• Tidak ada hasil yang ditemukan

38 | LAPORAN TAHUNAN BANK SYARIAH BUKOPIN

Dalam dokumen Laporan | Bank Syariah Bukopin (Halaman 139-141)

ganti kerugian sesuai dengan UU No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang Tenaga Kerja tentang “Penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian di Perusahaan”. Pencadangan ini dilakukan sesuai dengan PSAK No. 24 tentang “Imbalan Kerja”.

Beban imbalan pasca kerja yang diakui dilaporan laba rugi adalah:

2010 2009

Biaya jasa kini 671.322.000 403.510.000

Biaya bunga 379.336.000 344.495.000

Keuntungan aktuaria yang belum diakui (68.664.000) (85.260.000) Biaya jasa lalu 40.910.000 40.910.000

Jumlah 1.022.904.000 703.655.000

Mutasi kewajiban bersih di neraca adalah sebagai berikut :

Saldo awal tahun 4.629.607.000 3.971.982.000 Beban tahun berjalan 1.022.904.000 703.655.000 Pembayaran manfaat (82.297.000) (46.030.000)

Saldo akhir tahun 5.570.214.000 4.629.607.000

Kewajiban imbalan pasca kerja yang termasuk dalam neraca berdasarkan proyeksi dari laporan aktuaria dari PT Eldridge Gunaprima Solution. aktuaris independen untuk posisi 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut :

2010 2009

Nilai kini kewajiban 5.907.148.000 3.698.621.000 Kerugian masa lalu (274.846.000) (315.756.000) Kerugian aktuarial yang belum diakui (62.088.000) 1.246.742.000

Kewajiban bersih 5.570.214.000 4.629.607.000

Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan estimasi biaya dan kewajiban imbalan kerja oleh manajemen dan PT Eldridge Gunaprima Solution, aktuaris independen,untuk posisi 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

a. Tingkat proyeksi kenaikan gaji 8 % per tahun/8% per year 8 % per tahun/8% per year b. Bunga Teknis 7 % per tahun /7% per year 10,5 % per tahun/10.5% per year

and losses compensation in accordance with regulation No.13/2003 dated March 25, 2003 on labor on

“Settlement of termination of work and determination of benefits, working period reward benefits and losses compensation in a company”. The reservation is conducted in accordance with PSAK No. 24 on “work benefits”.

24. Kewajiban imbalan kerja - lanjutan 24. Benefits obligations- continue

Post working benefits expenses recognized in statements of income are: Current services expenses Interest expenses Unrecognized actuarial profit Past servcies expenses

Total

Balance sheets net obligation mutations are as follow: Balance in the beginning of year Expenses during the year Benefits payment

Balance in the end of year

Obligations of post work benei ts included in the balance sheets based on the latest actuarial statements from PT Eldrige Gunaprima Solution, independent actuary as of December 31, 2010 and 2009 are as follow:

Present value of obligations Past losses Unrecognized actuarial loses

Net obligations

a. Projection level of salary raise b. Technical interests Main assumption used in expenses and obligations of post work benefits estimation by the management and PT Eldridge Gunaprima Solution, independent actuary, as of December 31, 2010 and 2009 are as follow:

PT Bank Syariah Bukopin

Catatan atas laporan keuangan

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 (Dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009)

(Dalam Rupiah)

PT Bank Syariah Bukopin

Notes to the Financial Statements

For the year ended on December 31, 2010 (With comparative i gures for the year ended on December 31, 2009)

(Expressed in Rupiah)

25. Modal saham

a. Bank telah mendapat Surat Keputusan dari Direktorat Pengawasan Bank Indonesia 1 No. 7/246/DPwBI/PWB16 tanggal 29 Juli 2005 tentang pengesahan Modal disetor Bank yang terkoreksi Rp20.000.000 pada tahun 2004 ke setoran modal.

b. Berdasarkan akta No. 32 tertanggal 09 Desember 2005 yang dibuat dihadapan H. Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta tentang Modal Dasar Rp300.000.000.000 terjadi perubahan klasii kasi saham dari saham biasa menjadi saham seri A dan seri B. Terbagi atas saham seri A sejumlah 8.137.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp10.000 atau senilai Rp81.370.000.000 dan seri B sejumlah 2.186.300.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100. Akta ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia republik Indonesia, dengan Surat Keputusan tertanggal 15 Desember 2005 No. C-33348.HT.01.04.TH.2005. c. Sampai dengan tanggal 30 Desember 2005, Bank telah

menerima setoran modal sebesar Rp174.000.000.000 yang dicatat dalam Escrow Account Bank. Sesuai dengan surat Bukopin No.352/DOPS/I/2006 tertanggal 17 Januari 2006 mengenai penarikan sebagian setoran modal pada Bank senilai Rp8.000.000.000. Penarikan ini telah dilakukan pada tanggal 20 Januari 2006 senilai Rp6.000.000.000 dan Rp2.000.000.000 pada tanggal 25 Januari 2006, sehingga total setoran modal ke Bank menjadi Rp42.000.000.000. Dan PT Mitra Usaha Sarana menambahkan setoran modalnya pada tanggal 05 dan 11 Januari 2006 senilai Rp3.000.000.000, sehingga jumlah setoran modalnya menjadi Rp8.000.000.000

d. Berdasarkan akta keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.26 tertanggal 29 Desember 2005, yang dibuat dihadapan Adrian Djuani, S.H., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan Modal Dasar Rp1.000.000.000.000 yang terbagi atas saham seri A sejumlah 8.137.000 saham dengan nilai nominal Rp 10.000 atau senilai Rp81.370.000.000 dan saham seri B sejumlah 9.186.300.000 saham dengan nilai nominal Rp100 atau senilai Rp918.630.000.000. Akta ini telah menda- pat pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-1608.HT.01.04.TH.2006 tanggal 19 Januari 2006.

e. Berdasarkan akta keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 27 tertanggal 31 Maret 2008, yang dibuat dihadapan Adrian Djuani, S.H., Notaris di Jakarta, mengenai

25. Capital stock

a. The Bank received a letter of decision from Supervisory Directorate of Bank Indonesia 1 No. 7/246/DPwBI/PWB16 dated July 29, 2005 on the ratii cation of the corrected Bank’s issued capital of Rp 20,000,000 in year 2004 to the capital.

b. Based on deed no. 32 dated December 9, 2005 by H. Arry Supratno, S.H., a notary in Jakarta on capital of Rp300,000,000,000 shares reclassii cation from general shares into A and B series shares. Consisted of A series shares of 8,137,000 shares with nominal value of Rp10,000 or amounting Rp81,370,000,000 and B series shares of 2,186,300,000 shares with nominal value of Rp 100. The deed was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia with letter of decision dated December 15, 2005 No. C-33348.HT.01.04.TH.2005.

c. As of December 30, 2005, the Bank received issued capital of Rp174,000,000,000 recognized in Escrow Account Bank. In accordance with letter from Bukopin No.352/DOPS/I/2006 dated January 17, 2006 on withdrawal of parts of the capital issued to the Bank amounting Rp8,000,000,000, the withdrawal dated January 20, 2006 amounting Rp6,000,000,000 and Rp 2,000,000,000 dated January 25, 2006 so that total capital issued to the Bank amounting

Rp42,000,000,000. PT Mitra Usaha Sarana added its capital issuance dated January 5 and 11, 2006 of Rp3,000,000,000, so the total issued capital amounting Rp8,000,000,000

d. Based on deed No.26 decision of Extraordinary General Meeting of Shareholders dated December 29, 2005 by Adrian Djuani, S.H., a notary in Jakarta, on changes of capital Rp1,000,000,000,000 consisted of A series shares of 8,137,000 shares with nominal value of Rp10,000 or worth of Rp81,370,000,000 and B series shares of 9,186,300,000 shares with nominal value of Rp100 or worth of Rp918,630,000,000. The deed was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia No. C-1608.HT.01.04.TH.2006 dated January 19, 2006. e. Based on deed No. 27 of Extraordinary General

Meeting of Shareholders dated March 31, 2008 by Adrian Djuani, S.H., a notary in Jakarta on acquisition

Dalam dokumen Laporan | Bank Syariah Bukopin (Halaman 139-141)