• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Hasil Penilaian Sendiri (Self Assessment)

Hasil penilaian sendiri pelaksanaan Tata Kelola BPR sepanjang tahun 2019 memperoleh nilai Komposit 1.44 atau predikat “Sangat baik” dimana rincian peringkat masing-masing faktor serta Nilai Komposit hasil self assessment dilampirkan pada Laporan ini.

2. STRUKTUR TATA KELOLA

2.1 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

RUPS merupakan organ perusahaan tertinggi dalam struktur dan mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi dalam batasan sesuai Undang-undang.

Tata Cara Penyelenggaraan RUPS dilakukan dengan mekanisme Direksi membuat pemberitahuan tertulis kepada seluruh pemegang saham dan Dewan Komisaris. Pihak yang berhak hadir dalam RUPS adalah pihak-pihak yang

tercantum dalam Anggaran Dasar Perusahaan di tahun 2018.

PT. BPR DIFOBUTAMA Tanggal 11 Juni 2018 dibuat di hadapan Notaris Erwin Arifin, SH, M.Kn.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

a. Pemegang saham

Bagi BPR berbadan hukum Perseroan Terbatas adalah Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai perseroan terbatas.

b. Pemegang Saham BPR yang hadir dalam RUPS tahun 2019

NAMA JABATAN KETERANGAN

Dicky Ossa Soeryadi Pemengang Saham Pengendali 87.5 %

Naomi Soeryadi Pemengang Saham 10 %

Filbert Soeryadi Pemengang Saham 2,5 %

c. Penyelenggaraan RUPS sepanjang tahun 2019 dilaksanakan sebagai berikut

JADWAL MATERI RUPS KEPUTUSAN

04 Januari 2019 Penjualan asset tetap

Dibebankan ke laba tahun lalu

Menyetujui 08 Maret 2019 Tunjangan Komisaris dan Direksi Menyetujui 27 Maret 2019 Pengangkatan Kembali Direktur

Kepatuhan Pak. Filbert Soeryadi

Menyetujui 15 April 2019 Pembelian Aset Kantor Kas Menyetujui 22 April 2019 Pembelian Training Center Menyetujui 23 April 2019 Penunjukkan KAP 2019 Menyetujui 29 Mei 2019 Surat Penyampaian SK

Direktur Pengakuan Rupa2 Pasiva & RUPS Tajur

Menyetujui

30 Juli 2019 Hapus Buku Juli 2019 Menyetujui 04 November 2019 Penjualan Motor Bajaj Fulsar Menyetujui 29 November 2019 RUPS Penjualan Aset Motor

Honda Megapro 2012.

Menyetujui

2.2 Dewan Komisaris

Dewan Komisaris adalah organ BPR yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan atau khusus serta memberikan nasehat kepada Direksi dalam menjalankan dan mengelola BPR.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

a. Referensi Hukum

1. Undang Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

2. Peraturan OJK No.27/POJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan

3. Surat Edaran OJK No.39/SEOJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Calon Pemegang saham, Calon anggota Direksi dan Calon Anggota Dewan Komisaris.

b. Tata Tertib Dewan Komisaris

Dewan Komisaris memiliki Pedoman dan Tata Tertib Dewan Komisaris yang mengatur antara lain mengenai :

1. Etika Kerja dan Komisaris 2. Waktu Kerja Dewan Komisaris 3. Peraturan Rapat Dewan Komisaris

c. Jumlah, Komposisi, Kriteria dan Independensi Anggota Dewan Komisaris telah lengkap sesuai kententuan :

1. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliar rupiah) wajib memiliki paling sedikit 2 (dua) anggota Dewan Komisaris dan paling banyak sama dengan jumlah anggota Direksi.

2. Dewan Komisaris dipimpin oleh Komisaris Utama, berjumlah 2 (dua) orang Komisaris sama dengan jumlah Direksi. Komposisi sebagai

berikut :

No JABATAN KETERANGAN 1. Komisaris Utama Dicky Ossa Soeryadi 2. Komisaris Independen Widjajanti Handaja

3. Seluruh anggota Dewan Komisaris wajib bertempat tinggal di Indonesia dan paling sedikit 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris harus bertempat tinggal di Provinsi yang sama atau di Kota/Kabupaten pada Provinsi lain yang berbatasan langsung dengan lokasi kantor pusat BPR.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

Dewan Komisaris BPR yang hadir dalam RUPS tahun 2019

NAMA JABATAN KETERANGAN

Dicky Ossa Soeryadi Komisaris Utama

Jl.Jaksa No.10 Rt.13/02 Kebon sirih Menteng Jakarta Pusat.

Widjajanti Handaja Komisaris Independen

Jl. Mandala Barat IV/8 Rt. 06 Rw.

04 Tomang, Grogol, Jakarta - Barat

4. Setiap anggota dewan Komisaris dan direksi telah sepenuhnya lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper test).

Uji Kompetensi Sertifikasi BPR

1. Dicky Soeryadi CERTIF 12306 Komisaris / Sertifikasi VI

Kompeten Des 15 2. Widjajanti

Handaja

CERTIF 2593801 Komisaris / Sertifikasi VI

Kompeten Maret 16

5. Anggota Dewan Komisaris hanya dapat mempunyai 2 (dua) rangkap jabatan lain sebagai Anggota Dewan Komisaris pada BPR dan/atau Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.

Kepemilikan Saham Mencapai 5% atau Lebih dari Modal Disetor pada Perusahaan Lain

No. Nama Jabatan Perusahaan Lain (%) 1. Dicky Ossa Soeryadi Komisaris Utama BPR Marcorindo 87%

2. Naomi Soeryadi Komisaris BPR Marcorindo 10%

6. Anggota Dewan Komisaris dilarang merangkap jabatan sebagai anggota Direksi atau Pejabat Eksekutif pada BPR, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, dan/atau Bank Umum.

7. Sesama anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak memiliki hubungan keuangan, kepengaruhan, kepemilikan saham dan atau hubungan keluarga yang mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

8. Mayoritas anggota Dewan Komisaris dilarang memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan :

a. Sesama anggota Dewan Komisaris; atau b. Anggota Direksi.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

Independensi Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris

d. Tugas dan Tanggung jawab Dewan Komisaris

1. Dewan Komisaris wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara independen.

2. Dewan Komisaris wajib melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tangung jawab Direksi serta memberikan nasihat kepada Direksi.

3. Dewan Komisaris wajib mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategi BPR.

4. Dewan Komisaris dilarang ikut serta dalam pengambilan keputusan mengenai kegiatan operasional BPR, kecuali terkait dengan :

a. Penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana ketentuan yang mengatur mengenai batas maksimum pemberian kredit BPR, dan

b. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

5. Dewan Komisaris wajib memastikan bahwa Direksi menindaklanjuti hasil temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja atau pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan audit internal BPR, auditor eksternal, hasil pengawasan Dewan Komisaris, Otorisasi Jasa Keuangan, dan/atau otorisasi lainnya.

6. Dewan Komisaris wajib memberitahukan :

a. Pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan perbankan dan/atau,

b. Keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha BPR kepada Otorisasi Jasa Keuangan paling lambat 10 (Sepuluh) hari kerja sejak ditemukannya pelanggaran, keadaan atau perkiraan dimaksud.

Nama Jabatan

Hubungan Keluarga dgn Hubungan Keuangan dgn Dekom Direksi PSP Dekom Direksi PSP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk

Dicky Ossa S Komut

Widjajanti H Komisaris

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

7. Dewan Komisaris wajib melakukan kajian, evaluasi dan saran atau rekomendasi kepada Direksi, di tahun 2019 antara lain sebagai berikut : a. Perencanaan strategis BPR serta memberikan saran alternative –

alternative strategi kepada Direksi.

b. RJP (Rencana Jangka Panjang) dan RKAT (Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan) BPR yang diusulkan oleh Direksi.

c. Bidang-bidang usaha BPR yang memiliki risiko tinggi serta pengelolaan risiko yang dilakukan oleh Direksi dan manajemen.

d. Usulan perubahan Anggaran Dasar BPR.

e. Sistem remunisasi/kompensasi bagi Direksi dan Komisaris.

f. Laporan Tahunan yang disiapkan Direksi.

8. Komisaris dan Direksi harus memiliki media yang efektif untuk berkomunikasi di luar rapat dan menggunakan media tersebut sesuai kebutuhan antara lain melalui email, Grup WhatsApp, system BSC.

Media ini masih tetap digunakan seperti tahun kemarin.

9. Dewan Komisaris wajib memiliki serta melaksanakan pedoman dan tata tertib anggota Dewan Komisaris yang meliputi : Etika Kerja, Waktu Kerja dan Peraturan Rapat.

e. Pelaksanaan Pengawasan dan Rekomendasi Dewan Komisaris 1. Pelaksanaan Pengawasan

Selama tahun 2019 Dewan Komisaris telah melaksanakan pemantauan dan pengawasan yang mencakup :

a. Evaluasi Pencapaian tahun 2019 menyangkut penanganan NPL, Funding untuk jangka waktu panjang, Kesesuaian PPAP, Pengembangan Produk

b. Rencana kerja tahun 2019 c. Pengembangan SDM

d. Review Informasi Tekhnologi e. Pengembangan dana pihak ketiga f. Tindak lanjut hasil audit

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

2. Rekomendasi Dewan Komisaris

Dewan Komisaris memberikan rekomendasi kepada Direksi yaitu agar Direksi memberikan perhatian khusus dan melakukan perbaikan-perbaikan antara lain :

a. Meningkatkan efisiensi untuk lebih meningkatkan produktifitas dan laba BPR seperti pembatasan/limit beban-bedan biaya operasional.

b. Strategi dan sasaran-sasaran pelemparan kredit namun tetap tidak melenceng dari prinsip kehati-hatian.

c. Selain pertumbuhan bisnis yang cukup berat tentunya penurunan NPL diupayakan melalui restrukturisasi dan eksekusi agunan secepatnya.

d. Pengembangan SDM bagi pengurus maupun karyawan agar tetap dilakukan dan dikembangkan dengan pelatihan-pelatihan baik yang diselenggarakan oleh Internal maupun External.

e. Perhatikan kebutuhan SDM dalam jangka waktu panjang lebih ditekankan kepada divisi Bisnis seperti Bisnis Manager, Team Leader, Account Officer, Funding Officer dan penambahan untuk jabatan Analis Kredit.

f. Peningkatan tingkat kualitas analisa baik oleh Analis Kredit maupun Account Officer terhadap calon debitur.

g. Melakukan perbaikan dalam informasi tekhnologi agar operasional perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan lebih efektif serta efisien dengan membuat system BSC (Balance Score Card).

f. Frekuensi Rapat Dewan Komisaris

Jadwal rapat Dewan Komisaris telah ditetapkan di awal tahun, minimal 3 kali rapat dalam setahun. Selama tahun 2019, Dewan Komisaris telah menyelenggarakan 15 (lima belas) kali rapat yang terdiri dari :

Aktivitas Dewan Komisaris Selama 2019

No. Nama Kehadiran Teleconferance Total Kehadiran (%)

1. Dicky Ossa Soeryadi 15 0 100%

2. Widjajanti Handaja 15 0 100%

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

g. Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain Dewan Komisaris

Kebijakan remunerasi dan fasilitas lain bagi Dewan komisaris meliputi remunerasi dalam bentuk non natura (gaji, penghasilan tetap lainnya, antara lain tantiem dan bentuk remunerasi lainnya) dan fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, transportasi, asuransi kesehatan dll) selama tahun 2019 terlihat pada tabel berikut ini :

Jenis Remunerasi Dan Fasilitas Lain Untuk

Dewan Komisaris

Jumlah Diterima Dalam 1 Tahun

Orang Jutaan Rupiah - Remunerasi (Gaji, Bonus, Tunjangan

rutin, tantiem, dan fasilitas lainnya dalam bentuk non-natura)

2 252

- Fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, transportasi, asuransi kesehatan dan sebagainya yang :

2 168

a. Dapat dimiliki b. Tidak dapat dimiliki

_ _

TOTAL

Jumlah Remunerasi

Fasilitas Lain

No. Nama Jabatan Fasilitas Kredit Per

Des’19 (jutaan) 1 Dicky Ossa Soeryadi Komisaris Utama -

2 Naomi Soeryadi Komisaris -

Kepemilikan Saham Dewan Komisaris

Posisi Desember 2019, kepemilikan saham Dewan Komisaris pada BPR adalah sebagai berikut :

Jumlah Renumerasi per Orang dalam 1 tahun Jumlah Komisaris

Dicky Ossa Soeryadi Pemengang Saham Pengendali 87.5 %

Naomi Soeryadi Pemengang Saham 10 %

Filbert Soeryadi Pemengang Saham 2,5 %

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

2.3 Direksi

Direksi merupakan organ perusahaan yang memiliki tugas pokok melakukan pengurusan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan Perundang-undangan yang berlaku.

a. Referensi Hukum

1. Undang Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

2. Peraturan OJK No.27/POJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan

3. Surat Edaran OJK No.39/SEOJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Calon Pemegang saham, Calon anggota Direksi dan Calon Anggota Dewan Komisaris.

b. Tata Tertib Direksi

Direksi memiliki Pedoman dan Tata Tertib Dewan Direksi yang mengatur antara lain mengenai :

1. Keanggotaan

2. Hak dan Wewenang

3. Tugas dan Tanggung jawab 4. Etika Kerja Direksi

5. Waktu Kerja Direksi 6. Peraturan Rapat Direksi

7. Pengambilan Keputusan Rapat Direksi 8. Penerapan Tata Kelola oleh Direksi

c. Jumlah, Komposisi, Kriteria dan Independensi Anggota Direksi telah lengkap sesuai kententuan :

1. Direksi berjumlah 2 (dua) orang.

2. Direksi dipimpin oleh Direktur Utama, dengan komposisi sebagai berikut : No JABATAN KETERANGAN

1. Direktur Utama Hamdani Usman

2. Direktur Filbert Soeryadi

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

d. Tugas dan Tanggung jawab Direksi

Sesuai dengan Pedoman dan Tata tertib Kerja Dewan Direksi BPR DIFOBUTAMA selama tahun 2019 adalah sebagai berikut :

(Sepanjang RUPS tidak menetapkan ketentuan lain)

1. Direksi bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan Bank.

2. Direksi mengelola BPR sesuai kewenangan dan tanggung jawab sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar BPR dan perundang-undangan.

3. Direksi telah menerapkan Tata Kelola sebagaimana dimaksud diatas pada setiap kegiatan usaha BPR di seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.

4. Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja atau pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Audit Internal BPR, Auditor Eksternal, hasil pengawasan Dewan Komisaris, Otorisasi Jasa Keuangan, dan/atau dan auditor eksternal seperti Otoritas Jasa Keuangan dan / atau hasil pengawasan otoritas lain.

5. Direksi telah memonitoring Pejabat Eksekutif yang melaksanakan : a. Fungsi Audit Intern

b. Fungsi Kepatuhan

c. Fungsi Manajemen Resiko

6. Direksi menyiapkan Rencana Jangka Panjang BPR (RJP BPR) dan ditandatangani bersama Komisaris untuk disampaikan kepada Pemegang Saham untuk disahkan oleh RUPS.

7. Direksi menetapkan/mengkoreksi atas kebijakan-kebijakan operasional BPR.

8. Direksi menetapkan dan merevisi secara jelas tugas, tanggung jawab dan wewenang manajemen pada setiap tingkat.

9. Direksi menyusun dan menyampaikan Laporan Tahunan BPR kepada Pemegang Saham setelah tahun buku BPR berakhir.

10. Direksi telah memastikan bahwa Laporan Bulanan, Triwulan, Semester dan Tahunan serta Laporan Keuangan Audite diterbitkan tepat pada waktunya.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

e. Frekuensi Rapat Direksi

Jadwal rapat Direksi telah ditetapkan di awal tahun. Selama tahun 2019, Direksi telah menyelenggarakan 15 (lima belas) kali rapat yang terdiri dari :

No. Nama Kehadiran Teleconferance Total Kehadiran (%)

1. Hamdani Usman 15 0 100%

2. Filbert Soeryadi 15 0 100%

f. Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain Dewan Direksi

Kebijakan remunerasi dan fasilitas lain bagi Dewan Direksi meliputi remunerasi dalam bentuk non natura (gaji, penghasilan tetap lainnya, antara lain tantiem dan bentuk remunerasi lainnya) dan fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, transportasi, asuransi kesehatan dll) selama tahun 2019 terlihat pada tabel berikut ini :

Jenis Remunerasi Dan Fasilitas Lain Untuk

Dewan Direksi

Jumlah Diterima Dalam 1 Tahun

Orang Jutaan Rupiah - Remunerasi (Gaji, Bonus, Tunjangan

rutin, tantiem, dan fasilitas lainnya dalam bentuk non-natura)

2 636

- Fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, transportasi, asuransi kesehatan dan sebagainya yang :

2 168

a. Dapat dimiliki b. Tidak dapat dimiliki

_ _

TOTAL

Jumlah Remunerasi

Jumlah Renumerasi per Orang dalam 1 tahun*)

Jumlah Direksi

Di atas Rp 2 miliar

Di atas Rp 1 miliar s.d 2 miliar

Di atas Rp 500 juta s.d 1 miliar 2 orang Rp 500 juta ke bawah

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

Fasilitas Lain

No. Nama Jabatan Fasilitas Yang Digunakan 1 Hamdani Usman Direktur Utama

Kendaraan Operasional 2 Filbert Soeryadi Direktur

No. Nama Jabatan Fasilitas Kredit Per

Des’19 (jutaan) 1 Hamdani Usman Direktur Utama -

2 Filbert Soeryadi Direktur -

Kepemilikan Saham Dewan Direksi

Posisi 31 Desember 2019, kepemilikan saham Dewan Direksi pada BPR adalah sebagai berikut :

Kepemilikan Saham Mencapai 5% atau Lebih dari Modal Disetor pada Perusahaan Lain

No. Nama Jabatan Kepemilikan

Saham

(%)

1 Hamdani Usman Direktur Utama Tidak ada - 2 Filbert Soeryadi Direktur Tidak ada -

Independensi Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris

No. Nama Jabatan Diperusahaan

lain

(%)

1 Hamdani Usman Direktur Utama Tidak ada - 2 Filbert Soeryadi Direktur Tidak ada 2,5 %

Nama Jabatan

Hubungan Keluarga dgn Hubungan Keuangan dgn Dekom Direksi PSP Dekom Direksi PSP Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Hamdani

Usman

Direktur

Utama

Filbert

Soeryadi Direktur

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

2.4 Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite-komite

a. Struktur keanggotaan keahlian dan independensi anggota komite.

1. Audit Internal Ketua/Anggota : Hamdani Usman (Direktur Utama) 1.1 Audit Internal diketahui oleh Komisaris Utama.

1.2 Audit Interrnal berasal dari Karyawan yang diposisikan secara Independen.

1.3 Tingkat independen dari Audit Internal ini tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan, direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan Bank, yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

2. Komite Pemantau Risiko

2.1 Anggota Komite Pemantau Risiko terdiri dari : - Ketua Merangkap Anggota : Filbert Soeryadi

(Direktur Membawahi Kepatuhan) - Anggota : Faisal Asyodiki

(PE Kepatuhan)

- Anggota : Tri Sandjoyo Nugroho (Manager Operasional) - Anggota : Zulfikri

(Manager Marketing/Kredit) 2.2 Komite pemantau Risiko diketuai oleh Komisaris.

2.3 Seluruh Anggota Komite Pemantau Risiko tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan, direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan Bank, yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

b. Tugas dan Tanggung Jawab Komite

Tugas dan tanggung jawab Audit Internal, Komite Pemantau Risiko, telah

diatur dalam Standar Operasional dan Prosedur (SOP) GCG PT. BPR Difobutama dan ketentuan internal Dewan Komisaris PT. Difobutama.

1. Frekuensi rapat Komite

1.1 Telah diselenggarakan Rapat komite sesuai dengan kebutuhan Bank.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

1.2 Komite-komite telah melakukan rapat membahas rencana kerja sesuai jadwal/agenda rapat yang telah ditetapkan, dan hasil rapat telah direkomendasikan dengan baik serta dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Dewan Komisaris.

1.3 Keputusan Rapat diambil berdasarkan musyawarah mufakat atau suara terbanyak dalam hal tidak terjadi musyawarah mufakat.

1.4 Hasil risalah rapat dibuat termasuk penggungkapan perbedaan pendapat secara jelas dan telah didokumentasikan dengan baik.

1.5 Hasil rapat Komite merupakan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Dewan Komisaris untuk sebagai dasar pengawasan.

c. Program kerja Komite dan Realisasinya

Audit Internal, Komite Pemantau Risiko telah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya berdasarkan program kerja yang telah dibuat dengan mengacu pada SOP GCG PT. BPR Difobutama.

2.5 Penerapan Manajemen Risiko, Fungsi Kepatuhan, Audit Internal dan Audit Eksternal.

Penerapan Fungsi Manajemen Risiko

Direktur dan Pemantauan Risiko terus berupaya memperbaiki ketetapan untuk langkah-langkah kebijakan yang diperlukan agar memastikan Bank telah memenuhi seluruh peraturan dan ketentuan yang berlaku.

BPR menyadari dalam menerapkan Manajemen Risiko adalah merupakan salah satu upaya memperkuat kelembagaan dan meningkatkan reputasi industri BPR itu sendiri, untuk itu BPR akan menetapkan kebijakan berupa SOP, Surat Keputusan Direksi dalam penetapan Limit Resiko yang secara periodik dikaji oleh Direksi dan dievaluasi oleh Dewan Komisaris, hal ini untuk meningkatkan kualitas penerapan Managemen Risiko pada setiap divisi.

Sebagai bentuk evaluasi Direksi telah menetapkan pembaharuan SOP Manajemen Risiko pada tahun 2019.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

Penerapan Fungsi Kepatuhan

a. Telah ditunjuk Direktur yang membawahi Fungsi Kepatuhan dan

b. Telah ditunjuk Pejabat Eksekutif oleh Direktur Utama dan Direktur yang bertanggungjawab/membawahi pada fungsi kepatuhan untuk pelaksanaannya, telah berupaya untuk memastikan bahwa BPR telah melaksanakan kepatuhan terhadap sistem dan prosedur operasional (SOP), peraturan OJK dan BI, maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Fungsi Pengendalian Internal

a. Pelaksanaan fungsi audit internal yang dilaksanakan oleh auditor internal yang dalam melaksanakan tugasnya telah berjalan baik dan efektif.

b. Dalam melakukan pemeriksaan audit intern telah berpedoman pada pedoman budaya anti fraud, seperti SOP Internal, Ketentuan dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia serta peraturan-peraturan yang terkait lainnya.

c. Audit Internal dalam melaksanakan pemeriksaannya berupa Audit Bulanan danTahunan (yang mencakup hasil pemeriksaan Harian dan Mingguan), Surprise Audit yang dilaksanakan pada saat akan libur panjang, pada saat akan closing system atau saat akan adanya pelunasan kredit dll serta kepada isu-isu yang berpotensi kearah Fraud (Whistle Blower) dan atas permintaan jajaran Direksi.

d. Audit Internal menyampaikan Laporan Hasil Audit kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris serta tembusan Direktur yang bertanggungjawab pada fungsi kepatuhan.

e. Audit Internal melaksanakan proses audit yang telah direncanakan/berdasarkan plan sehingga menghasilkan audit yang efektif dan efisien.

Fungsi Audit External

Audit Eksternal yang ditunjuk oleh Direksi setelah mendapat persetujuan dari Pemegang Saham melalui RUPS diikat dengan kontrak perjanjian kerja yang jelas. Audit Eksternal ditujukan untuk memberikan pendapat yang independen dan obyektif mengenai kewajaran, ketaat-azasan dan kesesuaian laporan

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

keuangan BPR dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tahun 2019 BPR Difobutama telah menunjuk Audit External (KAP) Moch.

Zainudin Sukmadi.

2.6 Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) dan Penyediaan Dana Besar (Related Party) atau BPMK

Total Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar posisi Desember 2019 sebagai berikut :

PENYEDIAAN DANA Jumlah

Debitur Nominal (Jutaan Rp) Kepada Pihak Terkait

Kepada Pihak Tidak Terkait (Debitur Inti)

a. Individual 82 19.479.561

b. Grup 9 3.550.000

2.7 Rencana Strategis Bank

Beberapa faktor penting yang menjadi perhatian dalam pengembangan bisnis di tahun 2019.

a. Rencana Jangka Pendek Tahun 2019

Beberapa faktor penting yang menjadi perhatian dalam pengembangan bisnis di tahun 2019.

1. Peningkatan Promosi Kredit area Kantor Depok dan Tajur dengan upaya mencari dan menyaring SDM yang memenuhi standar sesuai dengan yang dibutuhkan divisi.

2. Peningkatan Promosi Produk Tabungan dan Deposito area Kantor Depok dan Tajur dengan menyebarkan Brosur/Flayer, Pemasangan Spanduk/Banner dan melalui media elektronik seperti pemasangan iklan di google.

3. Menurunkan NPL menjadi 5% dengan cara menerapkan kebijakan sesuai SK Direksi No. 015/SK-DIR/OPR/DU/BNK/VII/18 tentang fasilitas Pelunasan Kredit Bermasalah bagi nasabah katagori kredit macet hanya dikenakan sisa baki debet untuk pelunasan, sedangkan untuk katagori kredit bermasalah lain diupayakan Reschedulling, Restructure atau Reconditioning.

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2019 PT. BPR DIFOBUTAMA

4. Melakukan efisiensi biaya dengan cara mengurangi beban operasional seperti beban sewa kendaraan kantor, tunjangan kesehatan, konsumsi, perlengkapan, peralatan dan BBM untuk operasional kantor.

b. Rencana Jangka Menengah Tahun 2019

1. Peningkatan kualitas pengelolaan proses Business Internal dan Costumer Relationships Management.

2. Peningkatan Base Costumer wilayah Depok dan Bogor dengan cara melakukan kunjungan rutin tiap minggu ke pasar-pasar atau event literasi keuangan dan event lainnya.

2.8 Tantangan Masa Depan Dan Rencana Jangka Panjang Bank

Pembiayaan yang di sajikan oleh para kompetitor yang semakin mudah di era teknologi untuk itu BPR DIFOBUTAMA juga terus melakukan inovasi dengan cara mengembangkan pemasaran melalui e-commerce (perdagangan elektronik), membuat produk baik jenis produk tabungan, deposito dan kredit yang disesuaikan atas kebutuhan nasabah, mengembangkan system BSC yang

Pembiayaan yang di sajikan oleh para kompetitor yang semakin mudah di era teknologi untuk itu BPR DIFOBUTAMA juga terus melakukan inovasi dengan cara mengembangkan pemasaran melalui e-commerce (perdagangan elektronik), membuat produk baik jenis produk tabungan, deposito dan kredit yang disesuaikan atas kebutuhan nasabah, mengembangkan system BSC yang

Dokumen terkait