BAB II KAJIAN TEORI
LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian
B. Penyajian Data Dan Analisa Data
1) LATAR BELAKANG :
90
masalah pelajaran ada dua mata pelajaran yang tidak dia senangi yaitu yaitu pelajaran kimia dan fisika. 69
b. Siswa II
1) LATAR BELAKANG :
Nama : Ana Chalisatun Mardiyah
No. induk : 3791
TTL : Lamongan, 12 Juli 1992
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Klien anak ke : 4
Jumlah saudara : 4
Asal sekolah : MTS N Model Babat
Nem : 34,45
Hoby : Pencinta Alam
Alamat : Sambungrejo, Modo ,Lamongan
Orang tua : Darmo
Pekerjaan : Wiraswasta
2) IDENTIFIKASI :
Siswi ini bernama A.C.M, anak ke 4 dari 4 bersaudara ini bersala dari Alumni MTsN Model Babat yang mana dalam hal penyesuaian diri ini siswi tersebut mempunyai sikap pemalu
91
sehingga dalam bersosialisai dengan temannya sering kurang percaya diri dalam bergaul, selain itu si A.C.M pernah berfikiran untuk pindah ke kelas lain dengan alasan “ karena saya sudah akrab dengan teman-teman di kelas yang dulu waktu semester I kak…” Sedangkan dalam masalah pelajaran ada dua mata pelajaran yang tidak disukai oleh siswi ini yaitu pelajaran kimia dan Bhs.Arab “karena pelajaran tersebut susah di cerna dan diingat kak…” sehingga mengakibatkan si A.C.M tidak fokus terhadap pelajaran tersebut.70
c. Siswa III
1) LATAR BELAKANG :
Nama : Aniyatus Sa’diyah
No. induk : 3797
TTL : Lamongan, 18 September 1993
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Klien anak ke : 2
Jumlah saudara : 2
Asal sekolah : SMPN 2 Mantup
Nem : 34,35
Hoby : Sholawat
92
Alamat : Jln. Kedung caluk Ds. Kreteranggon
kec. Sambeng, Lamongan
Orang tua : Abu Khoiri
Pekerjaan : Wiraswasta
2) IDENTIFIKASI :
Siswa ini bernama A.S anak ke 2 dari 2 bersaudara ini berasal dari Alumni SMPN 2 Mantup yang mana dalam hal penyesuaian dirinya, dia mempunyai sikap pemalu, mudah tersinggung, pemarah, binggung, grogi bila menghadapi orang banyak. Sehingga dia peranggapan bahwa “ saya tidak nyaman di kelas ini, dan sempat berfikir untuk pindah kelas lain kak… selain itu saya juga merasa tidak cocok dengan mereka jadi seperti itulah kendala yang saya hadapi dalam hal penyesuaian diri ini kak…. ”. sedangkan dalam masalah pelajaran ada 2 mata pelajaran yang tidak di senangi yaitu kimia dan fisika.71
Sesuai dengan apa yang di kemukakan oleh ke tiga siswi dalam proses wawancara pada hari senin jam. 11.00 tersebut bahwa banyak sekali faktor yang menjadi kendala dalam penyesuain diri di sekolah khususnya di dalam kelas X-1 yang mana kelas ini adalah kelas
93
unggulan yang menjadi sorotan kelas-kelas lain. Hal ini dipertegas dengan pernyataan dari Bpk.Murjianto :
Ya…begitulah bahwa sekalipun dikelas unggulan masalah penyesuain diri ini sungguh terjadi dan sangat banyak faktor yang melatarbelakangi baik dari pribadinya sendiri maupun lingkungan sosialnya, sehingga saya perwakilan dari guru bimbingan dan konseling harus ekstra dalam memperhatikan peserta didik.72
Dalam proses penyesuaian diri ini pihak guru bimbingan dan konseling mengupayakan dengan cara mengantisipasi, pengkondisian serta pembinaan agar terjadi penyesuaian diri yang baik. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Bu Sri Utami selaku koordinator bimbingan dan konseling :
Agar tidak terjadi maslah penyesuain diri dikelas X-1 ini saya selaku koordinator bimbingan dan konseling beserta guru BK yang lain mengantisipasi permasalahan yang timbul, serta pengkondisian dan pembinaan bagi yang dari SMP agar lebih mudah dalam bersosialisasi dengan baik di Madrasah Aliyah Negeri Babat ini.73
3. Peran Bimbingan Pribadi-Sosial terhadap penyesuaian diri siswa.
Untuk pelaksanaan bimbingan pribadi-sosial yang meliputi : pemantapan dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, pemantapan pemahaman tentang potensi diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produkif, baik dalam kehidupanya sehari-hari maupun untuk
72
Bpk Murjianto, Babat Lamongan , 26 April 2010 73 Bu Sri Utami , Babat Lamongan , 25 Maret 2010
94
peranannya di masa depan, pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegitan-kegiatan yang kreatif dan produktif, pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya, pemantapan kemampuan mengambil keputusan dan mengarahkan diri secara mandiri sesuai system aetika dan nilai, serta apresiasi seni, pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat, baik secara rohania maupun jasmaniah, termasuk perencanaan hidup berkeluarga, pemantapan kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif, efisien dan produktif, pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta beragumnentasi secara dinamis dan kreatif, pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial, baik dirumah, disekolah, ditemapat latihan atau kerja produksi mapupun di masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata krama, sopan santun serta nilai- nilai agama, pemantapan hubungan yang dinamis, harmonis dan produktif dengan teman sebaya, baik di sekolah yang sama, di sekolah yang lain, di luar sekolah, maupun di masyarakat pada umumnya, pemantapan pemahaman tentang peraturan, kondisi rumah, sekolah dan lingkungan serta upaya pelaksanaanya secara dinamis dan bertanggung jawab, orientasi tentang kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini agar masalah- masalah yang timbul baik permasalahan pribadi maupun sosial dapat teratasi dengan baik maka perlu
95
adanya peran bimbingan pribadi-sosial terhadap penyesuaian diri siswa sudah berjalan dengan lancar sesuai dengan program yang direncanakan. Semua layanan yang ada di bidang bimbingan pribadi-sosial akan disampaikan kepada siswa dan semuanya sudah ada dan mengacu pada buku pengembangan diri. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Bu Sri Utami dan Bpk Murjianto, Jadi dalam hal ini peran Bimbingan Pribadi-Sosial terhadap penyesuaian diri siswa yaitu : 74
a. Memberikan konseling individu
Diantara upaya yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam membantu permasalahan siswa dalam hal penyesuain diri di Madrasah Aliyah Negeri Babat Lamongan yaitu dengan cara-cara sebagi berikut:
1) Siswa datang ke konselor dengan beberapa permasalahan yang timbul di benaknya, tetapi pada saat itu guru konselor juga sudah mengetahui permasalahan siswa ini dari guru-guru, wali kelas. Jadi ada kalanya siswa di panggil langsung atau siswa menghadap sendiri di ruang khusus konseling individu.
2) Siswa mulai menceritakan segala macam permasalahannya baik yang sifatnya pribadi maupun dengan temannya. Dengan
96
begitu konselor dapat mengetahui apa yang di rasakan oleh siswa tersebut.
3) Setelah siswa tersebut mengeksplorkan semua permasalahannya kemudian guru bimbingan dan konseling mulai memberikan pandangan-pandangan yang harus di pilih oleh siswa tersebut misalnya dengan permasalah penyesuaian diri baik masalah pribadi, maupun lingkungan di sekolah maka guru bimbingan konseling menyarankan dapat mengikuti kegiatan MOS bagi siswa yang baru masuk, kegiatan ekstrakulikuler, berkonsultasi dengan guru PAI (bagi yang kesulitan dalam hal pelajaran agama). Selain itu juga memberikan motivasi- motivasi yang berhubungan dengan pemahaman diri.
4) Kemudian setelah guru bimbingan dan konseling memberikan pengarahan seperti di atas maka siswa mulai membuka diri dengan apa yang sudah disarankan oleh guru bimbingan dan konseling. Dalam hal ini guru pembimbing hanya sebgai fasilitator jadi keputusan semuannya ada di tangan siswa.
97
b. Memberikan konseling kelompok
Selain dengan konseling individu yang sudah di bahas di atas ada saatnya juga guru bimbingan dan konseling di Madrasah Aliyah Negeri Babat Lamongan menggunakan konseling kelompok dengan tujuan memanfaatkan dinamika kelompok sebagai media dalam upaya membimbing individu- indivudu yang memerlukan masalah dan yang mempunyai masalah yang sama. yaitu dengan langkah- langkah sebagai berikut:
1) Pembentukan kelompok yang mana siswa-siswi ini mengalami permasalahan yang sama dengan jumlah siswa 1-10 anak dan dalam hal ini biasannya guru bimbingan dan konseling mendapat informasi dari guru-guru, wali kelas dan teman-temannya sendiri, kemudian siswa yang mempunyai permasalahan yang sama itu langsung berkonsultasi ke guru bimbingan dan konseling contohnya masalah penyesuaian diri ini. Konseling kelompok yang ada di Madrasah Aliyah Negeri Babat ini biasannya dilakukan di dalam perpustakaan.
2) Guru Bimbingan Konseling mulai memberikan pengarahan kepada siswa-siswi tersebut dan guru BK meminta agar siswa-siswi
98
tersebut berdiskusi dengan yang lainnya dan dalam hal ini anggota kelompok mulai terbuka dengan masalahnya.
3) Setelah semuanya anggota kelompok itu terbuka dengan masalahnya itu di sini guru bimbingan dan konseling mulai menyusun langkah- langkah tindakan yang harus dilakukan contonya siswa-siswi itu di beri motivasi- motivasi, transfer pengalaman, pemahaman tentang dirinya dan sekitarnya, penanaman tentang pentingnya kebersamaan, menanamkan sifat bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
4) Setelah itu anggota kelompok mulai melakukan perubahan-perubahan tingkah laku dan transfer pengalaman antar anggota kelompok dengan begitu anggota kelompok dapat memberikan umpan balik dengan anggota kelompok yang lain dan saling memberi masukkan.