BAB IV. HASIL PENELITIAN
IV.5. Laporan Hasil Analisis Regresi Linier
Setelah dilakukan analisis regresi linier dengan metode backward, diperoleh persamaan regresi yaitu skor HADS-A = 5.399+2.098 * jenis kelamin + 0.242 * waktu -2.233 * status pernikahan -1.352 * riw ggn organik. Semua asumsi regresi linier seperti linearitas, normalitas, residu nol, residu tidak ada outlier, independen, konstan (homoskedastisitas), dan tidak ada multikolineariti terpenuhi.
55
Tabel 9. Analisis multivariat untuk skor ansietas (HADS-A) Skor HADS-A Correlation
Coefficients
Regresi Multivariat β
p
Konstan 5.399
Jenis kelamin 0.360 0.001
Status pernikahan -0.396 0.001
Riwayat ggn organik -0.193 0.008
Waktu 0.307 0.001
Adjusted R2 = 36.3%
Tabel 9 disajikan untuk menjawab hipotesis tentang skor HADS-A. Oleh karena itu, dari hasil tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel jenis kelamin, status pernikahan, riwayat gangguan organik, dan waktu lama melayani pasien, berhubungan dengan skor HADS-A pada tenaga medis yang merawat pasien COVID-19 (p<0.05).25
BAB V DISKUSI
V.1. Prosedur Penelitian
Studi ini merupakan studi multivariat regresi linier dengan kerangka konsep prediktif dimana studi ini berusaha untuk mencari hubungan dari beberapa faktor variabel bebas terhadap variabel tergantung, dengan variabel tergantung memiliki skala numerik yaitu skor ansietas pada subscale Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS). Studi ini melibatkan 129 subjek yaitu tenaga medis (dokter dan perawat) yang bekerja di RSUP. Haji Adam Malik Medan beserta satelitnya, yang menangani atau merawat pasien COVID-19. Dengan masa pelaksanaan selama bulan Mei hingga Juli 2020 melalui media elektronik aplikasi WhatsApp dan kuesioner online melalui Google Forms.
Adapun alasan mengapa studi ini menggunakan kuesioner online adalah untuk mencegah atau mengurangi penularan virus COVID-19 baik selama proses penelitian, maupun antara peneliti dan subjek penelitian. Dimana subjek penelitian yang dilibatkan adalah tenaga medis yang merawat pasien COVID-19.
Selama proses penelitian jika peneliti berjumpa langsung dengan subjek, maka hal tersebut berisiko untuk terjadinya penularan. Selain itu, pada saat penelitian ini mulai dijalankan, situasi pandemi virus COVID-19 sudah mulai masuk ke Indonesia. Sehingga pemerintah sudah mulai memberlakukan peraturan atau protokol kesehatan tentang #dirumahaja, social distancing (jaga jarak), dan masa karantina 14 hari bagi warganya untuk tinggal di rumah masing-masing. Yang mana hal ini menyebabkan aktifitas masyarakat di luar rumah menjadi sangat
57
berkurang dan sangat dibatasi, termasuk ruang gerak peneliti juga menjadi terbatas. Oleh sebab itu, maka peneliti melakukan studi ini dengan bantuan media online aplikasi WhatsApp dan kuesioner yang dibuat dengan Google Forms.
Untuk menentukan besar sampel penelitian, maka peneliti terlebih dahulu melakukan studi pendahuluan yang melibatkan 15 subjek. Dari perhitungan besar sampel maka didapatkan jumlah sampel penelitian yaitu 129 subjek. Metode pengumpulan sampel yang digunakan adalah dengan cara non-probability sampling yaitu jenis purposive sampling oleh karena peneliti telah memilih sebelumnya kriteria subjek yang akan diteliti.
Uji statistik pada studi ini dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS versi 22. Uji statistik sendiri diawali dengan melakukan perhitungan frekuensi pada tiap variabel untuk mencari karakteristik demografik subjek. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah dilakukan analisis bivariat. Dari hasil perhitungan analisis bivariat, dilihat apakah terdapat nilai p <0.25 pada tiap variabel bebas dimana jika memenuhi syarat tersebut, maka variabel bebas dengan p<0.25, dapat dilanjutkan ke analisis multivariat. Untuk variabel tergantung yaitu skor HADS-A nilai p juga harus berdistribusi normal.
V.2. Hipotesis Penelitian
Pada studi ini, terdapat 6 hipotesis penelitian yang perlu dijawab. Adapun hipotesis tersebut adalah terdapatnya hubungan antara jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, status pernikahan, waktu lamanya melayani pasien, riwayat gangguan organik dan skor ansietas pada tenaga medis yang merawat pasien COVID-19.
Dari hasil analisis multivariat regresi linier yang dilakukan, maka didapati bahwasanya ada 4 variabel bebas yang bermakna dan memiliki hubungan terhadap skor HADS-A yaitu jenis kelamin dengan kekuatan korelasi positif lemah, status pernikahan dengan kekuatan korelasi negatif lemah, riwayat gangguan organik dengan kekuatan korelasi negatif sangat lemah, dan waktu lama melayani pasien dengan kekuatan korelasi positif lemah.
V.3. Persamaan dan perbedaan hasil studi
1. Variabel jenis kelamin dalam studi ini terdapat hubungan dengan skor ansietas.
Hal ini juga didapati pada studi yang dilakukan oleh Lai dan kawan-kawan, pada akhir Januari hingga awal Februari 2020, di Cina, yang melibatkan 1257 tenaga kesehatan di 34 rumah sakit, dengan menggunakan kuesioner the 9-item Patient Health Questionnaire (PHQ-9) untuk depresi, the 7-item Generalized Anxiety Disorder Scale (GAD-7) untuk ansietas, the 7-item Insomnia Severity Index (ISI) untuk insomnia, dan the 22-item Impact of Event Scale-Revised (IES-R) untuk stres versi Bahasa Cina, didapati bahwa perawat, perempuan, tenaga kesehatan di garis depan, dan bekerja di Wuhan memiliki skor lebih tinggi terhadap 4 skala pengukuran dibandingkan dengan dokter, laki-laki, tenaga kesehatan di garis kedua, dan bekerja di provinsi Hubei.
2. Variabel status pernikahan dalam studi ini berhubungan dengan skor ansietas.
Hal ini juga didapati pada studi yang dilakukan oleh Lee dan kawan-kawan, untuk mengevaluasi staf medis selama wabah SARS pada tahun 2003. Kuesioner ini terdiri atas 5 bagian dengan jumlah keseluruhan pertanyaan sebanyak 67 pertanyaan. Dari hasil pengisian kuesioner ini didapati bahwa adanya tanggung
59
jawab sosial dan moral, yang mendorong mereka untuk terus bekerja selama wabah (P = 0,03), dan dokter memiliki skor rata-rata tertinggi (2,47 ± 0,66). Staf medis juga diharapkan menerima penghargaan dari pimpinan rumah sakit (P<0,001), dan perawat lebih khawatir tentang kompensasi finansial tambahan selama atau setelah wabah dibandingkan dengan petugas kesehatan lainnya (P=0,002). Faktor utama lainnya yang berhubungan dengan stres yaitu kekhawatiran untuk keselamatan pribadi (P<0,001), kekhawatiran tentang keluarga mereka (P<0,001), dan kekhawatiran tentang kematian pasien (P=0,001).
Staf medis dalam kelompok umur 31 - 40 tahun lebih khawatir tentang menginfeksi keluarga mereka dibandingkan dengan kelompok lain (2,46 ± 0,72).
Khawatir tentang keselamatan mereka sendiri juga merupakan faktor penting dalam kecemasan pada staf medis, terutama pada kelompok yang berumur 41 - 50 tahun.
3. Variabel riwayat gangguan organik memiliki hubungan dengan skor ansietas.
Dimana juga terdapat pada studi yang dilakukan oleh Zhang dan kawan-kawan, pada bulan Februari hingga Maret 2020, di Cina, yang melibatkan 2.182 subyek dengan membandingkan antara tenaga kesehatan non-medis sebanyak 1.255 subyek dan medis sebanyak 927 subyek, berumur 16 tahun ke atas, cross-sectional study via survey online, didapati bahwa tenaga kesehatan medis memiliki prevalensi yang lebih tinggi untuk terjadi insomnia (38.4 vs. 30.5%, p<0.01), ansietas (13.0 vs 8.5%, p< 0.01), depresi (12.2 vs. 9.5%, p<0.04), somatisasi (1.6 vs. 0.4%, p<0.01), dan gejala obsesif kompulsif (5.3 vs. 2.2%, p<0.01). Di antara tenaga medis, memiliki riwayat gangguan organik merupakan
faktor independen untuk terjadinya insomnia, ansietas, depresi, somatisasi, dan gejala obsesif kompulsif (p<0.05 atau 0.01).
V.4. Kelebihan dan keterbatasan penelitian
Kelebihan dari studi ini adalah pertama, dimana studi ini merupakan studi yang pertama kali di lakukan di Sumatera Utara dan di pulau Sumatera, yang meneliti tentang skor ansietas pada tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Kedua, studi ini merupakan studi yang menggunakan kuesioner HADS, dimana, sejauh penelusuran peneliti, belum dijumpai penelitian sejenis yang menggunakan kuesioner HADS pada tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Ketiga, studi ini merupakan studi multicenter dimana melibatkan beberapa rumah sakit untuk menjaring subjek penelitian. Keempat, adapun media yang digunakan adalah menggunakan kuesioner online, dimana hal ini bertujuan untuk mencegah penularan COVID-19 dan mendukung dari pada protokol kesehatan yang mengajurkan agar masyarakat tetap menjaga jarak dan bila perlu dirumah aja.
Keterbatasan studi ini adalah peneliti tidak dapat menjelaskan kepada subjek tentang butir pertanyaan kuesioner jika terdapat kesulitan pada subjek
untuk memahami maksud pertanyaan tersebut.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
VI.1. Kesimpulan
1. Terdapat hubungan antara jenis kelamin dan skor ansietas pada tenaga medis yang merawat pasien COVID-19.
2. Tidak terdapat hubungan antara pekerjaan dan skor ansietas pada tenaga medis yang merawat pasien COVID-19.
3. Tidak terdapat hubungan antara pendidikan dan skor ansietas pada tenaga medis yang merawat pasien COVID-19.
4. Terdapat hubungan antara status pernikahan dan skor ansietas pada tenaga medis yang merawat pasien COVID-19.
5. Terdapat hubungan antara waktu melayani pasien dan skor ansietas pada tenaga medis yang merawat pasien COVID-19.
6. Terdapat hubungan antara riwayat gangguan organik dan skor ansietas pada tenaga medis yang merawat pasien COVID-19.
VI.2. Saran
1. Dapat dikembangkan lebih lanjut penelitian mengenai skala depresinya.
2. Dapat dilakukan penelitian dengan uji regresi logistik.
DAFTAR RUJUKAN
1. Wang C, Pan R, Wan X, Tan Y, Xu L, Ho CS, Ho RC. Immediate Psychological Responses and Associated Factors during the Initial Stage of the 2019 Coronavirus Disease (COVID-19) Epidemic among the General Population in China. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2020:1-25.
2. Kong X, Zheng K, Tang M, Kong F, Zhou J, Diao L, et al. Prevalence and Factors Associated with Depression and Anxiety of Hospitalized Patients with COVID-19. MedRxiv preprint. 2020:1-12.
3. World Health Organization. Coronavirus disease (COVID-19) Situation Report - 130. 2020.
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi virus COVID-19 di Indonesia. 2020.
5. Cai H, Tu B, Ma J, Chen L, Fu L, Jiang Y. Psychological Impact and Coping Strategies of Frontline Medical Staff in Hunan Between January and March 2020 During the Outbreak of Coronavirus Disease 2019 (COVID‑ 19) in Hubei, China. Medical Science Monitor. 2020:1-16.
6. Tan BYQ, Chew NWS, Lee GKH. Psychological Impact of the COVID-19 Pandemic on Health Care Workers in Singapore. Annals of Internal Medicine.
2020:1-3.
7. Lai J, Ma S, Wang Y, Cai Z, Hu J, Wei N, et al. Factors Associated With Mental Health Outcomes Among Health Care Workers Exposed to Coronavirus Disease 2019. JAMA Network Open. 2020;3(3):1-12.
63
8. Zhang W, Wang K, Yin L, Zhao W, Xue Q, Peng M, et al. Mental Health and Psychosocial Problems of Medical Health Workers during the COVID-19 Epidemic in China. Psychotherapy Psychosomatics. Karger. 2020:1-9.
9. Burhan E, Isbaniah F, Susanto AD, Aditama TY, Soedarsono, Sartono TR, dkk. Pneumonia Covid-19 Diagnosis & Penatalaksanaan di Indonesia. 2020.
10. Wang Z, Qiang W, Ke H. A Handbook of 2019-nCoV Pneumonia Control and Prevention. Hubei Science and Technologi Press. China; 2020:1-21.
11. Isbaniah F, Saputro DD, Sitompul PA, Manalu R, Setyawaty V, Subangkit dkk.
Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020:1-15.
12. Sugihantono A, Burhan E, Samuedro E, Rinawati W, Sitompul PA, Susilo A, dkk. Pedoman pencegahan dan pengendalian coronavirus disesase (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI. Juli 2020.
13. Stahl SM. Essential Psychopharmacology Neuroscientific Basis and Practical Application. Fourth Ed. New York. 2013:678-683.
14. Sadock BJ, Sadock VA Ruiz P. Anxiety Disorders. In : Sadock BJ, Sadock VA, editor Kaplan & Sadock’s Synopsis Of Psychiatry, 11th edition.
Philadelphia : Wolters Kluwer; 2015:832-842.
15. Shah K, Kamrai D, Mekala H, Mann B, Desai K, Patel RS. Focus on Mental Health During the Coronavirus (COVID-19) Pandemic: Applying Learnings from the Past Outbreaks. Cureus 12(3):1-8.
16. Xiao H, Zhang Y, Kong D, Li S, Yang N. The Effects of Social Support on Sleep Quality of Medical Staff Treating Patients with Coronavirus Disease
2019 (COVID-19) in January and February 2020 in China. Medical Science Monitor. 2020;26:1-8.
17. Stern AF. The Hospital Anxiety and Depression Scale. Occupational Medicine.
Oxford University Press. 2014; 64:393–94.
18. Snaith RP. The Hospital Anxiety And Depression Scale. Health and Quality of Life Outcomes. 2003; 1: 1-4.
19. Rudy M, Widyadharma PE, Adnyana IM. Reliability Indonesian Version of The Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) of Stroke Patients In Sanglah General Hospital Denpasar. 2015.
20. Google Forms. https://en.wikipedia.org/wiki/Google_Forms#cite_note-3
21. Mengenal Lebih Dekat Dengan Google Form.
https://www.jetorbit.com/blog/mengenal-lebih-dekat-dengan-google-form/
22. Dahlan MS. Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan: deskriptif, bivariat, dan multivariat, dilengkapi aplikasi menggunakan SPSS. Edisi keenam.
Jakarta: Epidemiologi Indonesia. 2014.
23. Sastroasmoro S, Ismail S. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi kelima. Jakarta. Sagung Seto. 2014.
24. Dahlan MS. Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel. Jakarta: Salemba Medika. 2011.
25. Dahlan MS. Regresi Linier. Seri 10 Edisi 2. Jakarta: Epidemiologi Indonesia.
2018.
65
Lampiran 1
LEMBAR PENJELASAN KEPADA SUBYEK PENELITIAN
Bapak/Ibu/Sdr./i Yth.
Saya, dr. Anastasia Venny Fransisca Sipayung peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Psikiatri FK USU sedang melakukan suatu penelitian yang berjudul “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Skor Ansietas pada Tenaga Medis yang Merawat Pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan skor ansietas pada tenaga kerja yang merawat pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di RSUP. H. Adam Malik Medan dan satelitnya.
Partisipasi Bapak/Ibu/Sdr./i dalam penelitian ini bersifat sukarela, tanpa paksaan dan tekanan dari pihak manapun serta tidak dipungut biaya apapun selama dalam penelitian dan setiap partisipan akan diberikan imbalan dalam bentuk voucher atau pulsa telepon. Seandainya Bapak/Ibu/Sdr./i menolak untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, maka tidak akan dikenakan sanksi apapun. Jika selama menjalani penelitian ini terdapat hal-hal yang kurang jelas, maka Bapak/Ibu/Sdr./i dapat menghubungi saya : dr. Anastasia Venny Fransisca Sipayung (081263750692) di Program Studi Psikiatri FK USU Medan.
Medan, 2020 Hormat saya,
dr. Anastasia Venny Fransisca Sipayung
Lampiran 2
SURAT PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (INFORMED CONSENT)
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Jenis kelamin :
Umur :
Pekerjaan :
Alamat :
No. Telp :
Setelah mendapatkan keterangan secara terperinci dan jelas mengenai penelitian “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Skor Ansietas pada Tenaga Medis yang Merawat Pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)” dan setelah mendapatkan kesempatan tanya jawab tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian tersebut, maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyatakan bersedia diikutsertakan dalam penelitian tersebut.
Medan, 2020 Yang memberi penjelasan Yang memberi persetujuan
dr. Anastasia V. F. Sipayung (...)
67
Lampiran 3
DATA SAMPEL PENELITIAN
Nomor responden : Tanggal :
Data demografik responden :
1. Nama :
2. Umur :
3. Jenis kelamin :
4. Pekerjaan :
5. Pendidikan terakhir :
6. Status pernikahan : 7. Waktu yang diluangkan untuk
merawat pasien per hari atau per minggu :
8. Riwayat gangguan organik : Ya, punya : sebutkan ………
Cth: Hipertensi, DM, asma, dll Tidak
Lampiran 4
RIWAYAT HIDUP PENELITI
Data Pribadi
Nama : dr. Anastasia Venny Fransisca Sipayung Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat / Tanggal Lahir : Gunung Meliau / 23 Juli 1985
Status : Menikah
Agama : Kristen Protestan
Alamat : Jl. Nuri no. 11 Komp. Polri Medan
Telepon : 081263750692
Riwayat Pendidikan
1991 - 1997 : SD Suster Pontianak 1997 - 2000 : SMP Suster Pontianak
2000 - 2003 : SMU Santo Paulus Pontianak
2003 - 2007 : Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
2007 - 2009 : Profesi Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
2015 - Sekarang : Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Riwayat Pekerjaan
2010 - 2011 : RSU. Sari Mutiara Medan
2011 - Sekarang : PNS Bengkulu Selatan, Prov. Bengkulu 2015 - Sekarang : Peserta Tugas Belajar di Ilmu Kedokteran
Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
69
Lampiran 5
“Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS)”
Nama Responden :
Jenis Kelamin / Umur : Tanggal Pemeriksaan :
Beri tanda rumput atau lingkari jawaban yang paling benar. Jangan berpikir terlalu lama untuk masing-masing jawaban. Jawablah seperti yang anda rasakan sekarang.
1. Saya merasa tegang atau Hampir selalu 3
“sakit hati” : Sering sekali 2 A
Dari waktu ke waktu, sekali-sekali 1
Tidak sama sekali 0
Hampir tidak suka sama sekali 3
3. Saya mendapat semacam perasaan takut seolah-olah
Tentu saja dan sungguh tidak mengenakkan
3
ada sesuatu yang mengerikan
Ya, tetapi tidak begitu buruk 2 A
yang akan terjadi : Sedikit, tetapi tidak membuat saya khawatir
1
Tidak sama sekali 0
4. Saya bisa tertawa dan melihat sisi lucu dari sesuatu hal :
Sebanyak yang saya selalu bisa lakukan 0
Tidak terlalu bisa sekarang 1 D Tentu saja tidak begitu banyak sekarang 2
Tidak sama sekali 3
5. Ada pikiran takut melintas
Terlalu sering 3
di pikiran saya : Sering 2 A
Dari waktu ke waktu, tetapi tidak terlalu sering
71
10. Saya tidak tertarik lagi dengan
Tentu saja 3
penampilan saya : Saya tidak sepeduli seperti yang semestinya
2 D
Saya mungkin tidak begitu peduli 1 Saya hanya peduli seperti yang sudah-sudah
0
11. Saya merasa gelisah karena
Gelisah luar biasa 3
saya harus sibuk : Agak gelisah 2 A
Tidak terlalu gelisah 1
Tidak sama sekali 0
12. Saya ingin senang dengan sesuatu :
Sebanyak yang saya bisa lakukan 0
Agak kurang dari pada yang pernah saya lakukan
1 D
Tentu saja kurang daripada yang pernah saya lakukan
2
Hampir tidak sama sekali 3
“Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Skor Ansietas Pada Tenaga Medis Yang Merawat Pasien Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)”