• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1Kesimpulan

TINJAUAN PUSTAKA 2.1Landasan Teori

1.1 Latar Belakang Masalah

Dewasa ini pasar modal Indonesia berkembang sangat pesat, hal ini ditandai dengan melonjaknya jumlah saham yang ditransaksikan dan semakin tingginya volume perdagangan saham. Seiring dengan perkembangan yang pesat tersebut, kebutuhan akan informasi yang relevan dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal juga semakin meningkat. Dalam pasar modal yang efisien, harga-harga saham mencerminkan semua informasi yang relevan dan pasar akan bereaksi apabila terdapat informasi baru. Salah satu informasi tersebut adalah informasi akuntansi khususnya laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan ini merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dalam pengambilan keputusan investasi, karena dalam laporan keuangan tersebut dapat diperoleh informasi mengenai posisi keuangan perusahaan, aliran kas, dan informasi lainnya yang terkait dengan keputusan invetasi. Bagi investor informasi dari laporan keuangan dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam pengambilan keputusan apakah mereka akan membeli, menahan atau menjual surat berharga yang dimilikinya karena memperoleh return merupakan tujuan utama aktivitas perdagangan para investor di pasar modal.

Return merupakan hasil yang diperoleh dari sebuah investasi. Return dapat berupa return realisasi (actual return) yang sudah terjadi atau return ekspektasi

(expected return) yang belum terjadi, tetapi yang diharapkan akan terjadi di masa mendatang (Jogiyanto, 2006:109). Return realisasi (actual return) merupakan return yang telah terjadi pada periode lalu. Return realisasi (actual return) memerlukan data histori dalam perhitungannya. Return realisasi (actual return) ini sangat penting karena selain digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dan perusahaan, return realisasi ini juga berguna sebagai dasar penentuan return ekspektasi (expectedreturn) dan risiko di masa yang akan datang.

Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, perusahaan tidak hanya diharapkan sebagai wealth-creating institution, namun lebih jauh dari itu diharapkan dapat melipatgandakan kekayaannya. Pelipatgandaan secara umum dapat dilihat pada laba akuntansi (accounting profit), seperti CurrentRatio (CR),

ReturnOnEquity (ROE), maupun CashFlow from Operation terhadap return.

Current ratio atau rasio lancar menunjukkan sejauh mana aktiva lancar mampu menutupi kewajiban-kewajiban lancar (Harahap 2007:301). Return on Equity dan ukuran perusahaan juga mempengaruhi besar kecilnya laba yang dihasilkan karena masyarakat menilai kondisi keuangan perusahaan. Perusahaan besar yang sudah mantap, dengan mudah dapat masuk ke pasar modal atau memperoleh macam-macam dana dari luar untuk pembiayaannya sementara perusahaan kecil yang masih baru akan mengalami banyak kesulitan untuk masuk ke pasar modal dan kemampuannya untuk meningkatkan modal adalah terbatas, dan untuk membiayai operasinya perusahaan harus menahan laba lebih banyak. Perusahaan besar diharapkan mampu menghasilkan laba yang lebih besar daripada

perusahaan kecil (Brealy, et al, 2008.80). Ukuran perusahaan yang besar dan tumbuh bisa merefleksikan tingkat profit dimasa mendatang.

Indonesia sesungguhnya memiliki peluang untuk menjadi tempat investasi (relokasi) bagi industri real estate dan property. Hal ini terutama didasari oleh fakta bahwa kekuatan ekonomi Indonesia selama ini sesungguhnya ditopang oleh sisi domestik kita yang memiliki daya beli yang cukup tinggi. Meskipun krisis global mengancam prospek ekonomi kita, hal itu tampaknya tidak berlaku bagi produk real estate dan property di Indonesia. Real estate dan property yang menjadi objek penelitian ini adalah merupakan salah satu nama klasifikasi saham untuk industri di bursa efek Indonesia. Jenis industri ini dipilih sebagai objek penelitian karena pertumbuhan penjualan produk real estate dan property berubah-berubah setiap tahunnya. Jenis industri ini terdiri dari perumahan, tanah, pabrik, dan sebagainya. Berdasarkan data laporan keuangan diperoleh tingkat rasio perusahaan real estate dan property yang terdaftar di BEI yang dapat dilihat dari table dibawah ini:

Tabel 1.1

Data Rata-rata Current Ratio, Return on Equity, Cash Flow From Operation to Debt, Firm Size dan Return Saham pada perusahaan

Real Estate dan Property yang terdaftar di BEI Tahun 2007-2011

TAHUN

CR ROE CFOD Ukuran

Perusahaan Return Saham (x) (%) (x) 2007 1,99 5,92 0,03 27,84 2,47 2008 2,18 5,44 0,03 27,93 1,04 2009 2,82 6,44 0,13 28,02 1,93 2010 2,74 8,46 0,13 28,28 1,14 2011 6,48 11,64 0,17 27,64 1,00

Berdasarkan uraian diatas, dapat dilihat bahwa Return Saham perusahaan real estate dan property dari tahun 2007 sampai 2011 cenderung mengalami perubahan yang sangat signifikan. Pada tahun 2007 Return Saham (RS) sebesar 2,47, sedangkan pada tahun 2008 mengalami penurunan menjadi 1,04. Pada tahun 2009 mengalami peningkatan menjadi 1,93, sedangkan pada tahun 2010 Return Saham mengalami penurunan secara signifikan menjadi 1,14 dan pada tahun 2011 Return Saham mengalami penurunan juga sebesar 1,00. Hal ini menunjukkan bahwa pihak manajemen perusahaan real estate dan property pada tahun 2007 sampai 2011 harus lebih memperhatikan tingkat harga saham yang ditawarkan, agar pihak perusahaan tidak mengalami kerugian.

Current Ratio (CR) tahun 2007 pada perusahaan real esate dan property sebesar 1,99 sedangkan pada tahun 2008 mengalami peningkatan sebesar 2,18. Pada tahun 2009 Current Ratio mengalami peningkatan secara signifikan sebesar 2,82. Pada tahun 2010 CR mengalami penurunan sebesar 2,74, sedangkan pada tahun 2011 CR mengalami peningkatan yang sangat signifikan sebesar 6,48.

Pada tahun 2007 Return On Equity (ROE) sebesar 5,92%, sedangkan pada tahun 2008 mengalami penurunan menjadi 5,44%. Pada tahun 2009 ROE mengalami peningkatan secara signifikan menjadi 6,44% dan pada tahun 2010 ROE mengalami peningkatan secara signifikan yaitu menjadi 8,46%. Dan pada tahun 2011 ROE juga menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan sebesar 11,64%. Hal ini menunjukkan bahwa pihak manajemen perusahaan real estate dan property pada tahun 2007-2011 mengalami perubahan peningkatan dalam memberikan tingkat pengembalian atau investasi pemegang saham dengan baik.

Arus kas dari aktivitas operasi (CFOD) pada tahun 2007 sebesar 0,03, sedangkan pada tahun 2008 tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar 0,03. Pada tahun 2009 arus kas dari aktivitas operasi mengalami peningkatan yang sangat signifikan menjadi 0,13 dan pada tahun 2010 arus kas dari aktivitas operasi tidak mengalami perubahan yaitu 0,13, sedangkan di tahun 2011 arus kas dari aktivitas operasi mengalami peningkatan menjadi 0,17.

Pada tahun 2007, ukuran perusahaan menunjukkan skala 27,84. Skala ini mengalami peningkatan pada tahun 2008 yaitu sebesar 27,93 dan mengalami peningkatan pada tahun 2009 menjadi 28,02. Sedangkan pada tahun 2010 ukuran perusahaan mengalami peningkatan secara signifikan menjadi 28,28, tetapi pada tahun 2011 skala ini mengalami penurunan sebesar 27,64.

Penelitian mengenai return saham telah banyak dilakukan tetapi masih menunjukkan hasil yang berbeda-beda diantaranya, penelitian oleh I G. K.A. Ulupui (2009), dari hasil penelitiannya bahwa variabel current ratio memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap return saham, return on asset

berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, debt to equity ratio

menunjukkan hasil yang positif, tetapi tidak signifikan, total asset turn over

menunjukkan hasil yang negative dan tidak signifikan terhadap return saham. Objek penelitian yang diamati adalah perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari segi pendapatan, pendapatan subsektor industri real estate diperoleh dari penjualan dan peningkatan harga tanah, sedangkan pendapatan subsektor industri property berasal dari penjualan,

penyewaan, pengenaan service charge, dan lain-lain. Jenis industri ini dipilih karena pertumbuhan penjualan produk real estate dan property berubah-ubah setiap tahunnya sehingga mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hasil return

investasi yang besar. Penelitian yang dilakukan oleh Ketut Alit Suardana (2009) yang berjudul Pengaruh Rasio CAMEL Terhadap Return Saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 2003-2005 bahwa hasil penelitiannya menunjukkan rasio-rasio keuangan CAMEL secara simultan berpengaruh positif terhadap return saham dan secara parsial hanya rasio CAR yang berpengaruh positif terhadap return saham, sedangkan Operating Expense to Operating Income (OEOI)/BOPO, Earning Per Share/EPS dan Loans to Deposits Ratio/LDR tidak berpengaruh terhadap return saham.

Sedangkan penelitian sebelumnya juga dilakukan oleh Mei Hotma Mariati Munte (2009) yang berjudul pengaruh faktor fundamental terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor fundamental yang diukur dengan

current ratio, return on equity, cash flow from operating of debt (CFOD), Price

Book Value (PBV) dan ukuran prerusahaan (SIZE) secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap return saham, sedangkan secara parsial hanya

return on equity berpengaruh signifikan terhadap return saham dan variabel yang lainnya tidak berpengaruh signifikan.

Dalam penelitian ini variabel independen menggunakan variabel current ratio, return on equity, arus kas dari aktivitas operasi dan ukuran perusahaan sedangkan sebagai variabel dependen menggunakan variabel return saham yang

mana yang menjadi tempat penelitian yang digunakan peneliti adalah perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Selain itu, penulis juga mengambil objek penelitian yang berbeda yaitu perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk membuat suatu karya ilmiah berbentuk skripsi dengan judul “ Pengaruh Current Ratio (CR), Return On Equity (ROE), Arus Kas dari Kegiatan Operasi (CFOD) dan Ukuran Perusahaan (Firm Size) Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Real Estate dan Property Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”.

Dokumen terkait