• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN ARUS KAS

Dalam dokumen CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 7.1 PENDAHULUAN (Halaman 167-174)

4) Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah - LO

7.4.5 LAPORAN ARUS KAS

Laporan Arus Kas (LAK) menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama satu periode akuntansi dan saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan. Arus masuk dan keluar kas diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, aktivitas investasi, aktivitas pendanaan dan aktivitas transitoris.

a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Aktivitas Operasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk kegiatan operasional pemerintah daerah selama satu periode akuntansi.

Arus kas bersih aktivitas operasi merupakan indikator yang menunjukkan kemampuan operasi pemerintah daerah dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas operasionalnya di masa yang akan datang tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar.

1) Arus masuk kas dari Aktivitas Operasi, terdiri dari penerimaan:

a) Pendapatan Pajak Daerah;

b) Pendapatan Retribusi Daerah;

c) Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan;

d) Pendapatan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah;

e) Pendapatan Dana Bagi Hasil Pajak;

f) Pendapatan Dana Bagi Hasil Bukan Pajak;

g) Pendapatan Dana Alokasi Umum;

h) Pendapatan Dana Alokasi Khusus;

i) Pendapatan Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus;

j) Bantuan Keuangan dari Provinsi;

k) Dana Tunjangan Profesi Guru.

2) Arus keluar kas dari Aktivitas Operasi, terdiri dari pengeluaran:

a) Belanja Pegawai;

b) Belanja Barang dan Jasa;

c) Belanja Bunga;

d) Belanja Subsidi;

e) Belanja Hibah;

f) Belanja Bantuan Sosial;

g) Belanja Bantuan Keuangan kepada Pemerintahan Desa dan Parpol;

h) Belanja Tak Terduga;

i) Belanja Transfer Bantuan Keuangan ke Desa;

j) Belanja Transfer Bantuan Keuangan Lainnya – Partai Politik.

b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Aktivitas Investasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk perolehan dan pelepasan aset tetap serta investasi lainnya yang tidak termasuk dalam setara kas. Arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto dalam rangka perolehan dan pelepasan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Arus masuk kas dari aktivitas investasi diperoleh dari pendapatan atas pelepasan/penjualan aset tetap dan kekayaan daerah yang dipisahkan, sedangkan arus keluar kas diperoleh dari pembelian aset tetap.

c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Aktivitas pendanaan adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang yang berhubungan dengan pemberian piutang jangka panjang dan/atau pelunasan utang jangka panjang yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan komposisi piutang jangka panjang dan utang jangka panjang. Arus kas dari aktivitas pendanaan mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas yang berhubungan dengan perolehan atau pemberian pinjaman jangka panjang.

d. Arus Kas dari Aktivitas Transitoris

Aktivitas transitoris adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang tidak termasuk dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas transitoris mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi pendapatan, beban dan pendanaan pemerintah daerah.

Arus masuk kas dari aktivitas transitoris meliputi penerimaan PFK dan penerimaan transitoris. Arus keluar kas dari aktivitas transitoris meliputi pengeluaran PFK dan pengeluaran transitoris. PFK menggambarkan kas yang berasal dari jumlah dana yang dipotong dari Surat Perintah Membayar (SPM) atau diterima secara tunai untuk pihak ketiga misalnya potongan Pajak, Taspen, Taperum dan Askes. Kiriman uang menggambarkan mutasi kas antar rekening kas umum negara/daerah.

Rincian Arus Kas Bersih dari masing-masing Aktivitas Operasi, Investasi, Pendanaan dan Transitoris pada Laporan Arus Kas per 31 Desember 2018 dan 2017 dirinci sebagai berikut:

Tabel 178 Rincian Arus Kas bersih

Uraian Tahun 2018

(Rp)

Tahun 2017 (Rp) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 646.922.239.212,87 680.341.249.549,63 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (555.698.719.214,46) (578.134.075.503,08) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan (66.860.741.935,48) (2.904.549.786,92)

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Transitoris 0,00 (1.100,00)

a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Saldo arus kas bersih dari aktivitas operasi per 31 Desember 2018 sebesar Rp646.922.239.212,87 merupakan indikator yang menunjukkan kemampuan operasi pemerintah dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas operasionalnya di masa yang akan datang tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Rincian arus kas dari aktivitas operasi tahun 2018 dan 2017 dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 179 Rincian Arus Kas dari Aktivitas Operasi Tahun 2018 dan 2017

Uraian Tahun 2018

(Rp)

Tahun 2017 (Rp) Arus Kas Masuk

Pajak Daerah 69.037.972.075,62 62.718.458.634,80

Retribusi Daerah 24.515.827.175,08 10.501.028.759,00

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 17.160.828.134,66 8.390.341.277,82

Lain-lain PAD yang sah 120.823.966.749,09 143.493.181.822,19

Dana Bagi Hasil Pajak 470.035.153.625,00 427.807.488.786,00

Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam 425.449.223.197,00 405.687.098.246,00

Dana Alokasi Umum 661.337.068.000,00 661.337.068.000,00

Dana Alokasi Khusus 86.386.776.075,00 125.874.702.200,00

Dana Alokasi Khusus Non Fisik 149.301.918.961,00 128.503.278.093,00

Bagi Hasil Pajak Daerah 121.397.360.626,12 101.576.244.368,82

Bantuan Keuangan dari Pemerintah Daerah Provinsi 17.277.340.299,00 18.348.880.116,96

Hibah 106.587.016.535,00 104.066.419.202,00

Lainnya 255.343.068.148,73 202.219.848.229,94

Jumlah Arus Kas Masuk 2.524.653.519.601,30 2.400.524.037.736,53

Arus Kas Keluar

Belanja Pegawai 739.817.484.303,45 719.354.367.608,00

Belanja Barang & Jasa 629.124.259.192,85 580.568.643.314,90

Belanja Bunga 6.800.000.000,00 6.450.000.000,00

Belanja Subsidi 4.816.417.265,00 2.742.602.740,00

Belanja Hibah 86.262.033.807,00 54.018.227.182,00

Belanja Bantuan Sosial 0,00 0,00

Belanja Tak Terduga 1.443.658.000,00 3.603.298.000,00

Transfer Bantuan Keuangan ke Desa (DD APBN) 208.161.174.000,00 192.539.554.000,00 Transfer Bantuan Keuangan ke Desa (ADD APBD) 199.789.405.592,13 159.848.341.614,00 Belanja Transfer Bantuan Keuangan Lainya- Partai Politik 1.516.848.228,00 1.057.753.728,00 Jumlah Arus Kas Keluar 1.877.731.280.388,43 1.720.182.788.186,90 ARUS KAS BERSIH DARI AKTIVITAS OPERASI 646.922.239.212,87 680.341.249.549,63

Arus masuk kas dari aktivitas operasi sebesar Rp2.524.653.519.601,30 merupakan pendapatan daerah dari Laporan Realisasi Anggaran yang diterima melalui Kas Daerah. Apabila dikomparasikan pendapatan yang tersaji pada Laporan Realisasi Anggaran dengan arus kas masuk dari aktivitas operasi akan dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 180 Komparasi Pendapatan yang Tersaji Pada Laporan Realisasi Anggaran dengan Arus Kas Masuk dari Aktivitas Operasi

Uraian

LRA (Rp)

LAK (Rp)

Selisih (Rp)

Pajak Daerah 69.037.972.075,62 69.037.972.075,62 0,00

Retribusi Daerah 24.515.827.175,08 24.515.827.175,08 0,00

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah 17.160.828.134,66 17.160.828.134,66 0,00

Uraian

LRA (Rp)

LAK (Rp)

Selisih (Rp) yang Dipisahkan

Lain-lain PAD yang Sah 120.823.966.749,09 120.823.966.749,09 0,00 Dana Bagi Hasil Pajak 470.035.153.625,00 470.035.153.625,00 0,00 Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam 425.449.223.197,00 425.449.223.197,00 0,00

Dana Alokasi Umum 661.337.068.000,00 661.337.068.000,00 0,00

Dana Alokasi Khusus 86.386.776.075,00 86.386.776.075,00 0,00

Dana Alokasi Khusus Non Fisik 149.301.918.961,00 149.301.918.961,00 0,00 Bagi Hasil Pajak Daerah 121.397.360.626,12 121.397.360.626,12 0,00 Bantuan Keuangan dari Pemprov. 17.277.340.299,00 17.277.340.299,00 0,00

Hibah 106.587.016.535,00 106.587.016.535,00 0,00

Lainnya 255.343.068.148,73 255.343.068.148,73 0,00

Total 2.524.653.519.601,30 2.524.653.519.601,30 0,00

Tidak terdapat selisih antara yang tersaji pada LRA dengan LAK.

Arus keluar kas dari aktivitas operasi sebesar Rp1.877.731.280.388,43 merupakan Belanja Operasi dari Laporan Realisasi Anggaran yang dikeluarkan dari Kas Daerah.

Apabila dikomparasikan Belanja yang tersaji pada Laporan Realisasi Anggaran dengan arus kas Keluar dari aktivitas operasi akan dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 181 Komparasi Belanja yang Tersaji pada Laporan Realisasi Anggaran dengan Arus Kas Keluar dari Aktivitas Operasi

Uraian LRA

(Rp)

LAK (Rp)

Selisih (Rp)

Belanja Pegawai 739.817.484.303,45 739.817.484.303,45 0,00

Belanja Barang & Jasa 629.124.259.192,85 629.124.259.192,85 0,00

Belanja Bunga 6.800.000.000,00 6.800.000.000,00 0,00

Belanja Subsidi 4.816.417.265,00 4.816.417.265,00 0,00

Belanja Hibah 86.262.033.807,00 86.262.033.807,00 0,00

Belanja Tak Terduga 1.443.658.000,00 1.443.658.000,00 0,00

Transfer Bantuan Keuangan ke Desa (DD APBN)

208.161.174.000,00 208.161.174.000,00 0,00

Transfer Bantuan Keuangan ke Desa (ADD APBD)

199.789.405.592,13 199.789.405.592,13 0,00

Belanja Transfer Bantuan Keuangan

Lainya- Partai Politik 1.516.848.228,00 1.516.848.228,00 0,00

Total 1.877.731.280.388,43 1.877.731.280.388,43 0,00

Tidak terdapat selisih antara yang tersaji pada LRA dengan LAK.

b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Saldo arus kas bersih dari aktivitas investasi per 31 Desember 2018 defisit sebesar (Rp555.698.719.214,46). Arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto dalam rangka perolehan dan pelepasan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung

pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Rincian arus kas dari aktivitas investasi tahun 2018 dan 2017 dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 182 Rincian Arus Kas dari Aktivitas Investasi Tahun 2018 dan 2017

Uraian Tahun 2018

(Rp)

Tahun 2017 (Rp) Arus Kas Masuk

Penjualan atas Tanah 0,00 0,00

Penjualan atas Peralatan dan Mesin 930.114.450,00 0,00

Penjualan atas Gedung dan Bangunan 0,00 0,00

Penjualan atas Jalan. Irigasi dan Jaringan 0,00 0,00

Penjualan Aset Tetap Lainnya 0,00 0,00

Penjualan Aset Lainnya 0,00 0,00

Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 0,00 0,00

Penerimaan Penjualan Investasi Non Permanen 0,00 0,00

Jumlah Arus Kas Masuk 930.114.450,00 0,00

Arus Kas Keluar

Pembentukan Dana Cadangan 0,00 31.880.500.000,00

Belanja Tanah 5.999.991.824,00 1.377.900.000,00

Belanja Peralatan dan Mesin 66.879.546.826,35 89.535.843.613,15

BelanjaGedung dan Bangunan 128.871.946.324,18 150.008.159.352,93

BelanjaJalan Irigasi dan Jaringan 333.549.719.655,93 253.523.409.300,00

BelanjaAset Tetap Lainnya 21.327.629.034,00 35.901.263.237,00

Penyertaan Modal Pemerintah Daerah 0,00 15.907.000.000,00

Pengeluaran Pembelian Investasi Non Permanen 0,00 0,00

Jumlah Arus Kas Keluar 556.628.833.664,46 578.134.075.503,08 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (555.698.719.214,46) (578.134.075.503,08)

Arus masuk kas dari aktivitas investasi sebesar Rp930.114.450,46 merupakan hasil Penjualan atas Peralatan dan Mesin. Apabila dikomparasikan yang tersaji pada LRA dengan LAK akan dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 183 Komparasi Nilai Penjualan atas Peralatan dan Mesin yang Tersaji pada LRA dengan LAK

Uraian LRA

(Rp)

LAK (Rp)

Selisih (Rp) Penjualan atas Peralatan dan Mesin 930.114.450,00 930.114.450,00 0,00

Total 930.114.450,00 .930.114.450,00 0,00

Tidak terdapat selisih nilai penjualan atas peralatan dan mesin antara LRA dan LAK.

Arus keluar kas dari aktivitas investasi sebesar Rp556.628.833.664,46 merupakan Belanja Modal pada Laporan Realisasi Anggaran dan penyertaan modal yang dikeluarkan melalui kas daerah (pengeluaran pembiayaan) pada LRA. Apabila dikomparasikan yang tersaji pada LRA dengan LAK akan dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 184 Komparasi Nilai Belanja Modal dan Penyertaan Modal yang Tersaji pada LRA dengan LAK

Uraian LRA

(Rp)

LAK (Rp)

Selisih (Rp)

Pembentukan Dana Cadangan 0,00 0,00 0,00

Belanja Tanah 5.999.991.824,00 5.999.991.824,00 0,00

Belanja Peralatan dan Mesin 66.879.546.826,35 66.879.546.826,35 0,00 Belanja Gedung dan Bangunan 128.871.946.324,18 128.871.946.324,18 0,00 Belanja Jalan Irigasi dan Jaringan 333.549.719.655,93 333.549.719.655,93 0,00 Belanja Aset Tetap Lainnya 21.327.629.034,00 21.327.629.034,00 0,00

Penyertaan Modal Pemerintah Daerah 0,00 0,00 0,00

Total 556.628.833.664,46 556.628.833.664,46 0,00

Tidak terdapat selisih nilai Belanja Modal dan Penyertaan Modal antara LRA dan LAK.

c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Saldo arus kas bersih dari aktivitas pendanaan per 31 Desember 2018 sebesar (Rp66.860.741.935,48)

Tabel 185 Rincian Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Uraian Tahun 2018

(Rp)

Tahun 2017 (Rp) Arus Kas Masuk

Pencairan Dana Cadangan 70.000.000.000,00 0,00

Pinjaman Dalam Negeri 0,00 0,00

Penerimaan Kembali Piutang 0,00 0,00

Jumlah Arus Kas Masuk 70.000.000.000,00 0,00

Arus Kas Keluar

Pembayaran Utang Kepada Pihak ketiga 3.139.258.064,52 2.904.549.786,92

Pemberian Pinjaman Daerah 0,00 0,00

Jumlah Arus Kas Keluar 3.139.258.064,52 2.904.549.786,92 ARUS KAS BERSIH DARI AKTIVITAS PENDANAAN 66.860.741.935,48 (2.904.549.786,92)

Arus Masuk Kas dari Aktivitas Pendanaan yang tersaji pada LAK sebesar Rp70.000.000.000,00 dan tidak terdapat perbedaan dengan nilai yang tersaji di LRA.

Arus Keluar Kas dari Aktivitas Pendanaan yang tersaji pada LAK sebesar Rp3.139.258.064,52 dan tidak terdapat perbedaan dengan nilai yang tersaji di LRA.

d. Arus Kas dari Aktivitas Transitoris

Tabel 186 Rincian Arus Kas dari Aktivitas Transitoris

Uraian Tahun 2018

(Rp)

Tahun 2017 (Rp) Arus Kas Masuk

Penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) 32.724.269.946,00 33.472.872.793,00

Sisa Kas di Bendahara Pengeluaran TA 2017 0,00 423.900,00

Penerimaan Kembali Sisa Uang Persediaan Tahun

Berjalan 0,00 0,00

Uraian Tahun 2018 (Rp)

Tahun 2017 (Rp) Jumlah Arus Kas Masuk 32.724.269.946,00 33.473.296.693,00

Arus Kas Keluar

Pengeluaran Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) 32.724.269.946,00 33.473.297.793,00

Uang Persediaan kepada Bendahara Pengeluaran 0,00 0,00

Jumlah Arus Kas Keluar 32.724.269.946,00 33.473.297.793,00

ARUS KAS BERSIH DARI AKTIVITAS TRANSITORIS 0,00 (1.100,00)

e. Saldo Akhir Kas

Saldo akhir kas per 31 Desember 2018 dan 2017 masing-masing sebesar Rp283.257.160.695,47 dan Rp125.183.210.931,85 yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 187 Rincian Saldo Akhir Kas

Uraian Tahun 2018

(Rp)

Tahun 2017 (Rp) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 646.922.239.212,87 680.341.249.559,63 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (555.698.719.214,46) (578.134.075.503,08) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan 66.860.741.935,48 (2.904.549.786,92)

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Transitoris 0,00 (1.100,00)

Kenaikan (Penurunan) Kas selama TA Berjalan 158.084.261.933,89 99.302.623.169,63 Saldo Awal Kas (Kas di Kasda + Kas di Bendahara

Pengeluaran) 125.172.898.761,58 25.880.587.762,22

Saldo Akhir Kas (Kas di Kasda + Kas di Bendahara

Pengeluaran) 283.257.160.695,47 125.172.898.761,58

Saldo Akhir Kas di Bendahara Penerimaan 9.405.380,00 10.312.170,27

Saldo Akhir Kas 283.266.566.075,47 125.183.210.931,85

Saldo Akhir Kas (BUD) ini terdiri dari:

RKUD SSBB 147-30-00001

Setara Kas BRI 0128-01-000131-30-8 Setara Kas BTN 00000601-01-30-000011-4 Setara Kas BNI 229694352

Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Kas di BLUD

Kas di Rekening JKN Kas di Bendahara Dana BOS

245.372.471.103,96

TOTAL 283.266.566.075,47 125.183.210.931,85

SELISIH 0,00 0,00

Dalam dokumen CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 7.1 PENDAHULUAN (Halaman 167-174)

Dokumen terkait