Penelitian ini dilakukan di Komunitas Sagara Fun Educ yang berada di alamat Jl. Sukagalih No.27 Desa Sukabungah Kec.Sukajadi Kota Bandung Provinsi Jawa Barat. Alasan memilih tempat ini untuk melakukan penelitian yaitu:
a. Lokasi penelitian ini dipandang representatif oleh penulis untuk mengungkapkan data-data yang akan diteliti mengenai program pemberdayaan untuk masyarakat khususnya korban rentenir.
b. Lokasi penelitian ini dipilih karena terdapat model pemberdayaan ekonomi yang bisa dikembangkan di masyarakat dan juga yang berkaitan dengan bidang studi yang dihadapi oleh peneliti.
c. Ketua dan anggota juga pengurus yang sangat terbuka sehingga memudahkan dalam menggali data-data atau informasi yang diperlukan oleh peneliti.
2. Paradigma dan Pendekatan
Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif. Menurut Kuswana paradigma kualitatif ialah kenyataan sosial ataupun kondisi yang dipandangsebagai suatu yang utuh (holistik), dinamis, komplek serta penuh arti.Sehingga paradigma penelitian ini diucap paradigma postpositivisme, sebab memandang sesuatu fenomena, permasalahan maupun indikasi, lebih bertabiat tunggal, statis serta konkret (Kuswana, 2011: 43)
Penelitian kualitatif dalam mengumpulkan informasi senantiasa dipandu dengan fakta- fakta yang terjalin dilapangan serta tidak dipandu dengan teori. Sehingga riset ini memakai pendekatan fenomenologis, ialah sesuatu kebenaran bisa diperoleh dengan metode mencermati, mengangkut indikasi ataupun fenomena objek yang diteliti. (Kuswana, 2011: 44-45)
3. Metode Penelitian
Metode penelitian ini yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Pendekatan deskriptif yakni cerminan secara faktual, akurat menimpa fakta- fakta, serta sistematis, sifat- sifat fenomena yang terdapat dilapangan. (Musa, 1998: 8)
Penelitian deskriptif bertujuan mendeskripsikan yang terdapat dilapangan, baik permasalahan yang berkaitan dengan alamiah ataupun buatan manusia, keadaan ataupun ikatan yang terdapat, proses yang sedang berlangsung, pendapat yang berkembang. Penelitian deskriptif mendeskripsikan peristiwa yang terdapat di lapangan, membagikan analisis informasi yang benar serta apa terdapatnya yang terjalin di lapangan, membagikan analisis informasi yang benar serta apa adanya yang terjalin di lapangan tidak dilebih- lebihkan terlebih dikurang- kurangi.
Menurut Meleong (Ikbal, 2012: 123) mendefinisikan pendekatan kualitatif ialah penelitian yang memakai manusia selaku latar ilmiah, instrument utama, serta memakai wawancara,
pengamatan, riset dokumen dengan menjaring informasi dengan tulisan bukan dengan angka, meringkas informasi dengan suatu yang nyata dilapangan, dan hasil penelitian yang disepakati serta dirundingkan bersama dengan oranng- orang yang sudah dijadikan sumber informasi.
Penelitian ini memakai pendekatan deskriptif serta penelitian kualitatif sebab untuk menggambarkan, mendeskriptifkan, menguraikan fenomena yang terdapat di lapangan, berhubungan dengan strategi pemberdayaan yang dikerjakan oleh komunitas Sagara Fun Educ kepada warga terutama korban rentenir untuk menolong perekonomiannya. Peneliti memakai pendekatan deskriptif kualitatif hendak menciptakan informasi dalam wujud perkata bukan wujud angka, pula menciptakan informasi- informasi yang diperlukan.
4. Jenis Data dan Sumber Data a. Jenis Data
Jenis data yang digunakan untuk penelitian ini ialah jenis data kualitatif.Penelitian kualitatif merupakan informasi yang diperoleh dengan tentu, bersumber pada peristiwa yang terdapat di lapangan serta bukan informasi yang hanya nampak ataupun terucap, namun ada arti tertentu dibalik informasi yang terucap maupun nampak. Untuk memperoleh informasi yang tentu itu dibutuhkan bermacam metode serta sumber pengumpulan
informasi. Oleh sebab itu, analisis informasi yang bertabiat induktif bersumber pada teori serta fakta- fakta. (Kuswana, 2011: 44)
Mengenai jenis yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut:
1. Program Komunitas Sagara Fun Educ untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya korban rentenir
2. Proses Pemberdayaan oleh Komunitas Sagara Fun Educ untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya korban rentenir
3. Hasil yang dicapai oleh Komunitas Sagara Fun Educ untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya korban rentenir
b. Sumber Data
Sumber data penelitian ini terdiri dari
1. Sumber Data Primer, yakni data yang didapatkan langsung dari Pendiri komunitas Sagara Fun Educ.
2. Sumber Data Sekunder, yaitu data yang tertata dalam bentuk dokumen-dokumen yang dikumpulkan langsung sebagai penunjang dari sumber pertama berupa buku-buku, hasil penelitian orang lain yang berhubungan dengan penelitian ini, jurnal, dan data-data dari kegiatan komunitas Sagara Fun Educ.
c. Penentuan Informan atau Unit Penelitian
Informan yaitu narasumber yang mempunyai peran penting dalam memberikan informasi penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Pendiri komunitas Sagara Fun Educ ini adalah Ibu Tatiek menjadi informan untuk peneliti tentang awal berdiri dan juga kegiatan pemberdayaan komunitas Sagara Fun Educ tersebut.
d. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, maka peneliti menggunakan beberapa metode, sebagai berikut:
1. Metode Observasi
Observasi merupakan pengamatan yang mengumpulkan informasi secara langsung. Observasi dilaksanakan tidak cuma pengamatan saja namun pula mengumpulkan data- data dari objek penelitiannya secara langsung serta hendak mendapatkan informasi dengan mencatatnya supaya informasi lebih jelas serta akurat. (Mudi, 2004: 44)
Dalam penelitian ini, peneliti melaksanakan observasi dengan pengamatan tidak berperan serta (Nonparticipant observasi), peneliti datang langsung ke tempat penelitian untuk mengamati kegiatan dan yang terjadi di lapangan di komunitas Sagara Fun Educ tanpa terlibat dalam aktivitasnya.
2. Metode Wawancara
Wawancara yakni interaksi yang dicoba antara 2 orang ataupun lebih. Bagi Kartini Kartono (1996: 32) wawancara ataupun interview yakni aktivitas tanya jawab yang dicoba oleh 2 orang ataupun lebih secara lisan, mereka silih berhadapan serta secara langsung/ raga.
Interview ataupun wawancara dengan secara terstruktur ialah pewawancara yang mempersiapkan pedoman persoalan yang hendak ditanyakan kepada narasumber, serta pula mengenali infromasi yang ingin diketahui sehingga pertanyannya telah disiapkan serta terbuat secara sistematis.
Wawancara dicoba kepada pendiri komunitas Sagara Fun Educ, kepada pengurus komunitas Sagara Fun Educ, serta pula kepada masyarakata yang diberdayakannya.
3. Metode Dokumentasi
Dokumentasi merupakan aktivitas mencari informasi dengan transkip, catatan, pesan berita, novel, majalah, notulen rapat lengger, prasasti, jadwal serta lain sebagainya. (Arikunto, 1997: 234)
Cara dokumentasi yang dicoba peneliti ialah mengambil dokumen ditempat penelitian secara tertulis berisikan keterangan- keterangan, data- data yang berkaitan dengan penelitian, semacam demografi desa ataupun monografi desa.
e. Teknik Penentuan Keabsahan Data
Metode penelitian ini memakai metode pengumpulan ataupun trigulasi serta analisis informasi terhadap sebagian informan terpaut serta secara langsung mengecek kegiatan dalam aktivitas yang sudah diselenggarakan.
f. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Pengumpulan Data (Data Reduction)
Penelitian ini dicoba dengan metode mengumpulkan data- data dari aktivitas yang dilakukan oleh komunitas Sagara Fun Educ. Informasi ditulis, disusun, dikemas serta pokok- pokoknya dimunculkan supaya mempermudah peneliti dalam penataan.
b. Reduksi Data (Data Diplay)
Penelitian ini dicoba dengan metode memilah hal-hal pokok, merangkum, serta memfokuskan ataupun mengutamakan hal- hal yang berarti, setelah itu dicari pola serta temanya.
c. Penyajian Data (data Display)
Penelitian ini dicoba dengan metode penyeleksian informasi dengan metode disajikan dalam wujud bagan,
penjelasan pendek, ikatan antara kategori serta sejenisnya, untuk memperoleh kesimpulan yang pas.
d. Penarikan Verifikasi / Kesimpulan (Conclusion Verification / Drawing)
Langkah terakhir dalam penelitian ini dicoba dengan metode menarik kesimpulan ataupun sudah terseleksi sejak awal permasalahan yang bisa jadi tidak terjawab dalam rumusan permasalahan, sebab penelitian kualitatif ini bersifat sementara sehingga dengan jelas akan nampak kekurangan serta kelebihan aktivitas di lapangan serta terus tumbuh berkembangsetelah penelitian. (Sugiyono, 2017: 142)