N
o Kode Rekening Uraian Target Pendapatan
Realisasi (Rp)
% Pencapaian Target
Sebelumnya Saat Ini S/D Saat Ini
1 2 3 4 5 6 7 8 = 7 : 4
1 Pend. Jasa Layanan 25,000,000 10,000,000 700,000 10,700,000 43%
………..,……… Bendahara Penerimaan/Bendahara Penerimaan Pembantu
(………) NIP.
31
REKAPITULASI PIUTANG Periode: 1 Juli 20XX
No Kode Rekening Uraian Piutang
Sebelumnya Mutasi Piutang Saat Ini Tambah Kurang 1 Piutang Umum 1,800,000 - - 1,800,000 2 Piutang Penjamin A 850,000 - - 850,000 3 Piutang Penjamin B 800,000 - 800,000 - 4 Piutang Penjamin C 600,000 - - 600,000 5 Piutang Penjamin D 500,000 - - 500,000 TOTAL 4,550,000 - 800,000 3,750,000
Rekapitulasi Piutang dan Nota Kredit melakukan pencatatan akun Laporan Keuangan BLUD :
Tanggal Uraian Debet Kredit
1-Agt-10 Kas Bendahara Penerimaan 700,000
Selisih Lebih/Kurang Kerugian Klaim 100,000
Piutang Jamkesmas 800,000
Pencatatan dengan menggunakan akun Laporan Keuangan BLUD sudah tidak mencatat pendapatan lagi, karena pendapatan sudah diakui dan dicatat saat hak untuk menagih timbul berdasarkan Rekapitulasi Pendapatan Jasa Layanan. Pencairan akan diakui sebagai pengurang piutang Penjamin. Dengan adanya pencairan dana Penjamin sebesar Rp. 700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah) piutang Penjamin sebesar Rp. 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah) telah dianggap tertagih semua dan selisihnya sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) akan dibebankan sebagai Selisih Lebih/Kurang Kerugian Klaim. Jika pencairan dana Penjamin lebih besar dari piutang Penjamin, maka selisihnya juga diakui dan dicatat sebagai Selisih Lebih/Kurang Kerugian Klaim.
g. Pencatatan Pendapatan Diterima Dimuka dari Pihak Penjamin Pelayanan Kesehatan.
Beberapa penjamin pembiayaan pelayanan kesehatan memberikan uang muka terlebih dahulu kepada rumah sakit. Praktik ini lazim digunakan untuk mekanisme penjamin dari Jamkesmas yang memberikan dropping dana tersebih dahulu kepada masing-masing rumah sakit.
Pada saat dana Jamkesmas diterima oleh BLUD, maka berdasarkan Rekening Koran, fungsi akuntansi akan mencatatnya dengan menggunakan akun Laporan Keuangan BLUD. Sebagai contoh, pada tanggal 3 Januari 20XX diterima dana Jamkesmas oleh BLUD sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) maka jurnal yang dibuat oleh fungsi akuntansi dengan menggunakan akun Laporan Keuangan BLUD adalah sebagai berikut :
33
Tanggal Uraian Debet Kredit
3-Jan-XX Kas Bendahara
Penerimaan 100,000,000
Pendapatan Diterima
Dimuka 100,000,000
Saat dana Jamkesmas cair fungsi akuntansi tidak mencatat sebagai penambah kas bendahara penerimaan tapi sebagai pengurang pendapatan diterima dimuka. Pencatatan oleh fungsi akuntansi dengan menggunakan akun Laporan Keuangan BLUD adalah sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
1-Agt-XX Pendapatan Diteirma Dimuka 700,000
Selisih Lebih/Kurang
Kerugian Klaim 100,000
Piutang
Jamkesmas 800,000
2) Pendapatan Hibah.
a. Pencatatan Hibah Berupa Kas
Tanggal 1 Agustus BLUD menerima hibah dari Yayasan Paru Indonesia berupa uang tunai senilai Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah). Berdasarkan bukti penerimaan kas (kuitansi) maka fungsi akuntansi BLUD akan melakukan pencatatan sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
1-Agt-10 Kas Bendahara Penerimaan 5,000,000
Pendapatan Hibah-LO 5,000,000
b. Pencatatan Hibah Berupa Barang Pakai Habis
Tanggal 10 Agustus BLUD menerima hibah dari Yayasan Paru Indonesia berupa alat kesehatan habis pakai. Harga pasar dari alat
kesehatan habis pakai tersebut adalah Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah). Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Barang maka
Pencatatan hibah tersebut untuk hibah dalam bentuk barang pakai habis tergantung dari metode pencatatan persediaan yang digunakan oleh BLUD. Jika BLUD menggunakan metode fisik dalam mencatat persediaannya maka atas jumlah yang sama dengan pendapatan hibah akan dicatat sebagai biaya bahan. Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
10-Agt-XX Biaya Bahan 3,000,000
Pendapatan Hibah-LO 3,000,000
Sebaliknya, jika BLUD menggunakan metode perpetual dalam mencatat persediaannya maka atas jumlah yang sama dengan pendapatan hibah akan dicatat sebagai persediaan bahan pakai habis. Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
10-Agt-XX Persediaan Bahan Pakai Habis 3,000,000
Pendapatan Hibah-LO 3,000,000
c. Pencatatan Hibah BerupaBarang Modal
Jika pada tanggal 10 Agustus 20XXBLUD menerima hibah dari Yayasan Paru Indonesia berupa alat kedokteran. Harga pasar dari alat kedokteran tersebut adalah Rp. 7.000.000,- (tujuh juta rupiah). Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Barang maka fungsi akuntansi BLUD melakukan pencatatan sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
10-Agt-XX Peralatan dan Mesin 7,000,000
Pendapatan
Hibah – LO 7,000,000
3) Pendapatan dari Hasil Kerjasama dengan Pihak lain. a. Pencatatan pendapatan dan piutang hasil kerjasama
BLUD mengadakan kerjasama dalam bentuk sewa tempat untuk usaha fotocopy. Dalam nota perjanjian disebutkan bahwa pembayaran sewa dilakukan setiap akhir bulan sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah). Pada 31 Agustus 20XX belum ada pembayaran untuk sewa tempat, atas tunggakan tersebut telah dicatat di dalam Rekapitulasi Piutang.
35
Berdasarkan Rekapitulasi Piutang fungsi akuntansi hanya melakukan pencatatan dengan menggunakan akun Laporan Keuangan BLUD. Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
31-Agt-XX Piutang Hasil Kerjasama 1,000,000
Pendapatan Hasil
Kerjasama 1,000,000
b. Pencatatan pelunasan piutang hasil kerjasama
Tanggal 10 September 20XX terdapat pembayaran ataspiutang hasil kerjasama. Atas pembayaran tersebut telah dicatat di rekapitulasi piutang sebagai mutasi kurang.
REKAPITULASI PIUTANG Periode: 1 Juli 20XX
No Kode Rekening Uraian Piutang Sebelumnya Mutasi Piutang
Saat Ini
Tambah Kurang
1 Piutang Hasil Kerjasama 1,000,000 - 1.000.000 -
Berdasarkan Rekapitulasi Piutang, fungsi akuntansi melakukan pencatatan sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
10-Sep-XX Kas Bendahara Penerimaan 1,000,000
Piutang Hasil
Kerjasama 1,000,000
4) Pendapatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Pendapatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahdiakui dan dicatat berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan Pengesahan Surat PertanggungjawabanGanti Uang (SPJ GU) yang bersumber dari dana Kas Umum Daerah.Berikut adalah beberapa cara pencatatan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan Pengesahan Surat Pertanggungjawaban :
a. Diterima oleh fungsi akuntansi Surat Perintah Pencairan Dana Langsung(SP2D LS)tanggal 20 September 20XXdengan rincian sebagai berikut :
Pembebanan (Afektasi)
Belanja Modal Gedung
Tempat Kerja 80,000,000 Potongan 1 PPN 8,000,000 Potongan 2 Pendapatan Denda Keterlambatan 12,000,000 Jumlah Potongan 20,000,000 Jumlah Dibayarkan 60,000,000
Pencatatan dalam jurnal dengan menggunakan akun Laporan Keuangan BLUD adalah sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
20-Sep-XX Gedung 80,000,000 Ekuitas 12,000,000 Utang PPn 8,000,000 8,000,000 PendapatanDenda Keterlambatan 12,000,000 Pendapatan APBD 80,000,000
Atas pendapatan denda keterlambatan kasnya tidak diterima oleh BLUD, tetapi langsung masuk ke Kas Umum Daerah.
Pendapatan denda keterlambatan diperlakukan seakan-akan ada kas yang masuk dari pendapatan kemudian disetor ke Kas Umum Daerah, sehingga atas penyetoran tersebut akan mengurangi ekuitas. b. Diterima oleh fungsi akuntansi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)
Gaji tanggal 1 Oktober 20XX dengan rincian sebagai berikut :
Pembebanan (Afektasi) Gaji Pokok 10,000,000 Tunjangan Jabatan 2,000,000 Pembulatan Gaji 3,450 Potongan 1 PPh 21 500,000 Potongan 2 Pembulatan Gaji 450 Jumlah Potongan 500,450 Jumlah Dibayarkan 11,503,000
Pencatatan dalam jurnal dengan menggunakan akun Laporan Keuangan BLUD adalah sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
1-Okt-XX Biaya Pegawai 12,003,000
Utang PPh 21 500,000 500,000
39
Dalam contoh diatas, tampak jumlah pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah diakui sebesarRp. 12.003.000 (setelah dikurangi dengan potongan 2 pembulatan gaji), karena rekening potongan sama dengan rekening belanja, sehingga potongan pembulatan gaji akan mengurangi realisasi belanja pembulatan gaji, berbeda dengan contoh sebelumnya dimana rekening potongan berbeda dengan rekening belanjanya, sehingga pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahdiakui bruto sebelum dikurangi dengan potongan.
c. Diterima oleh fungsi akuntansi Surat Perintah Pencairan Dana Ganti Uang (SP2D GU) tanggal 1 Oktober 20XX dengan rincian sebagai berikut : Pembebanan (Afektasi) Kas Bendahara Pengeluaran 200,000,000 Jumlah Dibayarkan 200,000,000
Pencatatan dalam jurnal dengan menggunakan akun Laporan Keuangan BLUD adalah sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
1-Okt –XX Kas Bendahara Pengeluaran 200,000,000
Pendapatan APBD 200,000,000
Surat Perintah Pencairan Dana Ganti Uang (SP2D GU) tidak diakui sebagai pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahtetapi sebagai penambah ekuitas. Pengakuan pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahadalah saat Surat Pertanggungjawaban UP/GU/TU disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan.
d. Pengesahan Surat Pertanggungjawabanyang diterima oleh fungsi akuntansi di BLUD dicatat di akun Laporan Keuangan BLUD.
Pencatatan dalam jurnal dengan menggunakan akun Laporan Keuangan BLUD adalah sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
Honorarium Narasumber XXXX
Belanja ATK XXXX
Kas Bendahara
Pengeluaran XXXX
e. Saat pengembalian UP pada akhir tahun anggaran
Nilai yang dicatat adalah sebesar jumlah uang yang dikembalikan. Pencatatan dalam jurnal dengan menggunakan akun Laporan Keuangan BLUD adalah sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
Pendapatan XXXX
Kas Bendahara
Pengeluaran XXXX
5) Pendapatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Pendapatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negaradiakui dan dicatat berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) atau nota kredit. Ketika Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) atau nota kredit diterima oleh Bendahara Penerimaan BLUD pada saat itu diakui penambahan Pendapatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negaradi Laporan Keuangan BLUD.
Tanggal Uraian Debet Kredit
Biaya XXX
Aset XXX
Pendapatan APBN XXX
6) Lain lain Pendapatan BLUD yang Sah
a. Hasil penjualan kekayaan yang tidak dipisahkan, diakui pada saat kas diterima atau saat hak untuk menagih timbul berdasarkan dokumen penerimaan kas atau dokumen piutang BLUD. Ilustrasi sebagai berikut Contoh :
Pada tanggal 5 Oktober 20XXBLUD melakukan penjualan atas sisa bangunan yang dirobohkan. Atas pejualan tersebut telah diterima kas sejumlah Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah). Berdasarkan dokumen penerimaan kas tersebut, fungsi akuntansi akan melakukan pencatatan sebagai berikut :
41
Tanggal Uraian Debet Kredit
5-Okt –XX Kas Bendahara Penerimaan 1,500,000
Pendapatan Hasil
Penjualan Kekayaan 1,500,000
Jika transaksi pada tanggal 5 Oktober 20XX diatas belum dibayar, tetapi sudah ada penyerahan barang berdasarkan bukti serah terima barang, maka fungsi akuntansi hanya melakukan pencatatan dengan menggunakan akun Laporan Keuangan BLUD sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
5-Okt –XX Piutang Hasil Penjualan Kekayaan 1,500,000
Pendapatan Hasil
Penjualan Kekayaan 1,500,000
Atas pelunasan piutang berdasarkan transaksi diatas tanggal 20Oktober 20XX maka fungsi akuntansi melakukan pencatatan sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
20-Okt –XX Kas Bendahara Penerimaan 1,500,000
Piutang Hasil
Penjualan Kekayaan 1,500,000
b. Jasa giro, diakui pada saat kas diterima berdasarkan dokumen penerimaan kas misal rekening koran. Contoh berikut sebagai ilustrasi :
Berdasarkan rekening koran tertanggal 31 Oktober 20XX terdapat transaksi pendapatan jasa giro sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah). Berdasarkan rekening koran tersebut fungsi akutansi akan melakukan pencatatan.
Tanggal Uraian Debet Kredit
31-Okt –XX Kas Bendahara Penerimaan 500,000
Pend Jasa Giro Bend
c. Pendapatan bunga, diakui pada saat diterima berdasarkan dokumen penerimaan kas.
Contoh berikut sebagai ilustrasi :
Berdasarkan rekening koran tertanggal 31 Oktober 20XX terdapat transaksi pendapatan bunga atas deposito (kurang dari 3 bulan) sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).Berdasarkan rekening koran tersebut fungsi akutansi melakukan pencatatan
Tanggal Uraian Debet Kredit
31-Okt –XX Kas Bendahara Penerimaan 1,000,000
Pend Bunga
Deposito 1,000,000
d. Pendapatan keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, timbul akibat adanya perubahan kurs mata uang asing. Pendapatan ini diakui jika sudah ada realisasi, artinya mata uang asing tersebut telah ditukarkan ke dalam mata uang rupiah. Contoh berikut sebagai ilustrasi :
BLUD pada bulan januari 20XX menerima hibah berupa mata uang asing sebesar $ 500 USA. Pada saat itu kurs tengah Bank Indonesia Rp 9.000,- sehingga atas pendapatan hibah tersebut diakui menambah kas sebesar Rp. 4.500.000,-. Pada tanggal 1 Nopember 20XX mata uang asing tersebut ditukarkan ke dalam mata uang rupiah, dimana pada saat ini kurs tengah Bank Indonesia adalah Rp. 10.000,-. Atas transaksi tanggal1 Nopember 20XX, fungsi akuntansi akan melakukan pencatatan.
Tanggal Uraian Debet Kredit
1-Nov-XX Kas Bendahara Penerimaan 500,000
Pendapatan
Keuntungan Selisih Nilai Tukar Rupiah
500,000
e. Komisi, potongan ataupun bentuk lain, sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan barang dan/atau jasa oleh BLUD dikurangkan dari harga pembelian dan diakui sebagai pendapatan. Contoh berikut sebagai ilustrasi :
43
Pada tanggal 5 Nopember 20XXBLUD melakukan pembelian 100 Rim kertas Rp.5.000.000,- (lima juta rupiah). Atas pembelian tersebut terdapat potongan harga 10% (sepuluh persen).Jumlah yang dibayarkan adalahRp. 4.500.000,- (empat juta lima ratus ribu rupiah). Potongan harga sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) akan diakui sebagai pendapatan potongan. Berdasarkan kuitansi pembelian maka fungsi akuntansi mencatat:
Tanggal Uraian Debet Kredit
5-Nov-XX Biaya Alat Tulis Kantor 5,000,000
Kas Bendahara
Pengeluaran 4,500,000
Pend Potongan
Pembelian 500,000
B.5 PENGUKURAN
Pengukuran pendapatan menggunakan mata uang rupiah berdasarkan nilai sekarang kas yang diterima dan atau akan diterima. Pendapatan yang diperoleh dalam mata uang asing dikonversi ke mata uang rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah Bank Indonesia) pada saat terjadinya pendapatan.
B.6 PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
Pendapatan disajikan dalam kelompok pendapatan pada Laporan Operasional, dan diungkapkan secara rinci dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
C..KEBIJAKAN AKUNTANSI BIAYA C.1 DEFINISI
BiayaLaporan Operasional atau biasa disebut dengan biaya adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar kas atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas bersih.
C.2 KLASIFIKASI BIAYA
Biaya BLUD diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Biaya Operasional; mencakup seluruh biaya yang menjadi beban BLUD dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi.
Biaya Operasional terdiri dari:
a. Biaya Pelayanan; mencakup seluruh biaya operasional yang berhubungan langsung dengan kegiatan pelayanan, meliputi:
- biaya pegawai ; - biaya bahan ;
- biaya jasa pelayanan ; - biaya pemeliharaan ; - biaya barang dan jasa.
b. Biaya Umum dan Administrasi ; mencakup seluruh biaya operasional yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan pelayanan, meliputi:
- biaya pegawai ;
- biaya administrasi kantor ; - biaya pemeliharaan ;
- biaya barang dan jasa ; - biaya promosi ;
- biaya umum dan administrasi lain lain.
2. Biaya Non Operasional; mencakup seluruh biaya yang menjadi beban BLUD dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi. Terdiri dari: a. Biaya bunga ;
b. Biaya Administrasi Bank ;
c. Biaya Kerugian Penjualan Aset Tetap ; d. Biaya Kerugian Penurunan Nilai ; e. Biaya Non Operasional Lain lain.
C.3 Pengakuan Biaya
1. Pengakuan biaya atas pengeluaran dari Rekening Kas Umum Daerah yaitu berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana Langsung (SP2D – LS).
2. Pengakuan biaya atas pengeluaran dari Rekening Kas Bendahara Pengeluaran BLUD yaitu berdasarkan Pengesahan Surat Pertanggungjawaban.
3. Kewajiban BLUD yang belum terbayar diakui sebagai biaya pada akhir periode.
45
1. Pencatatan Belanja atas Pengeluaran dari Rekening Kas Umum Daerah
Pada Laporan Keuangan BLUD atas belanja dari Rekening Kas Umum Daerah dicatat sebagai biaya atau penambah aset berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana Langsung (SP2D – LS), Contoh berikut sebagai ilustrasi :
Saat Belanja Modal
Tanggal 27 Maret20XX bagian penerimaan Barang BLUD telah menerima 2 unit PC @ 6.500.000. Atas penerimaan tersebut telah dibuatkan Berita Acara Serah Terima Barang tertanggal 27 Maret20XX. Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Barang dan kelengkapan dokumen lainnya , PPK – SKPD akan membuat SPM – LS nomor 001. Tanggal 31 Maret BPKAD telah menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana Langsung (SP2D – LS) sebagai berikut :
Pembebanan (Afektasi)
Belanja Modal Peralatan Kantor & RT 13,000,000
Potongan 1
PPN 1,300,000
Jumlah Potongan 1,300,000
Jumlah Dibayarkan 11,700,000
Fungsi akuntansi BLUD akan melakukan pencatatan dan pengakuan belanja dan penambahan aset langsung berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana Langsung (SP2D – LS) sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
31-Mar-XX Peralatan Kantor dan RT 13,000,000
Utang PPN 1,300,000 1,300,000
Pendapatan APBD 13,000,000
Pencatatan dalam akun Laporan Keuangan BLUD tidak diakui sebagai biaya tapi diakui sebagai penambah aset.
Tanggal 27 Maret 20XX bagian penerimaan Barang BLUD telah menerima alat kesehatan pakai habis senilai Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah). Atas penerimaan tersebut telah dibuatkan Berita Acara Serah Terima Barang tertanggal 27 Maret20XX. Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Barang dan kelengkapan dokumen lainnya, PPK – SKPD akan membuat SPM – LS nomor 003. BPKAD telah menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana Langsung (SP2D – LS) sebagai berikut :
Pembebanan (Afektasi)
Belanja Alat Kesehatan Pakai
Habis 20,000,000
Potongan 1
PPN 2,000,000
Jumlah Potongan 2,000,000
Jumlah Dibayarkan 18,000,000
Fungsi akuntansi BLUD akan melakukan pencatatan dan pengakuan belanja atau penambahan aset berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana Langsung (SP2D – LS). Pencatatan dengan menggunakan akun Laporan Keuangan BLUD adalah sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
31-Mar-XX Biaya Alat Kesehatan Pakai Habis 20,000,000
Utang PPN 2,000,000 2,000,000
Pendapatan APBD 20,000,000
Belanja alat kesehatan habis pakai dalam Laporan Keuangan BLUD dicatat dan diakui menambah biaya jika metode pencatatan persediaan yang digunakan adalah metode fisik, tetapi jika metode pencatatan persediaan menggunakan metode perpetual maka belanja alat kesehatan pakai habis akan diakui menambah persediaan.
Contoh pencatatan jurnal jika metode perpetual yang digunakan dalam mencatat persediaan adalah sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
31-Mar-XX
Persediaan Alat Kesehatan
Pakai Habis 20,000,000
Utang PPN 2,000,000 2,000,000
Pendapatan APBD 20,000,000
2. Pencatatan Belanja atas Pengeluaran dari Rekening Kas Bendahara Pengeluaran (dana UP/GU/TU/Fungsional).
47
Pencatatan belanja/biaya atas pengeluaran dari Rekening Kas Bendahara Pengeluaran (dana UP/GU/TU/Fungsional) denganakun Laporan Keuangan BLUDadalah berdasarkan Pengesahan Surat Pertanggungjawab (SPJ) yang sudah disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan.
Misal pada tanggal 3Januari20XX diterima oleh fungsi akuntansi Pengesahan SPJ GU untuk periode bulan Desember 20XXdari Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah sebagai berikut :
PENGESAHAN SPJ GU
Sumberdana : Subsidi
Tanggal 31 Desember 20XX
No Kode Rekening Uraian Jumlah Ket
1 A Belanja ATK 1,500,000
2 B
Belanja Alkes pakai
Habis 15,000,000 3 C Belanja Dokumentasi 10,000,000 4 D Belanja Cetak 2,000,000 5 E Belanja Air 1,000,000 6 F Belanja Listrik 2,000,000 7 G Belanja Telepon 1,500,000 TOTAL 33,000,000
Atas pengesahan SPJ GU tersebut maka fungsi akuntansi akan melakukan pencatatan dengan menggunakan akun Laporan Keuangan BLUDsebagai berikut :
Pencatatan Menggunakan Metode Fisik
Tanggal Uraian Debet Kredit
31-Dec-XX Biaya ATK 1,500,000
Biaya Alkes Pakai Habis 15,000,000
Biaya Dokumentasi 10,000,000 Biaya Cetak 2,000,000 Biaya Air 1,000,000 Biaya Listrik 2,000,000 Biaya Telepon 1,500,000 Kas Bendahara Pengeluaran 33,000,000
Tanggal Uraian Debet Kredit
31-Dec-XX Biaya ATK 1,500,000
Persediaan Alkes Pakai Habis 15,000,000
Biaya Dokumentasi 10,000,000 Biaya Cetak 2,000,000 Biaya Air 1,000,000 Biaya Listrik 2,000,000 Biaya Telepon 1,500,000 Kas Bendahara Pengeluaran 33,000,000
Belanja air, listrik dan telepon yang tampak dalam Pengesahan Surat Pertanggungjawab (SPJ) di atas adalah atas pemakaian air, listrik dan telepon bulan Nopember yang dibayar pada bulan Desember. Kewajiban BLUD atas pemakaian air, listrik, dan telepon bulan Desember diakui sebagai biaya pada akhir periode.Jurnal yang dibuat oleh fungsi akuntansi untuk mengakui kewajiban BLUD yang belum terbayar adalah sebagai berikut :
Tanggal Uraian Debet Kredit
31-Dec-XX Biaya Air 1,200,000
Biaya Listrik 2,300,000
Biaya Telepon 1,000,000
Utang Belanja Air 1,200,000
Utang Belanja Listrik 2,300,000
Utang Belanja Telepon 1,000,000
Pencatatan pelunasan belanja
Belanja air, listrik dan telepon bulan desember 20XX dibayar pada bulan januari 20XX. Misal tanggal 5 Pebruari 20XX diterima oleh fungsi akuntansi Pengesahan Surat Pertanggungjawaban bulan Januari 20XX sebagaiberikut :