• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Langkah Pengoperasian

Adapun langkah - langkah yang harus di perhatikan sebagai berikut langkah pengoperasian mesin Hammer Mill :

a. Mempersiapkan mesin Hammer Mill seperti halnya memeriksa apakah mesin siap pakai atau belum siap.

b. Mempersiapkan material berupa pasir silika yang menggumpal dan

siapkan bak penampung pasir lalu letakkan di hopper.

c. Posisikan sakelar ke posisi ON.

d. Ambil dengan sekop lalu masukan ke dalam mesin secara bertahap supaya hasilnya maksimal.

e. Setelah beberapa saat pasir silika yang sudah dimasukan tadi akan keluar sendirinya dari hopper.

f. Rapikan dan bersihkan kembali mesin serta alat-alat setelah digunakan.

4.3 Analisis

Mesin Hammer Mill tentunya memiliki kelebihan yang mesin lain tidak memilikinya, yaitu :

a. Desain yang modern sehingga mesin ini lebih menarik untuk dilihat.

b. Lebih hemat waktu sehingga hasil produksi akan meningkat.

c. Lebih mempermudah tugas manusia dalam proses pengecoran logam.

d. Hasil pasir silika akan lebih siap dibanding dengan cara manual, sehingga hasil pengecoran logam akan lebih maksimal.

Tidak hanya mempunyai kelebihan, mesin ini juga mempunyai kelemahan,yaitu :

a. Sebagai langkah awal pengoperasian sebaiknya dilakukan pengecekan bagian alat mesin Hammer Mill.

b. Mesin Hammer Mill ini membutuhkan perawatan berkala agar dapat berfungsi dengan baik dan umur alat yang lebih lama.

c. Pada saat pengoperasian mesin Hammer Mill ini disarankan lebih disempurnakan pada mekanisme dari pengoperasian lainya.

d. Kapasitas masih terbatas tidak untuk beban yang terlalu banyak.

4.4 Klasifikasi Pemeliharaan

A. PREVENTIVE MAINTENANCE : Pemeliharaan pencegahan adalah pemeliharaan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan, atau cara pemeliharaan yang direncanakan untuk pencegahan. Ruang lingkup pekerjaan preventif termasuk inspeksi, perbaikan kecil, pelumasan dan penyetelan, sehingga peralatan atau mesin-mesin selama beroperasi terhindar dari kerusakan.

B. CORRECTIVE MAnINTENANCE : Pemeliharaan korektif adalah pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi fasilitas atau peralatan sehingga mencapai standar yang dapat di terima. Dalam perbaikan dapat dilakukan peningkatan- peningkatan sedemikian rupa, seperti melakukan perubahan atau modifikasi rancangan agar peralatan menjadi lebih baik.

C. RUNNING MAINTENANCE : Pemeliharaan ini dilakukan ketika fasilitas atau peralatan dalam keadaan bekerja. Pemeliharan berjalan diterapkan pada peralatan-peralatan yang harus beroperasi terus dalam melayani proses produksi.

D. PREDICTIVE MAINTENANCE : Pemeliharaan prediktif ini dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan atau kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistem peralatan. Biasanya pemeliharaan prediktif dilakukan dengan bantuan panca indra atau alat-alat monitor yang canggih.

E. BREAKDOWN MAINTENANCE : Pekerjaan pemeliharaan ini dilakukan ketika terjadi kerusakan pada peralatan, dan untuk memperbaikinya harus disiapkan alat-alat dan tenaga kerjanya.

F. EMERGENCY MAINTENANCE : Pemeliharan ini adalah pekerjaan pemeliharaan yang harus segera dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusakan yang tidak terduga.

G. SHUTDOWN MAINTENANCE : Pemeliharaan berhenti adalah pemeliharaan yang hanya dilakukan selama mesin tersebut berhenti beroperasi.

H. ROUTINE MAINTENANCE : Pemeliharaan rutin adalah pemeliharaan yang dilaksanakan secara rutin atau terus-menerus.

4.5 Perawatan Dasar Mesin

Perawatan adalah suatu usaha untuk melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian komponen-komponen mesin agar selalu bekerja pada kondisi yang baik dan siap pakai. Usaha perawatan ini secara terencana dan teratur harus dilakukan pada suatau kegiatan produksi atau lainnya, sehingga kerugian akibat terhentinya produksi dapat ditekan seminimal mungkin. Perawatan yang dilakukan secara periodik perlu ditetapkan pada suatu mesin, sehingga kerusakan-kerusakan dapat diketahui secara dini, dan dapat segera diperbaiki. Perawatan adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan untuk mencegah atau mengurangi penyebab terjadinya kerusakan.

Mesin Hammer Mill ini memerlukan perawatan yang baik agar mesin dalam kondisi siap pakai dan awet. Perawatan mesin merupakan salah satu kegiatan

yang harus dilakukan secara teratur agar mesin dipergunakan dapat bertahan lama. Dengan adanya kegiatan tersebut, akan kita ketahui kondisi mesin, sehingga dapat mengurangi terjadinya kerusakan yang menghambat proses produksi. Dapat diperkirakan bahwa dengan adanya kegiatan tersebut, kita dapat menekan sekecil-kecilnya kerusakan dari pada mesin. Atau dengan kata lain bahwa ketahanan dan kesetabilan mesin akan terjaga dengan baik.

Beberapa hal yang perlu dibahas dalam perawatan untuk Mesin Hammer Mill antara lain :

1. Pemeriksaan Mesin

Pemeriksaan mesin dilakukan pada setiap saat ketika akan menggunakan dan setelahnya. Pemeriksaan ini dapat dikatakan sebagai tindakan pencegahan pada tahap awal agar kerusakan yang terjadi dapat dihindari. Hal tersebut juga dilakukan untuk menghindari kecerobohan dan ketidakpastian dalam pengoperasian mesin. Misalkan tanpa disadari seseorang menaruh benda atau peralatan pada mesin yang dapat mengakibatkan perjalanan mesin menjadi terganggu bahkan dapat mengakibatkan kecelakan yang sangat fatal.

Pada prinsipnya pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan bagian-bagian komponen yang selalu bergerak jika mesin sedang dijalankan. Komponen-komponen tersebut antara lain : motor listrik, pully, poros, dan bantalan.

2. Pelumasan Mesin

Gesekan terjadi pada setiap komponen yang berputar pada gerakan mesin. Akibatnya akan memberikan kerugian langsung dalam energi. Kerja

gesekan ini juga diubah menjadi kalor yang menyebabkan temperatur atau suhu pada bantalan baik dari pada temperatur sekelilingnya. Akibatnya komponen mesin berjalan panas sehingga akan mengakibatkan kerusakan.

Untuk mencegah hal semacam ini, komponen harus diberi pelumasan.

Pelumasan mesin dilakukan dengan tujuan agar mesin dapat bertahan lama yang di sebabkan tidak timbulnya korosi dan karat pada mesin. Komponen yang sangat rawan dari korosi adalah bantalan yang selalu berputar dengan poros, baut dan mur. Bunyi atau getaran yang terjadi pada mesin tidak selalu keras. Akibat dari getaran tersebut dapat berhubungan dengan komponen lain, termasuk kerangka mesin. Sehingga semakin keras getaran atau bunyi yang terjadi. Dengan timbulnya getaran yang di akibatkan dari kinerja mesin bisa menimbulkan keausan dan korosi. Lakukan kegiatan pelumasan untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut

3. Pembersihan Mesin

Kerak merupakan salah satu penyebab terjadinya keropos pada mesin. Untuk menghindari kerak atau karat tersebut juga dapat dilakukan dengan cara pembersihan yaitu meliputi : pelumasan seperti penjelasan pada sub bab diatas, pengelapan, pengecetan, dan bongkar total. Kegiatan- kegiatan tersebut dilakukan jika proses pelumasan telah dilakukan, tetapi masih saja timbul kerak atau karat. Sementara ada komponen yang tidak perlu dilumasi tetapi tetap dijaga keawetannya, yaitu dengan cara pengecatan kembali, seperti : rumah mesin, rangka, dudukan, dan lain-lain.

Jika komponen telah mencapai usia maksimal maka perlu dilakukan penggantian. Hal tersebut biasa ditandai oleh terdengarnya bunyi kasar dari

getaran yang cukup kuat pada mesin walaupun telah dilakukan pelumasan.

Jika bunyi kasar dari getaran sudah terlalu parah maka perlu dilakukan bongkar total.

Pada Mesin Hammer Mill pasir cetak ini memerlukan perawatan yang intensif agar mencapai performa mesin yang diinginkan. Adapun langkah perawatannya adalah sebagai berikut :

a. Bantalan

Komponen ini merupakan salah satu bagian yang penting, karena dengan inilah poros dapat berputar dengan halus dan tidak menimbulkan suara berisik karena gesekan sehingga bila bantalan kotor atau berkarat akan menyebabkan putaran poros tidak lancar dan bila ini terjadi secara terus menerus akibatnya akan terjadi kerusakan dalam hal ini kemacetan.

Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan maka bantalan harus diberikan pelumasan pada saat mesin akan dioperasikan agar tidak terjadi kemacetan dan umur bantalan panjang.

b. Mur dan Baut

Untuk mencegah terjadinya korosi yang dapat mengakibatkan terjadinya ketidak lancaran dalam pemasangan dan pelepasannya, maka baut dan mur perlu diberi cairan anti karat. Cek bagian mur dan baut, jika ada yang tidak kencang segara dikencangkan dan beri cairan anti karat.

c. Sabuk V-belt

Bagian sabuk harus diteliti sebelum mesin dioperasikan mengingat komponen yang meneruskan putaran. Setiap selesai digunakan perlu untuk diperiksa, jika terdapat kotoran sebaiknya langsung dibersihkan. Syarat

penggantian sabuk yaitu apabila sabuk sering terjadi slip atau secara fisik telah mengalami keretakan atau telah terlihat benang penguat pada bagian dalam sabuk.

d. Motor listrik

Motor listrik tidak begitu memerlukan perawatan yang rumit hanya perlu di ganti pelumasnya sebulan sekali jika mesin sering digunakan, cek performa kerja mesin tersebut sebelum digunakan agar tidak terganggu pada saat pengoperasian mesin, dan lakukan servis rutin dengan membokar mesin untuk membersihkan bagian dalam mesin atau mungkin ada komponen yang harus diganti sehingga tidak ada kerusakan fatal yang terjadi.

e. Rangka

Perawatan rangka sangatlah mudah hanya dijaga kebersihannya menggunakan kain lap agar terhindar dari korosi, dan apabila terjadi korosi maka dilakukan pengecatan ulang

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Mesin Hammer Mill dibuat untuk proses penghalusan pasir silika dan bentonit yang semula menggunakan cara manual dengan cara dihaluskan dengan palu dan saringan pasir sekarang bisa menggunakan mesin ini untuk kerja lebih cepat dan lebih efisien. Dimana orang yang mengoperasikan tidak perlu membuang tenaga yang besar dalam proses penghalusannya. Adapun tujuan yang telah dicapai dalam alat ini adalah :

1. Merancang desain dari Mesin Hammer Mill ini pada rangka menggunakan baja siku karena selain mudah dibentuk strukturnya kuat dan mudah perawatanya. Pada bagian bilah pemukul menggunakan plat baja karena ringan dan kuat sehingga bisa bekerja lebih maksimal dalam proses penghancur. Dan cover juga menggunakan plat baja karena ringan dan kuat.

Menggunakan motor listrik 1HP dikarenakan menyesuaikan kapasitas yang dibutuhkan.

2. Untuk merancang Mesin Hammer Mill, pertama dibuat adalah kerangka dengan menggunakan baja siku. Langkah selanjutnya membuat cover menggunakan plat baja lalu lubangi kedua sisi kanan kiri sesuai gambar lalu gabungkan dengan kerangka. Langkah selanjutnya menyusun bilah pemukul, yang nantinya akan disatukan dengan poros, setelah bilah pemukul jadi masukan bilah pemukul kedalam cover bersamaan dengan poros dari

52

53

salah satu sisi cover dilubangi. Selajutnya pasang motor listrik dibagian bawah cover, lalu pasang pully dan v-belt pada poros bagian kanan cover.

3. Gumpalan pasir silika dimasukan dalam cover, langsung diterima bilah pemukul yang berputar dengan kecepatan tertentu lalu keluar melalui hopper

4. Cara mengoperasikan Mesin Hammer Mill adalah:

a) Periksa mesin, pastikan tidak ada baut yang hilang atau terlepas.

b) Mempersiapkan material berupa pasir silika yang menggumpal c) Masukan steker kedalam stop kontak, lalu posisikan sakelar ke posisi

ON, ambil pasir silika dengan sekop dan masukan kedalam cover.

d) Setelah beberapa saat pasir silika yang sudah dimasukan tadi akan keluar melalui hopper.

e) Rapikan dan bersihkan kembali mesin serta alat-alat setelah digunakan.

5.2 Saran

1. Sebagai langkah awal pengoperasian sebaiknya dilakukan pengecekan bagian alat sebelum Mesin Hammer Mill digunakan.

2. Mesin Hammer Mill ini membutuhkan perawatan berkala agar dapat berfungsi dengan baik dan umur alat yang lebih lama. Pada saat pengoperasian Mesin Hammer Mill ini disarankan lebih disempurnakan pada mekanisme dari pengoprasian lairnya.

3. Pemberian beban sebaiknya jangan berlebihan dari kapasitas yang sudah

tidak bisa berkerja secara baik dan efektif.

Batu, F. L., & Sibarani, M. T. P. (2018). PERANCANGAN MESIN PEMECAH BATU DOLOMIT KAPASITAS 500 KG/JAM. INOVTEK POLBENG, 8(2), 285-292.

Hartanto, S., & Takeshi, S. (1992). Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. Jakarta: PT.

Pradnya Paramita.

Kurniawan, S., Kusnayat, A., & Syafrizal, T. (2017). Perancangan Hammer Pada Mesin Hammer Mill Menggunakan Metoda Discrete Element Modelling Untuk Meningkatkan Kehalusan Penggilingan Kulit Kopi. eProceedings of Engineering, 4(2).

Poerwodihardjo, E. D. D. Y. (2017). Materials and Condstruction in Earthquake Resistant House Bahan Dan Konstruksi Rumah Tinggal Tahan Gempa. Teodolita (Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik), 18(1).

Purnomo, M. J., & Setiaji, A. B. (2011). OPTIMASI ALAT PENEPUNG GULA KRISTAL HASIL GRANULASI MENGGUNAKAN MESIN HAMMER MILL PADA

SISTEM PEMBUATAN GULA SEMUT. Doctoral dissertation, Yogyakarta:

Universitas Gadjah Mada.

Sularso, K. S. (2004). Dasar Perencanaan Dan Pemilihan Elemen Mesin; penerbit Pradnya Paramita.

Zulnadi, Z., Indovilandri, I., & Irfandi, I. (2016). RANCANG BANGUN ALAT MESIN HAMMER MILL UNTUK PENGOLAHAN JAGUNG PAKAN. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 20(1), 35-43.

1063 841 600 285 130124460 285555223

No. JML NAMA KOMPONEN MATERIAL UKURAN KETERANGAN

SKALA : 1 : 20 DIGAMBAR : KELOMPOK PERINGATAN :

SATUAN : MM URUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND HAMMER MILL MACHINE No.000 A4

130470161110189 1911219 600 DETAIL A

SCALE 1 : 5

460 310

A

B

DETAIL B

500 20 SCALE 1 : 5

540 148 154 158

460 460

SKALA : 1 : 10 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND MAIN FRAME No. 001 A4

10 9 5

14 45

58 27

76 25

21 15 12 10 A

A

14 40°

45 SECTION A-A

58 SCALE 1 : 1

76

SKALA : 1 : 1 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND PULLEY 1 No. 003 A4

15 9 TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND PULLEY 2 No. 005 A4

69 42 444400 151404 6A

146 129 150 129

408

6B

6C

6D

554 400

6D 1 Body 4 Plat SPHC Tebal 4 mm -

6C 2 Body 3 Plat SPHC Tebal 4 mm -

6B 2 Body 2 Plat SPHC Tebal 4 mm -

6A 2 Boby 1 Plat SPHC Tebal 4 mm -

No. JML NAMA KOMPONEN MATERIAL UKURAN KETERANGAN

SKALA : 1 : 10 DIGAMBAR : KELOMPOK PERINGATAN :

SATUAN : MM URUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND SUB ASSY BODY No.006 A4

408 279 129 408 4

DETAIL A SCALE 1 : 2

400

A

100

300 400

SKALA : 1 : 5 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND BODY 1 No. 06A A4

6542440 70 35 165 200 235 400 547 70

35

DETAIL A SCALE 1 : 5

4

150 400

DETAIL B SCALE 1 : 1 400 235

200 165

B A

550

SKALA : 1 : 10 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND BODY 2 No. 06B A4

4004 440 400

4

400

SKALA : 1 : 5 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND BODY 3 No. 06C A4

4004 400 569

4

569

SKALA : 1 : 5 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND BODY 4 No. 06D A4

227 71 4 200 90137

126 170

7A 7B

7C

145 200

156

7C 2 Hopper plate 3 Plat SPHC Tebal 2 mm -

7B 2 Hopper plate 2 Plat SPHC Tebal 2 mm -

7A 2 Hopper plate 1 Plat SPHC Tebal 2 mm -

No. JML NAMA KOMPONEN MATERIAL UKURAN KETERANGAN

SKALA : 1 : 5 DIGAMBAR : KELOMPOK PERINGATAN :

SATUAN : MM URUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND HOPPER No.006 A4

66156200 223 66 126

DETAIL A SCALE 1 : 1

A

200

SKALA : 1 : 5 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND HOPPER PLATE 1 No. 07A A4

70 225 2 293

DETAIL A SCALE 1 : 1

A

143

SKALA : 1 : 5 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND HOPPER PLATE 2 No. 07B A4

200 200 2

DETAIL A SCALE 1 : 1

164

A

164

SKALA : 1 : 2 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND HOPPER PLATE 2 No. 07B A4

22 20392 392 400

10A 10B

400 20

22

10B 1 Filter Strimin Celah 5 mm -

10A 1 Filter frame Baja profil L 20X20X3 mm -

No. JML NAMA KOMPONEN MATERIAL UKURAN KETERANGAN

SKALA : 1 : 5 DIGAMBAR : KELOMPOK PERINGATAN :

SATUAN : MM URUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND SUB ASSY FILTER No.010 A4

39220 392 400

400 20

SKALA : 1 : 5 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND FILTER FRAME No. 10A A4

392 392 2

DETAIL A SCALE 1 : 1

A

400

SKALA : 1 : 5 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND FILTER No. 10B A4

242 121 30

No. JML NAMA KOMPONEN MATERIAL UKURAN KETERANGAN

SKALA : 1 : 5 DIGAMBAR : KELOMPOK PERINGATAN :

SATUAN : MM URUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND SUB ASSY HAMMER No.011 A4

5 11

598 38

595 40 5

1 X 45° 1 X 45° 23

25

SKALA : 1 : 1 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND SHAFT No. 11A A4

25

80 1110 80

25 13

SKALA : 1 : 1 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND HAMMER PLATE 1 No. 11B A4

150

25 100 25 27

33

SKALA : 1 : 1 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND BUSHING No. 11C A4

25

50 40 50

12,5 3

25

SKALA : 1 : 1 DIGAMBAR : KELOMPOK KETERANGAN :

SATUAN : MM JURUSAN : TEKNIK MESIN TANGGAL : 27-02-2020 DIPERIKSA :

IST AKPRIND HAMMER PLATE 2 No. 11D A4

Dokumen terkait