• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil pengkajian dijadikan sebagai bahan analisis akar penyebab masalahnya guna mencoba mengidentifikasi kelemahan budaya keselamatan yang terdapat dalam organisasi. Para pegawai biasanya diberitahukan tentang proses ini, mungkin dengan menggunakan atau melalui kelompok sasaran. Pendekatan seperti ini memungkinkan untuk terjadinya diskusi tentang perlunya penyempurnaan dan memberi kesempatan kepada para pegawai agar dapat mengajukan saran praktis mengenai pendapaian tujuan penyempurnaan itu. Para pekerja cenderung lebih berminat terhadap langkah-langkah penyempurnaan jika mereka secara aktif terlibat dalam ide penyempurnaan tersebut.

Setelah identifikasi langkah-langkah penyempurnaan, langkah penting selanjutnya adalah menyusun prioritan langkah-langkah tersebut mana yang lebih didahulukan dari yang lainnya dan diintegrasikan dalam strategi penyempurnaan menyeluruh dan akan dilaksanakan secara konsisten. Akan lebih rasinal jika beberapa strategi diuji terlebih dahulu dengan uji coba di bagian tertentu organisasi untuk memastikan hasil yang diinginkan sesuai dengan harapan jika strategi itu dijalankan. Kemudian strategi dapat diterapkan ke bagian lainnya dari organisasi tersebut secara lebih handal.

Suatu hal yang penting adalah menyiapkan para pekerja terhadap perubahan dengan memberitahukan hasil pengkajian kepada semua pekerja dalam organisasi dan menyempaikannya secara mudah dimengerti dan menarik. Motivasi untuk membuat perubahan guna menyempurnakan budaya keselamatan harus sejelas mungkin. Hal yang penting pula bagi para perkerja bahwa rencana penyempurnaan itu realistis dan dapat dilaksanakan; rencana yang tersusun mungkin bersifat menantang tetapi sebenarnya tidak menantang, karena manurunkan harapan pekerja menuju pencapaian keberhasilan.

Dalam evaluasi hasil pengkajian budaya keselamatan, adalah penting untuk mengidentifikasi kekuatan organisasional dan kekuatan budaya keselamatan, dan tidak semata-mata terpusat pada identifikasi kelemahan. Strategi penyempurnaan harus memanfaatkan kekuatan tersebut. Para pegawai harus mendapatkan gambaran seimbang tentang situasi untuk mencegah penurunan semangat mereka.

Keberhasilan pelaksanaan rencana penyempurnaan akan tercapai jika ada manfaat nyata kepada perorangan maupun kelompok terhadap perubahan yang akan terjadi. Manfaat ini bukan berupa manfaat berupa uang, tetapi kesempatan untuk memperoleh keterampilan, meningkatkan pengakuan harga diri atau kekuatan yang lebih besar untuk pengambilan keputusan.

4.1.1. Waktu yang diperlukan untuk menyadari manfaat dari langkah penyempurnaan

budaya keselamatan adalah konsep yang kompleks dengan berbagai aspek. Diperlukan waktu lama sebelum perubahan budaya keselamatan yang diinginkan terjadi. Organisasi dan para pkerjanya memrlukan waktu untuk menyesuaikannya. Pertimbangan harus diberikan kapada gaktor waktu ini ketika semua pihak setuju dengan rencana penyempurnaan dan menyiapkan rencana strategi penyempurnaan. Apabila diperlukan waktu yang cukup lama untuk mencapai tujuan yang diharapkan, maka disarankan untuk mengidentifikasi sejumlah target dimana pencapaian kemajuan menjadi terbukti. Pencapaian milestone atau target pencapaian kemajuan menuju tujuan yang ingin dicapai, akan membantu memotivasi para pekerja.

Kelompk kerja yang membahas topik ini mengakui akan adanya kesulitan dalam memperkirakan dengan tepat waktu yang diperlukan untuk perubahan. Kemudian mereka mengajukan saran berikut ini tentang

waktu yang diperlukan untuk mendeteksi tahap target pencapaian tujuan penyempurnaan.

• Perubahan perorangan jika terbukti ada tujuan perubahan spesifik: 1 tahun atau lebih.

• Kelompok kerja atau lokasi kerja berubah jika terbukti ada tujuan perubahan spesifik: 2 tahun atau lebih.

• Multi kelompok atau lebih dari satu lokasi kerja akan berubah selama 3 tahun atau lebih.

Harus diingat bahwa perkiraan di atas hanya sebagai patokan dan sangat bergantung pada keadaan khusus, dan bahwa waktu yang disebutkan itu bukan waktu perubahan total tetapi hanyalah waktu yang diperlukan untuk mendapatkan manfaat dari perubahan tersebut.

4.1.2. Apa yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dan mempertahankan penyempurnaan budaya keselamatan

Sebelum melaksanakan program penyempurnaan untuk mencapai perubahan yang diinginkan, maka perlu ditetapkan dan dipastikan adanya tekad yang kuat majejen di semua tingkat terhadap program tersebut, dan adanyasumberdaya yang cukup untuk melaksanakannya. Badan pengawas harus mengetahui program tersebut dan tujuan yang hendak dicapai. Badan pengawas sebaiknya juga harus mengerti bahwa waktu yang diperkirakan untuk penerapan pelaksanaan yang signifikan mungkin akan mempunyai ketidakpastian yang lebih besar dan mereka harus memahaminya dengan baik terutama jika berhubungan dengan proyek teknologi yang konvensional.

Untuk mencapai penyempurnaan yang terus-menerus selama waktu jangka panjang, maka hal0hal berikut ini mungkin akan membantu, yaitu:

• Tekad dan dukungan manajemen yang terus-menerus terhadap program penyempurnaan;

• Menyediakan pelatihan penyegaran dan seminar penyegaran tentang budaya keselamatan agar para pekerja tidak lupa akan program penyempurnaan yang sedang dilaksanakan;

• Memasukkan masalah budaya keselamatan dalam program audit; • Menjamin bahwa pegawai yang baru bergabung dengan organisasi

menyadari aspek budaya keselamatan dalam perannya dalam organisasi;

• Memasukkan unsur budaya keselamatan dalam kriteria pemilihan pegawai baru dan promosi pegawai;

• Menjamin bahwa sistem manjemen keselamatan mendukung budaya keselamatan dan persyaratannya bersesuaian dengan prinsip-prinsip budaya keselamatan;

• Memasukkan unjuk kerja keselamatan dan unsur-unsur budaya keselamatan dalam kriteria untuk emngevaluasi pegawai khususnya para manajer;

• Menyadari dan mengikuti perkembangan budaya keselamatan organisasi lain dan bertukar informasi untk pelaksanaannya ;

• Mengintegrasikan isu budaya keselamatan ke dalam proses perencanaan bisnis untuk menekankan makna konsep budaya keselamatan dalam bisnis.

4.1.3. Peran badan pengawas dalam mendukung perkembangan budaya keselamatan

Badan pengawas harus mempunyai pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep budaya keselamatan dan kompleksitasnya. Setiap kelemahan pemahaman konsep tersebut akan melumpuhkan efektivitas badan pengawas dalam interaksinya dengan organisasi dalam wilayah tanggungjawabnya. Badan pengawas harus mendapatkan pelatihan tentang budaya keselamatan secara tepat. Mungkin akan sangat bermanfaat jika para staf badan pengawas dan badan pelaksana mempunyai pemahaman tentang budaya keselamatan yang dapat dibandingkan untuk mengatasi setiap kesulitan yang dihadapi yang akan timbul ketika ada ketidaksesuaian pengetahuan. Pemahaman yang setara yang dimiliki oelh staf badan pengawas dan badan pelaksana akan memungkinkan adanya dialog yang membangun antara kedua institusi tersebut. Badan pengawas dapat membuat petunjuk pelaksana budaya keselamatan yang akan memudahkan mereka dalam melaksanakan tugas pengawasan.

Dokumen terkait