), ناسحتسا (menggangap baik), باحصتسا (menyertakan), هلستسا (mencari kemaslahatan) dan ةعيرزلادس ( jalan menuju sesuatu)..
b. Ilmu tentang hukum syar’iyyah yang berkaitan dengan perbuatan manusia, baik dalam bentuk perintah (wajib), larangan (haram), pilihan (mubah), anjuran untuk melakukan (sunnah), maupun anjuran agar menghindarinya (makruh) yang didasarkan pada sumber-sumber syari‟ah, bukan akal atau perasaan.
c. Ilmu tentang hukum syar’iyyah yang berkaitan dengan ibadah dan muamalah, dari sini bisa dimengerti kalau fikih merupakan hukun syariah yang lebih bersifat praktis yang diperoleh dari للذتسا atau
ظبنتسا
(penyimpulan) dari sumber-sumber syariah (Al-Qur‟an dan Hadis).d. Fiqih diperoleh melalui dalil yang terperinci (tafsʑîlî), yakni Al-Qur‟an dan Sunnah, Qiyas dan Ijma’ melalui proses Istidlal, Istinbâtʑ atau Nazʑar (analisis), oleh karena itu tidak disebut fiqih manakala proses analisis untuk menentukan suatu hukum tidak melalui Istidlal atau
Istinbath terhadap salah satu sumber hukum tersebut ( Ahmad Alfan Dkk 2014:6-7).
Fiqih adalah ilmu tentang hukum syara‟ yang bersifat praktis yang diperoleh melalui dalil yang terperinci. ulama fiqih sendiri mendefenisikan fiqih sebagai sekumpulan hukum amaiyah (yang akan dikerjakan) yang disyari‟atkan dalam islam.
Fiqih adalah salah satu mata pelajaran di Madrasah Tsanawiyah yang memiliki karaekteristik yang menekankan pada kemampuan tata cara melaksanakan ibadah dan muamalah yang baik dan benar, yang bertujuan untuk mengantarkan peserta didik dapat memehami pokok-pokok hukum islam dan tata cara pelaksanaannya untuk di aplikasikan dalam kehidupan, sehingga menjadi muslim yang selalu taat menjalankan syariat islam secara kaffah (Permenag nomor 2, 2008: 53).
Permasalahan fiqih dalam kehidupan sehari-hari sangatlah luas, Akan tetapi dengan pembahasan yang ringkas dan padat, dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik, diharapkan siswa dapat memahami materi pelajaran, mendorong mereka untuk mempraktekan dalam kehidupanya, serta merangsang siswa untuk belajar lebih dalam tata cara ibadah dengan baik dan benar. Pembelajaran fiqih diarahkan untuk mengantarkan peserta didik dapat memahami pokok-pokok hukum islam dan tata cara pelaksanaannya untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehingga menjadi muslim yang salalu taat menjalankan syariatnya.
2. Tujuan dan Fungsi Pembelajaran Fiqih
2. Tujuan dan Fungsi Pembelajaran Fiqih