3.1. SUMBER DAYA MANUSIA
Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman (KIP) dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, didukung oleh sumber daya manusia (SDM) dengan beragam latar belakang dan jenjang profesi sesuai dengan program dan kegiatan yang harus diselesaikan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Direktorat Jenderal Cipta Karya. Pada saat laporan ini ditulis, jumlah SDM yang terlibat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat KIP adalah sebanyak 597 orang, dengan komposisi 52,26% merupakan pegawai dan sisanya sebesar 47,73% merupakan tenaga terkontrak.
Jumlah pegawai Direktorat KIP sebagaimana terlihat pada Gambar 3.1., adalah 312 orang yang terdiri dari 147 pegawai daerah (47,12%) dan 164 pegawai pusat (52,88%).
Pegawai Direktorat KIP yang berstatus pegawai daerah tersebar di 33 (tiga puluh tiga) Satuan kerja Perencanaan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (PPIP) di seluruh Indonesia. Pada Gambar 3.2. dapat terlihat, pada komposisi pegawai pusat, sebanyak 129 orang berstatus PNS (78,18%), 24 orang berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (14,55%) dan sisanya berstatus honor (7,27%).
Pada komposisi pegawai daerah, sebanyak 78 orang merupakan PNS (53,06%), 10 pegawai merupakan CPNS (6,8%) dan sisanya merupakan pegawai honor (40,14%).
KAPASITAS ORGANISASI
Gambar 3.1.
Jumlah Pegawai Direktorat KIP Klasifikasi PNS dan CPNS
Sumber: Data Kepegawaian Subbag Tata Usaha, 2015
Sumber: Data Kepegawaian Subbag Tata Usaha, 2015 Total Pegawai Pusat klasifikasi PNS, CPNS dan Honorarium
Total Pegawai Daerah klasifikasi PNS, CPNS dan Honorarium
DIREKTORAT KETERPADUAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN
Jumlah Pegawai Direktorat KIP Berdasarkan
Jenis Kelamin Gambar 3.5.
Jumlah Pegawai Berdasarkan Status Golongan
Gambar 3.6.
Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenis Jabatan Tabel 3.1.
Jumlah Pegawai berdasarkan Klasifikasi Pendidikan
Jumlah Pegawai Dit. KIP Berdasar Jenis Kelamin Jumlah Pegawai Berdasar Jenis Jabatan
Jumlah Pegawai Dit. KIP Berdasar Jabatan Sumber: Data Kepegawaian, Subbag Tata Usaha, 2015
Sumber: Data Kepegawaian, Subbag Tata Usaha, 2015
Sumber: Data Kepegawaian, Subbag Tata Usaha, 2015
Selain klasifikasi jumlah pegawai bedasarkan PNS dan CPNS yang tersebar di pusat dan daerah, komposisi SDM Direktorat KIP dapat juga dilihat berdasarkan jenis kelamin, pendidikan, golongan serta jenis jabatan yang dijelaskan pada Tabel 3.1. dan Gambar 3.4.
sebagai berikut :
Persebaran SDM berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa, pegawai Direktorat KIP didominasi oleh pegawai berjenis kelamin laki-laki sebanyak 200 orang (64,10%) dan sisanya berjenis kelamin perempuan (35,90%).
Walaupun perempuan tidak mendominasi struktur SDM, tetapi beberapa pegawai perempuan dapat menduduki jabatan eselon, dengan rincian, sebanyak 2 orang perempuan menduduki jabatan Eselon III dan 3 (tiga) orang menduduki jabatan Eselon IV.
Berdasarkan klasifikasi pendidikan, SDM Direktorat KIP didominasi oleh SDM berpendidikan S1 sebesar 45,51% dan berpendidikan SMA sebesar 29,81%. Pada umumnya, SDM yang berpendidikan SMA ini tidak melaksanakan tugas terkait kegiatan substantif, namun memiliki jabatan sebagai administrasi umum/caraka.
Berdasarkan status golongan, SDM Direktorat KIP didominasi oleh golongan III sebanyak 148 orang, dan golongan II sebanyak 44 orang.
Sementara dari sisi jenis jabatan, sebanyak 190 orang mermiliki jabatan fungsional yang terbagi atas jabatan fungsional umum sebesar 84,54% dan fungsional tertentu sebesar 7,25%
atau sebanyak 15 orang. Kecilnya jumlah SDM yang menduduki jabatan fungsional tertentu, dikarenakan masih rendahnya minat SDM untuk menduduki jabatan tersebut.
Selain SDM yang berstatus pegawai, Direktorat KIP juga dibantu dengan tenaga out-sourcing Laki-Laki
Perempuan (64,10%)200
(35,90%)112
No Pendidikan Total %
1 SD 4 1,28%
2 SMP 3 0,96%
3 SMA 93 29,81%
4 D3 Teknik 5
4,49%
Non Teknik 9
5 S1 Teknik 57
45,51%
Non Teknik 85
6 S2 Teknik 38
17,95%
Non Teknik 18
Total 312
32
Tabel 3.2
Barang Milik Negara Direktorat KIP
NO URAIAN TOTAL SATUAN HARGA
I. Tanah Nihil
II. Peralatan dan Mesin
1 Alat Angkutan 31 Unit 2,258,852,000
a. Kendaraan roda 4 12 Unit
b. Kendaraan roda 2 19 Unit
2 Alat Pengolahan 2 Buah 52,481,000
12 Peralatan Komputer/Peralatan Jaringan 615 Buah/Unit 3,534,853,415 13 Alat Eksplorasi Topografi 1 Buah/Unit 3,850,000
III. Gedung Bangunan 677,60 M2 Nihil
IV Jalan Irigasi dan Jaringan Nihil
V. Aset Tetap dalam Renovasi 3 Buah/Unit 2,195,192,103
VI. Aset Bersejarah Nihil
VII. Aset Tetap Yang Tidak Digunakan 604,279,028
VIII. Aset Tidak Berwujud 129 132,361,642,601
yang umumnya bertugas sebagai konsultan individual (tenaga terkontrak) sebanyak 285 orang (47,73% dari seluruh SDM pada Direktorat KIP). Tenaga terkontrak ini tersebar baik di pusat maupun di daerah pada Satker P2PIP provinsi. Besarnya jumlah tenaga outsourcing ini, dikarenakan kurangnya jumlah pegawai pelaksana kegiatan substantif yang harus dilaksanakan.
3.2. SARANA DAN PRASARANA
Berdasarkan daftar inventaris aset, Direktorat KIP dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di tahun 2015 didukung dengan sarana dan prasarana dengan status asset sebagaimana tergambar dalam tabel 3.2. Dari berbagai jenis sarana dan prasarana yang ada, aset yang
menunjang langsung pelaksanaan kegiatan adalah aset peralatan dan mesin, dengan jumlah terbanyak berupa peralatan kantor jenis komputer terhubung dengan jaringan sebanyak 615 buah.
Aset lainnya, yaitu bangunan, telah dimanfaatkan sepenuhnya oleh Direktorat KIP seluas 677,60 m2. Sementara untuk Satker P2PIP, pada umumnya masih memanfaatkan gedung PIP2B atau bergabung dalam bangunan perkantoran satuan kerja lainnya di lingkungan Ditjen Cipta Karya.
Selain peralatan dan mesin, terdapat pula aset tetap yang dalam proses renovasi, yaitu renovasi bangunan/ruangan Satker P2PIP Pusat,
Sumber : Hasil Olahan Subag TU – Dit. KIP 2015
DIREKTORAT KETERPADUAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN
33
1) Merupakan hasil kinerja SDM rata-rata berdasarkan penilaian SKP Tahun 2015.
CPMU Hibah serta aset tetap tidak digunakan yang direncakanan akan dihapus karena tidak layak pakai.
3.3 DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (DIPA)
Sesuai dengan perjanjian kerja yang telah ditanda tangani antara Direktur Jenderal Cipta Karya dengan Direktur KIP pada bulan Juni 2015, DIPA Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman yang digunakan adalah DIPA dengan status APBN-P sebesar Rp. 279.480.979.000,- pada bulan Agustus 2015 terdapat penambahan dana sebesar Rp.
8.796.312.000 disebabkan adanya revisi regular dalam rangka pemanfaatan sisa anggaran Tahun 2015.
Dana tambahan sebesar Rp. 8.796.312.000.- tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pada Satker P2PIP Provinsi di seluruh Indonesia Pemanfaatan sisa anggaran 2015 tersebut dapat dilakukan karena telah memenuhi kriteria dan telah mendapat persetujuan Menteri PUPR. Adanya tambahan dana akibat pemanfaatan sisa lelang, maka pagu anggaran Direktorat KIP hingga akhir tahun
anggaran adalah sebesar Rp. 288.277.291.000,-.
Adapun pemanfaatan dana tersebut, dapat dilihat pada Tabel 3.3.
Berdasarkan hasil data SDM yang telah dibahas di atas, dan jika dilakukan analisa beban investasi per kapita, maka pada tahun 2015 setiap SDM Direktorat KIP bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran sebesar kurang lebih Rp482,87 juta rupiah, dengan rata-rata nilai kinerja SDM sebesar 89,57%.1) Namun jika tidak memperhitungan SDM yang berpendidikan SMA/SMP/SD (sebanyak 100 orang), maka beban pengelolaan anggaran SDM Direktorat KIP untuk SDM yang mendukung langsung akan melonjak menjadi sebesar Rp580,03 juta.
Besarnya jumlah SDM yang tidak berperan langsung ini, cukup banyak mempengaruhi besarnya investasi per kapita dari Direktorat KIP. Oleh karena itu, berdasarkan analisa serta dalam menghadapi tantangan kedepan yang semakin berat, maka diperlukan kebijakan pengelolaan SDM untuk mengurangi beban banyaknya SDM yang berkualifikasi pendidikan SMA/SMP/SD, yang tidak berperan langsung dalam pelaksanaan kegiatan di Direktorat KIP.
34
Tabel 3.3
Pemanfaatan Dana Direktorat KIP Tahun 2015
NO SATUAN KERJA PROGRAM INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PROVINSI PEMANFAATAN DANA
1 PROVINSI ACEH 173,624,000
2 PROVINSI SUMATERA UTARA 250,000,000
3 PROVINSI SUMATERA BARAT 129,470,000
4 PROVINSI RIAU 300,000,000
5 PROVINSI KEPULAUAN RIAU 300,000,000
6 PROVINSI JAMBI 283,825,000
7 PROVINSI BENGKULU 296,896,000
8 PROVINSI BANGKA BELITUNG 301,004,000
9 PROVINSI SUMATERA SELATAN 290,244,000
10 PROVINSI LAMPUNG 342,022,000
11 PROVINSI BANTEN 300,000,000
12 PROVINSI JAWA BARAT 96,220,000
13 PROVINSI JAWA TENGAH 299,950,000
14 PROVINSI DI YOGYAKARTA 80,000,000
15 PROVINSI JAWA TIMUR 306,675,000
16 PROVINSI KALIMANTAN BARAT 350,050,000
17 PROVINSI KALIMANTAN TENGAH 398,056,000
18 PROVINSI KALIMANTAN SELATAN 266,000,000
19 PROVINSI KALIMANTAN UTARA 61,690,000
20 PROVINSI SULAWESI UTARA 307,900,000
21 PROVINSI GORONTALO 300,000,000
22 PROVINSI SULAWESI TENGAH 310,680,000
23 PROVINSI SULAWESI SELATAN 490,000,000
24 PROVINSI SULAWESI BARAT 290,000,000
25 PROVINSI SULAWESI TENGGARA 301,240,000
26 PROVINSI BALI 213,085,000
27 PROVINSI NTB 309,353,000
28 PROVINSI MALUKU 299,200,000
29 PROVINSI MALUKU UTARA 270,424,000
30 PROVINSI NTT 295,304,000
31 PROVINSI PAPUA 391,400,000
32 PROVINSI PAPUA BARAT 192,000,000
JUMLAH 8,796,312,000